;

MINYAK KELAPA SAWIT : PENYELAMAT DARI DALAM NEGERI

Ekonomi Hairul Rizal 28 Feb 2024 Bisnis Indonesia
MINYAK KELAPA SAWIT : PENYELAMAT DARI DALAM NEGERI

Konsumsi dalam negeri bakal menjadi penopang industri minyak kelapa sawit nasional di tengah tekanan peningkatan produksi minyak nabati lainnya di pasar global pada paruh kedua tahun ini. Meski pangsa pasar minyak sawit Indonesia di market global mencapai 33%, peningkatan produksi minyak nabati lain di Amerika Serikat dan Eropa bisa memberikan impak serius terhadap harga salah satu komoditas andalan Indonesia itu. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) pun mengandalkan konsumsi di dalam negeri yang diproduksi bakal tumbuh seiring dengan pemanfaatannya untuk Biosolar yang saat ini sudah mencapai B35. Gapki mencatat, konsumsi minyak sawit domestik pada 2023 mengalami kenaikan 8,9% (year-on-year/YoY), dari 21,24 juta ton pada 2022 menjadi 23,13 juta ton pada 2023. Implementasi kebijakan B35 secara efektif dilakukan pada juli 2022 telah meningkatkan konsumsi minyak sawit sebesar 17,68%, yakni dari 9,04 juta ton pada 2022 menjadi 10,65 juta ton pada 2023. “Kalau kita enggak pakai untuk energi, harga makin jatuh lagi. Jadi sudah bagus sekarang ini. Dengan pemakaian dalam negeri meningkat menyebabkan harga jadi stabil,” kata Ketua Umum Gapki Eddy Martono, Selasa (27/2). Sebagai contoh, Indonesia telah meminta Tanzania untuk menjadi hub untuk permintaan minyak sawit dari negara di sekitarnya. Dalam waktu dekat, akan ada pameran minyak sawit Indonesia di Nigeria.  

Optimisme itu pun diiringi dengan proyeksi produksi minyak sawit pada 2024 yang berpeluang naik sekitar 5%. Pada 2023, produksi minyak sawit, termasuk di dalamnya crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO) tercatat sebanyak 54,84 juta ton, atau naik sekitar 7% dibandingkan dengan produksi pada 2022 sebanyak 51,24 juta ton. Sekretaris Jenderal Gapki Hadi Sugeng mengatakan, adanya El Nino pada pertengahan 2023 lalu tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi kelapa sawit tahun ini. Meskipun diakui bahwa El Nino telah menyebabkan keterlambatan panen pada pertengahan 2023. Pada 2023, ekspor produk sawit Indonesia mengalami peningkatan ke beberapa negara importir seperti China, India, Afrika, Amerika Serikat, dan Bangladesh. Namun, ekspor justru menurun ke Uni Eropa dan Pakistan. Permintaan minyak sawit dari China diakui mengalami peningkatan pada 2023 menjadi 7,7 juta ton dari tahun sebelumnya sebanyak 6,2 juta ton. China menempati urutan pertama tujuan ekspor minyak sawit Indonesia, diikuti oleh India sebanyak 5,9 juta ton, dan Uni Eropa sebanyak 3,7 juta ton. 

Dilansir Bloomberg, permintaan terhadap minyak sawit biasanya meningkat pada Ramadan, ketika umat Islam berbuka puasa pada malam hari setelah berpuasa siang hari. Bulan suci dimulai pada awal Maret tahun ini. Peningkatan konsumsi juga berlangsung sebulan kemudian, yakni pada Hari Raya Idulfitri, ketika orang-orang mudik ke kota asal mereka untuk bersilaturahmi dengan keluarga. Abdul Hameed, Direktur Penjual­an Manzoor Trading di Lahore, Pakistan, mengatakan permintaan yang tinggi selama Ramadan, khususnya di Indonesia dan Malaysia, semestinya mengurangi stok. Perusahaan Fitch Solution itu mengatakan harga CPO mungkin akan lebih lemah dari level saat ini karena ekspektasi panen kedelai dalam jumlah besar, permintaan di China yang lemah, dan dampak El Nino terhadap produksi kelapa sawit yang masih lemah.

Tags :
#Sawit
Download Aplikasi Labirin :