Dihantui Tekanan Harga Komoditas
GOTO Mengantongi Komisi dari Tiktok
MI Gencar Meluncurkan Reksadana Anyar
MAPI Didorong Lebaran & Ekspansi
Perputaran Uang Tertahan Gejolak Harga Pangan
BAHAN PANGAN : HARGA BERAS MELANDAI BULAN DEPAN
Sejumlah kalangan memprediksi harga beras di pasar mulai turun pada pekan pertama bulan depan seiring dengan mulai terkoreksinya harga gabah kering panen di tingkat petani. Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santosa mengatakan, hasil laporan AB2TI di sejumlah wilayah di Jawa Timur dan Jawa Barat mendapati penurunan harga gabah di petani. Dia memberikan contoh harga gabah di Jawa Timur, seperti di Jember, Lamongan, Ngawi, dan Tuban telah turun Rp1.000 per kilogram (kg) dalam 10 hari terakhir. “Di Jawa Timur pada 16 Februari [2024] rata-rata harga gabah Rp8.200 [per kg]. Kemarin, pada 27 Februari 2024 sudah turun jauh sekitar Rp7.000—Rp7.200 [per kg],” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (28/2). Khusus sentra produksi beras di Jawa Barat, seperti Subang, Karawang, dan Indramayu, Dwi yang juga Guru Besar IPB University menyatakan, juga mengalami penurunan harga gabah, meskipun tidak signifi kan seperti di Jawa Timur. Bahkan, dia menegaskan, harga gabah di wilayah Sumatra Selatan sudah Rp6.700 per kg. Menurutnya, tren penurunan harga gabah di petani berpeluang membuat harga beras di pasar melandai. Dwi memprediksi, rata-rata harga beras akan turun hingga puncak panen raya pada April 2024 ke level Rp14.500—Rp14.700 per kg. Meskipun diperkirakan turun, harga beras saat panen raya tahun ini tetap lebih tinggi dari harga beras saat panen raya pada tahun sebelumnya. Dwi menekankan, ada kekhawatiran para petani merugi saat puncak panen raya terimbas anjloknya harga gabah di bawah biaya produksi. Adapun, AB2TI mencatat biaya produksi yang dikeluarkan petani saat ini sudah di kisaran Rp6.000 per kg gabah kering panen (GKP). Data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), rata-rata harga beras premium pada Rabu (28/2) di level Rp16.410 per kg, dan Rp14.300 per kg untuk beras medium.
Saat ini, harga beras masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah dalam Perbadan No. 7/2023, yaitu Rp13.900—Rp14.800 per kg untuk beras premium, dan Rp10.900—Rp11.800 per kg untuk beras medium. Prediksi penurunan harga beras juga disampaikan oleh Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi). Wakil Ketua Perpadi Billy Haryanto menyampaikan, harga beras terus bergerak turun menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional. Dia menyatakan, harga beras sudah mulai bergerak turun sekitar Rp400—Rp1.000 per kg sejak 2 pekan lalu, lantaran sejumlah sentra produksi sudah mulai memasuki musim panen.
Dia mengungkap, tingginya harga beras dipicu oleh fenomena cuaca El Nino dan biaya produksi yang mahal. Dia membantah tudingan bantuan pangan beras sebagai dalang dari langkanya stok beras di tingkat pedagang. Alih-alih memicu kelangkaan stok beras, bantuan tersebut justru digelontorkan untuk meredam harga dan menjadi bantalan bagi masyarakat yang kurang mampu.
Sebaliknya, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi berharap harga beras terus melandai sejalan dengan harga gabah yang berangsur turun. Di sejumlah wilayah yang telah melakukan panen, ungkapnya, harga gabah sudah bergerak turun ke Rp7.600 per kg, dari sebelumnya sekitar Rp8.000—Rp8.600 per kg.
Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan penyaluran beras hingga 250.000 ton per bulan. Total beras SPHP yang telah digelontorkan di berbagai pasar retail modern mencapai 7.596 ton hingga Februari 2024.
Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono membeberkan permintaan Kementan agar pengusaha sawit segera merealisasikan program penanaman padi gogo di lahan sawit yang tengah diremajakan.
Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bustanul Arifi n mengatakan bahwa penanaman padi gogo tidak bisa serta-merta diandalkan sebagai alternatif sumber penyediaan beras nasional. Alasannya, produktivitas padi gogo dianggap lebih rendah dibandingkan dengan padi di lahan sawah.
Rekor Pendapatan Tertinggi ASII
Pemulihan ekonomi turut mendorong kinerja PT Astra International Tbk (ASII). ASII mencetak rekor pendapatan tertinggi pada 2023 lalu.
Pendapatan bersih ASII menyentuh angka Rp 316,56 triliun, bertumbuh 5,03% dibandingkan pendapatan tahun 2022.Alhasil, laba bersih ASII juga naik 16,31% secara tahunan atau
year on year
(yoy) menjadi Rp 33,83 triliun.
Jika tidak memperhitungkan nilai wajar atas investasi di PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), laba bersih ASII naik 12% jadi Rp 34 triliun.
"ASII mencatatkan pencapaian kinerja tertinggi pada tahun 2023, didukung pemulihan penjualan sepeda motor dan pertumbuhan bisnis pembiayaan konsumen," kata Presiden Direktur ASII, Djony Bunarto Tjondro, Selasa (27/2).
Penjualan sepeda motor ASII naik 22%, dengan pangsa pasar lebih tinggi. Sedangkan penjualan mobil Astra tahun 2023 menurun 2% menjadi 561.000 unit. Namun pangsa pasar meningkat dari 55% menjadi sebesar 56%.
Salah satu segmen bisnis yang memberi pertumbuhan laba tinggi adalah divisi infrastruktur dan logistik yang mencetak kenaikan laba bersih 85% menjadi Rp 973 miliar. Di sisi lain, laba bersih divisi agribisnis turun 39% menjadi Rp 841 miliar, disebabkan harga minyak kelapa sawit yang lebih rendah.ASII mengusulkan pembagian dividen final sebesar Rp 421 per saham.
Analis Panin Sekuritas, Andhika Audrey menilai, ASII akan masih bergantung pada segmen otomotif dan segmen pertambangan. Namun, pasar otomotif tahun ini akan lebih menantang. Andhika merekomendasikan hold ASII dengan target harga Rp 5.600 per saham.
HARD LANDING ’PREMI UNIT-LINKED
Pelaku industri asuransi jiwa agaknya perlu bermanuver lebih tajam dalam menghimpun premi. Pasalnya, kinerja premi salah satu produk andalan, unit-linked, jeblok dalam dua tahun terakhir karena terpukul kebijakan regulator yang memperketat aturan pemasaran sejak paruh pertama 2022. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan premi unit-linkedRp88,3 triliun pada 2023, anjlok makin dalam hingga 22,6% dibandingkan 2022 yang terkontraksi 13,3%. Penurunan itu membuat kontribusi unit-linked terhadap total premi asuransi jiwa makin susut menjadi 40,8%, tidak lagi mendominasi seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebaliknya, mulai tahun lalu, produk tradisional atau produk proteksi murni menjadi dominan. Kinerja loyo premi unit-linked berimbas pada pendapatan premi asuransi jiwa secara keseluruhan. Industri membukukan pendapatan premi hanya Rp177,66 triliun, turun 7,1% dari pendapatan premi 2022 yang sudah 5% di bawah realisasi tahun sebelumnya.Jika ditelusuri, penurunan kinerja unit-linked berlangsung sejak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan SEOJK No 5/SEOJK. 05/2022 tentang Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (Paydi). Aturan yang berlaku mulai Maret 2022 itu memperketat aturan pemasaran unit-linked. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan ada kondisi 2022 yang melatarbelakangi kemerosotan tajam premi unit-linked pada 2023. “Kemudian, saat SEOJK Paydi meluncur, industri sempat mendapatkan sedikit masa transisi, tetapi harus sepenuhnya mematuhi aturan SEOJK Paydi. Jadi, sebetulnya tidak pas 12 bulan berbanding 12 bulan karena ada ketentuan peralihan,” kata Budi dalam konferensi pers kinerja industri asuransi jiwa 2023, Selasa (27/2). Mengenai nasib unit-linked pada 2024, Budi sempat mengatakan hal itu akan bergantung pada kebutuhan masyarakat. Menurutnya, generasi muda condong pada produk unit-linked. OJK sebelumnya berekspektasi premi asuransi jiwa akan bangkit tahun ini.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono melihat penurunan premi asuransi jiwa tahun lalu sudah sampai di titik terendahnya, termasuk pada premi unit-linked.
CEO & President Director MSIG Life Wianto Chen menjelaskan peningkatan andil unit-linked tahun ini akan ditopang oleh produk baru setelah tahun lalu perusahaan vakum memasarkan produk itu. Menurutnya, produk unit-linked baru yang diluncurkan awal tahun ini telah mengikuti ketentuan SEOJK Paydi.
Andil premi unit-linked MSIG Life tahun lalu merosot menjadi 25% dari semula 75%. Adapun, total premi bruto yang dicatat atau gross written premium (GWP) MSIG Life tahun lalu hampir Rp2 triliun.
PT BNI Life Insurance juga melihat produk tradisional masih akan mendominasi pendapatan premi perusahaan tahun ini karena penjualannya lebih mudah. “Perusahaan masih melakukan penyesuaian terhadap pemasaran produk unit-linked,” kata Plt. Direktur Utama BNI Life Eben Eser Nainggolan.
Sementara itu, Indonesia Financial Group Progress (IFG Progress) menilai produk unit-linked masih terdampak scarring effectdari penerapan SEOJK Paydi. Senior Research Associate IFG Progress Ibrahim Kholilul Rohman mengatakan dampak ini terus berlanjut hingga kuartal IV/2023, terutama pada premi tunggal yang didistribusikan melalui keagenan yang terkontraksi hingga 30% selama satu tahun terakhir.
Optimalisasi Pemanfaatan Biodiesel
Pemanfaatan bahan bakar nabati biodiesel sebagai sumber energi baru terbarukan diklaim berhasil mengurangi impor bahan bakar minyak dalam jumlah signifikan. Untuk meningkatkan kontribusinya, pemerintah pun mulai memperluas penggunaannya hingga ke industri penerbangan. Sebagaimana yang disampaikan oleh pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), bahwa sepanjang 2023 penyaluran biodiesel di Indonesia telah mencapai 12,3 juta kiloliter. Dengan volume sebanyak itu, pemerintah berhasil menghemat sebesar Rp122 triliun yang berasal dari pengurangan impor solar dan minyak mentah. Tak hanya itu, penggunaan biodiesel yang sebagian besar untuk kendaraan bermotor juga berhasil menekan emisi gas rumah kaca sebesar 132 juta ton CO2 ekuivalen. Tahun ini, pemerintah menetapkan kuota penyaluran biodiesel B35 yaitu bauran solar dengan 35% bahan bakar nabati berbasis minyak sawit, sebesar 13,41 juta kiloliter. Tak cukup meningkatkan penggunaan B35, Kementerian ESDM berencana mempercepat penerapan B40 yang semula ditargetkan pada 2030. Uji penerapan program biodiesel B40 akan dilakukan tahun ini. Uji terap B40 juga bakal menyasar pada sektor non-otomotif, seperti alat berat, kapal laut, alat dan mesin pertanian, kereta api hingga industri penerbangan. Pemanfaatan biodiesel yang membutuhkan pendanaan besar mengharuskan pemerintah mengeluarkan anggaran berupa insentif untuk menarik para pelaku usaha berinvestasi di bidang usaha itu. Sebagaimana yang disampaikan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bahwa tahun lalu insentif yang dianggarkan mencapai Rp30 triliun. Insentif itu diberikan kepada pelaku usaha dan digunakan untuk menutup selisih kurang antara harga indeks pasar (HIP) bahan bakar minyak jenis minyak solar dengan harga indeks pasar bahan bakar nabati jenis biodiesel. Kebijakan menaikkan insentif replanting dari semula Rp30 juta menjadi Rp60 juta pun ditempuh untuk meningkatkan minat masyarakat. Namun, persyaratan sertifikat untuk mendapatkan bantuan pemerintah dinilai dapat memperlambat. Pemanfaatan sawit untuk biodiesel harus terus didorong untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil. Biaya produksi yang masih tinggi juga harus dicarikan solusinya agar energi tersebut makin banyak dipergunakan.
MINYAK KELAPA SAWIT : PENYELAMAT DARI DALAM NEGERI
Konsumsi dalam negeri bakal menjadi penopang industri minyak kelapa sawit nasional di tengah tekanan peningkatan produksi minyak nabati lainnya di pasar global pada paruh kedua tahun ini. Meski pangsa pasar minyak sawit Indonesia di market global mencapai 33%, peningkatan produksi minyak nabati lain di Amerika Serikat dan Eropa bisa memberikan impak serius terhadap harga salah satu komoditas andalan Indonesia itu. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) pun mengandalkan konsumsi di dalam negeri yang diproduksi bakal tumbuh seiring dengan pemanfaatannya untuk Biosolar yang saat ini sudah mencapai B35. Gapki mencatat, konsumsi minyak sawit domestik pada 2023 mengalami kenaikan 8,9% (year-on-year/YoY), dari 21,24 juta ton pada 2022 menjadi 23,13 juta ton pada 2023. Implementasi kebijakan B35 secara efektif dilakukan pada juli 2022 telah meningkatkan konsumsi minyak sawit sebesar 17,68%, yakni dari 9,04 juta ton pada 2022 menjadi 10,65 juta ton pada 2023. “Kalau kita enggak pakai untuk energi, harga makin jatuh lagi. Jadi sudah bagus sekarang ini. Dengan pemakaian dalam negeri meningkat menyebabkan harga jadi stabil,” kata Ketua Umum Gapki Eddy Martono, Selasa (27/2). Sebagai contoh, Indonesia telah meminta Tanzania untuk menjadi hub untuk permintaan minyak sawit dari negara di sekitarnya. Dalam waktu dekat, akan ada pameran minyak sawit Indonesia di Nigeria.
Optimisme itu pun diiringi dengan proyeksi produksi minyak sawit pada 2024 yang berpeluang naik sekitar 5%. Pada 2023, produksi minyak sawit, termasuk di dalamnya crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO) tercatat sebanyak 54,84 juta ton, atau naik sekitar 7% dibandingkan dengan produksi pada 2022 sebanyak 51,24 juta ton. Sekretaris Jenderal Gapki Hadi Sugeng mengatakan, adanya El Nino pada pertengahan 2023 lalu tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi kelapa sawit tahun ini. Meskipun diakui bahwa El Nino telah menyebabkan keterlambatan panen pada pertengahan 2023. Pada 2023, ekspor produk sawit Indonesia mengalami peningkatan ke beberapa negara importir seperti China, India, Afrika, Amerika Serikat, dan Bangladesh. Namun, ekspor justru menurun ke Uni Eropa dan Pakistan. Permintaan minyak sawit dari China diakui mengalami peningkatan pada 2023 menjadi 7,7 juta ton dari tahun sebelumnya sebanyak 6,2 juta ton. China menempati urutan pertama tujuan ekspor minyak sawit Indonesia, diikuti oleh India sebanyak 5,9 juta ton, dan Uni Eropa sebanyak 3,7 juta ton.
Dilansir Bloomberg, permintaan terhadap minyak sawit biasanya meningkat pada Ramadan, ketika umat Islam berbuka puasa pada malam hari setelah berpuasa siang hari. Bulan suci dimulai pada awal Maret tahun ini. Peningkatan konsumsi juga berlangsung sebulan kemudian, yakni pada Hari Raya Idulfitri, ketika orang-orang mudik ke kota asal mereka untuk bersilaturahmi dengan keluarga. Abdul Hameed, Direktur Penjualan Manzoor Trading di Lahore, Pakistan, mengatakan permintaan yang tinggi selama Ramadan, khususnya di Indonesia dan Malaysia, semestinya mengurangi stok. Perusahaan Fitch Solution itu mengatakan harga CPO mungkin akan lebih lemah dari level saat ini karena ekspektasi panen kedelai dalam jumlah besar, permintaan di China yang lemah, dan dampak El Nino terhadap produksi kelapa sawit yang masih lemah.









