;

Mengelola Belanja Bansos, Menjaga Stabilitas Rasio Utang

Yuniati Turjandini 28 Feb 2024 Investor Daily
Realisasi utang pemerintah hingga 31 januari 2024 mencapai Rp8.253,09 triliun dengan rasio utang 38,75% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Adapun pengelolaan portofolio utang berperan besar dalam menjaga kesinambungan fiskal secara keseluruhan. Namun, pemerintah juga harus memperhatikan  kinerja belanja khususnya belanja  bantuan sosial (bansos) terhadap stabilitas rasio utang.  Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf  Randy Manilet berpendapat, jika dibandingkan dengan kondisi rasio utang di tahun ini itu relatif lebih besar. Pasalnya, pertumbuhan penerimaan pajak diperkirakan tidak setinggi tahun 2023. Adapun realisasi belanja  bantuan sosial mencapai Rp 10,44 triliun per 31 Januari 2024. "Secara umum rasio utang  akhirnya relatif lebih tinggi sedikit diatas pencapaian  rasio utang di tahun  yang lalu," kata Yusuf kepada Investor Daily. (Yetede)

BI Proyeksikan Ekonomi Syariah Tumbuh 5,5%

Yuniati Turjandini 28 Feb 2024 Investor Daily
Bank Indonesia (BI) memproyeksikan  ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) pada tahun ini akan tumbuh sebesar 4,7-5,5% secara year on year (yoy), dengan didukung pembiayaan perbankan  syariah yang diprakirakan tumbuh pada kisaran 10-12% (yoy). "Hal ini sejalan dengan implementasi berbagai inisiatif strategis  nasional seperti kewajiban sertifikasi halal sesuai mandat Undang-Undang Produk Jaminan Halal, Inovasi pada sektor keuangan sosial syariah, program kolaborasi antar kementerian dan lembaga, serta digitalisasi eksyar yang semakin masif," kata Deputi Gubernur BI Juda Agung. Dia menjelaskan, BI berkomitmen melanjutkan kebijakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui tiga program utama, yakni pengembangan sektor unggulan, khususnya sektor makanan dan minuman halal dan fesyen muslim. (Yetede)

Produsen Otomotif Perlu Pasok Pengisian Daya EV

Yuniati Turjandini 28 Feb 2024 Investor Daily
Semakin meningkatnya permintaan kendaraan listrik atau Eletric Vehicle (EV) di Indonesia, tentunya harus diimbangi dengan ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Untuk itu, upaya penyediaan fasilitas SPKLU memerlukan dukungan dari produsen kendaraan.  Pengamat otomotif Bebin Djuana menjelaskan, bentuk dukungan itu paling tidak di jaringan diller masing-masing produsen diperlukan untuk menyimbangkan pertumbuhan penggunaan kendaraan elektrik dengan ketersediaan stasiun pengisian kendaraan umum (SPKLU) "Karena mobilitas masyarakat Indonesia sangat tinggi dan negara kita besar sekali. karena yang sudah memiliki EV yang paling merasakan cukup atau tidaknya tempat charging," kata dia.

Indonesia Kembali Perjuangkan Sistem Penyelesaian Sengketa

Yuniati Turjandini 28 Feb 2024 Investor Daily
Indonesia melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali memperjuangkan pentingnya sistem  penyelesaian sengketa segera dipulihkan secara penuh. Hal ini disuarakan dalam Konferensi Tingkat Menteri ke-13 (KTM13) World Trade Organization (WTO) yang selenggarakan  pada 26-29 Februari 2024. Di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab. Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko  Bris Witjaksono mengatakan, tujuan dari pertemuan ini adalah memastikan sistem perdagangan multilateral yang  adil dan menjamin kepastian sistem perdagangan Indonesia yang merupakan mengguna aktif  sistem penyelesaian sengketa. Sangat menyesalkan kondisi lumpuhnya Badan banding WTO yang menguji kasus-kasus sengketa yang di tahap banding. (Yetede)

Cukai Alkohol Naik, Cukai Rokok Turun

Hairul Rizal 28 Feb 2024 Kontan

Kementerian Keuangan (Kemkeu) terus menggenjot penerimaan cukai di tahun ini. Salah satu yang cukup menanjak penerimaannya adalah cukai minuman mengandung etil alkohol (MMEA) alias minuman beralkohol. Dalam laporan APBN Kita, realisasi penerimaan cukai minuman beralkohol pada Januari 2024 sudah terkumpul Rp 490 miliar atau setara 5,26% dari target APBN 2024. Penerimaan cukai MMEA ini mengalami peningkatan 13,95% jika dibandingkan realisasi pada periode sama tahun lalu sebesar Rp 430 miliar. Adapun pencapaian ini didorong oleh kebijakan kenaikan tarif MMEA dan kinerja produksinya terutama dari produksi dalam negeri. "Sedangkan untuk MMEA impor belum ada realisasi pada Januari 2024," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, seperti dikutip dari APBN Kita, Selasa (27/2). Hasil berbeda terjadi pada cukai hasil tembakau (CHT) alias cukai rokok yang mengalami penurunan di awal tahun ini. Tercatat, penerimaan cukai rokok pada Januari 2024 hanya sebesar Rp 17,89 triliun, atau setara 7,27% dari target APBN 2024.Untuk diketahui, pemerintah telah menetapkan ketentuan yang mengatur kenaikan tarif CHT untuk rokok beserta Harga Jual Eceran (HJE) minimumnya melalui PMK 191/2022. Lewat aturan tersebut, pemerintah mengatur tarif cukai rokok dengan kenaikan rata-rata sebesar 10% setiap tahun pada 2023 dan 2024. Sedangkan khusus untuk Sigaret Kretek Tangan (SKT), kenaikan tarif cukainya maksimum 5%.

Warga Incar Operasi Pasar, Buru Beras Murah

Yoga 28 Feb 2024 Kompas (H)

Harga  beras yang masih tinggi membuat warga di sejumlah daerah mengincar berbagai operasi pasar yang digelar pemerintah untuk mendapatkan komoditas tersebut dengan harga lebih murah. Mereka rela mengantre demi mengurangi tekanan pengeluaran rumah tangga. Salah satu operasi pasar beras digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di halaman kantor dinas ini di Yogyakarta, Selasa (27/2). Sebanyak 15 ton beras berbagai kualitas dijual dengan harga Rp 10.200 per kilogram (kg) untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog hingga tertinggi Rp 15.000 per kg untuk beras premium.

Tuti (63), warga Kampung Tahunan, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta, telah dating sejak pagi untuk antre membeli beras. Dia mendapat antrean awal dan membeli 10 kg beras premium seharga Rp 139.000 atau Rp 13.900 per kg. ”Sekarang di pasar harganya Rp 17.500-Rp 18.000 per kg, naik jauh dari biasanya Rp 12.500 per kg. Maka, waktu dapat info ada pasar murah ini langsung berangkat awal,” kata Tuti. Warga Yogyakarta lainnya, Nunik (54), mengaku sudah 3-4 kali mengikuti operasi pasar di berbagai lokasi demi mendapatkan beras dengan harga murah. Meski di operasi pasar itu ada komoditas bahan pokok lain yang dijual, Nunik hanya  mengincar beras karena harganya masih mahal di pasar. ”Kenaikannya sampai Rp 5.000 per kg dibandingkan harga normal,” ujarnya. (Yoga) 

Kelas Menengah Minim Perhatian Pemerintah

Yoga 28 Feb 2024 Kompas (H)

Menyandang status yang ”tanggung” alias tidak miskin tetapi sulit kaya, warga kelas menengah di Indonesia selama ini belum cukup diperhatikan pemerintah dalam berbagai instrumen kebijakan. Kurangnya perhatian terhadap kelas menengah ini bisa menjadi ancaman untuk mimpi Indonesia Emas pada tahun 2045. Masyarakat kelas menengah selama ini kerap diandalkan sebagai penggerak ekonomi nasional. Meski demikian, kelompok ini masih hidup pas-pasan dari hari ke hari. Hasil liputan Tim Jurnalisme Data Kompas menunjukkan, sebagian besar kelas menengah dan calon kelas menengah usia produktif (17-40 tahun) kesulitan mengatur keuangannya. Pendapatan mereka lebih kecil dari pengeluaran sehingga gaji kelompok calon kelas menengah minus Rp 181.724 per bulan dan gaji kelas menengah minus Rp 65.529 setiap bulan. Defisit gaji ini membuat mereka sulit menabung dan semakin susah naik kelas menjadi kelas atas atau orang kaya.

Laju pendapatan yang stagnan itu diperkirakan akan berlanjut sampai tahun 2045 ketika Indonesia menginjak usia satu abad atau dikenal dengan momentum ”Indonesia Emas”. Tim Jurnalisme Data Kompas memproyeksikan, rata-rata gaji calon kelas menengah pada 2030 dan 2045 lebih rendah Rp 384.109 dan Rp 818.472 ketimbang pengeluarannya. Meski hidup pas-pasan, kelas menengah di Indonesia masih minim perhatian. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Teguh Dartanto menilai, sampai saat ini belum banyak kebijakan atau keberpihakan pemerintah kepada kelas menengah. Kebijakan pemerintah lewat APBN masih terlalu fokus pada kelompok masyarakat miskin ekstrem dan miskin. Di sisi lain, pemerintah membuat kebijakan intervensi yang lebih menguntungkan kelompok atas. ”Kebijakan seperti bantuan sosial (bansos) hanya untuk kelompok 40 % terbawah, sedang kebijakan pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang beberapa kali diberikan pemerintah, seperti untuk pembelian mobil listrik, justru lebih dinikmati oleh kelompok atas,” kata Teguh, Selasa (27/2).

Kebijakan untuk kelas menengah, seperti skema perlindungan sosial yang adaptif dan sesuai dengan permintaan (on-demand), masih sangat minim. Sejauh ini, baru program Kartu Prakerja yang menawarkan bantuan pelatihan kerja dan uang saku bersifat on-demand bagi kelas menengah. Skema on-demand, menurut Teguh, bisa dimanfaatkan kelas menengah yang rentan terkena guncangan ekonomi, seperti PHK, gagal panen, atau terdampak bencana. Bentuk lainnya, menjamin proteksi jaminan kecelakaan kerja dan kematian bagi pekerja rentan nonmiskin, seperti pengemudi ojek daring, kurir, dan pekerja konstruksi. ”Jadi, kelas menengah perlu diberi akses untuk bisa mendaftarkan diri mendapat bantuan pemerintah ketika  mereka terkena shock. Bansos cukup ditujukan untuk yang membutuhkan (miskin dan rentan),” katanya. (Yoga) 

Comac Incar Ceruk Pasar Asia Tenggara

Yoga 28 Feb 2024 Kompas

Perusahaan negara pembuat pesawat asal China, Comac, akan mengadakan pameran dan pertunjukan terbang keliling ke lima negara di Asia Tenggara selama dua pekan ke depan. Indonesia merupakan salah satu dari lima negara yang akan dikunjungi. Selain ke Indonesia, dua pesawat jet buatan Comac, yakni C919 dan ARJ21, juga akan mampir ke Vietnam, Laos, Kamboja, dan Malaysia. Promosi ini merupakan upaya Comac mendorong penjualan pesawat-pesawat produksinya di pasar internasional. Kedua pesawat, C919 dan ARJ21, untuk pertama kali dipamerkan di Pameran Kedirgantaraan Singapura (Singapore Airshow), pekan lalu. Ini untuk pertama kali pesawat C919 unjuk terbang di luar wilayah China.

Rencana keliling Asia Tenggara itu diumumkan Comac yang berkantor pusat di Shanghai, China, Selasa (27/2). Setelah Singapore Airshow berakhir, Minggu, pesawat jet penumpang C919 tiba di Vietnam untuk berpartisipasi dalam pertunjukan udara di Vietnam yang dimulai Senin. Pesawat jet dengan 78 hingga 97 kursi itu lepas landas dari Bandar Udara Internasional Van Don, Vietnam utara, untuk demonstrasi terbang pada Selasa sore. Kantor berita China, Xinhua, mengutip Wakil Direktur Bandar Udara Internasional Van Don, Hoang Van Dung, menyebutkan, pameran dan pertunjukan terbang Comac membantu mengaktifkan pengoperasian penerbangan komersial dari provinsi dan kota di China ke Van Don.

Rute penerbangan pertama akan dilakukan dari kota Shantou di Provinsi Guangdong, China. Pameran itu sekaligus diharapkan dapat mempromosikan kerja sama pariwisata antara Vietnam dan China. Menurut rencana, C919 dan ARJ21-700 akan terbang ke kota Danang, Ho Chi Minh, dan ibu kota Laos, Vientiane, setelah pertunjukan di Quang Ninh. Maskapai penerbangan Indonesia, TransNusa, telah mengoperasikan ARJ21. Maskapai penerbangan ini menggunakan dua pesawat ARJ21 untuk penerbangan Bandara SoekarnoHatta-Kuala Lumpur dan Soekarno-Hatta-Johor Bahru. Meskipun pendatang baru, C919 disebut-sebut bakal menjadi pesaing berat Boeing 737 Max dan A320neo. (Yoga) 

Serbuan Mobil Listrik China

Yoga 28 Feb 2024 Kompas

”Menukar” (tukar tambah) mobil premium Eropa dengan mobil listrik BYD, produksi China dengan tahun produksi mobil BYD lebih muda, bahkan dengan fitur lebih lengkap, tak harus menguras tabungan, karena PT BYD Motor Indonesia pada Kamis (15/2) di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 di Jakarta mengumumkan harga mobil listriknya yang lebih murah dari pesaingnya. BYD termasuk mobil yang fungsional untuk menjelajahi Jakarta yang memberlakukan aturan ganjil genap di sejumlah jalan protokol. Di Jakarta, penjualan kendaraan listrik diuntungkan dengan regulasi ganjil genap yang tak berlaku bagi kendaraan listrik.

Di Eropa, konsumen dibuai dengan harga jual beberapa mobil listrik dari China yang mencapai 50 % harga mobil produksi Eropa. Pabrikan Eropa pun pusing dibuatnya. Persoalannya, Eropa kini tak hanya dibanjiri mobil listrik yang murah, tetapi juga berkualitas. Mobil listrik BYD, misalnya, istilahnya juga bukan ”kaleng-kaleng”. Akhir pecan lalu, BYD meluncurkan supercar listrik Yangwang U9, yang menggetarkan Lamborghini dan Ferrari, karena motor listrik bertenaga 1.287 tenaga kuda itu akan mampu melesatkan Yangwang U9 dari 0-100 kilometer per jam hanya dalam 2,36 detik. Sebagai pembanding, berdasarkan informasi dari situs Ferrari, mobil Ferrari SF90 melahap kecepatan 0-100 kilometer per jam dalam 2,5 detik.

Untuk mengatasi serbuan kendaraan listrik China, industri otomotif Eropa kini sedang memutar otak, mulai dari menekan biaya produksi, meniru sistem rantai produksi Airbus, hingga meninjau ulang sejumlah regulasi yang memberatkan produsen otomotif Eropa. Namun, China sedang tak mudah dikalahkan. China sedang memimpin pasar. Menurut Asosiasi Manufaktur Otomotif China, pada tahun 2023, China telah menyalip Jepang sebagai eksportir otomotif terbesar dunia. Dua minggu lalu, New York Times, misalnya, sampai mengupas BYD yang disebutnya sebagai ”pembunuh” Tesla. Selain lebih murah, kualitas kendaraan listrik China kini juga mencengangkan. Dalam ajang IIMS 2024, untuk kategori ”electric vehicle”, 5 dari 10 jenis penghargaan direbut oleh mobil listrik China. (Yoga) 

Realisasi Impor Bergantung Produksi Beras Domestik

Yoga 28 Feb 2024 Kompas

Rencana impor 3,6 juta ton beras pada tahun ini untuk memperkuat cadangan beras pemerintah belum tentu terealisasi sesuai kuota. Pemerintah tetap akan memperhitungkan produksi beras di dalam negeri. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, Selasa (27/2) mengatakan, Bapanas dan Bulog akan fokus merealisasikan terlebih dahulu kuota impor 2 juta ton beras. Dari alokasi tersebut, beras impor yang sudah didatangkan hingga pekan keempat Februari 2024 baru 500.000 ton. Saat ini, menurut Arief, tidak mudah mendatangkan beras dari negara lain karena harganya tinggi. Selain itu, masih banyak negara produsen beras membatasi ekspor komoditas tersebut untuk memenuhi kebutuhan domestik. Di sisi lain, banyak daerah di Indonesia yang akan panen padi pada Maret 2024 dan diperkirakan memuncak pada April 2024. Pada Maret, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 3,51 juta ton.

”Untuk itu, realisasi tambahan alokasi impor beras sebanyak 1,6 juta ton bergantung pada hasil produksi di dalam negeri. Jika masih kurang dan kuota 2 juta ton beras sudah terealisasi semua, kuota tambahan tersebut baru akan direalisasikan secara terukur,” ujarnya. Meski produksi padi bakal meningkat dan surplus beras mulai terjadi pada Maret 2024, defisit beras nasional diperkirakan masih terjadi pada Januari-Maret 2024. Berdasarkan hasil Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, total produksi beras pada Januari-Maret 2024 sebanyak 5,81 juta ton. Dengan total kebutuhan konsumsi beras nasional sepanjang tiga bulan di awal tahun ini sebanyak 7,62 juta ton, Indonesia masih defisit beras 1,81 juta ton. (Yoga) 

Pilihan Editor