BELANJA ALUTSISTA Penambahan Pinjaman Rp 61,7 Triliun Bisa Picu Kecurigaan Publik
Alokasi belanja alat utama sistem persenjataan atau
alutsista yang berasal dari pinjaman luar negeri untuk 2024 ditambah hingga
mencapai lebih dari 4 miliar USD atau Rp 61,7 triliun. Penambahan dinilai
tiba-tiba dan dilakukan saat Menhan Prabowo Subianto maju di Pemilihan Presiden
2024 sehingga bisa menuai kecurigaan publik bahwa uang akan digunakan untuk
pemenangan pemilu. Pada Selasa (28/11) sore, Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal
(Pol) Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Menkeu
Sri Mulyani mengikuti rapat tertutup di Istana Kepresidenan Bogor. Dalam rapat
yang dipimpin Presiden Jokowi itu dibahas soal anggaran untuk pembangunan
sistem pertahanan.
Sri Mulyani di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (29/11),
menjelaskan, pertemuan tersebut membahas belanja alutsista yang menggunakan
pinjaman luar negeri. Alokasi untuk sektor pertahanan keamanan selama ini
terdiri dari dua sumber, yakni APBN dan pinjaman luar negeri. Alokasi belanja
sektor pertahanan keamanan dalam daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) tahun
anggaran 2024 yang dibagikan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu
pagi, senilai Rp 331,9 triliun. Sumber lainnya adalah pinjaman luar negeri.
”Untuk (periode) tahun 2020-2024, waktu itu sudah disetujui Bapak Presiden (alokasi) 20,75 miliar USD. Nah,
kemarin, karena ada beberapa perubahan, maka alokasi untuk 2024 menjadi 25
miliar USD.,” ujarnya kepada wartawan.
Kendati periode rencana strategis 2020-2024 mendapat kenaikan alokasi
pinjaman luar negeri, alokasi sampai akhir 2034, menurut Sri, tak berubah,
tetap seperti yang diputuskan oleh Presiden, yakni 55 miliar USD. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023