Pertanian Didorong Jadi Penopang Sultra
Sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan di Sultra diharapkan
terus tumbuh dan menjadi penopang pada masa depan. Namun, sektor tersebut terus
tertekan akibat melentingnya industri pengolahan dan pertambangan nikel yang justru
belum berdampak banyak ke masyarakat. Kepala BPS Sultra Agnes Widiastuti
mengungkapkan, potensi pertanian, perkebunan, dan kelautan di Sultra sangat
besar. Banyak warga yang mendapat penghasilan dari sektor itu. Pada 2023,
jumlah pekerja di sektor ini 30,8 % dari 1,35 juta penduduk yang bekerja di
Sultra.
”Secara peranan dalam postur ekonomi, sektor pertanian juga
tinggi, mencapai 23 %. Artinya, peranan sektor ini sangat tinggi untuk
perekonomian Sultra. Sementara itu, kontribusi industri pengolahan baru 9,68 %
dan pertambangan 2,49 %,” kata Agnes seusai diskusi Sultra Economic Outlook di
kantor Gubernur Sultra, Kendari, Selasa (5/12). Menurut Agnes, banyak komoditas
pertanian dan perkebunan yang bisa dikembangkan di Sultra, misalnya lada, jambu
mete, ubi kayu, dan kakao. Pengembangan potensi pertanian itu didukung oleh ketersediaan
SDM dan permintaan pasar. Meski demikian, sektor pertanian, perkebunan, dan
kelautan di Sultra terus tertekan. Hal ini terlihat dari jumlah rumah tangga
usaha pertanian yang turun di berbagai bidang selama 10 tahun terakhir. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023