;

Deindustrialisasi Hambat Kelas Menengah ”Naik Kelas”

Yoga 28 Feb 2024 Kompas

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira di Jakarta, Selasa (27/2) berpendapat, tantangan yang menyulitkan mobilitas sosial kelas menengah menjadi kaya bersifat struktural. Situasi ini terbentuk karena kurangnya kebijakan industri atau reformasi struktural dalam ekonomi. Deindustrialisasi dini yang berlangsung selama 15 tahun terakhir menyebabkan pendapatan kelas menengah kurang optimal. ”Selain itu, porsi kelas menengah yang cukup besar di sektor informal membuat pendapatan sulit meningkat signifikan. Pekerja sektor informal juga rentan terdampak volatilitas ekonomi karena kurangnya jaring pengaman sosial,” ujarnya. Sesuai data mikro Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS tahun 2012-2021 yang diolah Tim Jurnalisme Data Harian Kompas menunjukkan, ada kesenjangan sisa gaji per bulan antara kelas menengah dan kelas kaya usia produktif (15-64 tahun) pada tahun 2021.

Sisa gaji warga kelas atas Rp 1,59 juta per orang per bulan nilainya setara 3,64 kali lebih besar dari warga kelas menengah. Dengan rata-rata sisa gaji kelas menengah pada 2021 senilai Rp 435.888 per bulan, tidak banyak uang yang bisa ditabung dan diinvestasikan. Kondisi ini menyulitkan kelas menengah yang jumlahnya 38,5 juta jiwa (20,7 5 penduduk Indonesia) naik kelas menjadi orang kaya. Menurut Bhima, solusi mengatasi tantangan tersebut adalah kembali ke kebijakan industrialisasi, salah satunya dengan mengarahkan hilirisasi sumber daya alam dengan pemenuhan industri barang jadi dalam negeri. ”Selain memperkuat industrialisasi, upaya memperbesar sektor formal bisa didorong dengan keberpihakan pengadaan barang jasa di tingkat pemerintah daerah,” katanya. (Yoga) 

Rumah Tropis Jadi Pilihan Milenial

Yoga 28 Feb 2024 Kompas

Rancangan rumah di daerah tropis seperti Indonesia tidak hanya mempertimbangkan iklim, tetapi juga kebiasaan warga. Kebiasaan yang sudah terbentuk itu dapat diimplementasikan dalam pembangunan rumah. ”Sejatinya, kita adalah manusia outdoor, aktivitas banyak dilakukan di luar rumah dengan interaksi sosial tinggi. Lihat saja, jiwa gotong royong kita juga tinggi,” kata arsitek Yori Antar dalam peluncuran Kluster Agra Suvarna Sutera di Tangerang, Banten, Selasa (27/2). Kebiasaan dan kebutuhan ini dapat diakomodasi dalam rumah modern dengan ruang-ruang terbuka. Ruang tanpa sekat ini membuat keluarga dapat berinteraksi dengan akrab. Ruang keluarga yang bersambung dengan ruang makan dan dapur membuat keluarga dapat saling berbicara satu sama lain.

”Ada teras di rumah tropis, Fungsinya untuk mendinginkan udara panas,” kata Yori. Dia mencermati, perumahan yang dibangun Belanda seperti di Menteng, Jakpus, yang sudah disesuaikan dengan iklim. Rumah dibangun dengan ruang besar, taman, dan teras yang mengelilingi rumah, tidak hanya untuk keindahan, tetapi juga berfungsi meredam panas dan ventilasi silang dengan langit-langit tinggi dan berbagai bukaan. Kebiasaan dan penyesuaian itu dapat diaplikasikan pada perumahan modern dan disukai kalangan muda yang mulai mencari rumah tinggal. Dengan konsep itu, Yori merancang Kluster Agra dari Suvarna Sutera. Kluster ini berkonsep tropis sesuai dengan iklim Indonesia.

Pangsa pasarnya adalah generasi milenial. ”Layout juga multifungsi, bisa mengakomodasi berbagai kebutuhan penghuninya,” ujar Henny Meyliana, Marketing & Sales Director Suvarna Sutera. Agra merupakan kluster pertama dari superkluster Cemara dengan luas lahan 1,9 hektar dan nilai pengembangan sebesar Rp 765 miliar. Luasan rumah di kluster ini dimulai dari 105 meter persegi hingga tipe sudut dengan luasan 165 meter persegi. Menurut survei yang dipaparkan Henny, kelompok usia milenial paling banyak menginginkan rumah tapak dengan luasan mulai 60-100 meter persegi (38,6 persen) dan 100-150 meter persegi (27 %). Dari kisaran harga, milenial tertarik pada rumah dengan rentang harga Rp 400 juta-Rp 1 miliar per unit (32,2 %) dan Rp 1 miliar-Rp 3 miliar per unit (35,7 %). Kluster Agra ditawarkan mulai Rp 1,3 miliar untuk harga perdananya. (Yoga) 

WTO Bahas Subsidi Perikanan, Penyelesaian Sengketa, dan Netflix

Yoga 28 Feb 2024 Kompas

Pembahasan mengenai pembatasan subsidi perikanan dan isu ketahanan pangan berjalan alot dalam Konferensi Tingkat Menteri Ke-13 Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Penyegaran fungsi-fungsi organisasiini, utamanya dalam penyelesaian sengketa, diperlukan di tengah kondisi perdagangan internasional yang penuh gejolak. WTO menggelar KTM ke-13 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), 26-29 Februari. Acara dibuka pada Senin (26/2) petang WIB. Pada hari kedua, Selasa, para menteri perdagangan dunia memasuki agenda pembahasan negosiasi terkait sector perikanan dan pertanian. Dilansir dari AFP, Selasa, pembicaraan tertutup akan berlangsung pada hari kedua konferensi yang dijadwalkan berlangsung hingga Kamis.

Namun, pembahasan bisa molor karena tak kunjung ada konsensus di antara 163 negara anggota dan anggota baru, yakni Komoros dan Timor Leste. Kesepakatan penghapusan subsidi yang mendorong penangkapan ikan berlebihan (overfishing) dan mengancam keberlanjutan stok ikan belum mencapai konsensus pada KTM ke-12, Juni 2022. Implementasi Kesepakatan Subsidi Perikanan (Fisheries Subsidies Agreement/FSA) baru dilakukan apabila sudah diratifikasi dua pertiga dari seluruh anggota WTO. Selain isu subsidi perikanan, isu pertanian yang berkaitan dengan program kepemilikan saham publik untuk tujuan ketahanan pangan menjadi tema perundingan hari kedua.

Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono mengatakan, terkait isu pertanian, Indonesia bersama negara anggota G33, kelompok negara Afrika, Karibia, dan Pasifik, kelompok negara Afrika, serta negara-negara kurang berkembang mendorong adanya kesepakatan mengenai Pemilikan Saham Publik untuk ketahanan pangan. Mengenai isu subsidi perikanan, lanjut Djatmiko, Indonesia akan memperjuangkan di fase perundingan tahap ke-2 ini agar tercipta kesepakatan yang seimbang dan efektif, khususnya, terkait permasalahan yang belum terselesaikan, yakni overfishing overcapacity (OFOC) serta perlakuan khusus dan berbeda (special and differential treatment/SDT) di pilar OFOC.

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menjelaskan, moratorium menyebabkan hingga saat ini perusahaan luar negeri penyedia layanan streaming musik, video, dan komutasi awan di Indonesia tidak dibebankan tarif impor data untuk aktivitas layanan mereka. Dari sisi pendapatan negara, kebijakan itu merugikan sejumlah negara,termasuk Indonesia, karena menghilangkan potensi pendapatan. Secara rinci, kata Nailul, harga berlangganan layanan streaming digital, seperti Netflix, Spotify, dan Vidio, saat ini tak menghitung biaya impor jasa ”data” dari luar negeri. Penghentian moratorium akan menyebabkan biaya berlangganan Netflix lebih mahal karena ada biaya bea masuk layanan data dari luar negeri. (Yoga) 

Pelesiran ke Tempat ”Wisata Mirip” yang Hemat dan Memikat

Yoga 28 Feb 2024 Kompas

Sejak 2023, pariwisata memang mulai pulih lagi seperti sebelum pandemi Covid-19. Hal ini jelas menggembirakan bagi industri pariwisata. Namun, menyebabkan ketidaknyamanan bagi wisatawan. Tak hanya terlalu ramai, tempat wisata favorit mereka juga menjadi sangat mahal. Jalan keluarnya adalah ”destinasi-destinasi mirip (destination dupes),” yang merujuk pada tempat-tempat tujuan wisata altenatif yang mirip dengan lokasi wisata awal yang semula dituju. Di destinasi-destinasi mirip itu tidak ditemukan monumen ikonik atau museum-museum terkenal. Meski demikian, pengalaman yang ditawarkan dari kunjungan ke destinasi-destinasi tiruan itu disebut bisa menghadirkan kejutan dan suasana lebih rileks. Para pembuat konten atau pemengaruh juga sering kali menyebut kunjungan ke lokasi-lokasi mirip itu layak dibagikan ke media sosial Instagram (instagramable).

Laman The New York Times pada 31 Januari 2024 melaporkan, pada 2024 lebih dari separuh warga AS merencanakan pergi ke tempat-tempat dengan biaya hidup yang lebih murah daripada biaya di kota mereka tinggal. Mengutip keterangan agen perjalanan daring, Booking.com, Times melaporkan, 60 % warga AS mencari tujuan wisata mirip atau mencari lokasi alternatif yang lebih murah daripada pergi ke destinasi mahal. Perusahaan layanan perjalanan Expedia, seperti dikutip lamanEuronews, mendaftar sejumlah destinasi mirip yang bakal menjadi tren pada 2024. Contohnya, Barcelona merupakan kota yang sangat ramai dan paling banyak dikunjungi di Spanyol. Sedemikian membeludak kunjungan wisatawan, pihak berwenang terpaksa membatasi kegiatan pariwisata dan penumpang kapal pesiar demi menekan dampak negatif bagi penduduk setempat. Pelancong bisa memilih Girona yang mirip Barcelona.

Wilayah di timur laut Barcelona ini bisa ditempuh dengan satu jam berkereta dari Barcelona. Girona memiliki kekayaan arsitektur yang akan disukai oleh penggemar sejarah. Di Girona, wisatawan bisa menikmati permukiman Yahudi bak labirin, gedung-gedung bertembok dinding abad pertengahan, dan gedung katedral yang megah. Girona juga terkenal dengan wisata kuliner dengan harga 25 % lebih murah daripada di Barcelona. Jika mencari laut, pasir, dan kemewahan tetapi anggaran terbatas, bisa mempertimbangkan untuk pergi ke Pantai Turquoise di Turki daripada pergi ke Cote d’Azur di Perancis. Garis pantai Semenanjung Bodrum yang mirip Saint Tropez (Perancis) penuh dengan resor berakses langsung ke perairan jernih. Di Bodrum, Anda bisa memilih menginap di hotel-hotel ternama atau di tempat-tempat penginapan yang ramah dompet. (Yoga) 

Samsu, Damai Setelah Menjaga Alam

Yoga 28 Feb 2024 Kompas (H)

Dulu, Samsu alias Isam (39) keluar-masuk hutan untuk menambang emas dan membalak tanpa izin. Kini, ia hidup lebih tenang bersama alam lestari yang ia jaga. Ia pernah ditangkap polisi 20 tahun lalu ketika membalak di hutan seberang Sungai. Isam masih sempat membalak lagi selama empat bulan sejak ia ditangkap. Belakangan, ia ingin hidup tenang. Dia sadar penghasilan membalak lumayan besar, sekitar Rp 2 juta per minggu. Namun, tidak sepadan jika nyawanya melayang. Itu sebabnya, ia mulai berpikir untuk mencari pekerjaan baru. ”Saya ingin hidup tenang, tidak dikejar aparat,” cerita Isam di Sekonyer, Kamis (22/2). Dari ayahnya, dia mendapat informasi lowongan pekerjaan di sebuah yayasan yang bekerja di dalam dan di kawasan penyangga Taman Nasional Tanjung Putting (TNTP), Friends of The National Park Foundation (FNPF).

Pinangan itu diterima Agustus 2004. Sebagai warga lokal, Isam dianggap tahu betul kawasan tersebut. Pekerjaan awalnya mengurus orangutan. Isam dibayar Rp 450.000 per bulan, jauh dari penghasilannya saat membalak. Akan tetapi, Isam menganggap semua ujian hidup memberikan kebaikan. Apalagi, ia didukung keluarga. Istrinya tidak protes. Dia justru membantu Isam menambah penghasilan mulai dari berjualan sayur, buah, hingga gelang dan cincin. ”Bapak juga menitipkan sepetak lahan. Di sana, kami menanam sayur,” katanya. Setelah dinilai berhasil mengurus orangutan, Isam ditugaskan ke program penanaman pohon. Program itu tak hanya menyelamatkan kawasan hutan yang rusak, tetapi juga membuat habitat satwa di hutan. Awalnya, Isam diberi tugas mengurus 14 hektar lahan di dalam kawasan TNTP.

”Saya belajar terus sama yang sudah ahli di FNPF hingga akhirnya lebih banyak pohon yang tumbuh.” Lama ikut melestarikan alam, cinta itu bertambah besar. Tanpa anggaran dari FNPF, ia mengumpulkan sampah kemasan untuk dijadikan polybag penyemaian pohon. Isam dan ayahnya bahkan mengumpulkan uang hinggabisa membeli lahan petak demi petak di luar kawasan TNTP untuk dijadikan hutan jerumbun (kawasan luas yang hijau). Ada lahan yang dibeli dengan harga Rp 5 juta sampai lebih dari Rp 15 juta dengan berbagai ukuran. Jerumbun merupakan kawasan konservasi yang berada di kawasan lindung, statusnya justru area penggunaan lain (APL). Namun, jika di lahan lain APL dijadikan kebun sawit atau tambang, Isam justru memilih menyelamatkannya dari berbagai aktivitas ilegal.  Isam kini hidup jauh lebih tenang dengan alam di sekitarnya yang jauh lebih hija (Yoga) 

Laju Inflasi Tersulut Lonjakan Harga Pangan

Hairul Rizal 28 Feb 2024 Kontan

Gejolak harga sejumlah bahan pangan berpotensi mengerek inflasi selama kuartal pertama tahun ini. Demi meredam lonjakan inflasi, pemerintah perlu menjaga stabilitas harga pangan dengan mengamankan pasokan dan distribusinya, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran 2024. Bukan hanya harga beras, minyak goreng dan cabai, harga daging sapi juga kemungkinan besar bakal terkerek lantaran kebijakan impor komoditas ini masih tertahan. Sejumlah ekonom pun memprediksi inflasi pada Februari 2024 akan menanjak akibat kenaikan harga pangan atau volatile food. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky melihat, faktor pendorong inflasi Februari 2024 adalah kenaikan harga pangan. "Pendorognya adalah komponen pangan, baik beras, telur ayam, cabai. Ini mendorong inflasi Februari 2024," kata dia, kemarin. Sesuai pola musiman, biasanya di periode tersebut ada eskalasi harga pangan yang kemudian menyundut inflasi umum indeks harga konsumen (IHK). Selain itu, ada potensi puncak kemarau pada Mei 2024. Ini juga selaras dengan prediksi BMKG. LPEM FEB UI meyakini inflasi pada Februari 2024 berada di kisaran 2,5%-2,6% year-on-year (yoy). Pada Januari 2024, inflasi di level 2,57% yoy. Prediksi Kepala Ekonom BCA David Sumual lebih tinggi lagi, inflasi di kisaran 2,74% yoy. Sependapat dengan Riefky, David juga menilai kenaikan inflasi Februari 2024 didorong lonjakan harga makanan pokok. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga mencermati eskalasi harga beras yang turut menyumbang inflasi. Menurut dia, inflasi harga bergejolak (volatile food) dipengaruhi oleh kenaikan harga pangan kebutuhan pokok, terutama beras. Pada Februari 2024, harga beras sudah naik 3,8% secara bulanan (mom). Maka salah satu opsinya adalah mengimpor beras. Namun kebijakan impor juga agak terhambat oleh beberapa negara produsen beras lainnya yang menerapkan pembatasan ekspor pangan. Agar inflasi pangan tak semakin liar, Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo menyarankan pemerintah perlu giat mengintervensi pasar. "Perlu menjaga ketersediaan bahan pangan agar terjangkau," imbuh dia.

Menanti Tuah Maraknya, Aksi Korporasi di BUMN

Hairul Rizal 28 Feb 2024 Kontan (H)

Barisan saham emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) layak menjadi perhatian pelaku pasar. Selain getol menggelar aksi korporasi dan restrukturisasi, sejumlah katalis mengiringi emiten pelat merah tersebut. Aksi terbaru, Mining Industri Indonesia (Mind ID) resmi mengakuisisi 14% saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Langkah ini menambah kepemilikan holding tambang BUMN tersebut dari sebelumnya 20% menjadi 34% atas saham INCO. Pasar merespons aksi ini. Saham INCO melonjak 3,92% ke level Rp 3.980 pada Selasa (27/2). Tapi saham emiten tambang anggota Mind ID, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), justru melorot 2,31% ke Rp 1.480. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Nurwachidah menjelaskan, akuisisi saham INCO oleh Mind ID tidak banyak berpengaruh signifikan bagi emiten tambang BUMN. Selain akuisisi, Associate Director Jasa Utama Capital Sekuritas, Hadrian Maynard juga menyoroti aksi BUMN lain yakni restrukturisasi utang pada sejumlah emiten pelat merah. Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada sepakat, butuh waktu sebagai pembuktian, sejauh mana restrukturisasi tersebut bisa menyehatkan fundamental dan kinerja keuangan emiten. Hadrian turut melirik saham bank BUMN yang menunjukkan ketahanan dan potensi pertumbuhan yang signifikan. Terlebih sebentar lagi memasuki musim pembagian dividen yang bisa menambah daya tarik pelaku pasar terhadap saham perbankan. Sentimen itu akan menjadi katalis positif pendongkrak emiten terkait infrastruktur seperti PT PP Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Masih dari sektor infrastruktur, analis Stocknow.id, Muhammad Thoriq Fadilla menilai, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) akan mendapatkan momentum yang menarik menjelang musim mudik Idul Fitri. Dus, Thoriq menilai JSMR layak koleksi dengan target harga Rp 5.800.

Defisit Gaji Warga Bayangi Indonesia Emas 2045

Yoga 27 Feb 2024 Kompas (H)

Pendapatan penduduk usia 17-40 tahun yang masuk calon kelas menengah dan kelas menengah diprediksi di bawah angka pengeluaran bulanan pada 2045. Defisit gaji ini bisa melanda 69 juta warga dan mengganggu pencapaian cita-cita Indonesia Emas 2045. Tim Jurnalisme Data Harian Kompas mendapatkan fakta itu dari pengolahan data pengeluaran Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2021, pendapatan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2021, serta garis kemiskinan sepanjang 2011-2017 dan 2021. Ketiga data itu bersumber dari BPS. Bank Dunia mendefinisikan, calon kelas menengah Indonesia memiliki pengeluaran sebesar 1,5-3,5 kali garis kemiskinan per kapita per bulan, setara Rp 729.252-Rp 1,7 juta per orang per bulan.

Kelas menengah Indonesia didefinisikan memiliki pengeluaran 3,5-17 kali lipat garis kemiskinan per kapita per bulan, setara Rp 1,7 juta-Rp 8,26 juta per orang per bulan. Proyeksi pada 2030 dan 2045 menggunakan rata-rata pengeluaran dan pendapatan kelompok calon kelas menengah dan kelas menengah yang berusia 17-40 tahun pada 2012-2017 dan 2021. Dari pemodelan itu, rata-rata gaji dan pengeluaran warga calon kelas menengah pada 2030 diperkirakan Rp 1,26 juta per kapita per bulan dan Rp 1,64 juta per kapita per bulan. Pada 2045, angka gaji dan pengeluaran tersebut mencapai Rp 1,7 juta per kapita per bulan dan Rp 2,52 juta per kapita per bulan.

Artinya, rata-rata gaji warga calon kelas menengah pada 2030 dan 2045 lebih rendah Rp 384.109 dan Rp 818.472 dibandingkan pengeluarannya. Sementara rata-rata upah dan pengeluaran warga kelas menengah pada 2030 diperkirakan Rp 3,89 juta per kapita per bulan dan Rp 4,01 juta per kapita per bulan. Nilai upah dan pengeluaran itu diproyeksikan menyentuh Rp 5,62 juta per kapita per bulan dan Rp 6,06 juta per kapita per bulan pada 2045. Dengan demikian, rata-rata pengeluaran kelas menengah lebih tinggi Rp 118.986 pada 2030 dan Rp 431.917 pada 2045 dibandingkan upahnya. (Yoga) 

Menyasar Pertumbuhan Ekonomi 5,6%

Yuniati Turjandini 27 Feb 2024 Investor Daily

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,3% hingga 5,6% pada 2025. Meski terbilang tinggi, target pertumbuhan ekonomi yang dirancang tersebut tetap mencerminkan kehati-hatian terhadap risiko ekonomi global seperti resesi. Adapun target pemerintah untuk menurunkan  tingkat kemiskinan pada tahun depan sekitar 6% sampai dengan 7%, serta tingkat pengangguran terbuka  di angka 4% sampai dengan 5%. Beberapa target tersebut dibahas dalam sidang  kabinet paripurna yang dipimpin  Presiden Joko Widodo  di istana Negara, Jakarta, Senin (26/2/2024). Dalam sambutan sidang di awal paripurna Presiden menyoroti tentang situasi  dan risiko ketidakpastian  ekonomi global yang berpengaruh  pada Kerangka ekonomi makro tahun 2025. Kepala Negara mengatakan bahwa perekonomian beberapa negara seperti Inggris dan Jepang sudah masuk kedalam resesi. "Antisipasi dalam menyusun target pertumbuhan juga harus mencerminkan kehati-hatian tapi optimisme dan kreadibilitas  agar tetap harus kita jaga. Kita tahu semuanya bahwa beberapa negara  sudah masuk ke resesi seperti Jepang, Inggris yang baru saja masuk proses resesi itu," kata Presiden Jokowi. (Yetede)

April, Kebutuhan Pembiayaan Korporasi Diprediksi Meningkat

Yuniati Turjandini 27 Feb 2024 Investor Daily
Bank Indonesia (BI) dalam surveinya menyebutkan bahwa kebutuhan pembiayaan  korporasi diperkirakan  meningkat pada posisi April 2024. Peningkatan terjadi pada lapangan usaha pertanian, konstruksi, serta industri pengolahan. Berdasarkan survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan, saldo bersih tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi posisi April 2024  sebesar 29,3%, lebih tinggi dibandingkan SBT maret 2024  yaitu 22,1%. Pertumbuhan pembiayaan korporasi  terutama digunakan untuk mendukung aktivitas operasional dan investasi. Sementara itu, kebutuhan pembiayaan korporasi pada Januari 2024 terindikasi tumbuh terbatas. Tercermin dari SBT 6,5% lebih rendah dari SBT 18,4% pada Desember 2023. Pertumbuhan kebutuhan pembiayaan korporasi terutama didorong oleh peningkatan kebutuhan pada usaha pertambangan. (Yetede)

Pilihan Editor