;

Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur

Yuniati Turjandini 27 Feb 2024 Investor Daily (H)
Sejumlah kalangan meminta pemerintahan berikutnya melanjutkan program  pembangunan infratsruktur masif Presiden Joko Widodo. Sebab, program ini  terbukti memberikan efek pengganda (multiplier effect) besar ke ekonomi, membangunan konektivitas, sekaligus menurunkan biaya logistik. Selama 2014-2024 total dana APBN yang mengalir ke proyek infrastruktur sekitar Rp3.600 triliun lebih. Hasilnya terbangun banyak bendungan, bandara, pelabuhan, jalan tol, dan pembangkit listrik. Proyek infrastruktur juga membuka lapangan pekerjaan. Selama 2016-2023, proyek strategis nasional (PSN) yang didalamnya termasuk beberapa  proyek infrastruktur besar menyerap dana 2,71 tenaga kerja. (Yetede)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Yuniati Turjandini 27 Feb 2024 Investor Daily (H)
22 Februari 2024 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Kaba Parekraft) Sandiaga Salahudin Uno bertemu dengan Chief Executive General Atomics Global Corporation, Dr. Vivek Lall guna menjajaki kerja sama  di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Menparekraf Sandiaga dalam keterangannya usai melakukan pertemuan dengan beberapa investor  di Taj Palace Hotel, New Delhi, Selasa (21/2/2024), mengatakan General Atomics Global Corporation yang bergerak di bidang energi dan pertahanan diharapkan tertarik untuk menjajaki peluang investasi di Indonesia dalam mewujudkan green tourism. "Mungkin nanti dapat menggabungkan solusi energi terbarukan untuk menerapkan kebijakan pariwisata ramah lingkungan," kata Menparekraf Sandiaga. (Yetede)

Sutrisno Memajukan Desa dengan Buah Naga

Yoga 27 Feb 2024 Kompas (H)

Di sudut Desa Pekunden, Banyumas, Jateng, Sutrisno (57) merintis budidaya buah naga sejak 2017. Meski diawali dengan cibiran dan keraguan orang-orang sekitarnya, kini kebun itu menjadi salah satu primadona wisata desa sekaligus edukasi bagi para pengunjungInilah kebun buah naga yang dikelola Sutrisno yang turut mengubah wajah Desa Pekunden. Ilmu dan tips membudidayakan buah naga diperoleh Sutrisno dari sahabatnya, Sugito, yang merupakan petani buah naga dari Banyuwangi, Jatim. Ia berguru kepada Sugito selama satu pekan. Pulang dari sana, ia menanam 140 rumpun tanaman buah naga di Banyumas yang ditopang dengan kayu randu sebagai batang pokok penopang rumpun. Per rumpun berisi tiga tanaman buah naga. ”Saat itu banyak yang mencibir, mulai dari teman-teman juga keluarga. Semua membuat (saya) kecil hati, tetapi saya tetap semangat,” kata Sutrisno saat dijumpai di kebunnya, Minggu (25/2).

Menurut Sutrisno, tanaman buah naga yang dibudidayakan di Banyuwangi banyak ditanam di dekat pantai dengan ketinggian permukaan tanah 50 mdpl. Adapun di Pekunden, Banyumas, kebunnya memiliki ketinggian sekitar 46 mdpl.  Karena itu, dia berkeyakinan buah naga bisa hidup di desanya. Setelah enam bulan, keyakinan Sutrisno menjadi kenyataan. Ia berhasil memetik panen perdana buah naga yang ditanamnya. Selanjutnya kebun itu terus menghasilkan panen yang baik. Hasilnya makin baik setelah ia memasang 130 lampu untuk merangsang pembungaan tanaman buah naga pada malam hari. Setiap dua pekan sekali dia bisa memanen 10-20 buah naga dari satu rumpun. Bobotnya 3-5 ons per buah. ”Berapa pun buah yang dipanen, alhamdulillah selalu habis (terserap pasar),” kata ayah dari dua anak ini. Selama ini Sutrisno selalu mengupayakan pemberian pupuk organik, baik dari kotoran hewan maupun dari limbah jerami yang ada di sekitar kebunnya, untuk tanaman buah naga.

Keberhasilannya membudidayakan tanaman buah naga tidak ia nikmati seorang diri. Ia bermurah hati memberikan buah naga kepada para tetangga saat panen melimpah. ”Alhamdulillah sampai saat ini tidak pernah ada yang mencuri buah naga di sini. Lingkungan saling menjaga,” kata Sutrisno. Ia juga mempekerjakan tiga tetangganya sebagai penggarap di kebunnya. Upahnya Rp 60.000, termasuk makan siang dan rokok, per hari. Mereka bekerja di kebun buah naga itu pukul 07.00-13.00. Selain itu, ia juga dengan senang hati berbagi pengalaman dan pengetahuannya dalam budidaya buah naga kepada orang lain, terutama generasi muda. Ia ingin generasi muda mencintai pertanian demi keberlanjutan ketahanan pangan di Indonesia. Langkah Sutrisno terus berlanjut. Sejak tiga tahun terakhir, ia membuka kebunnya untuk kunjungan wisata yang bisa menopang program desa wisata. Pengunjung bisa berwisata petik buah naga di kebun Sutrisno sekaligus melihat pembuatan makanan ringan khas Banyumas di desa ini. Dalam sebulan tidak kurang dari 500 orang berkunjung ke kebun buah naga ini. Pengunjungnya mulai anak-anak hingga orang dewasa. Tiket per orang dipatok Rp 5.000 untuk kunjungan edukasi wisata. Dari tiket itu, Rp 3.000 merupakan pemasukan kebun dan Rp 2.000 untuk kelompok sadar wisata. (Yoga) 

Bencana Perikanan Industrial

Yuniati Turjandini 27 Feb 2024 Tempo
Pemilihan presiden 2024 telah selesai. Pada masa kampanye, termasuk dalam sesi debat yang berlangsung hingga lima kali, tiga pasangan kandidat menjanjikan berbagai program. Sayangnya, visi-misi yang berkaitan dengan sektor kelautan dan perikanan, khususnya mengenai perikanan tangkap, hampir tak pernah dibahas. Padahal isu ini tak kalah penting dengan sektor sumber daya alam lainnya, terutama karena, sejak 2021, pemerintah mencanangkan kebijakan perikanan industrial. 

Kebijakan perikanan industrial Indonesia ditandai dengan pencanangan program penangkapan ikan terukur berbasis kuota yang diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2023 dan aturan turunannya, yakni Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 28 Tahun 2023. Orientasi industrialisasi dalam kebijakan ini sangat kental karena kuota industrinya berlaku di enam dari sebelas wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI).

Perikanan industrial merupakan perikanan tangkap skala besar yang beroperasi di wilayah perikanan teritorial suatu negara, zona ekonomi eksklusif, dan perairan laut lepas. Pelaku usaha yang menjalankan perikanan industrial kebanyakan berasal dari Cina, Jepang, Norwegia, Amerika Serikat, Inggris, Taiwan, dan Korea Selatan. Mereka mengoperasikan kapal berukuran jumbo di atas 100 gross ton. Alat tangkap yang mereka pakai didominasi oleh pukat harimau (trawl), dengan populasi hingga 96 persen. 

Perikanan industrial menimbulkan dampak utama berupa merosotnya stok sumber daya dan produktivitas perikanan. Thurstan et al (2010) menemukan, kebijakan perikanan di Inggris Raya, yang memperbolehkan pengoperasian kapal pukat harimau dasar (bottom trawl fisheries) selama 118 tahun sejak 1889, mengakibatkan produktivitas dan stok sumber daya ikan mereka anjlok hingga 94 persen. Kondisi ini diikuti oleh kerusakan ekosistem perairan dasar dan menjadi bencana perikanan terbesar di Uni Eropa sepanjang abad ke-19. (Yetede)

Makan Nyaman, Kantong Aman

Yoga 27 Feb 2024 Kompas

Warung Tegal atau warteg sudah menjadi nama generik untuk jenis usaha yang menyediakan sajian makanan rumahan dan dengan harga terjangkau. Pengunjung warteg umumnya adalah mereka yang memang datang untuk mengisi perut, bukan makan untuk berekreasi atau mencari hiburan. Selama sebuah warteg mampu memberikan jaminan rasa enak, harga murah, dan pelayanan ramah, di waktu sarapan, makan siang, dan makan malam, sedikitnya 80 porsi makanan bisa terjual setiap hari. Begitulah pengalaman Ayu Maria (39) asal Slawi, Tegal, Jateng, yang sudah membuka usaha warteg di Jalan Arteri Pondok Indah, Jaksel, sejak 2019. Pertama kali ia merantau ke Jakarta mendampingi suaminya yang bekerja di proyek bangunan pada 2016, Ayu iseng berjualan lauk-pauk, memanfaatkan selasar kontrakan petaknya di Pesanggrahan, Jaksel. ”Kebetulan, waktu itu ada lemari etalase makanan bekas penghuni kontrakan sebelumnya. Udah enggak terpakai.

Saya jadi kepikiran buat jual makanan,” ujar Ayu. Kala itu, modalnya memasak hanya Rp 150.000 untuk beberapa jenis masakan. Ternyata masakan Ayu cocok di lidah warga sekitar kontrakannya. Pelan-pelan jenis masakannya ditambah. Modal Rp 250.000 saat itu cukup untuk membuat 10-12 jenis masakan atau menjadi 6-8 porsi untuk setiap jenis masakan. Kalau semua masakannya habis, omzetnya Rp 600.000 sehari. Untung yang Ayu dapat sehari Rp 300.000 lebih besar dari upah suaminya saat itu. Ia berjualan dari Senin hingga Sabtu. Pembelinya adalah warga sekitar yang memang tidak sempat atau malas memasak. Pada awal 2019, bersama suaminya Ayu memutuskan untuk membuka warung yang lebih bagus di pinggir Jalan Arteri Pondok Indah, dengan harga sewa tempat Rp 35 juta per tahun.

Di luar biaya sewa tempat, ia mengeluarkan Rp 4 juta-Rp 5 juta untuk membeli meja, kursi, kipas angin, etalase makanan baru, dan menambah peralatan masak. Suaminya berhenti bekerja di proyek agar bisa fokus mengembangkan warteg. Untuk membantu kegiatan operasional, ada tambahan dua pegawai dari kampung mereka dengan gaji Rp 1,2 juta per bulan. Warteg buka mulai pukul 06.00 dan baru tutup pada pukul 22.00. Setiap hari mereka memasak mulai pukul 04.30. Dalam sehari, mereka memasak nasi lima kali, masing-masing 13 liter. Sedikitnya ada 30 macam sayur dan lauk yang bisa dipilih. Belanja modal bahan baku masakan Rp 750.000 per hari. Rata-rata dalam sehari mereka menjual 80 porsi makanan. Jika rata-rata satu porsi warteg dihargai Rp 18.000, maka dalam sehari omzet yang mereka dapatkan Rp 1.440.000. Rata- rata keuntungan bersih dari wartegnya Rp 690.000 per hari atau 47 % dari omzet. (Yoga) 

Digitalisasi Pajak

Yoga 27 Feb 2024 Kompas (H)

Penerimaan pajak merupakan komponen penting bagi APBN. Oleh karena itu, sudah selayaknya pajak menjadi perhatian serius, termasuk digitalisasinya. Digitalisasi pajak di Indonesia diawali dengan diperkenalkannya sistem e-Filing dan e-Billing. Wajib pajak dapat mengajukan laporan pajak secara elektronik melalui platform resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Mekanisme ini tidak hanya mempercepat proses pelaporan, tetapi juga mengurangi risiko kesalahan manusia. Sistem ini sekaligus memastikan akurasi data serta mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan untuk pengiriman manual. Salah satu langkah progresif dalam digitalisasi pajak adalah rencana DJP membangun sistem perpajakan baru, Core Tax Administration System (CTAS), yang dijanjikan rilis pada Mei 2024.

Melalui sistem ini, diharapkan wajib pajak tidak lagi harus mengisi formulir secara manual seperti saat ini, mengingat hampir semua informasi sudah terisi secara otomatis di sistem. Dari sisi teknis, DJP mungkin akan mengambil data OJK daripada melakukan interkoneksi langsung dengan perbankan dan berbagai lembaga keuangan yang ada. Dalam hal ini, perlu diperhatikan paying hokum bagi DJP untuk mendapatkan data tersebut agar tidak melanggar prinsip kerahasiaan bank. DJP juga dapat dan perlu membangun layanan di portal pajak yang memungkinkan wajib pajak untuk menghubungkan rekening pajaknya dengan bank dan lembaga keuangan lain secara sukarela. Untuk memulainya, DJP perlu bekerja sama dengan beberapa bank besar dan membuat application programming interface (API) yang diperlukan.

Dengan cara ini, izin dari wajib pajak selaku subyek data pribadi pun dapat diperoleh secara eksplisit dalam proses pendaftaran rekening bank mereka. Layanan ini bisa diperluas ke lembaga keuangan lainnya, misalnya perusahaan pembiayaan (multifinance), sekuritas, asuransi, atau bahkan teknologi finansial (tekfin) untuk mendapatkan data pinjaman, investasi, dan asuransi. Bukti potong deposito dan simpanan, saldo rekening perbankan, jumlah pinjaman dan penggunaan kartu kredit, serta data aset keuangan lainnya dapat disajikan secara otomatis sehingga wajib pajak hanya perlu mengonfirmasi atau memberikan penjelasan. (Yoga) 

Anak Muda di 9 Provinsi Alami Defisit Gaji

Yoga 27 Feb 2024 Kompas

Pengeluaran warga kelas menengah usia 17-40 tahun di sembilan provinsi lebih tinggi disbanding gajinya. Defisit gaji tertinggi terjadi di DI Yogyakarta senilai Rp 528.496 per orang per bulan. Defisit gaji melanda anak-anak muda Daerah Istimewa Yogyakarta, Bengkulu, Riau, Kaltara, NTB, Riau, Sumbar, Lampung, dan Papua Barat. Nilai defisit gaji di wilayah itu berkisar Rp 42.000 hingga Rp 528.496 per orang per bulan. Tingginya pengeluaran warga juga dipengaruhi faktor gaya hidup dan inflasi sehingga menyebabkan defisit gaji. Faktor lain yang membuat defisit gaji adalah penghasilan yang rendah di provinsi-provinsi tersebut.

Tim Jurnalisme Data Harian Kompas menemukan fakta ini dari olahan data pengeluaran di 34 provinsi dari data mikro Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan data pendapatan dari data mikro Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS tahun 2021. Data pengeluaran dan pendapatan dari anak muda usia 17-40 tahun Penentuan batas pengeluaran calon kelas menengah dan kelas menengah setiap provinsi menggunakan garis kemiskinan provinsi periode Maret 2021. Defisit gaji dari warga calon kelas menengah dan kelas menengah di beberapa provinsi menunjukkan nilai rata-rata pengeluaran lebih besar dari rata-rata pendapatan per bulannya. Artinya, gaji bulanannya terpakai semua untuk membiayai pengeluaran satu bulan sehingga ia tidak bisa menabung, apalagi berinvestasi.

Kenyataan itu menunjukkan warga kelas menengah di wilayah tersebut rentan turun kelas menjadi kelompok miskin. Salah satu pemicu terjadinya defisit gaji itu adalah tingginya inflasi. ”Inflasi di wilayah-wilayah tersebut harus dikendalikan. Kalau tidak dikendalikan, pengeluarannya jauh lebih banyak dibandingkan dengan pendapatannya,” kata dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Denpasar, Marhaeni. Faktor penting lainnya, lanjut adalah upah minimum yang berbeda antar daerah. ”Jangan sampai upah minimumnya lebih rendah dibandingkan  dengan penghitungan inflasi. Nilai inflasi ini seharusnya menjadi komponen penghitungan upah minimum,“ kata Marhaeni. (Yoga) 

Ekonomi Sulit, Pembeli Pilih Produk Diskon

Yoga 27 Feb 2024 Kompas

Untuk menyiasati kenaikan harga barang, konsumen di AS terpaksa hidup dengan lebih hemat. dengan membeli barang kebutuhan sehari-hari yang sedang didiskon. Konsumen mencari barang dengan harga lebih murah, tetapi kualitasnya tetap baik. Mereka juga mengurangi belanja camilan dan jajan di luar. Inflasi telah mengubah cara banyak warga AS berbelanja. Perubahan itu dinilai ikut membantu mengendalikan inflasi. Hidup lebih berhemat ini menjadi cara konsumen AS ”melawan” harga barang konsumsi yang rata-rata naik 19  % dibandingkan sebelum saat pandemi Covid-19. Siasat itu, antara lain, dilakukan karyawan salah satu bank di Virginia, Stuart Dryden (37).

Ia berhenti membeli produk-produk mahal dari Kraft Heinz. Ia memilih produk di toko tempat belanja aneka kebutuhan sehari-hari yang harganya lebih murah. Penyuka krim keju dan bagel itu mencontohkan, harga 24 irisan keju tunggal Kraft 7,69 USD. Adapun produk toko dijual 2,99 USD. Perbedaan harga yang relatif jauh itu juga terjadi pada produk mac-and-cheese dan keju parut. ”Saya sudah coba, kualitasnya sama saja. Karena sama, saya pilih yang lebih murah saja,” kata Dryden. Tidak hanya mengganti jenama kebutuhan harian, ia juga memilih pindah tempat tinggal setelah biaya sewa rusun naik 50 % dari harga lama. Kini, kontrakannya lebih dekat ke Amazon Fresh dan Albrecht-Discount. Harga produk di toko-toko itu lebih murah. (Yoga) 

Eropa Dipusingkan ”Serbuan” Mobil Listrik Murah dari China

Yoga 27 Feb 2024 Kompas

Kendaraan listrik China belum berhenti memusingkan produsen otomotif Eropa. Salah satu cara Eropa menandingi murahnya mobil China adalah memaksa rekanan pemasok menekan harga bahan baku dan suku cadang. Sorotan pada harga mobil listrik China kembali mengemuka di Geneva International Motor Show (GIMS) yang dimulai pada Senin (26/2). Pabrikan China, SAIC dan BYD, membawa dua ambisi besar. SAIC mengungkap M3 Hybrid, sedangkan BYD membawa Seal untuk ditandingkan di daftar mobil terbaik versi GIMS 2024. Jika menang, Seal akan menjadi mobil listrik pertama asal China yang meraih penghargaan bergengsi itu.

Direktur Pelaksana AlixPartners Nick Parker menyoroti perbedaan pabrikan Eropa dengan China. Pabrikan Eropa memilih sistem rantai pasok terbuka dan melibatkan banyak perusahaan di sejumlah lokasi. Rantai pasok mobil listrik dan bahan bakar berbeda. Adapun perusahaan China memakai sistem terintegrasi. Cara di China itu teruji menekan biaya. Di Inggris, sejumlah produk BYD dihargai lebih murah, yaitu 27 %, dibandingkan buatan Volkswagen. Harga jual beberapa mobil model terbaru buatan China bahkan 50 % lebih murah dibandingkan produksi Eropa. Oleh karena itu, menurut CEO Stellantis Carlos Tavares, biaya produksi harus dialihkan.

Biaya itu perlu ditanggung pemasok bahan baku dan komponen, tak lagi sepenuhnya oleh produsen. Pengalihan biaya itu membuka peluang penurunan harga karena 85 % biaya produksi kendaraan listrik adalah bahan baku. Dalam laporan Bloomberg, pekan lalu, Stellantis juga menjajaki rantai pasokan bersama VW dan Renault. Aliansi itu diharapkan bisa menghilangkan upaya saling jegal di antara mereka. Aliansi itu juga dilakukan untuk menghadapi China. Kini, baterai dan aneka komponen kendaraan listrik lebih efisien jika diimpor dari China. Padahal, mobil dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di bawah 45 % dikenai pajak tambahan 10 % dari harga pabrik. Aturan itu menjadi salah satu penyebab harga mobil listrik buatan Eropa lebih tinggi. (Yoga) 

Kuota Impor Beras Ditambah 1,6 Juta Ton

Yoga 27 Feb 2024 Kompas

Pemerintah menambah kuota impor beras tahun ini sebanyak 1,6 juta ton. Dengan begitu, total kuota impor beras pada 2024 menjadi 3,6 juta ton. Program baru menstabilkan harga beras, yakni Bulog Siaga, juga digulirkan, sedangkan pengalihan cadangan beras pemerintah ke komersial dilanjutkan. Sejumlah langkah itu diambil lantaran produksi padi masih belum mencapai puncak dan kenaikan harga beras kian masif. Per pekan keempat Februari 2024 atau dua pekan sebelum Ramadhan, separuh lebih kabupaten/kota di Indonesia mengalami kenaikan harga beras. Hal itu mengemuka dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri) secara hibrida di Jakarta, Senin (26/2). Rapat tersebut dipimpin oleh Irjen Kemendagri Tomsi Tohir.

Direktur Impor Direktorat Perdagangan Luar Negeri Kemendag Arif Sulistyo mengatakan, Kemendag telah menerbitkan persetujuan impor (PI) 2 juta ton beras untuk tahun ini sehingga tinggal direalisasikan Perum Bulog. Kuota impor itu berdasarkan hasil rakor terbatas (rakortas) di Kemenko Bidang Perekonomian pada 7 Desember 2023. ”Selain itu, ada tambahan alokasi impor beras tahun ini sebanyak 1,6 juta ton. Keputusan itu merupakan hasil rakortas Kemenko Bidang Perekonomian pada 5 Februari 2024. Kami belum menerbitkan PI impor beras itu lantaran masih dalam proses perubahan neraca komoditas sebagai syarat pengajuan PI,” ujarnya. (Yoga) 

Pilihan Editor