Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )INDUSTRI MANUFAKTUR : Ambisi RI jadi Hub Farmasi & Alkes
Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi hub manufaktur untuk industri farmasi dan alat kesehatan. Salah satu yang dilakukan dengan memperkuat kemitraan Indonesia-Jepang di subsektor industri tersebut. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Jepang merupakan negara terdepan yang aktif berinvestasi di sektor industri farmasi, produk obat kimia, dan obat tradisional. Hingga saat ini, lebih dari sepuluh perusahaan farmasi Jepang terus beroperasi dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan kesehatan nasional. Selain itu, sebagian besar dari mereka telah beroperasi lebih dari 50 tahun sejak didirikan di Indonesia.Pemerintah berharap kerja sama investasi dan bentuk kemitraan lainnya antara Indonesia dan Jepang terus meningkat sehingga inovasi teknis dan kemajuan di bidang farmasi dapat bermanfaat bagi banyak sektor masyarakat yang membutuhkannya.
Menurutnya, terdapat beberapa faktor utama yang membuat Indonesia menarik bagi produsen alat kesehatan yakni pasar yang besar dan terus bertumbuh, populasi generasi muda, meningkatnya kelas menengah, kebijakan pemerintah yang probisnis, serta ketersediaan tenaga kerja industri terampil. Untuk mendukung kebijakan substitusi impor, pihaknya terus membuka peluang yang menjanjikan untuk para perusahaan berinvestasi di sektor bahan baku untuk industri farmasi dan alat kesehatan.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menuturkan, untuk menarik perusahaan alat kesehatan dan farmasi Jepang berinvestasi dibutuhkan daya saing iklim investasi yang bagus di Indonesia.
Mendongkrak Daya Saing Industri Kesehatan Nasional
Dituntut Keterbukaan KPK untuk Tepis Ketidakpastian
Setelah kembali ke Indonesia, Mentan Syahrul Yasin Limpo mengajukan
pengunduran diri sebagai menteri kepada Mensesneg Pratikno, Kamis (5/10) dengan
alasan agar ia bisa menghadapi proses hukum dengan serius. Sebelumnya KPK menggeledah
rumah dinas menteri yang ditempati Syahrul, kantor Kementan, dan rumah pribadi Syahrul
di Makassar, Sulsel, guna kepentingan penyidikan dugaan korupsi di Kementan. Namun,
hingga semalam, KPK belum mengumumkan tersangka dan kronologi kasus ini.
Padahal, tidak menutup kemungkinan sejumlah pihak terlibat
walaupun Menkopolhukam, Mahfud MD telah menyebutkan bahwa Syahrul menjadi
tersangka dalam kasus ini. Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum UGM,
Zaenur Rohman, mengatakan, KPK perlu menyampaikan kronologi kasus ini dengan
jelas. Mulai dari kapan perkara ini diterima laporannya, waktu penyelidikan hingga
penyidikan, siapa saja tersangkanya, alat bukti yang dikumpulkan, dan bagaimana
kasus pidananya.
”Saat ini justru menimbulkan situasi ketidakpastian. SYL
(Syahrul) belum diumumkan sebagai tersangka, tetapi Mahfud mengumumkan SYL
sebagai tersangka,” kata Zaenur. KPK telah mengungkap adanya tiga kluster
perkara dalam dugaan korupsi di Kementan, terkait dugaan pemerasan dalam
jabatan, penerimaan gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang. Namun, KPK
belum juga menjelaskan kronologi perkara dan pihak-pihak yang terlibat pada
tiap-tiap perkara tersebut. (Yoga)
Merampok Hak Orangtua Kita
Kejahatan keuangan di dana pensiun ternyata bukan isapan jempol.
Semula hanyalah gosip, tetapi kini terkuak mereka yang merampok hak orangtua
kita. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, 70 % dari 48 dana pensiun di bawah paying
BUMN berstatus tidak sehat. Selain penyimpangan investasi, minimnya
akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana telah meningkatkan potensi
masalah di tubuh dana pensiun BUMN. ”Ini
amat sangat mengecewakan pegawai (BUMN) yang telah bekerja puluhan tahun. Masa
tuanya dirampok pengelola yang biadab,” kata Erick dalam konferensi pers
perkara dana pensiun BUMN di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (3/10).
Indikasi masalah yang menjangkiti 34 dana pensiun BUMN ditemukan
setelah terbongkarnya penyelewengan pengelolaan dana oleh PT Asuransi Jiwasraya
(Persero) dan PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri)
(Kompas, 4/10). Untuk mengetahui dampak dari kejahatan ini, kita bisa menanyakan
orangtua kita yang hak pensiunnya terpaksa dipotong, dimana mereka harus
menelan ludah karena penghasilan menurun drastis karena ada yang hilang sekitar
50 %. OJK tentu sudah melakukan berbagai upaya maksimal. Mereka melakukan
pelindungan dan pengawasan terhadap dana kelolaan serta investasi. Pengawasan mungkin
perlu diperketat dalam konteks bagaimana para pengelola bisa memahami asal-usul
dana kelolaan sehingga bertindak lebih hati-hati. (Yoga)
Potensi Pasar Baru KA Argo Parahyangan
PROBLEM PELIK PINJOL
Cahaya Terang dari Sektor Hulu Migas
Pendar cahaya terang mulai datang dari industri hulu minyak dan gas bumi atau migas nasional. Penemuan cadangan gas bumi dengan volume jumbo oleh Eni, perusahaan asal Italia, mendorong sentimen positif di industri yang tinggi modal dan risiko ini. Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Eni menemukan cadangan gas di Wilayah Kerja North Ganal, sekitar 85 kilometer lepas pantai Kalimantan Timur. Proyeksi awal gas in place mencapai 5 trilion cubic feed (TCF). Adapun, proyeksi discovered resources lebih kurang 609 juta barel setara minyak. Data tersebut menjadikan temuan di sumur Geng North-1 sebagai salah satu dari tiga besar temuan eksplorasi dunia pada tahun ini. Penemuan ini pun memberikan sinyal optimisme bahwa pencapaian target produksi minyak mentah 1 juta barel, dan produksi gas sebesar 12 billion standard cubic feet per day (BScFD) pada 2030, telah berada di jalur yang tepat. Penemuan cadangan gas raksasa ini makin memperkuat fakta bahwa potensi gas bumi di Tanah Air masih begitu menjanjikan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis potensi gas bumi mencapai 41,62 TCF dengan 68 cekungan potensial dari total 128 cekungan yang masih perawan. Plant of development (PoD) yang matang menjadi kunci untuk mencapai target first gas di sumur Geng North-1 dalam jangka waktu 2 tahun ke depan. Penemuan cadangan gas raksasa di Kaltim ini, pada dasarnya buah manis dari sejumlah strategi yang diimplementasikan pemerintah untuk mencapai target produksi migas 2030. Selama ini, pemerintah mendorong sekaligus membantu KKKS untuk menoptimalisasikan produksi migas di lapangan existing. Dari sisi eksternal, pemerintah juga rutin melakukan penjajakan kerja sama dengan institusi riset global untuk meningkatkan kualitas data guna menemukan penemuan cadangan yang besar.
Januari 2024, UU Kesehatan Diimplementasikan
Mentan Syahrul Yasin Limpo Resmi Mengundurkan Resmi Ajukan Pengunduran Diri
Menyingkap Dugaan Kartel Pinjol
PANDU Syahputra terduduk memandangi layar telepon selulernya yang terus berkedip. Pesan berisi peringatan pembayaran tagihan dari sebuah platform pinjaman online (pinjol) terus membanjiri ponselnya, setelah dia gagal melunasi utangnya sesuai dengan tenggat sejak dua bulan lalu. "Waktu itu terpaksa meminjam karena ada kebutuhan keluarga mendesak untuk biaya kesehatan. Memang prosesnya cepat, tapi ternyata bunga dan biaya lain-lain tinggi," ucap dia kepada Tempo, kemarin. Saat mengajukan pinjaman, Pandu mendapat pencairan sebesar Rp 3,2 juta untuk tenor 28 hari. Dari jumlah itu, Pandu dikenai bunga dan biaya layanan Rp 440 ribu. Maka total yang harus dibayar sebesar Rp 3.640.000. Namun jumlah tagihan itu terus berlipat ketika dia gagal menepati pembayaran sesuai dengan tenggat. "Sekarang jumlah yang harus saya bayar menyentuh Rp 4 juta karena keterlambatan dihitung denda setiap hari."
Karyawan swasta 31 tahun itu cukup kaget dengan jumlah utang yang terus menumpuk. Padahal dia memastikan sudah memilih penyelenggara pinjol alias fintech lending resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Saya belum mampu melunasi karena gaji bulanan masih habis untuk keperluan pengobatan keluarga. Saya sudah minta tambahan waktu, tapi bunga terus berjalan dan teror peringatan bayar tagihan terus masuk," ucapnya. Pandu pun bertekad segera melunasi utangnya agar segera keluar dari jerat bunga tinggi industri pinjol. Keluhan bunga pinjol yang menyengsarakan para peminjam sudah lama dan telah berkali-kali disuarakan masyarakat, terutama lewat media sosial. Belakangan isu ini kembali mencuat setelah dikabarkan bahwa sejumlah nasabah pinjol yang tak mampu melunasi utangnya memilih mengakhiri hidup. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









