;

Ekonomi Dunia Terbelah

Yoga 07 Dec 2023 Kompas

Ekonomi dunia semakin terfragmentasi dan terbelah ke berbagai blok kawan atau lawan. Indonesia mesti bersiap menghadapi kemungkinan pergeseran kekuatan global di masa depan dan hati-hati menyusun strategi aliansi ekonomi agar tidak tertinggal dalam rantai pasok global. Pemilu 2024 pun jadi pertaruhan agar reputasi Indonesia di panggung global tetap terjaga setelah rezim berganti. Diskursus mengenai masa depan tatanan ekonomi dunia akhir-akhir ini semakin sering mencuat dalam berbagai forum internasional di tengah kondisi geopolitik yang semakin terfragmentasi. Ajang Annual International Forum of Economic Development and Public Policy (AIFED) ke-12 pada 6-7 Desember 2023 pun ikut mengangkatnya dengan tema ”The Fragmented World: Recalibrating Development Strategies”. Saat membuka forum AIFED, Rabu (6/12/2023), di Nusa Dua, Badung, Bali, Menkeu Sri Mulyani mengatakan, dunia yang dulunya saling terkoneksi dalam panggung globalisasi kini semakin terbelah ke dalam kubu-kubu geopolitik dan geoekonomi, khususnya di lingkup perdagangan, investasi, dan  keuangan.

Kerja sama ekonomi antarnegara tidak lagi dibangun berdasarkan efisiensi atau hitung-hitungan paling menguntungkan, tetapi kawan atau lawan. Negara-negara menjadi lebih inward looking atau mengutamakan kepentingan domestiknya. Kebijakan bernuansa proteksionisme dan populisme pun semakin menguat di sejumlah negara. Gelagat dunia yang semakin mengarah ke deglobalisasi itu sebenarnya mulai tampak sejak krisis keuangan global pada tahun 2008, tetapi semakin menjadi-jadi pascapandemi Covid-19, terutama setelah perang Rusia-Ukraina dan Hamas-Israel. Ke depan, ketegangan politik global itu diperkirakan akan terus berlanjut dan berpotensi menggeser poros   kekuatan ekonomi global. ”Perdagangan bebas yang semestinya seimbang dan saling menguntungkan, kini menjadi urusan menang atau kalah, kawan atau lawan. Ini menciptakan dinamika ekonomi yang benar-benar baru. Entah teori yang dulu kita pelajari sudah usang dan perlu diubah, atau cara kita memandang dunia yang memang sudah berubah,” kata Sri Mulyani. (Yoga)

Pembenahan Angkutan Umum Harus Jadi Prioritas

Yoga 07 Dec 2023 Kompas

Pembenahan angkutan umum harus menjadi agenda prioritas dalam pembangunan kota-kota di Indonesia pada tahun depan. Keberpihakan pemerintah pusat dan kolaborasi dengan pemda penting dalam pembenahan tersebut. Strategi yang bisa ditempuh adalah pembatasan kepemilikan kendaraan pribadi. Menurut Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Tory Damantoro, pembatasan kendaraan pribadi di Jakarta dan kota-kota besar lainnya sudah tak terhindarkan. Kemacetan yang menimbulkan kerugian ekonomi menunjukkan sudah saatnya kendaraan pribadi dibatasi.

”Saya rasa pembatasan kendaraan pribadi di Jakarta dan kota besar sudah tidak bisa dihindari lagi, kalau kita ingin punya sistem transportasi efisien yang bisa memfasilitasi kita mencapai tujuan dan menghubungkan akses pada kesempatan berusaha dan kegiatan ekonomi,” tutur Tory dalam Rakernas MTI 2023 di Jakarta, Rabu (6/12). Sekjen MTI Haris Muhammadun menambahkan, isu keberpihakan pemerintah terhadap pembangunan angkutan umum perlu jadi perhatian. Angkutan umum belum menjadi prioritas pembangunan kota-kota di Indonesia. ”Jumlah lajur jalan untuk kendaraan pribadi lebih banyak dibandingkan untuk angkutan umum,” katanya. (Yoga)

Pupuk Bersubsidi 2024 di Bawah Kebutuhan

Yoga 07 Dec 2023 Kompas
Koordinator Pupuk Subsidi Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Yanti Erma, pada webinar bertajuk ”Transformasi Kebijakan Pupuk Bersubsidi”, yang digelar Sinar Tani di Jakarta, Rabu (6/12/2023), menyatakan, anggaran subsidi pupuk pada tahun 2024 adalah Rp 26,68 triliun. Dengan dana itu, pupuk bersubsidi yang akan disalurkan sebanyak 4,8 juta ton. Sementara kebutuhan pupuk urea dan NPK bersubsidi sebanyak 10,7 juta ton. (Yoga)

Sektor Perikanan Aceh Menanti Investasi

Yoga 07 Dec 2023 Kompas

Sektor perikanan Aceh berkontribusi positif pada perekonomian daerah. Namun, pengembangan sektor ini masih minim karena seretnya investasi. Keseriusan daerah menggaet investor diperlukan untuk mengatasi persoalan ini. Pada 7 Desember 2023, Provinsi Aceh genap berusia 67 tahun. Dengan ditopang dana otonomi khusus sejak 2006 hingga 2027, pembangunan Aceh terus bergulir. Namun, pada kenyataannya angka kemiskinan Aceh masih lebih tinggi daripada rata-rata kemiskinan nasional. Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Aceh yang dirilis BPS Aceh 30 November 2023 menyebutkan, angka kemiskinan Aceh pada Maret 2023 sebesar 14,45 % atau 806.750 orang dari 5,482 juta jiwa, lebih tinggi daripada rata-rata kemiskinan nasional sebesar 9,36 %. Situasi ini ironi di tengah potensi sumber daya alam di Aceh yang belum banyak disentuh.

Sebelum dana otonomi khusus berakhir, Aceh mesti mempersiapkan sumber-sumber lain untuk menopang fiskal daerah. Salah satu sektor yang memiliki peluang besar di Aceh ialah perikanan. Dalam buku laporan kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh disebutkan, produksi perikanan tangkap setiap tahun sejak 2018 hingga 2022 terus meningkat. Pada 2018, produksi perikanan Aceh 288.034 ton dan menjadi 309.073 ton pada 2022. Produktivitas itu tercatat lebih tinggi dalam data statistik KKP yang menyebutkan, pada 2022, produksi perikanan tangkap Aceh 324.618 ton. Aceh pun menjadi provinsi dengan tangkapan kedua terbanyak di Sumatera dan nomor delapan di Indonesia. Sebagian ikan dari Aceh diekspor ke luar negeri, yakni Jepang, AS, China, Eropa, dan Arab Saudi. Catatan dari DKP Aceh tahun 2022 menyebutkan, nilai ekspor ikan mencapai 15,92 juta USD dengan total ekspor 3.417 ton. Perairan Aceh menyimpan potensi perikanan tangkap 272.000 ton per tahun yang seharusnya dapat diolah lebih baik dan ditingkatkan untuk mendongkrak kesejahteraan warga.

Warga yang berjibaku di sektor perikanan pun masih merasakan sejumlah kendala. Heri Fahmi (45), pengusaha kapal perikanan di dermaga Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, Kota Banda Aceh, Minggu (3/12), mencatat timbangan keranjang ikan yang diturunkan dari kapal. Sekali bongkar kapal ukuran 60 gross tonnage (GT), ia mendapatkan 20 ton ikan campuran. Sebagian ikan dijual di pasar Banda Aceh, sisanya dikirim ke Sumut. ”Perikanan Aceh sangat menjanjikan. Jenis ikannya beragam dan tangkapan melimpah,” kata Heri yang memiliki empat unit kapal. Ia kerap terkendala kelangkaan solar, es yang tak mencukupi, ataupun dermaga yang dangkal. ”Sarana masih terbatas. Kita sangat butuh investasi agar sektor perikanan cepat berkembang,” katanya. (Yoga)

Warga Tergencet Biaya Sewa

Yoga 07 Dec 2023 Kompas

Sejumlah warga penghuni rumah susun sederhana sewa mengeluhkan kembali normalnya pembayaran biaya sewa. Mereka kelimpungan karena belum pulih dari dampak pandemi Covid-19. DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan kembali hal tersebut agar warga tidak kesulitan. Kebijakan itu berlaku setelah Pemprov DKI Jakarta mencabut Pergub No 87 Tahun 2021 tentang Pemberian Keringanan Retribusi Daerah dan/atau Penghapusan Sanksi Administratif Berupa Bunga Terlambat Bayar kepada Wajib Retribusi yang Terdampak Bencana Wabah Covid-19. Beleid itu digantikan Pergub Nomor 36 Tahun 2023 tentang Pemberian Penghapusan Sanksi Administratif Berupa Bunga Terlambat Bayar kepada Wajib Retribusi dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Pascapandemi Covid-19.

Para penghuni rusun yang mengeluhkan hal itu ialah warga relokasi dari Rusunawa Marunda ke Rusun Nagrak di Jaku. Mereka terdiri dari 451 keluarga yang kebanyakan bergantung dari pendapatan harian, seperti berjualan. Warga direlokasi lantaran kondisi blok rusun yang mereka tempati sebelumnya tidak layak huni. Namun, lapak dagangan mereka di Rusun Nagrak belum selesai dibangun. Tak pelak, warga bingung cara membayar sewa per unit Rp 505.000-Rp 765.000. Biaya ini lebih tinggi dari sewa Rusunawa Marunda Rp 144.000 per unit. Saharudin, Ketua RT 005 RW 012 Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakut, menyampaikan keluhan warga tersebut pada Rabu (6/12). Mereka kaget ketika dipanggil pengelola rusun yang memberitahukan ada perubahan kebijakan. Bahkan, sebanyak 451 keluarga tengah mempertimbangkan untuk kembali ke Blok C5 Rusunawa Marunda. Konsekuensinya, mereka tinggal di tenda karena blok itu dalam proses revitalisasi. Saharudin berharap ada keringanan bagi mereka sampai ekonomi mulai pulih. (Yoga)

Saatnya Melirik Saham Lapis Dua dan Tiga

Hairul Rizal 07 Dec 2023 Kontan (H)

Menjelang penghujung tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai tancap gas. Saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar memang masih menjadi pendorong utama pergerakan indeks. Tapi, saham lapis dua dan tiga juga terlihat mulai unjuk gigi. Kemarin (6/12), IHSG berhasil menembus level 7.140, kendati di akhir perdagangan terpeleset 0,19% ke posisi 7.087,39. Dengan posisi itu, IHSG sudah mencetak penguatan 3,46% year to date (ytd). Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto menyoroti, pendorong IHSG dominan berasal dari saham baru yang harganya langsung melejit. Seperti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). BREN dan AMMN bahkan memimpin di posisi teratas. Sebaliknya, William memandang kontribusi saham-saham lapis kedua dan lapis ketiga terbilang mini. Equity Sales Jasa Utama Capital Sekuritas Alfredo Gusvirli mengamini hal itu. Menurut dia, kondisi ini juga menunjukkan saham lapis kedua dan ketiga cenderung sideways dalam memberikan kontribusi terhadap IHSG. William sepakat, saham-saham lapis kedua dan lapis ketiga yang pergerakannya masih tertinggal, justru berpeluang melaju. Apalagi, pelaku pasar mulai cenderung menghindari risiko mengejar saham-saham yang penguatannya sudah signifikan. Toh, cukup banyak saham blue chips anggota indeks LQ45 yang juga menjadi konstituen dari IDX SMC Liquid. Meski demikian, William menyarankan agar lebih cermat mengkombinasikan analisa teknikal dan menelaah kinerja keuangan terbaru. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengamati secara teknikal sejumlah saham di IDX SMC berpotensi menguat. Saham pilihannya adalah ANTM, ERAA, dan ADMR.

Jumlah Petani Menyusut, Hati-Hati Inflasi Menanjak

Hairul Rizal 07 Dec 2023 Kontan

Penurunan jumlah pelaku usaha pertanian di Indonesia membawa kecemasan baru. Pasokan pangan bisa menyusut, hingga ujung-ujungnya berdampak terhadap laju inflasi. Mengacu Sensus Pertanian 2023 Tahap I Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah usaha pertanian tercatat 29,36 juta unit usaha. Angka ini turun 7,42% dibandingkan Sensus Pertanian 2013. Pelaku usaha pertanian Indonesia dalam 10 tahun terakhir masih didominasi usaha pertanian perorangan (UTP). Pada 2023, UTP mencapai 29,34 juta unit, turun dibandingkan 2013 yang mencapai 31,71 juta unit. Sedangkan sisanya adalah usaha pertanian berbadan hukum (UPB) sebesar 5.705 unit. Angka ini naik 35,54% dibandingkan 2013. Demikian pula usaha pertanian lainnya (UTL) sebesar 12.926 unit atau menanjak 116,08% dari tahun 2013. Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan bilang, meskipun usaha pertanian menurun, hal itu tak membuat produktivitas pertanian menurun. Pemerintah terus berupaya mengerek produksi pertanian, baik melalui ekstensifikasi lahan, peningkatan indeks pertanaman, inovasi budidaya maupun mendorong tingkat produktivitas. "Kenaikan tingkat produktivitas salah satunya dilakukan melalui penggunaan teknologi budidaya pertanian. Saat ini, 46,84% petani telah menggunakan teknologi modern untuk budidaya pertanian," tutur Ferry kepada KONTAN, Rabu (6/12). Selain itu, pemerintah terus mendorong penguatan kelembagaan petani melalui beberapa program kerja yang tercantum dalam Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2022-2024, di antaranya melalui korporatisasi petani dan peningkatan akses pembiayaan. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga bilang, meskipun usaha pertanian menurun, produktivitasnya meningkat dan tidak berdampak pada inflasi. Artinya, kata dia, meski jumlah usaha pertanian menurun, penerapan teknologinya meningkat atau semakin maju sehingga mampu menjaga jumlah produksi tani. "Jadi sebenarnya dampak ke inflasi dari sisi ini cenderung netral," ungkap dia.

Emiten Rumah Sakit Dapat Sentimen Positif di Akhir Tahun

Hairul Rizal 07 Dec 2023 Kontan

Belum lama ini terjadi kembali lonjakan kasus Covid-19 di negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Vietnam. Selain itu, telah ditemukan penyakit pneumonia atau infeksi pada kantung udara yang terdapat di paru-paru yang menjangkit anak-anak di negara China.. "Peningkatan kasus terkait Covid-19 membawa sentimen baik dalam industri. Masyarakat akan mengonsumsi lebih banyak layanan dan produk terkait kesehatan secara keseluruhan," kata Bryan Soetopo, Analis Henan Putihrai Sekuritas, Rabu (6/12). PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) membukukan laba neto periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 348,84 miliar per September 2023. Laba bersih HEAL melesat 42,07% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan laba bersih per September 2022 yang tercatat sebesar Rp 245,52 miliar. Lalu, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp 858,90 miliar pada kuartal III 2023. Bryan merekomendasikan buy pada saham HEAL dengan target harga Rp 1.950 per saham dan SILO dengan target harga Rp 2.900 per saham.

Tahun Pemilu, Tahun Indomie

Hairul Rizal 07 Dec 2023 Kontan

Laju saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) berpeluang lebih moncer pada tahun depan. Ada sejumlah katalis positif yang bakal menopang kinerja produsen mi instan semiliar umat, Indomie, ini. Salah satu daya dorong saham ICBP ke depan adalah tingkat konsumsi domestik yang meningkat di tengah sentimen pemilihan umum (pemilu). Harga komoditas yang menjadi bahan baku utama produk-produk ICBP juga tak setinggi tahun lalu. Alhasil, emiten Grup Salim ini diramal bisa menuai margin laba yang lebih baik tahun depan. Analis NH Korindo Sekuritas, Cindy Alicia mengatakan, secara historis, konsumsi masyarakat saat pemilu lebih tinggi dari biasanya. "Potensi kenaikan konsumsi tersebut juga ditopang oleh inflasi domestik yang masih terjaga," ujar Cindy kepada KONTAN, Rabu (6/12). Penjualan mi instan tercatat melaju 6,6% yoy menjadi Rp 38,1 triliun. EBIT margin segmen mi instan pada periode tersebut juga lebih tinggi, yakni sebesar 25,7% dibandingkan periode sama tahun 2022 yang sebesar 21,9%. Sedangkan untuk tahun 2024 mendatang, analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Sutanto memperkirakan, pendapatan ICBP akan tumbuh 7,9% yoy menjadi Rp 73,25 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh kontribusi berimbang dari kenaikan volume penjualan sebesar 3,8% yoy dan penyesuaian average selling price (ASP) 4% yoy. "Tumbuhnya volume penjualan juga didukung momentum pemilu, khususnya pada semester I-2024 dan perkembangan pasar ekspor pada semester II-2024," tutur Natalia dalam riset 9 November 2023. Analis Sinarmas Sekuritas, Vita Lestari dalam riset 8 November 2023 mengatakan, kinerja ICBP pada sembilan bulan pertama 2023 sejalan dengan ekspektasi. Pertumbuhan volume penjualan khususnya segmen makanan ringan dan mi instan dapat menjadi tanda dimulainya aliran masuk dana dari kampanye pemilu. Sinarmas Sekuritas menaikkan proyeksi pendapatan ICBP tahun 2023 dan 2024. Target pendapatan ICBP dinaikkan 2,3% menjadi Rp 71,78 triliun dari Rp 70,16 triliun.

Aliran Kredit ke Batubara Masih Tetap Membara

Hairul Rizal 07 Dec 2023 Kontan

Perbankan di Tanah Air tampaknya masih sulit mengurangi porsi pembiayaan batubara. Maklum, kebutuhan batubara sebagai sumber energi masih tinggi. Proses peralihan dari energi fosil yang mengandung banyak polutan ke sumber energi bersih yang kini digalakkan pemerintah masih butuh waktu panjang. Bank-bank asing saat ini memang sudah menutup diri terhadap pembiayaan baru di sektor batubara. Kondisi ini membuat pemenuhan pendanaan sektor batubara di Indonesia hanya mengandalkan bank-bank lokal. Tak heran, porsi kredit ke sektor batubara oleh bank lokal masih meningkat. Kenaikan portofolio kredit batubara di antaranya ditorehkan bank pelat merah, seperti Bank Mandiri dan BNI. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan, pembiayaan ke sektor barubara memang akan dikurangi. Namun, sebagai bank BUMN, Bank Mandiri saat ini harus tetap mendukung program pemerintah dalam mendukung ketersedian energi nasional. Jadi, Bank Mandiri masih harus mengalirkan kredit ke proyek-proyek energi dan rantai pasoknya, termasuk batubara. "Di dalam praktiknya, kami memastikan proyek yang dibiayai sesuai dengan timeline dan roadmap transisi energi menuju net zero emission," kata Sandra, sapaan akrab Alexandra. Sementara itu, Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication BCA, mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen melakukan fungsi intermediasi untuk mendukung kedaulatan ekonomi nasional. Namun, mitigasi risiko untuk penyaluran kredit ke industri berisiko tinggi seperti batubara diperketat. Per September, porsi pembiayaan batubara BCA di bawah 1% dari total kreditnya. Hera bilang, porsinya tak naik signifikan.

Pilihan Editor