Tantangan Berat 2024
Tahun ini tidak mudah bagi banyak negara. Menurut Bank Dunia,
pertumbuhan ekonomi global 2024 turun menjadi 2,4 % dari 2,6 % pada 2023, lebih
rendah satu poin dibandingkan rata-rata pertumbuhan pada 2010-an. Bank Dunia
juga memperkirakan, negara-negara berkembang hanya tumbuh 3,9 %n tahun ini,
lebih dari satu poin di bawah rata-rata pertumbuhan pada dekade sebelumnya. Turut
merefleksikan pelemahan perekonomian dunia, pertumbuhan perdagangan global tahun
2024 diperkirakan hanya setengah rata-rata pertumbuhan perdagangan global pada dekade
lalu (The World Bank, ”Global Economy Set for Weakest Half-Decade Performance
in 30 Years”, 9/1/2024).
Seperti ditulis dalam Kompas.id edisi 12 Januari 2024, perlambatan
ekonomi dunia itu adalah dampak dari kebijakan moneter ketat yang diambil
negara maju guna mengelola inflasi. Suku bunga tinggi membuat investasi global terhambat.
Kenaikan harga bahan pokok akibat kekeringan yang dipicu El Nino dan konflik
berlarut-larut, terutama di Timur Tengah, mengganggu suplai di pasar komoditas
sehingga turut mendorong inflasi. Dalam situasi itu, negara-negara berkembang
perlu memberi perhatian khusus pada upaya menarik investasi agar dapat menjaga
pertumbuhan mereka.
Laporan Bank Dunia, ”Global Economic Prospects”, menyebut
pentingnya peningkatan kualitas institusi agar investasi mengalir masuk lebih
cepat. Disebutkan, di negara dengan kualitas institusi yang baik, ada peluang
lebih besar tercipta percepatan investasi setelah perbaikan kebijakan fiskal
dan reformasi perdagangan. Institusi yang dibangun secara politik menentukan
distribusi kekayaan dan sumber daya. Institusi yang tak berkeadilan menyebabkan
hanya segelintir elite yang menikmati kue pembangunan. Kita berharap pemilu Februari
mendatang membantu kita memiliki pemerintahan yang mampu membangun institusi
yang baik: berkeadilan, tidak korup, hukumnya tak memihak, dan penegakannya
obyektif. (Yoga)
Postingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023