;

Lari Gembira Menggaungkan Asa Borobudur Marathon Berlanjut

Yoga 04 Dec 2023 Kompas (H)

Bertahun-tahun, masyarakat di kawasan Borobudur, Magelang, Jateng, merasa mendapatkan banyak manfaat dari penyelenggaraan Borobudur Marathon Powered by Bank Jateng. Mereka berharap, ajang lari tahunan yang mendatangkan ribuan orang ke Borobudur itu terus berlanjut, bahkan naik kelas, supaya manfaat yang dirasakan bisa turut berlanjut. Nur Kusumawati (49) Warga Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, itu baru saja berlari sejauh 2,85 kilometer dalam acara Borobudur Fun Run di Kompleks Candi Pawon, Kecamatan Borobudur, Minggu (3/12) pagi, yang digelar sebagai bentuk ucapan terima kasih bagi warga Borobudur yang telah membantu menyukseskan Borobudur Marathon 2023, lomba lari yang digelar atas kerja sama Pemerintah Provinsi Jateng, Bank Jateng, harian Kompas, dan Yayasan Borobudur Marathon. Tahun ini adalah tahun kedua Nur ikut berlari dalam Borobudur Fun Run.

Nur mengaku senang karena bisa kembali mencicipi sebagian rute yang dilalui para pelari Borobudur Marathon. Setelah mengikuti acara itu tahun lalu, Nur akhirnya menyadari betapa nikmatnya berlari di kampungnya. Badan jadi lebih segar, mata pun bisa ikut dimanjakan dengan indahnya pemandangan alam yang ada. Menurut Nur, Borobudur Marathon tidak hanya menjadi hiburan bagi warga setempat, tetapi juga sumber pendapatan. Banyak tetangganya yang mengaku diuntungkan dengan adanya lomba yang diikuti ribuan orang tersebut, terutama dari segi perekonomian. Setiap tahun, Nur selalu mendengar cerita tentang masih adanya pelari yang tidak kebagian kamar karena penginapan ataupun hotel di kawasan itu penuh saat lomba berlangsung. Kondisi itu lantas menginspirasi Nur untuk ikut mendirikan penginapan Setelah mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari hasil berjualan makanan, Nur pelan-pelan mewujudkan mimpinya itu. ”Semoga saat Borobudur Marathon tahun depan, penginapannya sudah jadi biar para pelari bisa menginap di Borobudur saja. Saya kasihan, katanya ada pelari yang jauh-jauh menginap di Yogyakarta karena di Borobudur sudah tidak ada kamar kosong,” tutur Nur. (Yoga)

Ekonomi Menguat Manufaktur Rebound

Yuniati Turjandini 04 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Meski mendapat tekanan dari kondisi ekonomi global, nyatanya kinerja sektor industri menufaktur nasional menjelang akhir tahun 2023 tumbuh positif. Hal ini dilihat dari capaian Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur Indonesia yang mencapai level 51,7 pada November atau meningkat 0,2 poin dari Oktober 2023 yang berada di posisi  51,5. Hasil ini juga selaras dengan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang pada November mencapai 52,43 (ekspansi), meningkat 1,73 poin dibandingkan dengan Oktober 2023 yang sebesar 50,70. PMI manufaktur Indonesia pada November 2023 mampu melampaui PMI manufatur Asean (50,0), serta negara-negara Asean seperti Thailand (47,6) Malaysia (47,9), Vietnam (47,3), dan Myanmar (48,1). Selain itu, juga lebih tinggi dibanding PMI China (50,7), Zona Eropa (43,8), Jerman (42,3), Jepang (48,3), Belanda (44,9), Korea Selatan (50,0), Taiwan (48,3), Inggris (46,7), dan Amerika Serikat (49,4). (Yetede)

Tren Perlambatan Laba bank Berlanjut

Yuniati Turjandini 04 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Meski mendapat tekanan dari kondisi ekonomi global, nyatanya kinerja  sektor industri manufaktur nasional menjelang akhir tahun 2023 tumbuh positif. Hal ini dilihat dari capaian Purchasing Managers's  Index (PMI) manufaktur Indonesia yang mencapai level 51,7 pada November  atau meningkat 0,2 poin dari Oktober 2023 yang berada di posisi 51,5. hasil ini juga selaras dengan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang pada November mencapai 52,43 (ekspansi), meningkat 1,73 poin dibandingkan dengan Oktober 2023 yang sebesar 50,70. PMI manufaktur Indonesia pada November 2023 mampu melampaui PMI manufaktur Asean (50,0) serta negara-negara Asean seperti Thailand (47,6), Malaysia (47,9), Vietnam (47,3) dan Myanmar (41,8). Selain itu juga lebih tinggi dibandingkan PMI China (50,7), Zona Eropa (43,8), Jerman (43,2), Jepang (42,3), Belanda (44,9), Korea Selatan (50,0), Taiwan (48,3) Inggris (46,7) dan Amerika Serikat (49,4). (Yetede)

Industrialisasi EV Kian Masif

Yuniati Turjandini 04 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Indonesia siap menjadi produsen electic vehicle (EV) atau kendaraan listrik di pasar global. Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia akan semakin masif kedepan seiring mengalirnya investasi dari pabrik kendaraan listrik. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerangkan, pengembanan Industri Kendaraan  Bermotor Listrik Berbasis  Baterai (KBLBB) Indonesia saa ini mendapatkan momentum baik karena didorong kondisi  Indonesia yang merupakan produsen bahan mineral logam nikel  terbesar di dunia. "Hingga awal Kuartal IV-2023, penjualan domestik mobil listrik  tercatat mencapai 11,916 unit,"katanya. Berdasarkan kajian ERIA, potensi manfaat pada 2040 yang didapatkan Indonesia melalui penghematan impor BBM dengan implementasi mobil listrik/BEV dapat mencapai US$ 15 miliar sepeda motor listrik US$ 10 miliar. (Yetede)

Kemenkominfo Berkomitmen Lanjutkan Pembangunan BTS 4G

Yuniati Turjandini 04 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melanjutkan kontrak layanan Based Tranciever Station (BTS) 4G untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kemenkominfo Budi Arie Setiadi menyatakan, hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo saat menyerahan DIPA Kementerian Tahun Anggaran 2024, agar pemanfatan alokasi anggaran pemerintah harus fokus pada hasil. Budi Arie menjelaskan, kontrak Operation & Maintence  yang ditandatangani merupakan kontrak untuk melanjutkan pengoperasian  BTS 4G yang telah dibangun dan menjadi aset  Badan Aksebilitas Telekomunikasi Indonesia (BAKTI) Kemenkominfo. "Sehingga layanan sinyal dari site BTS yang telah tercatat menjadi aset BTS yang telah tercatat menjadi aset BAKTI Kominfo dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara optimal," ujar Budi Arie. (Yetede)

Suku Bunga BI dan Pertumbuhan Kredit

Yuniati Turjandini 04 Dec 2023 Tempo
Bulan lalu, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga kebijakan BI 7-day reverse repo rate (BI7DRR) sebanyak 25 basis poin (bps) hingga menjadi 6 persen. Keputusan BI itu ditujukan untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global. Kemudian, pada November 2023, Bank Indonesia mempertahankan BI7DRR di level tersebut. Langkah otoritas moneter itu merupakan langkah pre-emptive (pencegahan) dan forward looking (melihat ke depan) untuk memitigasi dampaknya terhadap inflasi barang impor sehingga inflasi tetap terkendali dalam sasaran 3,0±1 persen pada 2023 dan 2,5±1 persen pada 2024. 

Seperti yang sudah-sudah, akan muncul kekhawatiran kenaikan BI7DRR akan menghambat laju kucuran kredit perbankan. Hal ini lantas akan berujung pada perlambatan ekonomi dan bahkan resesi. Kekhawatiran itu beralasan. Secara teoretis, kenaikan suku bunga kebijakan akan direspons dengan kenaikan suku bunga simpanan. Imbasnya, biaya dana meningkat, sehingga suku bunga kredit perlu disesuaikan.

Biaya pengambilan kredit perbankan kian mahal. Ini akan menyurutkan minat pelaku usaha untuk mengambil kredit. Akibatnya, kucuran kredit akan menyusut dan pertumbuhan ekonomi pun menukik. Pada kredit yang sudah berjalan, pembayaran bunga akan kian besar dan, seiring dengan perlambatan ekonomi, kredit tersebut berpotensi macet. Perlambatan ekonomi global dan bahkan resesi yang dialami beberapa negara maju tidak lepas dari tingginya suku bunga kebijakan bank sentralnya. (Yetede)

Adu Kuat Saham-Saham Raksasa di Bursa

Hairul Rizal 04 Dec 2023 Kontan (H)

Posisi saham papan atas dengan kapitalisasi pasar (market caps) paling besar bergerak cepat beberapa bulan terakhir. Ranking market caps jumbo (big caps) bergeser sejalan rotasi sektor dan sentimen. Sebelumnya tidak ada saham sektor teknologi punya market caps di atas Rp 100 triliun per Oktober 2023. Namun peta mengalami rotasi per November. Saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menanjak. Soal saham yang melejit tinggi, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) jadi yang paling fenomenal. Kedua saham yang baru initial public offering (IPO) pada 2023 sukses merangsek jajaran atas big caps. Memasuki bulan Desember, Jumat (1/12), BREN menduduki posisi kedua market caps terbesar Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp 910 triliun. Posisi BREN hanya kalah dari Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang kokoh berada di puncak klasemen big caps. Dari sisi pemilik, emiten big caps ini dikuasai lima konglomerat dan BUMN. BUMN ada BBRI, BMRI, TLKM dan BBNI. Grup Djarum masih mengandalkan BBCA. Prajogo Pangestu ada BREN dan TPIA. Low Tuck Kwong masih setia dengan BYAN, Grup Salim ada AMMN dan DCII dan Grup Astra (ASII). Head of Retail Marketing & Product Development Division Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan, menyatakan bahwa pergeseran market caps didorong sejumlah faktor. Dia menyoroti pergerakan BREN dan AMMN yang harga saham dan market caps melejit selepas melantai di BEI. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas ikut menyoroti, jika tren pergerakan saham BREN berbalik turun, berpotensi menjadi pemberat laju IHSG. Dampak bisa teredam asal pergerakan saham big caps lain lanjut naik, sehingga tetap stabil menopang IHSG. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyoroti efek pemilu bisa lebih terasa. Terutama sektor yang berpotensi terpapar katalis positif momentum politik.

Aturan Devisa Ekspor Dievaluasi Lagi

Hairul Rizal 04 Dec 2023 Kontan
Pemerintah memperpanjang masa evaluasi penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 36/2023 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan dan Pengolahan Sumber Daya Alam. Perpanjangan masa eveluasi ini untuk menampung masukan para pelaku usaha atau eksportir terkait beleid tersebut. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan, evaluasi kebijakan ini akan berlangsung dalam tiga bulan ke depan sejak November 2023 hingga hingga Februari 2024. Ia meyakini perpanjangan evaluasi akan meningkatkan kepatuhan eksportir untuk menyimpan DHE dalam sistem keuangan dalam negeri minimal selama tiga bulan. Dari catatan pemerintah, berdasarkan hasil evaluasi oleh Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan, telah terjadi peningkatan ekspor SDA sejak Juli 2023 yang diikuti kenaikan pendapatan pada rekening khusus (reksus). Selain itu, pangsa ekspor SDA mengalami peningkatan hingga di atas 60%. Lebih lanjut, penerimaan DHE SDA pada rekening khusus turut mendorong peningkatan penyaluran kredit valas bank dan dana pihak ketiga (DPK) valas bank, sejalan dengan penempatan DHE ke deposito valas bank. Adapun penerimaan DHE SDA pada Agustus 2023 mencapai  US$ 10,5 miliar, kemudian pada September 2023 turun tipis menjadi  US$  9 miliar dan pada Oktober 2023 kembali naik menjadi sebesar US$ 10,2 miliar. Sementara nilai yang ditempatkan mencapai  US$ 2,7 miliar pada Agustus 2023, sebesar US$ 2,3 miliar pada September 2023, dan  US$ 2,9 miliar pada Oktober 2023. "Harusnya persentase penempatan sebesar 30% dari nilai penerimaan, namun saat ini kisarannya di angka 25% hingga 29%," tambah Susiwijono. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, tingkat kepatuhan aturan PP No. 36/2023 sudah baik. Menurut catatannya, yang tidak patuh hanya sekitar 1% saja. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, pemerintah masih perlu mendengar masukan atau keluhan pengusaha karena kemungkinan ada faktor lain yang menyebabkan penempatan DHE SDA masih minim. Sebab, insentif yang diberikan pemerintah seharusnya menarik bagi pengusaha. Sementara itu, Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia Chandra Wahjudi menilai, agar penerapan DHE SDA berjalan sesuai harapan, perlu ada insentif tambahan bagi pengusaha. Misalnya diskon pajak penghasilan (PPh) bunga dari penempatan DHE bisa diperbesar atau jangka waktu yang lebih menarik.

Komoditas Lesu, Pertambangan Loyo

Hairul Rizal 04 Dec 2023 Kontan
Harga sejumlah komoditas tambang, mulai dari batubara hingga nikel, diproyeksi masih lesu tahun depan. Walhasil, prospek emiten tambang dihantui sentimen negatif. Head of Equities Investment Berdikari Manajemen Investasi, Agung Ramadoni menilai, saham-saham berbasis komoditas masih belum prospektif tahun depan. Bukan hanya dari sisi pasokan yang berlebih, prospek komoditas tambang juga dibayangi sentimen dari sisi permintaan. Pertumbuhan perekonomian negara-negara maju seperti Amerika Serikat, China, dan wilayah Eropa masih belum mampu mencapai ke level pra-pandemi. Sejumlah emiten mengakui. Bernardus Irmanto, Chief Financial Officer (CFO) PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjelaskan, saat ini masih ada tekanan harga nikel terutama dari tendensi kelebihan pasokan di semua kelas nikel. Harga nikel berfluktuasi di US$ 16.000-US$ 17.000 per ton. Direktur PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG),  Yulius Kurniawan Gozali memproyeksi, outlook batubara tahun depan tidak banyak berubah dari tahun ini. "Di level saat ini permintaan cukup kuat. Sehingga harga stabil di US$ 110-US$ 120 per ton," kata Yulius. Namun meski harga batubara tahun ini tidak sebagus tahun kemarin, Farida Thamrin, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Bukit Asam Tbk (PTBA) optimistis bisa meningkatkan penjualan di sisa tahun ini. Dari banyaknya emiten tambang, Agung lebih condong ke saham, ADRO,  ITMG, dan INCO. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan juga merekomendasikan buy saham INCO dengan target harga Rp 6.500 per saham, Rekomendasi di tengah potensi surplus pasar nikel masih tetap tinggi.

Prospek Emiten Emas Ikut Berkilau

Hairul Rizal 04 Dec 2023 Kontan
Harga emas masih terus menanjak. Prospek emiten yang memiliki lini bisnis emas pun ikut mengkilap. Per Selasa (6/8), harga emas menyentuh US$ 1.463,70 per ons troi. Ini merupakan level tertinggi dalam enam tahun terakhir. Sepanjang tahun ini, harga emas sudah naik 14%. Beberapa emiten yang mengandalkan pendapatan dari emas, antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan pemain baru PT United Tractors Tbk (UNTR). Selain itu, emiten perhiasan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) sudah menikmati berkah kenaikan harga emas. ANTM merupakan salah satu emiten yang kinerjanya bersinar karena kenaikan harga emas. Pada semester satu lalu, ANTM mendulang penjualan emas Rp 9,61 triliun. Kontribusinya 67% terhadap pendapatan ANTM yang sebesar Rp 14,43 triliun, akhir Juni lalu. Total pendapatan ANTM naik 22% year on year. Harga emas batangan ANTM juga kian mengkilap. Kemarin (6/8), harga emas ANTM ukuran 1 gram Rp 739.000, naik Rp 15.000 dalam sehari. Sepanjang 2019, harga emas Antam sudah naik 11%. "Tentu saja ANTAM tetap berkomitmen terhadap upaya peningkatan kinerja produksi dan penjualan komoditas emas," kata Direktur Utama ANTM Arie Prabowo Ariotedjo. UNTR yang baru mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan akhir 2018 mulai merasakan kontribusi bisnis emas. Berkah dari emas sangat membantu di saat bisnis intinya di batubara thermal turun. "Kami berharap, bidang usaha non-batubara dapat mengompensasi sebagian penurunan di bidang usaha lain," ujar Investor Relations UNTR Ari Setiyawan. MDKA juga akan menggenjot produksi seiring melejitnya harga emas. Manajemen MDKA pernah mengatakan kepada KONTAN, mereka menargetkan produksi emas 180.000 ons-200.000 ons. Angka ini lebih tinggi 7,46%-19,39% dibanding realisasi produksi 2018 sebanyak 167.506 ons. Kenaikan harga emas juga membawa rezeki bagi HRTA. Jika harga emas naik, perusahaan peritel emas ini akan mendulang permintaan perhiasan kadar muda atau kadar rendah lebih banyak. Di antarabeberapa emiten yang meraup berkah dari kemilau harga emas, Vice President Research Artha Sekuritas Frederick Rasali merekomendasikan saham ANTM dan MDKA, karena bisnis intinya adalah emas. Adapun ANTM dinilai lebih menarik karena price to book value (PBV)-nya sudah 1,07 kali, dan secara teknikal dapat mencapai Rp 985. Kemaren, ANTM ditutup di harga Rp 940 per saham.

Pilihan Editor