WHO Dorong Cukai Minuman Tidak Sehat Naik
Erupsi Gunung Marapi Telan 20 Korban, Tiga Masih Hilang
Jumlah korban tewas akibat erupsi Gunung Marapi di wilayah Kabupaten
Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, mencapai 20 orang. Hingga Selasa (5/12)
malam, tiga orang lainnya yang hilang masih dicari oleh tim SAR gabungan. Kepala
Kantor SAR Kelas A Padang Abdul Malik di Agam, Selasa (5/12), mengatakan, hingga
pukul 20.00, sebanyak 20 orang dipastikan tewas. Lima jenazah yang dievakuasi
pada Senin (4/12) sudah teridentifikasi. Adapun 15 jenazah lain yang dievakuasi
pada Selasa masih diidentifikasi. Dengan demikian, sebanyak 72 orang dari 75
pendaki telah dievakuasi. Dari jumlah itu, 52 orang selamat dan beberapa di
antaranya mengalami luka-luka. Tim SAR gabungan selanjutnya menunggu hasil identifikasi
dari tim DVI Polda Sumbar di RSUD dr Achmad Mochtar Bukittinggi.
Data itu akan dicocokkan dengan data pendaki yang tercatat
di BKSDA Sumbar sebagai pengelola Taman Wisata Alam Gunung Marapi. Di RSUD dr Achmad
Mochtar, Selasa malam, puluhan keluarga korban menunggu hasil identifikasi.
Jenazah yang sudah diketahui identitasnya diserahkan dan dibawa pulang keluarga
dengan ambulans. Pencarian korban diwarnai hujan abu di sekitar Gunung Marapi,
selain erupsi susulan dan kabut. Sementara pada malam hari, hujan turun dengan
deras. ”Hujan abu beberapa kali terjadi sejak erupsi Marapi, Minggu (3/12).
Sebelumnya juga disertai pasir, sekarang hanya abu halus,” kata Nun (70),
pedagang pisang di Jalan Simpang Atas Ngarai, Bukit tinggi. Kepala Pos
Pengamatan Gunung Api Marapi Ahmad Rifandi mengatakan, pada Selasa, pukul 00.00
hingga pukul 18.00, tercatat enam kali letusan dan 108 kali embusan dari kawah Marapi.
(Yoga)
Nasib CEO yang Dipecat
CEO Open AI Sam Altman sempat dipecat dari perusahaannya,
tetapi tak lama kemudian ia diminta kembali memimpin perusahaan tersebut pekan
lalu. Kasus sejenis sudah banyak. Sejumlah CEO yang dipecat atau diminta mundur
kemudian diajak kembali memimpin perusahaan yang sempat ditinggalkan, seperti
Steve Jobs di Apple, Sean Red di Tinder, dan Jack Dorsey di Twitter. Ada CEO
yang dipecat kemudian pindah ke perusahaan lain dan mampu berprestasi. Jamie
Dimon yang dipecat sebagai Presiden Citigroup, tetapi kemudian menjadi CEO JPMorgan
Chase. Pendiri Vanguard, Jack Bogle, yang dicopot dari jabatannya sebagai
Presiden Wellington Management, tetapi kemudian menciptakan sebuah indeks dana dan
menjadi tokoh yang dikenal untuk reformasi tata kelola. Mantan presiden Coca-Cola
Steve Heyer yang secara mengejutkan tidak menduduki posisi CEO di Coke, tetapi kemudian
dengan cepat diangkat menjadi bos jaringan Starwood Hotels.
Harvard Business Review dalam tulisan berjudul Firing Back:
How Great Leaders Rebound After Career Disasters menyebut hal-hal yang
menghalangi pemimpin yang digulingkan untuk kembali lagi. Pemimpin yang tidak
bisa pulih cenderung menyalahkan diri sendiri dan sering kali tergoda
memikirkan masa lalu daripada menatap masa depan. Dinamika ini biasanya
diperkuat oleh rekan-rekan yang bermaksud baik. Sayangnya, nasihat mereka sering
kali lebih merugikan daripada membantu. Sebaliknya, bagaimana de-ngan mereka
yang bisa kembali mencapai karier puncak? Dalam setiap budaya, kemampuan untuk
mengatasi kesulitan hidup merupakan ciri penting dari mereka sehingga mampu
melahirkan seorang pemimpin yang hebat. CEO Hacker One Marten Mickos dalam sebuah
tulisan di laman CNBC mengakui pernah dipecat dua kali. Kasus ini terjadi saat
ia menjabat CEO Eucalyptus dan CEO MySQL, di mana keduanya adalah perusahaan teknologi.
Salah satu alasan pemecatan adalah ketika dewan direksi ingin beralih dari
target B2C ke B2B, ia malah menanggapi rencana ini dengan mengatakan perusahaan
tidak memiliki cukup dasar untuk mengubah target pasar tersebut. Ia keluar dari
rapat dewan sebagai mantan CEO. Pemecatan bukanlah masalah besar dan dipecat
sebagai CEO bukan berarti aib sebagai seorang profesional bisnis. Ia menerima
pemecatan itu dengan santai dan bisa menemukan dirinya kembali ketika ia
kembali menjadi CEO. (Yoga)
Perbaikan Kinerja Kerek Dividen Lampaui Modal
Total realisasi dividen BUMN periode 2020-2024 secara
konsolidasi diproyeksi akan lebih besar dari total penyertaan modal negara pada
periode yang sama. Selain dividen, kontribusi BUMN dalam bentuk pajak dan penerimaan
negara bukan pajak juga meningkat seiring perbaikan kinerja. Menteri BUMN
ErickThohir mengatakan, terhitung sejak awal tahun hingga 19 November 2023,
BUMN berhasil menyetorkan dividen kepada negara sebesar Rp 81,1 triliun, melampaui
target Rp 35,3 triliun. Ia menargetkan dividen BUMN pada 2024 masih bertumbuh hingga
Rp 85,2 triliun. Sementara total penyertaan modal negara (PMN) yang diterima
BUMN pada periode yang sama mencapai Rp 35,3 triliun. Diproyeksikan nilai PMN
yang diterima BUMN pada 2024 naik menjadi Rp 41,9 triliun.
”Pada 2019, target rasio antara PMN dan dividen pada 2024
bisa mencapai 50:50. Alhamdulillah di tahun 2023 performance BUMN bagus dan akan
diupayakan tetap tumbuh tahun depan. Artinya, jika ditotal rasio antara dividen
dan PMN tahun depan bisa 55:45,” ujar Erick saat dikonfirmasi pada Selasa (5/12).
Secara rinci, total realisasi dan usulan PMN selama 2020-2024 mencapai Rp 226,1
triliun. Adapun realisasi dan usulan dividen di periode yang sama lebih besar,
yakni Rp 279,4 triliun. Erick mengatakan, laporan tahunan keuangan BUMN yang
terkonsolidasi dan transparan akan menjadi bahan pijakan untuk menentukan kebijakan
ke depan. Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Senin (4/12), Erick
menyebutkan, saat ini 90 % proyek strategis yang menjadi tanggung jawab BUMN
telah selesai. Sisanya, 10 %, diproyeksikan baru rampung pada 2024 atau sebelum
pemerintahan baru terbentuk. (Yoga)
Kenaikan Harga Jelang Natal
Kredit Bermasalah UMKM Meningkat
Rasio kredit bermasalah pada segmen UMKM merangkak naik menjelang
berakhirnya masa restrukturisasi kredit Covid-19. Kendati demikian, industri
perbankan dinilai cukup tangguh dalam memitigasi potensi yang muncul tersebut. Mengutip data Statistik Ekonomi dan Keuangan
Indonesia Oktober 2023, penyaluran kredit UMKM oleh bank umum pada September
2023 tercatat tumbuh 8,33 % secara tahunan dengan outstanding mencapai Rp 1.426
triliun atau 20,65 % terhadap total kredit perbankan. Di sisi lain, rasio
kredit bermasalah (non-performing loan/ NPL) kredit UMKM selama periode tahun
kalender terlihat merangkak naik hingga berada di level 3,87 % pada September
2023.
Pada akhir tahun 2022, NPL kredit UMKM berada pada level
3,41 %. Ekonom senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia
(LPPI), Ryan Kiryanto, Selasa (5/12) berpendapat, kenaikan NPL kredit UMKM
tersebut diduga akibat kinerja sektor UMKM yang belum mampu beradaptasi dengan
perubahan dunia bisnis, terutama digitalisasi. Selain itu, kualitas produk
turut berpengaruh terhadap daya saing pelaku UMKM. ”Semua itu berujung pada ketidakmampuan
debitor UMKM memenuhi kewajibannya dan terjadilah NPL yang harus ditanggung
oleh bank. Maka, bank harus membimbing dan membina debitor UMKM-nya agar dapat menyesuaikan
diri dengan perubahan sehingga pelaku usaha lebih tangguh dan mampu mencetak
keuntungan,” tuturnya. (Yoga)
INDUSTRI MANUFAKTUR, Kian Ekspansif Jelang Akhir Tahun
Momen liburan akhir tahun diperkirakan akan meningkatkan
belanja masyarakat. Hal ini diantisipasi oleh dunia usaha dan industri
manufaktur dengan berekspansi. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, menjelang akhir tahun sentimen ekspansi
kinerja dunia usaha meningkat. ”Hal ini disebabkan adanya kenaikan konsumsi
masyarakat di momentum liburan akhir tahun, seperti halnya periode Idul Fitri,”
ujar Shinta yang dihubungi pada Selasa (5/12) di Jakarta. Ia menambahkan,
konsumen juga masih memiliki daya beli dan keyakinan akan kondisi ekonomi. Hal
ini lantaran inflasi dan nilai tukar rupiah juga relatif terkendali. Semua hal
ini sangat mendukung adanya kinerja sektor manufaktur yang lebih tinggi.
Ekspansi dunia usaha dan manufaktur tersebut tecermin dari
Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia pada November 2023 di posisi 51,7,
meningkat dibanding Oktober 2023 di posisi 51,5. PMI merupakan indeks yang
dirilis lembaga riset pemeringkat kinerja perekonomian S&P Global untuk
melihat geliat dunia usaha merespons permintaan pasar. Indeks di atas 50
mengindikasikan dunia usaha atau industri manufaktur dalam posisi ekspansi. Menurut
data PMI, ekspansi sektor manufaktur Indonesia akan bertahan terus sampai
triwulan keempat tahun ini. Kenaikan produksi didukung kenaikan permintaan baru
dan kenaikan jumlah tenaga kerja. ”Kinerja sektor industri manufaktur nasional
menjelang akhir tahun 2023 ini masih berada di fase ekspansi meski mendapat
tekanan dari kondisi ekonomi global. Artinya, capaian positif PMI Indonesia ini
bertahan hingga 27 bulan berturut-turut,” kata Menteri Perindustrian Agus
Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, akhir pekan lalu. (Yoga)
Pertanian Didorong Jadi Penopang Sultra
Sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan di Sultra diharapkan
terus tumbuh dan menjadi penopang pada masa depan. Namun, sektor tersebut terus
tertekan akibat melentingnya industri pengolahan dan pertambangan nikel yang justru
belum berdampak banyak ke masyarakat. Kepala BPS Sultra Agnes Widiastuti
mengungkapkan, potensi pertanian, perkebunan, dan kelautan di Sultra sangat
besar. Banyak warga yang mendapat penghasilan dari sektor itu. Pada 2023,
jumlah pekerja di sektor ini 30,8 % dari 1,35 juta penduduk yang bekerja di
Sultra.
”Secara peranan dalam postur ekonomi, sektor pertanian juga
tinggi, mencapai 23 %. Artinya, peranan sektor ini sangat tinggi untuk
perekonomian Sultra. Sementara itu, kontribusi industri pengolahan baru 9,68 %
dan pertambangan 2,49 %,” kata Agnes seusai diskusi Sultra Economic Outlook di
kantor Gubernur Sultra, Kendari, Selasa (5/12). Menurut Agnes, banyak komoditas
pertanian dan perkebunan yang bisa dikembangkan di Sultra, misalnya lada, jambu
mete, ubi kayu, dan kakao. Pengembangan potensi pertanian itu didukung oleh ketersediaan
SDM dan permintaan pasar. Meski demikian, sektor pertanian, perkebunan, dan
kelautan di Sultra terus tertekan. Hal ini terlihat dari jumlah rumah tangga
usaha pertanian yang turun di berbagai bidang selama 10 tahun terakhir. (Yoga)









