Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Utilasi Proyek Palapa Ring Capai 60%
Kemenkominfo melalui Badan Layanan Umum Beban
Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (BLU BAKTI) terus meningkatkan utilisasi
(penggunaan) jaringan palapa ring. Proyek palapa ring sendiri telah diresmikan
oleh Presiden Jokowi pada 2019 lalu. Saat ini tingkat utilisasi secara
nasional, yaitu palapa ring paket barat, tengah dan timur sudah mencapai 50 % -
60 %. Adapun hingga 2023, utilisasi paket barat mencapai 69 %, paket tengah 37.67
% dan paket timur 37,38 %.
Dirut BAKTI Fadhilah Mathar Mengatakan,
perkembangan tingkat Utilisasi palapa ring terus mengalami peningkatan. “Kita
targetkan selalu mengalami peninkatan. Memang tidak sama utilisasi di barat,
tengah maupun timur. Tetapi bukan berarti utilisasi ini rendah. Palapa ring ini
kan backbone. Jadi kita perlu menambahkan, menggelar kembali supaya bisa
dimanfaatkan sampai last mile atau akses yang sedang diupayakan dalam program
fiberisasi palapa ring integrase,” kata Fadhilah Mathar saat acara kopi bareng
media di Kantor Kemenkominfo, Jumat (8/3). (Yetede)
Mobil Pribadi Dilarang Konsumsi Solar Subsidi dan Pertalite
Mobil pribadi dilarang membeli BBM jenis Solar subsidi dan
Pertalite. Hanya sepeda motor, kendaraan umum dan angkutan barang yang
diizinkan menggunakan kedua jenis BBM tersebut. Pengaturan berdasarkan jenis
kendaraan dinilai lebih mudah diterapkan dibandingkan pembatasan menurut tahun
maupun kapasitas mesin (CC/cubic centimeter). Pembatasan itu nantinya tertuang
dalam revisi Perpres No 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan
Harga Jual Eceran BBM.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan, revisi perpres 191
sedang dibahas lintas kementerian. “Itu (revisi Perpres 191) supaya alokasi BBM
tepat sasaran. Kalau tidak, ya pemerintah rugi, kemudian yang menikmati orang
yang tidak tepat,” ucap dia. Arifin menuturkan, ketentuan subsidi BBM tepat
sasaran ditargetkan rampung dalam waktu dekat, pasalnya pembahasan revisi
Perpres 191 sudah berjalan sejak 2023. (Yetede)
Makan Siang Gratis dan Beban Fiskal
Prinsipnya ”tidak ada makan siang gratis” dari program unggulan
pasangan Prabowo-Gibran. makan siang gratis tersebut. Menkeu Sri Mulyani mengindikasikan
pelebaran defisit anggaran 2025 menjadi 2,45-2,8 % atau naik dari defisit 2024
yang diperkirakan 2,29 % terhadap perekonomian atau PDB. Pelebaran defisit itu
didorong peningkatan berbagai program sosial pemerintah baru. Salah satunya
program makan siang gratis yang diprediksi menelan anggaran Rp 450 triliun
setahun. Menanggapi berita tersebut, sebagaimana diberitakan Bloomberg, Senin
(26/2) lembaga pemeringkat Fitch Ratings memperingatkan, program yang
membutuhkan biaya 2 % dari PDB ini berpotensi meningkatkan utang pemerintah.
Pada gilirannya nanti bisa menurunkan peringkat utang (credit rating)
Indonesia.
Jika peringkat kredit turun, likuiditas akan berkurang dalam perekonomian
dan perlu biaya lebih besar (suku bunga naik) untuk mendapatkannya. Dampaknya,
perekonomian akan menyusut dan kesejahteraan masyarakat menurun. Kita tidak mau
didikte oleh kemauan investor (asing). Namun, respons mereka perlu diperhatikan
sebagai bagian dari kalibrasi terhadap kebijakan supaya tetap memiliki disiplin
(pasar). Dengan demikian, program kerja menjadi lebih produktif dan
berkesinambungan, serta bakal mencapai tujuan. Bukan sebaliknya, membebani
fiskal dan memberi sinyal negatif pada pasar. Program makan siang gratis memiliki
justifikasi yang valid; Indonesia perlu akselerasi kualitas SDM.
Meski begitu, tetap diperlukan kalibrasi terhadap rencana program
unggulan tersebut. Pertama, implementasi program makan siang gratis dimulai dari
daerah yang paling memerlukan, seperti daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Di daerah ini, pelaksanaan makan siang gratis akan memberi dampak penting,
mulai dari perbaikan gizi, partisipasi sekolah, hingga pemberdayaan masyarakat
lokal. Kedua, pembiayaannya perlu melibatkan pemerintah daerah, sektor swasta,
bahkan tokoh masyarakat setempat. Di setiap masyarakat pasti ada tokoh atau
kelompok masyarakat yang tingkat kesejahteraannya mencukupi untuk turut serta memberikan
dukungan dalam pelaksanaan program makan siang gratis.
Jika anggaran program makan siang gratis Rp 450 triliun per
tahun hanya bersumber dari negara, selain akan meningkatkan beban fiskal, juga
muncul potensi tidak tepat sasaran atau dikorupsi. Implementasi teknis program
makan siang gratis perlu dimatangkan terlebih dahulu, mulai dari tahapan pelaksanaan
hingga sumber pendanaannya. Jangan biarkan publik berspekulasi terkait dengan
implikasi pembiayaan, seperti realokasi anggaran subsidi BBM, peningkatan tarif
PPN, atau penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS). (Yoga)
Antrean Pembeli Beras yang Memanjang
Antrean pembeli beras berlangsung di banyak tempat, puncaknya
terjadi setelah Pemilu 2024. Masyarakat berebutmembeli beras murah Bulog. Harga
beras terus naik dan tinggi tidak hanya karena gangguan produksi padi, tetapi
juga stok Bulog relatif kecil, dan ini berpengaruh terhadap rendahnya
intervensi pasar serta impor terlambat. Pada saat yang sama, stok beras yang
dikuasai penggilingan padi (PP) dan pedagang juga merosot jumlahnya sejak 2019.
Akibatnya, gejolak harga beras di pasar akan sulit dikendalikan. Produksi padi
turun cukup tajam di 2023, sebesar 2,05 %, atau berkurang 1,1 juta ton gabah
kering giling (GKG). Gangguan iklim El Nino menyebabkan panen raya 2024 mundur
2-3 bulan.Biasanya panen raya pada bulan Februari, tetapi mundur menjadi April dan
Mei. Ini memperparah kenaikan harga gabah dan beras. Pemerintah telah mengantisipasinya
dengan menambah suplai beras dari impor agar Bulog dapat ”mengebom” pasar dalam
negeri.
Pada 2023 impor beras Bulog mencapai 1,8 juta ton. Pada 2024
realisasi impor beras Bulog (Januari hingga 20 Februari) mencapai 3,5 juta ton.
Sekarang, stok cadangan beras pemerintah (CBP) 1,46 juta ton, hampir seluruhnya
berasal dari impor. Penyaluran CBP ditingkatkan, baik melalui pasar, terutama
lewat program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), maupun non- pasar
lewat program bansos beras. Pada tahun 2024 ini (hingga 20 Februari) penyaluran
beras SPHP mencapai 275.000 ton dan bansos beras 203.000 ton. Namun, upaya
pemerintah belum berhasil membendung sepenuhnya laju kenaikan harga beras.
Kenaikan harga sudah terjadi sejak Juli/Agustus 2021. Bulog kurang berdaya
dalam mengelola pasar karena rendahnya stok yang dimiliki. Keputusan impor
terlambat, baru bisa direalisasikan di tahun 2023. Sekarang, harga beras
kualitas medium telah mencapai Rp 13.000- Rp 14.000 per kilogram dan beras
kualitas premium Rp 15.000-Rp 18.000 per kg.
Bulog menjual beras dalam kemasan 5 kg setara dengan Rp 10.600
per kg. Sebagian besar beras Bulog berkualitas premium, dengan broken 5 persen,
berasal dari impor. Semakin tinggi selisih harga pasar dengan harga jual Bulog,
semakin berjubel masyarakat memperebutkannya, apalagi kualitas beras Bulog
bagus dan lebih murah Rp 5.000 per kg atau lebih. Antrean pembeli beras tambah
panjang, membuat wajah pemerintah tercoreng. Upaya peningkatan produksi padi
via peningkatan produktivitas haruslah dilakukan sembari mengatasi kehilangan
hasil pada tahap pengeringan dan penggilingan padi. Pada saat yang sama, areal
sawah harus diperluas. Tanpa upaya itu, hampir tidak mungkin Indonesia mampu menghindari
impor beras (Yoga)
Dampak Keuangan Perlu Diantisipasi
Pemerintah menahan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi,
hingga Juni 2024, di tengah tren kenaikan harga minyak mentah. Pemerhati minyak
dan gas bumi berpendapat, keputusan politis itu bisa berdampak pada APBN
ataupun keuangan Pertamina karena Indonesia merupakan negara pengimpor bersih
minyak. Catatan Kompas, harga BBM nonsubsidi terakhir kali mengalami
penyesuaian pada 1 Januari 2024. Biasanya Pertamina melakukan penyesuaian harga
BBM nonsubsidi per tanggal satu setiap bulan, tetapi hal itu tidak dilakukan
pada 1 Februari 2024 (sebelum Pemilu 2024) dan 1 Maret 2024. Pemerintah
kemudian menyebut harga BBM tidak akan naik setidaknya sampai Juni 2024. Di
sisi lain, hingga awal Maret 2024, harga minyak mentah dunia justru terus meningkat
akibat pengetatan produksi oleh anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak
(OPEC).
Menurut catatan Trading Economics, harga minyak merek Brent
pada 8 Maret 2024 adalah 82,1 USD per barel atau lebih tinggi dibanding 8
Januari 2024 sebesar 76,1 USD per barel. Praktisi sekaligus pemerhati migas
Hadi Ismoyo, dihubungi dari Jakarta, Senin (11/3) mengatakan, subsidi dan kompensasi
BBM sejatinya memberatkan, baik bagi APBN maupun keuangan PT Pertamina (Persero).
Terlebih jika upaya menahan atau menunda kenaikan harga BBM dilakukan di tengah
tren meningkatnya harga minyak. Apabila harga terus ditahan, anggaran subsidi
BBM pada APBN bisa membengkak. Oleh karena itu, perlu ada peta jalan besar
untuk mengurangi subsidi BBM dan menggantinya ke jenis energi lain. Gas,
misalnya, mengingat cadangan gas bumi Indonesia melimpah. (Yoga)
KEBIJAKAN FISKAL, Jangan Melampaui Batas
Pekan lalu, Prabowo Subianto menghadiri acara Mandiri
Investment Forum. Berdasarkan penghitungan cepat (quick count) berbagai lembaga
survei, saat ini Prabowo bersama pasangannya, Gibran Rakabuming Raka, memimpin
perolehan suara. Jika perhitungan riil KPU uga menetapkan Prabowo sebagai pemenang
Pemilu 2024, ia akan dilantik sebagai presiden ke-8 Indonesia pada Oktober. Prabowo
berbicara bagaimana meningkatkan rasio pajak yang saat ini tergolong masih
rendah, yakni 10 % terhadap PDB, di bawah negara-negara peer Indonesia seperti
Malaysia, Vietnam, dan Thailand pada kisaran 16-18 %. Prabowo ingin mencapai
rasio pajak seperti negara-negara itu agar bisa membiayai belanja negara ke
depan, yang diprediksi akan membengkak.
Terkait rencana peningkatan belanja negara, tentu saja ini
menyangkut program unggulan Prabowo saat kampanye, yakni memberikan makan siang
dan susu gratis kepada anak-anak sekolah, para santri, ibu hamil, dan anak
balita di Indonesia. Namun, untuk membiayai program yang butuh anggaran besar
tersebut, Prabowo tak percaya diri hanya mengandalkan penerimaan dari
peningkatan rasio pajak. Prabowo menyinggung untuk menaikkan defisit anggaran
agar bisa membiayai program-programnya. Menurutnya target defisit anggaran di 2
% bisa dinaikkan hingga 2,8 %, yang penting, masih di bawah batas maksimum defisit
anggaran yang ditetapkan undang-undang, yakni 3 %.
Jika dibandingkan dengan penerimaan negara yang sekitar Rp
2.802 triliun dalam APBN 2024, rasio beban bunga terhadap penerimaan negara
telah mencapai 17,7 %. Artinya hampir seperlima dari penerimaan negara hanya
untuk membayar bunga utang. Jika rasionya semakin besar, tentu kemampuan
Indonesia melunasi utang akan menurun sehingga memperbesar potensi default. Sebenarnya
tidak salah jika Prabowo ingin menaikkan
belanja untuk membiayai program-programnya. Belanja negara yang meningkat tentu
bagus untuk mendorong perekonomian. Namun, langkah utama dan terbaik untuk
mendanai belanja adalah meningkatkan penerimaan, bukan memperbesar defisit dan
berutang besar-besaran. Seharusnya pendiri Partai Gerindra itu fokus bagaimana
meningkatkan rasio pajak. Jika benar rasio pajak bisa ditingkatkan ke level 16
%, itu sudah bisa menutup semua belanja yang diperlukan. (Yoga)
Nyepi dan Titipan Anak-Cucu Bangsa
Dalam pemikiran tradisional di Bali, hari raya Nyepi selalu
dikaitkan dengan kondisi lingkungan yang sepi, kemudian disandingkan dengan
empat kata bernuansa larangan, yaitu : tidak boleh menyalakan api (mati geni), tidak
boleh melakukan pekerjaan (mati karya), tidak bepergian (mati lelungaan), dan
tidak bersenang-senang (mati lelanguan). Merayaan nyepi dimulai dengan
kesadaran akan kelemahan manusia dan alam semesta. Itulah yang dilakukan
masyarakat sehari sebelum hari raya yang disebut dengan pengrupukan. Hari ini
merupakan pengakuan secara jujur bahwa manusia itu penuh dengan kekotoran,
demikian juga dengan alam semesta.
Manusia dan dunia itu terlihat dalam bentuk segala kejahatan,
pertengkaran, konflik sosial, korupsi, penyalahgunaan jabatan, penebangan
hutan, banjir, polusi, dan sebagainya. Maka, sebelum hari raya Nyepi, semua ini
harus dibersihkan agar di hari-”H” penyepian, manusia mampu melakukan
perenungan dan kontemplasi secara ringan dan terkonsentrasi. Semua ritual,
seperti pecaruan (korban suci), pembunyian kentungan, termasuk pembakaran
ogoh-ogoh yang seharusnya kecil dan tidak meraksasa (seperti terlihat
sekarang), adalah simbolisasi pembersihan alam semesta. Dan, persembahyangan
yang dilakukan di pura bertujuan membersihkan pikiran manusia. Dengan demikian,
secara simbolis manusia sudah membersihkan diri dan lingkungan, kemudian
memasuki tahun baru dengan pemikiran dan kesadaran baru.
Dilaksanakannya ritual itu merupakan pengakuan, sebuah kejujuran
bahwa manusia memang terbatas dan dunia tidak selalu baik. Dengan bekal
kejujuran dan kebersihan lahir batin yang sudah diselenggarakan sehari
sebelumnya, Nyepi merupakan sebuah awal, saat mengambil ancang-ancang untuk melanjutkan
kehidupan sosial pada hari-hari berikutnya. Kesadaran akan toleransi tidak
hanya membuat kerukunan antaragama dan suku, tetapi juga menciptakan stabilitas
sosial yang selanjutnya mampu melancarkan pembangunan negara. Sejarah telah
memesankan Hari raya Nyepi hanyalah sebuah simbol dari satu kegiatan religius,
tetapi mempunyai tujuan dan manfaat inspiratif.
Secara makro, ia akan menyadarkan masyarakat bahwa Nyepi dan
tapa brata itu berguna untuk menyelamatkan dan menjaga stabilitas sosial. Artinya,
masyarakat memerlukan rehat sejenak untuk meninjau ulang segala kegiatannya. Dalam
skala mikro, setiap manusia mampu melakukan perenungan untuk kebaikannya
sendiri dan kebaikan masyarakat. Tidak usah menunggu hari raya Nyepitahun mendatang
untuk merenung. Nyepi dapat dilakukan mandiri, setiap hari, setiap jam, setiap
saat untuk merenungkan diri. Dengan begitu, Nyepi pun memberi inspirasi kepada
modernitas zaman sekarang yang tiada henti terus berlari. Indonesia adalah
negara besar dengan berbagai sumber daya yang merupakan titipan dari (bukan
untuk) anak-cucu bangsa. Selamat hari raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1946 (Yoga)
TRADISI RAMADHAN, Untukmu Sembako, Daging, dan Apemku
Satu-dua hari lagi Ramadhan tiba. Orang-orang di sejumlah
daerah yang masih memegang teguh tradisi sudah bersiap menyambut bulan suci.
Mereka bersilaturahmi sambil membawa sembako, apem, atau daging sapi. Di negeri
ini, Ramadhan bukan sekadar momen spiritual, melainkan juga momen sosial dan
kultural. Jumat (8/3/2024) sore, Iis Silviana (42) baru pulang kerja, kemudian menyiapkan
daftar belanjaan yang mesti dibeli untuk keperluan nyorog. Nyorog adalah
tradisi mengantarkan sembako atau bahan kebutuhan sehari-hari kepada orangtua,
mertua, atau anggota keluarga lainnya. Tradisi orang Betawi ini dilakukan
terutama jelang Ramadhan dan jelang Lebaran. Istilah nyorog umum dipakai orang
Betawi di Cakung (Jaktim) dan Bekasi (Jabar). Di wilayah Betawi lainnya, ada
yang menyebutnya sebagai anteran atau munggahan. Tahun ini Iis nyorog kepada
orangtuanya, Supiati dan Firdaus, mertua, dan empat kakak ipar. Iis menyiapkan
enam paket sembako untuk keperluan nyorog. Isinya terdiri dari gula, susu,
tepung, minyak goreng, beras, dan lain-lain. Setiap paket senilai Rp 200.000-Rp
300.000.
Tradisi serupa nyorog atau antar-antar juga mengakar kuat di Aceh.
Bukan sembako, melainkan daging, terutama sapi. Tradisi ini disebut meugang,
yang dilakukan tiga kali dalam setahun, yakni jelang Ramadhan, Lebaran, dan
Idul Adha. Meugang paling ramai satu atau dua hari jelang Ramadhan. Tradisi ditandai
dengan menyantap masakan berbahan daging, seperti kari aceh, bersama keluarga
dan kerabat. Konon tradisi ini telah berlangsung sejak zaman Sultan Iskandar
Muda, masa Kerajaan Aceh Darussalam abad ke-16, dan terawatt hingga kini. Khalis
Surry (29) termasuk salah satu warga Aceh yang selalu merayakan meugang.
”Meugang pertama (setelah menikah itu) harus ke tempat istri,” kata Khalis yang
bekerja di sebuah kantor berita pemerintah di Aceh, Kamis (7/3). Khalis telah
menyiapkan sejumlah uang untuk membeli daging sapi yang akan diserahkan kepada
mertua. Dia bilang, ”Pengantin baru wajib beli daging untuk meugang di rumah
mertua.” Kalau ditotal, ia mengeluarkan uang Rp 1 juta untuk biaya meugang dua
keluarga itu.
Di Yogyakarta dan sekitarnya, momen jelang Ramadhan juga
dirayakan lewat tradisi apeman, yakni membuat apem untuk dibagikan kepada sanak
saudara dan tetangga. Tradisi ini masih terawat dengan baik, antara lain, di
Kelurahan Sosromenduran, Kota Yogyakarta. Sejak lima tahun terakhir, tradisi
itu bahkan menjadi atraksi utama dalam pembukaan Sarkemfest atau Festival
Sarkem yang tahun ini digelar di Jalan Sosrowijayan, Jumat (1/3). Malam-malam,
para ibu berkumpul di satu RT bersama-sama membuat adonan apem dan sejumlah
penganan lain. Esok harinya, adonan dimasak dan siap disajikan. Apem bersama
sejumlah penganan lain itu kemudian diarak oleh warga dalam kirab atau pawai
budaya keliling kampung. Sebagian apem diusung dalam tampah,tetapi ada pula
yang disusun menjadi gunungan besar. Sepanjang rute kirab sekitar 1 kilometer,
ribuan potong apem dibagikan kepada warga yang menonton. Wisatawan dan
tamu-tamu hotel di kawasan yang berimpitan dengan Jalan Malioboro itu pun kebagian.
Usai kirab, apem dan penganan lain didoakan bersama dalam kenduri oleh seluruh
warga. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan makan bersama. (Yoga)
RI, Tujuan Investasi Terbesar China
IHSG Sentuh Rekor Baru
Sejumlah sentimen positif yang datang dari dalam negeri maupun mancanegara pada pekan ini mendorong kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga mencapai puncak tertinggi pada sesi pertama perdagangan kemarin, yaitu di level 7.411. Meski turun dari pencapaian tertingginya, IHSG masih ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat (3/8), yaitu ke level 7.381 dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Bila dilihat sepekan, indeks sudah tumbuh 0,77% dari 7.325 pada pembukaan perdagangan Senin (4/3). Beberapa katalis positif yang mendorong kinerja indeks di antaranya adalah rapor kinerja keuangan sejumlah emiten yang melebihi perkiraan sejumlah analis dan mendorong optimisme tinggi para pemilik dana. Dividen yang menjadi buruan pun turut mendongkrak perdagangan, terlihat dari kenaikan saham sejumlah emiten yang telah mengumumkan besaran yang akan dibagikan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) misalnya, memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp353,95 per saham. Keputusan yang ditetapkan pada Kamis (7/3) tersebut mendorong harga saham hingga ditutup naik pada perdagangan kemarin ke level Rp7.125, bertambah Rp25 dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya. Hal serupa dialami oleh bank BUMN lainnya seperti Bank BNI (BBNI) yang akan membagikan dividen sebesar Rp280,49 per saham. Selain saham berkinerja ciamik, saham yang terdampak kenaikan harga komoditas pun ikut terdongkrak naik seperti Timah (TINS) yang naik Rp125 ke Rp730 karena tersengat harga timah global. Kabar baik dari mancanegara yang ikut menguatkan kepercayaan para investor di pasar saham adalah pernyataan yang disampaikan oleh Ketua The Fed Jerome Powell yang akan menurunkan suku bunga acuannya tahun ini, meski belum menyebutkan tenggat waktu pelaksanaannya. Indeks Nikkei ditutup naik 0,23% menjadi 39.688 pada perdagangan Kamis (8/3) dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga yang diperkirakan akan membaik. Indeks Hang Seng pun ditutup menguat 0,76% ke 16.353 karena optimisme ekonomi China dan Amerika Serikat. Pelaksanaan pemilu yang relatif stabil diikuti dengan mulai membaiknya ekonomi sejumlah negara diharapkan menjadi pemacu gerak indeks harga saham gabungan. Meski demikian, kami mengharapkan indeks tumbuh berkualitas dengan kehadiran emiten yang kuat secara fundamental dan investor memiliki pengetahuan cukup untuk produk-produk pasar modal.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









