;

Tren Anak Muda Mencari Rumah Mewah

Yoga 08 Dec 2023 Kompas

Tren anak muda sukses dan kaya membeli rumah mewah sebagai hunian keluarga yang nyaman bertumbuh sejalan peningkatan pendapatan. Pangsa pasar baru ini begitu gurih sehingga menjadi incaran pengembang papan atas dengan menyediakan rumah mewah berharga di atas Rp 10 miliar. Seiring perkembangan ekonomi yang positif setelah wabah Covid-19, para pengembang juga menangkap peluang ini dengan membangun rumah berukuran besar dan mewah yang menyasar segmen menengah atas. Platform Rumah123 & 99.co mencatat pencarian rumah di kanal properti itu didominasi kalangan generasi milenial (48,02 %), diikuti kalangan generasi Z (23,52 persen). Generasi Z memiliki rentang tahun kelahiran 1996-2010 atau saat ini berusia 13-27 tahun, sedangkan generasi milenial memiliki rentang kelahiran tahun 1981-1995 atau berusia 28-42 tahun. Berdasarkan jumlah pencarian, 9-11 % pencari hunian dari kalangan generasi milenial dan generasi Z meminati rumah seluas lebih dari 300 meter persegi. Berdasarkan preferensi harga, minat generasi Z terhadap rumah dengan harga di atas Rp 5 miliar memiliki proporsi yang terbatas, yakni 1,9 % dan generasi milenial 2,2 %.

Direktur Strategic Consulting Cushman and Wakefield Indonesia Arief Rahardjo memproyeksikan, pertumbuhan rumah menengah dan menengah atas masih sangat tinggi.”Dengan kondisi ekonomi yang sudah membaik dan ekonomi semakin positif buat Indonesia serta suku bunga yang masih kompetitif, diharapkan pasar menengah atas masih berlanjut dengan baik,” katanya dalam paparan ”Analisa Pasar Properti: Refleksi 2023 dan Proyeksi 2024”, Kamis (7/12). Salah satu pengembang yang menyasar kelompok anak muda sukses dan kaya tersebut adalah PT Alam Sutera Realty Tbk (Alam Sutera) dengan meluncurkan kluster hunian rumah tapak mewah di Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan, yaitu The Gramercy, dengan tiga tipe rumah dengan unit terkecil seluas 312 meter persegi seharga Rp 16,6 miliar. Dari 109 rumah yang ditawarkan Alam Sutera, saat ini 22 unit sudah masuk pembayaran dan dipastikan terus bertambah sampai akhir tahun 2023. Para pembelinya, menurut Sales and Marketing Division Head The Gramercy Alam Sutera Michael Lim, berusia antara 30 tahun dan 40 tahun yang memiliki bisnis sendiri. ”Secara mengejutkan, mereka merupakan pebisnis muda yang, di antaranya, bergerak di bidang komputer, gim, art work, pertanian untuk obat herbal, dan suku cadang teknologi informasi yang khusus. Ada juga yang berbisnis daur ulang plastik,” ujarnya di Tangerang, Senin (4/12). (Yoga)

Dasarkan Kebijakan Pangan pada Sains

Yoga 08 Dec 2023 Kompas

Presiden dan wakil presiden terpilih dalam Pemilu 2024 nanti diharapkan memberikan ruang dan dukungan penuh kepada komunitas sains untuk mengembangkan riset dan inovasi. Hal itu terutama dalam mendukung kedaulatan pangan untuk transformasi sistem pangan Indonesia demi menekan angka tengkes (stunting) dan menyelamatkan kualitas bonus demografi. Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Daniel Murdiyarso menilai, pemerintahan selama lima tahun terakhir tidak terlalu sensitif akan pentingnya penelitian sebagai dasar pembuatan kebijakan. Selain itu, dukungan dana untuk penelitian juga belum menjadi prioritas pemerintah.

”Lima tahun ke belakang ini komunitas sains merasa tidak mendapat tempat, bukan karena suaranya tidak didengar saja, melainkan untuk menghasilkan sains yang baik pun pemerintah tidak berinvestasi yang cukup. Jadi, bujet penelitian kita itu sangat rendah, 0,7 % dari bujet APBN,” kata Daniel dalam diskusi yang digelar AIPI di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Kamis (7/12). Guru Besar IPB University ini berharap, pemerintah selanjutnya bisa memberikan perhatian lebih pada sains. Ia mengatakan, pemanfaatan penelitian berbasis sains yang terukur akan membuat kebijakan yang dibuat pemerintah berbuah baik bagi masyarakat. (Yoga)

Demi Diversifikasi, Semakin Rajin Akuisisi

Hairul Rizal 08 Dec 2023 Kontan (H)

Sejumlah emiten konglomerasi lumayan sibuk melakukan akuisisi bisnis pada tahun ini. Para emiten ini merogoh kocek cukup dalam demi melakukan diversifikasi bisnis ataupun memperluas pangsa pasar. Tahun ini, konglomerasi yang paling gencar melakukan ekspansi bisnis adalah Grup Astra. Setidaknya, ada 10 target akuisisi yang dituntaskan oleh Grup Astra. Akuisisi dengan nilai paling besar dilakukan oleh PT United Tractors Tbk (UNTR). Sepanjang tahun 2023 ini saja, UNTR sudah mencaplok lima perusahaan, dengan nilai lebih dari Rp 14 triliun. UNTR masuk ke bisnis pertambangan dan pengolahan nikel, hingga bisnis pembangkit listrik panas bumi. Sekretaris Perusahaan UNTR, Sara K. Loebis mengatakan, UNTR masih membuka peluang untuk mencaplok tambang mineral lain, mengingat posisi kas UNTR yang melimpah. Kami masih terbuka untuk potensi akuisisi mineral lain, terang Sara kepada KONTAN, Kamis (7/11). Tak cuma Grup Astra, kong-lomerasi yang dikomandani taipan Prajogo Pangestu juga lincah melakukan akuisisi. Misalkan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang mencaplok dua entitas usaha Krakatau Steel. Emiten batubara yang dikendalikan Prajogo, yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga rajin belanja. CUAN mengumumkan niat masuk ke bisnis emas, pasir silika, hingga batubara kokas di tahun ini. Terkini, CUAN masuk ke bisnis kontraktor tambang dengan mengakuisisi sebagian saham PT Petrosea Tbk (PTRO). Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy melihat, Grup Barito dan Grup Indika menjadi dua teratas emiten konglomerasi yang banyak menyasar bisnis EBT. Dalam jangka pendek, bisnis EBT itu bagus dan menguntungkan, ujarnya kepada KONTAN, Kamis (7/12). Analis CGS-CIMB Sekuritas Handy Noverdanius menilai, Grup Astra nampak semakin fokus diversifikasi. Tapi dia punya catatan, berbagai akuisisi ini bisa menguras posisi kas UNTR ke level terendah dalam 10 tahun terakhir.

Trio The Barito's Menggocek Bursa

Hairul Rizal 08 Dec 2023 Kontan

Saham tiga emiten Grup Barito alias The Barito's, terus menggoyang Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan Kamis (7/12), saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi top gainers, sementara kapitalisasi pasar (market cap) PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mampu menembus Rp 1.000 triliun. Lonjakan harga saham-saham milik taipan Prajogo Pangestu itu turut mendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menutup perdagangan Kamis (7/12), IHSG melompat 47,22 poin atau 0,67% ke level 7.134,62. Yang menyedot perhatian, dengan lonjakan harga saham kemarin, market cap BREN pun menembus Rp 1.036,84 triliun. Kini, trio The Barito's memiliki market cap Rp 1.563,78 triliun atau setara 13,7% market cap BEI. Porsi itu makin besar jika ditambah dengan market cap CUAN, afiliasi Grup Barito. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto menilai, lonjakan harga saham Grup Barito mirip ketika terjadi booming sektor teknologi dan bank digital tahun 2020. Kala itu, saham teknologi dan bank digital menjadi penggerak utama IHSG. William mengingatkan, perlu dicermati lagi sentimen pendorong harga Grup Barito pada masing-masing sahamnya. Memang, prospek bisnis sektor energi terbarukan menjadi katalis positif. Namun, William melihat lonjakan saham Grup Barito lebih disebabkan efek euforia pasar terhadap Prajogo Pangestu yang menjadi daya tarik. William melihat, emiten The Barito's masih berpotensi menguat lagi. "Indikator MA5 dan MA20, selama kondisi ini masih terpenuhi, trend following bisa terus dilakukan. Semua tren pasti ada akhirnya. Jadi perlu selalu waspada dengan kemungkinan profit taking dan berakhirnya tren," terang William. Guna meminimalkan risiko, bisa dipertimbangkan hold atau sell on strength untuk merealisasikan cuan.. Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai saham Grup Barito masih layak untuk speculative buy atau trading buy.

Mudarat Pemutihan Korporasi Sawit

Yuniati Turjandini 08 Dec 2023 Tempo
JAKARTA – Sejumlah pegiat lingkungan menilai kebijakan pemutihan justru ditengarai melanggengkan praktik buruk korporasi sawit. Koordinator Riset dan Kajian Kebijakan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Riau Umi Ma’ruh mengatakan kebijakan pemutihan sawit, yang didasarkan pada Undang-Undang Cipta Kerja, dianggap bermasalah karena berpotensi memperburuk lingkungan dan melanggengkan konflik agraria. “Sejak awal perusahaan sawit ilegal sudah bermasalah. Pemutihan ditengarai justru memberikan pembenaran tindakan merusak lingkungan,” ujar Umi dalam konferensi pers secara online pada Kamis, 7 Desember 2023.

Pendapat Umi itu didasarkan pada pantauan yang dilakukan Walhi terhadap 11 perusahaan kelapa sawit di Riau. Pantauan itu dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama terhadap empat perusahaan sawit selama Mei hingga Juni 2022. Tahap kedua kepada tujuh perusahaan selama Agustus hingga Oktober 2023. “Semua perusahaan yang dipantau di antaranya diduga mempunyai riwayat sebagai pelaku kebakaran hutan, berkonflik kepemilikan lahan dengan masyarakat, hingga kerusakan lingkungan,” kata Umi. (Yetede)

Catatan Pembaharuan Taksonomi Hijau

Yuniati Turjandini 08 Dec 2023 Tempo
JAKARTA – Sejumlah organisasi masyarakat sipil menyampaikan catatan terhadap pembaruan Taksonomi Hijau Indonesia yang sedang dikerjakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Para pegiat berharap lembaga tidak cuma main aman. Catatan pertama berkaitan dengan kategori kegiatan usaha.  Dalam Taksonomi Hijau Indonesia yang diterbitkan pada Januari 2022, OJK mengklasifikasikan kegiatan ekonomi berdasarkan dampaknya terhadap lingkungan. Aktivitas yang tidak memiliki atau minim risiko terhadap lingkungan masuk kategori Hijau. Sementara itu, kegiatan berisiko cukup tinggi dan tinggi masing-masing dilabeli Kuning dan Merah.Baru-baru ini, OJK mengubah dokumen tersebut untuk disesuaikan dengan ASEAN Taxonomy for Sustainable Finance yang dirilis ASEAN Taxonomy Board pada Maret lalu. Dalam rancangan perubahan Taksonomi Hijau, OJK mengubah kategori tersebut menjadi Hijau dan Transisi. (Yetede)

Persaingan E-Commerce Makin Panas

Yuniati Turjandini 08 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-TikTok Shop akan kembali ke pasar e-commerce Indonesia dengan menggandeng raksasa teknologi PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Hal ini bisa membuat pasar e-commerce tumbuh 12% menjadi US$ 69 miliar atau sekitar Rp1.000 trliun pada 2024, lebih besar dari tahun ini sebesar 7%. Dengan catatan TikTok Shop mengembangkan platform e-commerce di luar Tokopedia besutan Goto. Sementara itu, pemerintah harus bekerja keras menyelesaikan infrastruktur broadband dan mendigitalisasi semua UMKM di Tanah Air. tahun 2023, berdasarkan riset Google, Temase, dan Bain & Company, pasar perdagangan e-commerce nasional diprediksi tumbuh 7% menjadi US$ 62 miliar dan naik 15% menjadi US$ 82 miliar tahun 2025. Kembalikan TikTok Shop juga akan membuat persaingan bisnis e-commerce  kembali panas. Kalangan analis dan pengamat menilai, TikTok Shop akan bersaing keras dengan Shopee yang sama-sama bermain disegmen live shopping. (Yetede)

Bank Mandiri Ajak Pelaku Usaha Gencarkan Aksi untuk Ekonomi Berkelanjutan di MSF 2023

Yuniati Turjandini 08 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Bank Mandiri menggelar Mandiri Sustainability Forum (MSF) 2023 yang dihadiri oleh para pengambil keputusan dari regulator, korporasi, asosiasi, lembaga internasional, nasabah, serta stakeholder terkait. Event yang digelar secara hybrid ini  sebagai bentuk komitmen Bank Mandiri  mendorong implementasi  prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) guna mewujudkan keberlanjutan dalam pembangunan ekonomi. "Event  MSF kami selenggarakan untuk kedua kalinya karena telah menjadi wadah diskusi yang tepat bagi para pebisnis, pemerintah, dan pelaku bisnis lainnya terkait potensi dan tantangan Environmental, ESG kedepannya, baik ditingkat global maupun nasional pencapaian NZE 2060," kata Direktur Utama Bank Mandiri Darmwan Junaidi  saat membuka MSF 2023 di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis, (7/12). (Yetede)

Angkat Komoditas Potensial yang Minim Atensi

Yuniati Turjandini 08 Dec 2023 Investor Daily (H)
Berawal dari keprihatinan dan kegelisahan terhadap dominasi produk   rumput laut luar negeri selama 25 tahun terakhir, menimbulkan keinginan untuk  menampilkan produk sejenis dari bahan baku lokal. Di Yogyakarta, rumput laut tropis  cukup melimpah, namun pemanfataannya belum maksimal, bahkan jarang yang melirik  bahan ini untuk diolah  menjadi  makanan siap saji. Keripik berupa olahan rumput laut  tropis lokal jenis ulva lactuca (selada laut) memberikan pengalaman berbeda dalam mengonsumsi rumput laut yang dikemas dalam merk Tau Iki Ora. Yuwono, pria yang mulai merintis usaha rumput laut  sejak empat tahun terakhir ini ingin mengangkat komoditi yang sangat berpotensi. "Produk luar negeri mendominasi pasar, yang lokal enggak ada yang angkat. Padahal, kita punya 700 varian rumput laut, nomor dua penghasil rumput laut setelah Kanada, kita punya garis pantai yang panjang, tapi kenapa enggak ada produk lokal," ucap owner Tau Iki Ora. (Yetede)

Buka UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, Presiden Joko Widodo Apresiasi Keberpihakan BRI Majukan UMKM

Yuniati Turjandini 08 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Presiden RI Joko Widodo menghadiri pembukaan UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, rangkaian dari HUT ke-128 BRI, yang diselenggarakan di jakarta Convention center pada tanggal 7 s.d 10 Desember 2023. Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengapresiasi komitmen BRI untuk terus mendorong peberdayaan dan pendampingan UMKM di Indonesia. Dalam sambutannya, Presiden jokowi mengungkapkan bahwa UMKM merupakan penopang ekonomi nasional. "61% PDB nasional disumbangkan oleh UMKM dan 97% tenaga kerja di Indonesia diserap oleh UMKM. Oleh karenanya saya menghargai dan mengapresiasi event ini, karena produk yang ditampilkan dikurasi sangat baik. Kemasan dan branding serta yang paling penting BRI mempertemukan UMKM dengan para buyer, imbuhnya. (Yetede)

Pilihan Editor