;

Telkom Cari Mitra Janjikan 20% Saham Data Center Co

Yuniati Turjandini 01 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tengah mencari mitra strategis untuk mendukung ekspansi unit usahanya. Data Center Co, dengan peluang  kepemilikan saham hingga 20%. Kemitraan strategis  tersebut diharapkan dapat mengembangkan bisnis pusat data (data center) Group Telkom, baik didalam maupun  di luar negeri. Direktur Startegic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya mengatakan, permintaan data center di Indonesia pada 2031 diperkirakan mencapai lebih dari 1.256 MW dengan CAGR sebesar 33%. Prediksi itu naik signifikan dibanding permintaan data center ini yang masih di bawah 100 MW. "Untuk itu, kami terus berusaha mengembangkan  kapasitas data center, baik yang ada didalam maupun luar negeri, dan daerah-daerah yang kami harapkan  akan menuju kapasitas sebesar 400 MW pada 2030," jelas Budi dalam paparan publik di Jakarta Kamis (30/11/2023). (Yetede)

Memacu Produktivitas Capai Visi Indonesia Emas 2045

Yuniati Turjandini 01 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045, pemerintah membutuhkan peran kebijakan fiskal dalam memastikan bahwa perekonomian akan didasarkan pada produktivitas dan inovasi. Di samping itu, sinergi bauran kebijakan ekonomi nasional akan memperkuat ketahanan dan kebangkitan ekonomi Indonesia. Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil dalam kisaran 5% dengan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) relatif tetap rendah, dan inflasi relatif stabil. Kondisi perekonomian tersebut merupakan sebuah pencapaian positif ditengah  terjadi saat ini. Namun hal, tersebut cukup memberikan kita optimisme bagi Indonesia Emas 2045? Jawabannya jelas tidak, bukan berarti hal itu tidak penting. Namun, hal ini tidak cukup untuk mempersiapkan Indonesia  mencapai impian dan tujuan kita, yaitu menjadi negara berpendapatan tinggi  yang sejahtera dan berkeadilan," kata Sri Mulyani. (Yetede)

Memacu Produktivitas Capai Visi Indonesia Emas 2045

Yuniati Turjandini 01 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045, pemerintah membutuhkan peran kebijakan fiskal dalam memastikan bahwa perekonomian akan didasarkan pada produktivitas dan inovasi. Disamping itu, sinergi bauran kebijakan ekonomi nasional akan memperkuat ketahanan dan kebangkitan ekonomi nasional. Kementerian Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil dalam kisaran 5%, dengan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) relatif tetap rendah, dan inflasi relatif stabil. Kondisi perekonomian tersebut  merupakan sebuah pencapaian positif di tengah gejolak perekonomian yang terjadi selama ini. Namun, hal tersebut dinilai  masih belum cukup untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. (Yetede)

IKI Kembali Meningkat di November

Yuniati Turjandini 01 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Setelah mengalami tren 4 penurunan selama bulan berturut-turut, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) kembali meningkat. IKI pada November mencapai 52,43 (ekspansi), meningkat 1,73 poin dibandingkan dengan bulan Oktober 2023 yang sebesar 50,70. Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arif menerangkan, ada 3 faktor  yang membuat IKI kembali naik, yaitu peningkatan peningkatan produksi dan permintaan, penguatan nilai tukar rupiah, serta faktor musiman  untuk persiapan akhir tahun (Natal dan Tahun Baru/Nataru). "Peningkatan IKI dipengaruhi oleh meningkatnya nilai IKI pada  15 subsektor, dengan 13 subsektor di antaranya mengalami rebound setelah sebelumnya  mengalami perlambatan maupun kontraksi," ujar dia dalam konferensi pers secara hibrida, Kamis (30/11/2023)

Mitratel Akuisisi 803 Menara Senilai Rp1,75 Triliun

Yuniati Turjandini 01 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel telah mengakuisisi sebanyak 803 menara telekomunikasi milik PT Gametraco Tunggal senilai Rp1,75 triliun. Dengan akuisisi ini, jumlah tenant MTEL bertambah 1.327 penyewa. Direktur Investasi sekaligus Sekretaris Mitratel Hendra Purnama menyampaikan, akuisisi tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk mencetak pertumbuhan hingga 2025. "Strategi yang pertama adalah organik, dan kedua inorganik. Dua-duanya masih berjalan. Termasuk pembangunan BTS dan pembelian menara, fiber optik, atau bisnis lain didalam ekosistem menara," kata Hendra kepada Investor Daily, Kamis (30/11/2023). Hendra melanjutkan, akuisisi yang dilakukan Mitratel atas 803 menara ini menggunakan dana yang bersumber dari hasil IPO. Pararel dengan pengambilalihan menara tersebut, maka semua dana segar yang diperoleh Mitratel dari IPO sudah terutalisasi. (Yetede)

Ikhtiar Tekan Harga Pangan

Yuniati Turjandini 01 Dec 2023 Tempo
JAKARTA — Harga beberapa komoditas pangan, seperti cabai dan gula, naik menjelang Natal dan tahun baru. Pemerintah mengantisipasi lonjakan permintaan dan kian melambungnya harga pangan. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Isy Karim mengatakan harga gula melambung akibat impor yang belum maksimal. "Realisasinya baru sekitar 58 persen," katanya saat mengecek harga sejumlah bahan pokok di Pasar Senen, kemarin.

Realisasi impor gula kristal putih saat ini mencapai 126.941 ton atau 58,82 persen dari target. Sedangkan impor gula kristal mentah baru mencapai 170 ribu ton atau sekitar 22,61 persen. Padahal gula impor diharapkan bisa menambah pasokan di pasar sehingga menurunkan harga. Minimnya impor gula terjadi lantaran beberapa perusahaan yang mempunyai izin untuk impor gula masih belum merealisasinya. Harga gula internasional yang masih tinggi membuat perusahaan menahan impor. Mereka khawatir gula yang dibeli dari luar negeri tidak bisa dijual di dalam negeri sesuai dengan harga acuan penjualan di tingkat konsumen yang ditetapkan pemerintah. (Yetede)

Jaringan Internet untuk Masyarakat Pelosok Desa

Yuniati Turjandini 01 Dec 2023 Tempo
Saneh tersenyum bahagia. Senyumnya itu dia lontarkan kepada Rafka, cucunya yang terlihat di layar ponsel. Sambil memandang cucu kesayangannya, dia pun pelan-pelan mengajarkan Rafka urutan abjad. “Aa… Bb…,” ucap Saneh berharap sang cucu mengikuti ucapannya.   Kebahagiaan Saneh, diakui suaminya, Rusdi, dikarenakan istrinya itu dapat menyapa sang cucu yang tinggal di Desa Pandan Indah, Praya Barat, Lombok Tengah. Sementara mereka, sang kakek dan nenek, tinggal di Desa Pandan Tinggang, Kecamatan Prabarda, Lombok Tengah. 

Lokasi rumah Rusdi yang tepat di belakang kantor Desa Pandan Tinggang membuatnya dengan leluasa dapat menelpon cucunya dengan jaringan internet secara gratis. Internet itu didapat dari program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), khususnya Bakti Akses Internet (Aksi). Berupa penyediaan akses internet melalui VSAT, radio link, dan fiber optik.

Selain Bakti Aksi, Bakti Kominfo memang memiki sejumlah program untuk mengurangi kesenjangan digital di wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi dan Informasi (WPUTI) di antaranya dengan menyediakan Palapa Ring, Satria-1, Bakti Sinyal (BTS), serta Program Ekosistem Digital.  “Saya menggunakan ponsel untuk telpon anak dan teman, serta baca-baca berita,” kata Rusdi. Kebetulan, lanjut dia, dia bekerja sebagai Panitia Pengawas Pemilu Kelurahan/Desa. (Yetede)

Iklim Ekstrem Bebani Warga Miskin Lima Kali Lipat

Yoga 30 Nov 2023 Kompas (H)

Anomali iklim berimbas pada beratnya beban warga miskin memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pengeluaran warga miskin di desa atau di kota rata-rata naik 82 % pada tahun 2030 hingga 578 % pada 2045. Tim Jurnalisme Data Harian Kompas selama sebulan hingga Rabu (29/11) memproyeksikan  peningkatan pengeluaran warga untuk membeli pangan, listrik, dan air bersih jika terjadi anomali iklim, seperti El Nino, La Nina, serta Dipol Samudra Hindia (Indian Ocean Dipole/IOD) positif dan negative hingga 2045. Hasilnya, semua anomali iklim semakin membebani warga miskin. Tahun ini, BMKG mengumumkan iklim El Nino dan IOD positif terjadi bersamaan sehingga curah hujan berkurang di sejumlah wilayah Indonesia. Sebelumnya, pada 2022, diidentifikasi terjadi La Nina dan IOD negatif sehingga curah hujan bertambah.

Hasil perkiraan Kompas, akibat perubahan iklim dari basah (2022) ke kering (2023), pengeluaran warga miskin kota untuk membeli beras naik 29 % menjadi Rp 135.271 per kapita per bulan. Begitu pun warga miskin desa yang harus membelanjakan uang Rp 137.449 per kapita per bulan, naik 16 % dari tahun 2022. Selama 22 tahun ke depan, Indonesia akan mengalami anomali iklim yang makin ekstrem. Hal itu akan berdampak semakin tingginya pengeluaran beras warga miskin. Jika pada 2045 terjadi El Nino dan IOD positif bersamaan, seperti tahun 2023, pengeluaran bulanan warga miskin kota untuk membeli beras akan naik jadi Rp 174.725 per kapita. Adapun pengeluaran warga miskin desa Rp 177.118 per kapita. Apabila terjadi La Nina, belanja bulanan warga miskin desa untuk membeli beras menjadi Rp 147.844 per kapita. Adapun pengeluaran bulanan warga miskin kota pada 2045 menjadi Rp 179.303 per kapita.

Kenaikan pengeluaran beras dan air pada tahun ini dialami Kartika (29), warga Kalibaru, Jakut. Tahun lalu, ia bisa membeli beras Rp 7.000 per liter, tetapi tahun ini harga beras melonjak menjadi Rp 11.000-Rp 12.000 per liter. Pengeluaran untuk mengakses air bersih Kartika juga naik dua kali lipat. Pada 2022, Rp 300.000 per bulan. Namun, tahun ini, saat musim kemarau berkepanjangan, uang yang dikeluarkan jadi dua kali lipat, yakni Rp 600.000 per bulan. Pengeluaran warga miskin diambil dari beberapa komoditas yang memberikan andil garis kemiskinan, seperti beras, gula, air, dan listrik. Data ini merujuk pada publikasi ”Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia, Survei Sosial Ekonomi Nasional, BPS Periode September 2011-2022”. Data itu dikalikan dengan sumbangan (persentase) komoditas beras, listrik, gula, dan air terhadap garis kemiskinan. (Yoga)

Anomali Iklim Menyedot Dana Negara

Yoga 30 Nov 2023 Kompas

Garis kemiskinan berpotensi terus naik seiring terjadinya anomali iklim yang makin ekstrem. Kondisi ini menuntut tersedianya anggaran perlindungan sosial yang adaptif untuk menekan angka kemiskinan akibat perubahan iklim. Anomali iklim yang dimaksud berupa El Nino, La Nina, dan Dipol Samudra Hindia (Indian Ocean Dipole/IOD). Proyeksi Tim Jurnalisme Data Kompas, iklim La Nina atau IOD negatif yang berpotensi meningkatkan curah hujan membuat kebutuhan warga miskin lebih tinggi dibandingkan saat terjadi iklim El Nino ataupun IOD positif yang mengurangi curah hujan. Pada 2030, jika terjadi La Nina, garis kemiskinan menjadi Rp 742.222 per orang per bulan atau naik 39 % dibandingkan garis kemiskinan nasional 2022 dari olahan data BPS senilai Rp 535.547 per kapita per bulan. Garis kemiskinan yang dimaksud adalah pengeluaran minimum seseorang untuk memenuhi kebutuhan pokok per bulan.

Anggaran perlindungan sosial (perlinsos) diperkirakan naik hampir dua kali lipat dari tahun 2022 menjadi Rp 485,8 miliar. Jika pada 2030 terjadi La Nina dan IOD negatif secara bersamaan, garis kemiskinan  berpotensi naik 32 % dari tahun 2022 menjadi Rp 711.059 per kapita per bulan. Peningkatan pengeluaran ini membuat alokasi anggaran perlinsos juga akan naik menjadi Rp 457,4 miliar. Anggaran perlinsos diproyeksikan dari data historis APBN 2005-2022. Proyeksi tersebut merupakan hasil analisis menggunakan metode regresi linier. Adapun data yang dipakai merujuk pada anggaran perlinsos dan garis kemiskinan nasional selama 2005-2022. Laporan Bank Dunia bertajuk ”Poverty and Shared Pros- perity 2020” menyebutkan, secara global, diperkirakan 1,47 miliar orang tinggal di daerah dengan rawan banjir tinggi. Sekitar separuhnya termasuk golongan miskin. (Yoga)

BELANJA ALUTSISTA Penambahan Pinjaman Rp 61,7 Triliun Bisa Picu Kecurigaan Publik

Yoga 30 Nov 2023 Kompas

Alokasi belanja alat utama sistem persenjataan atau alutsista yang berasal dari pinjaman luar negeri untuk 2024 ditambah hingga mencapai lebih dari 4 miliar USD atau Rp 61,7 triliun. Penambahan dinilai tiba-tiba dan dilakukan saat Menhan Prabowo Subianto maju di Pemilihan Presiden 2024 sehingga bisa menuai kecurigaan publik bahwa uang akan digunakan untuk pemenangan pemilu. Pada Selasa (28/11) sore, Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Menkeu Sri Mulyani mengikuti rapat tertutup di Istana Kepresidenan Bogor. Dalam rapat yang dipimpin Presiden Jokowi itu dibahas soal anggaran untuk pembangunan sistem pertahanan.

Sri Mulyani di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (29/11), menjelaskan, pertemuan tersebut membahas belanja alutsista yang menggunakan pinjaman luar negeri. Alokasi untuk sektor pertahanan keamanan selama ini terdiri dari dua sumber, yakni APBN dan pinjaman luar negeri. Alokasi belanja sektor pertahanan keamanan dalam daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) tahun anggaran 2024 yang dibagikan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu pagi, senilai Rp 331,9 triliun. Sumber lainnya adalah pinjaman luar negeri. ”Untuk (periode) tahun 2020-2024, waktu itu sudah disetujui Bapak  Presiden (alokasi) 20,75 miliar USD. Nah, kemarin, karena ada beberapa perubahan, maka alokasi untuk 2024 menjadi 25 miliar USD.,” ujarnya kepada wartawan.  Kendati periode rencana strategis 2020-2024 mendapat kenaikan alokasi pinjaman luar negeri, alokasi sampai akhir 2034, menurut Sri, tak berubah, tetap seperti yang diputuskan oleh Presiden, yakni 55 miliar USD. (Yoga)

Pilihan Editor