INDUSTRI MANUFAKTUR : Ambisi RI jadi Hub Farmasi & Alkes
Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi hub manufaktur untuk industri farmasi dan alat kesehatan. Salah satu yang dilakukan dengan memperkuat kemitraan Indonesia-Jepang di subsektor industri tersebut. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Jepang merupakan negara terdepan yang aktif berinvestasi di sektor industri farmasi, produk obat kimia, dan obat tradisional. Hingga saat ini, lebih dari sepuluh perusahaan farmasi Jepang terus beroperasi dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan kesehatan nasional. Selain itu, sebagian besar dari mereka telah beroperasi lebih dari 50 tahun sejak didirikan di Indonesia.Pemerintah berharap kerja sama investasi dan bentuk kemitraan lainnya antara Indonesia dan Jepang terus meningkat sehingga inovasi teknis dan kemajuan di bidang farmasi dapat bermanfaat bagi banyak sektor masyarakat yang membutuhkannya.
Menurutnya, terdapat beberapa faktor utama yang membuat Indonesia menarik bagi produsen alat kesehatan yakni pasar yang besar dan terus bertumbuh, populasi generasi muda, meningkatnya kelas menengah, kebijakan pemerintah yang probisnis, serta ketersediaan tenaga kerja industri terampil. Untuk mendukung kebijakan substitusi impor, pihaknya terus membuka peluang yang menjanjikan untuk para perusahaan berinvestasi di sektor bahan baku untuk industri farmasi dan alat kesehatan.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menuturkan, untuk menarik perusahaan alat kesehatan dan farmasi Jepang berinvestasi dibutuhkan daya saing iklim investasi yang bagus di Indonesia.
Tags :
#KesehatanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023