;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Capaian Reforma Agraria Masih Timpang

15 Jan 2024

Capaian program reforma agraria dinilai masih jauh dari harapan meski pemerintah berupaya menjalankannya. Program reforma agraria masih bertumpu pada legalisasi aset tanah sehingga belum benar-benar mengurai ketimpangan untuk mencapai keadilan agraria. Realisasi program reforma agraria yang digulirkan selama 2015-2023 juga masih timpang. Reforma berskema legalisasi aset dan redistribusi tanah eks hak guna usaha (HGU), tanah telantar, dan tanah negara jauh lebih dominan capaiannya ketimbang redistribusi tanah di kawasan hutan. Reforma agraria merupakan agenda Nawacita ke-5 Presiden Jokowi, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2015-2019 yang kemudian dilanjutkan dalam RPJMN 2020-2024. Terkait itu, pemerintah merencanakan reforma agraria seluas 9 juta hektar, meliputi legalisasi aset dengan target 4,5 juta ha dan redistribusi tanah 4,5 juta ha. Legalisasi aset itu mencakup 3,9 juta ha tanah warga dan 0,6 juta ha tanah transmigrasi.

Adapun redistribusi tanah terdiri dari pelepasan 4,1 juta ha kawasan hutan serta 0,4 juta ha lahan eks HGU, tanah telantar, dan tanah negara lainnya. Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto, Rabu (10/1/2024) mengatakan, hingga akhir 2023, realisasi legalisasi aset mencapai 110,5 juta bidang tanah dari target 126 juta bidang. Sertifikasi aset itu mencakup tanah warga dan transmigran yang belum bersertifikat. Adapun redistribusi tanah di kawasan hutan baru terealisasi 379.621,85 ha atau 9,26 % dari target 4,1 juta ha. Sedang redistribusi tanah eks HGU, tanah telantar, dan tanah negara yang terealisasi 1,43 juta ha atau 358,23 % dari target 0,4 juta ha. ”Legalisasi aset sudah sesuai rencana. Begitu juga dengan redistribusitanah eks HGU,tanah telantar, dan tanah negara yang jauh melampaui target. Namun, untuk redistribusi tanah di kawasan hutan masih belum maksimal,” kata Hadi saat ditemui Kompas di Kementerian ATR/BPN. (Yoga)

Jokowi Ajak Pengusaha Brunei Investasi di IKN

15 Jan 2024
Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan para pengusaha atau konsorsium investor Brunei Darussalam di Bandar Seri Begawan, Sabtu (13/1/2024) malam. Dalam kesempatan itu, Jokowi memaparkan potensi investasi dan rencana pemerintah membangun Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia berharap para pengusaha asal Brunei Darussalam dapat merealisasikan minat mereka untuk berinvestasi di proyek pembangunan IKN. (Yoga)

Tantangan Berat 2024

15 Jan 2024

Tahun ini tidak mudah bagi banyak negara. Menurut Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi global 2024 turun menjadi 2,4 % dari 2,6 % pada 2023, lebih rendah satu poin dibandingkan rata-rata pertumbuhan pada 2010-an. Bank Dunia juga memperkirakan, negara-negara berkembang hanya tumbuh 3,9 %n tahun ini, lebih dari satu poin di bawah rata-rata pertumbuhan pada dekade sebelumnya. Turut merefleksikan pelemahan perekonomian dunia, pertumbuhan perdagangan global tahun 2024 diperkirakan hanya setengah rata-rata pertumbuhan perdagangan global pada dekade lalu (The World Bank, ”Global Economy Set for Weakest Half-Decade Performance in 30 Years”, 9/1/2024).

Seperti ditulis dalam Kompas.id edisi 12 Januari 2024, perlambatan ekonomi dunia itu adalah dampak dari kebijakan moneter ketat yang diambil negara maju guna mengelola inflasi. Suku bunga tinggi membuat investasi global terhambat. Kenaikan harga bahan pokok akibat kekeringan yang dipicu El Nino dan konflik berlarut-larut, terutama di Timur Tengah, mengganggu suplai di pasar komoditas sehingga turut mendorong inflasi. Dalam situasi itu, negara-negara berkembang perlu memberi perhatian khusus pada upaya menarik investasi agar dapat menjaga pertumbuhan mereka.

Laporan Bank Dunia, ”Global Economic Prospects”, menyebut pentingnya peningkatan kualitas institusi agar investasi mengalir masuk lebih cepat. Disebutkan, di negara dengan kualitas institusi yang baik, ada peluang lebih besar tercipta percepatan investasi setelah perbaikan kebijakan fiskal dan reformasi perdagangan. Institusi yang dibangun secara politik menentukan distribusi kekayaan dan sumber daya. Institusi yang tak berkeadilan menyebabkan hanya segelintir elite yang menikmati kue pembangunan. Kita berharap pemilu Februari mendatang membantu kita memiliki pemerintahan yang mampu membangun institusi yang baik: berkeadilan, tidak korup, hukumnya tak memihak, dan penegakannya obyektif. (Yoga)

PHK di Tengah Keramaian Pemilu

15 Jan 2024

Pekan lalu, media sosial gempar membahas PHK yang diam-diam terjadi di sejumlah perusahaan rintisan bidang teknologi atau start up. Warganet memberikan deretan nama start up yang melakukan PHK, di antaranya Flip (start up teknologi finansial untuk pembayaran) dan Lazada (lokapasar tingkat Asia Tenggara). Dalam keterangan resminya, Flip menyatakan keputusan memangkas karyawan ditempuh perusahaan demi menjamin keberlangsungan bisnis. Kondisi perekonomian global yang tak menentu juga jadi alasan. Lazada dikabarkan mengurangi 30 % pekerjanya di wilayah Asia Tenggara. Beberapa pos eksekutif di kawasan pun dipangkas. Keputusan Lazada itu dilakukan mendadak. The South China Morning Post pada Jumat (5/1/2024) menurunkan pernyataan The National Trades Union Congress (NTUC).

Isinya, NTUC dan serikat afiliasinya, Food Drinks and Allied Workers Union (FDAWU), kecewa karena Lazada tidak memberi tahu dan berkonsultasi dengan FDAWU. Apalagi, pekerja Lazada tergabung dalam serikat pekerja di bawah FDAWU. Mengutip CNA, PHK masih berlangsung. Jubir Lazada mengatakan, perusahaan membuat penyesuaian untuk mentransformasi tenaga kerja. Koordinator Divisi Advokasi dan Pendampingan Hukum Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi) Jabodetabek Setyo A Saputro, Minggu (14/1) di Jakarta mengatakan, selain start up dan perusahaan teknologi besar, beberapa perusahaan yang bergerak di sektor media juga melakukan PHK beberapa minggu terakhir.

Aksi tersebut tidak banyak terdengar di masyarakat luas. Pekerja yang menjadi korban sempat berdiskusi mengenai hak-hak setelah terkena PHK, tetapi jarang berlanjut ke pengadilan hubungan industrial. Pada Pemilu 2024 para capres-cawapres juga menyertakan gagasan tentang ekonomi digital, seperti digitalisasi dalam UMKM dan start up, ekonomi digital sebagai sumber pertumbuhan, seperti meratakan literasi digital. Setyo khawatir, industri digital cuma jadi komoditas politik. ”Belum ada kejelasan program untuk mendorong ekonomi digital. Digitalisasi industri dilepas begitu saja. Kalaupun terjadi PHK, PHK terjadi dalam suasana silent yang kami duga karena kesadaran hak pekerja di antara karyawan belum masif,” kata Setyo. Di sisi lain, omnibus law Cipta Kerja mengubah beberapa ketentuan PHK. Dulu PHK karena rugi sehingga operasionalisasi harus tutup permanen. Kini, perusahaan tidak perlu tutup permanen. (Yoga)

PEREMPUAN DESA MANGKIT BERDIKARI DENGAN SERTIFIKAT TANAH

15 Jan 2024

Para perempuan di Desa Mangkit, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulut, menjadi aktor aktif dalam redistribusi lahan di desa mereka. Mereka berjuang memvalidasi setiap jengkal tanah dan lahan yang dimiliki oleh warga. Perjuangan mereka pun berbuah manis. Tak pernah terpikir oleh Nova Kalompo (45) bahwa ia dapat mendirikan warung kelontong di halaman rumah. Sebab, hari-harinya selalu dihantui kekhawatiran akan pengusiran dari rumah ataupun kebunnya di Desa Mangkit. Semua berbalik sejak 29 Oktober 2018 ketika Gubernur, bupati, serta jajaran pejabat lain hadir dalam acara seremonial untuk membagikan 515 sertifikat lahan perkebunan eks hak guna usaha (HGU) kepada Nova dan ratusan warga lainnya dalam rangka reforma agraria.

Pada awal 2019, warga kembali menerima sertifikat lahan, untuk tanah tempat rumah mereka berdiri sejumlah 535 buah sehingga secara keseluruhan ada 1.050 sertifikat yang diterbitkan untuk meredistribusi tanah negara seluas 444,46 hektar. ”Kehidupan berubah 180 derajat dari sebelum torang dapat sertifikat. Torang dulu cuma mengandalkan suami. Sekarang, sudah. So merdeka,” kata Nova dengan mata berbinar-binar di teras rumahnya, Selasa (9/1/2024) siang. Tak lama setelah itu, Nova membawa sertifikat tanah rumahnya yang berukuran 10 x 20 meter ke sebuah bank di Ratahan, ibu kota Minahasa Tenggara, sebagai agunan demi mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp 50 juta.

Berkat pinjaman tersebut, selama empat tahun terakhir, ibu dua anak tersebut dapat menyebut dirinya wirausahawati. Warga desa pun silih berganti singgah di warungnya untuk membeli segala macam kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, air mineral, telur, makanan ringan, sampai sabun cuci.  Penghasilan bersihnya sebulan, selalu melampaui Rp 1 juta. Nova juga menjadi pemilik sah lahan garapan seluas 0,49 hektar, hasil bagi rata dengan suaminya. Baru-baru ini, mereka panen cengkeh dari 100 pohon. Nilai penjualan nantinya diperkirakan mencapai Rp 20 juta. (Yoga)

Timur tengah Telah Berubah Selamanya

15 Jan 2024
Perang antara Israel dan Hamas  di jalur gaza memasuki hari ke 100 pada Mingu (14/1/2024) dan belum menujukkan tanda-tanda akan berakhir. Perang antara Palestina dan Isarel ini telah menjadi  yang terpanjang dan paling banyak memakan korban sejak berdirinya Israel pada 1948.  Isarel menyatakan perang sebagai respons atas serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil dan menyandera 250 lainnya. Ini adalah serangan paling mematikan dalan sejarah Israel dan paling mematikan sejak Holocaust.  Israel merespon dengan serangan udara intensif selama berminggu-minggu ke Gaza sebelum memperluas operasi tersebut menjadi serangan darat  dan telah memakan korban lebih dari 23.000 warga Palestina, sekitar 1% dari penduduk Gaza. (Yetede)

Bantuan Pangan Ringankan Beban Masyarakat Miskin

15 Jan 2024
Pemerintah melanjutkan kembali penyaluran bantuan pangan berupa beras yang menjadi salah satu 'bantalan' bagi masyarakat yang rentan terhadap dampak kenaikan harga pangan. Selain dapat membantu meringankan beban masyarakat, bantuan tersebut diharapkan dapat memitigasi kenaikan tingkat kemiskinan. "Dalam rapat kabinet yang lalu saya meminta kepada Bapak Presiden, karena saya juga  sudah muter ke beberapa daerah,  hampir seluruhnya minta dilanjutkan BLT (bantuan langsung tunai). Alhamdulillah, Bapak Presiden setuju untuk dilanjutkan sampai bulan juni 2024. Teknisnya sedang kami bahas lagi," jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi, Minggu (14/1/2024). Penyaluran bantuan pangan juga turut membantu menekan kenaikan harga beras di masyarakat, di mana pada September 2023 inflasi beras tercatat mencapai 5,61% dan turun menjadi 0,48% di Desember  2023. (Yetede)

PLTN Pilihan Logis

15 Jan 2024
Indonesia dinilai sudah saatnya pengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebagai salah satu solusi dari krisis energi, menyusul makin menipisnya ketersediaaan bahan bakar fosil. Kehadiran PLTN di tanah air juga bisa mempercepat proses transisi energi nasional dalam rangka mencapai net zero emission (2060). Karenanya, opsi PLTN ini masuk dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Energi Baru dan Energi terbarukan (RUU EBET). Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyatakan perkembangan zaman dan teknologi membuat pengoperasian PLTN makin memungkinkan. "Sekarang itu teknologikan berkembang, baik dari sisi teknologi maupun dari sisi teknologi maupun dari sisi kapasitas. Perkembangannya kalau PLTN itu ke bawah, jadi sekarang banyak PLTN yang ukurannya makin lama semakin kecil yang disebut SMR (small modular reactor)," kata Dadan di Jakarta, akhir pekan lalu. (Yetede)

Pajak Karbon untuk Pertumbuhan Keuangan Hijau

15 Jan 2024
Pajak karbon menjadi salah satu topik yang akan dibahas dalam debat calon wakil presiden di Komisi Pemilihan Umum pada Minggu, 21 Januari 2024. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, pajak karbon nantinya dikenakan kepada individu ataupun lembaga atas emisi karbon dioksida yang mereka hasilkan. Pemerintah pada mulanya berencana menerapkannya pada 1 April 2022, tapi kemudian diundurkan dengan berbagai alasan menjadi 2025.

Pada 9 Januari 2024, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan kembali soal pentingnya penerapan pajak karbon untuk mendukung keseluruhan ekosistem perdagangan karbon. Hal ini berkaitan dengan upaya OJK mengembangkan bursa karbon, yang baru diluncurkan pada akhir September 2023. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif juga mendorong penerapan pajak karbon antar-negara dapat segera diterapkan.

Penerapan pajak karbon sebenarnya dapat menjadi solusi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, yang saat ini masih seret. Ini tampak dari pinjaman untuk proyek ramah lingkungan di Indonesia baru sebesar 2 persen dari total pinjaman yang diberikan perbankan Indonesia (World Bank, 2018). Rendahnya pinjaman hijau ini kerap dianggap sebagai dampak dari rendahnya ketersediaan uang yang dialirkan (atau faktor penawaran) untuk proyek hijau. Asumsi ini tidak komplet. Rendahnya pinjaman hijau juga disebabkan oleh faktor rendahnya permintaan pembiayaan dari proyek hijau itu sendiri. (Yetede)

Gerak Lambat Bawaslu Jadi Ancaman Pemilu

15 Jan 2024
Sejumlah kalangan mempertanyakan sikap Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) yang tak kunjung menyampaikan hasil penyelidikan mereka atas laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sebagai pengawas, Bawaslu didesak bergerak cepat melakukan penindakan agar masifnya aliran dana kampanye janggal pada masa Pemilu 2024 bisa segera disetop. 

Pakar kepemiluan dari Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menilai Bawaslu terlalu terpaku pada aspek formal, seperti hanya memantau rekening khusus dana kampanye (RKDK) dan sejumlah dokumen laporan lain yang disetorkan oleh peserta pemilu. Padahal, kata dia, sejumlah temuan PPATK menunjukkan bahwa transaksi janggal justru banyak beredar di luar pencatatan RKDK. “Jika seperti ini terus, Bawaslu terlihat pragmatis, kurang progresif, dalam menangani temuan-temuan tersebut,” kata Titi kepada Tempo pada Ahad, 14 Januari 2024.

Menurut Titi, pengawasan terhadap berbagai potensi pelanggaran dana kampanye membutuhkan komitmen kuat dan keberanian Bawaslu. PPATK, kata dia, telah cukup terbuka dan berani mengungkap hasil temuan ihwal transaksi mencurigakan yang ditengarai berhubungan dengan pemilu. Dengan demikian, Bawaslu semestinya tinggal menindaklanjuti dengan sejumlah strategi pengawasan dan penindakan, seperti membandingkan besarnya transaksi mencurigakan, laporan dana kampanye, serta kegiatan para peserta pemilu pada masa kampanye yang memakan biaya. “Pasti banyak disparitas di sana,” ujar Titi. “Sayangnya, hal itu juga tampaknya tidak serius dilakukan.” (Yetede)