Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )Penuhi Modal Inti Minimum, Konsolidasi BPD Berlanjut
Bank Pembangunan Daerah (BPD) terus berusaha meningkatkan modal inti minimum Rp 3 triliun paling lambat akhir Desember 2024. Untuk itu, strategi konsolidasi BPD kian ramai di tahun ini melalui skema kelompok usaha bank (KUB). Berdasarkan data OJK per 31 Desember 2023 terdapat 12 BPD yang belum memenuhi ketentun modal inti minimum melalui setoran modal mandiri dan 10 BPD akan melakukan konsolidasi dalam bentuk KUB. Salah satu BPD yang gencar menambah KUB adalah BPD Jabar dan Banten (Bank BJB).
Tahun ini BJB memiliki empat BPD yang masuk dalam KUB dan perseroan terus melakukan diskusi dengan BPD lain yang terbuka untuk menjadi KUB. Dirut BJB Yuddi Renaldi mengungkapkan, pihaknya telah mendapat perizinan dari OJK terkait proses KUB Bank Bengkulu. “Bank Bengkulu sudah, ada dua lagi yang kami proses, Bank Jambi dan Maluku Malut sudah memasuki tahapan penilaian, mudah-mudahan berjalan baik karena ke duanya intensitasnya signifikan,” ujar Yuddi, Selasa (12/3). (Yetede)
Pergerakan Masyarakat Libur Lebaran Diprediksi 193,6 Juta Orang
Kemenhub memprediksi pergerakan masyarakat pada musim mudik Lebaran 2024 atau Idul Fitri 1445 Hijriah mencapai 193,6 juta orang, atau 71,7 % total penduduk Indonesia. Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, prediksi ini berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi bekerja sama dengan BPS-Kemenkominfo, serta melibatkan pakar dan akademisi di bidang transportasi.
Hasil survei menunjukkan tren peningkatan pergerakan masyarakat. “Angka ini juga meningkat, melihat pergerkan masyarakat lebaran tahun lalu yakni 123,8 juta orang,” kata Budi Karya di Jakarta, Selasa (12/03). Dia menuturkan, Kemenhub akan berkoordinasi dengan kementerian lain maupun instansi terkait lainnya dalam rangka mengantisipasi terjadinya kendala selama pergerakan musim mudik lebaran. (Yetede)
2024, Tiga Mal Guyur Jakarta
Tiga proyek mal dengan kapasitas 161 ribu meter persegi siap mengguyur Jakarta pada 2024. Senior research advisor Knight Frank Indonesia di Jakarta, Syarifah Syaukat, baru-baru ini mengatakan, tiga proyek mal baru itu mencakup Retail Podium Thamrin Nine di kawasan Jl. MH Thamrin, Jakpus seluas 27.000 m², Holland Vilage Mal, Cempaka Putih, Jakpus (44.000 m²) dan Menara Jakarta, Kemayoran, Jakpus (90.300 m²).
Kehadiran ruang mal baru itu meramaikan pasokan existing yang bertengger di level 4,91 juta m² dengan tingkat kekosongan 1,03 juta m². “Rerata tingkat okupansi ruang ritel saat ini berada di kisaran 79 % atau meningkat tipis dari tahun lalu,” kata Syarifah. Inovasi menjadi keharusan dari peritel dan pengelola ritel untuk memberikan new experience kepada pengunjung. Di Jakarta, setidaknya 7 % ritel melakukan renovasi sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan pengunjung ritel saat ini. (Yetede)
Niro Granite Indonesia Ekspansi ke Balikpapan
Niro Granite Indonesia, perusahaan manufaktur porcelain tiles dibawah Niro Ceramic Group, resmi membuka showroom Creative Lab by Niro Granite di Balikpapan, Kaltim. Manajemen Niro Granit Indonesia menilai bahwa strategi ini merupakan hal yang sangat apik untuk diambil dalam menggarap potensi pasar di Kalimantan yang semakin positif, terutama seiring dibangunnya Ibukota Negara Nusantara (IKN) di Kaltim.
“Melalui showroom pertama di Kalimantan ini, kami ingin mendekatkan diri ke public, bukan hanya dengan beragam pilihan porcelain tiles, namun juga service yang terbaik,” ucap Choong Be Ren, CEO Niro Granite Indonesia di Jakarta, dalam keterangan tertulis baru-baru ini. (Yetede)
"Swift-nomics”
Berkaitan dengan konser enam hari penyanyi pop AS, Taylor
Swift, di Singapura. Wartawan The Sydney Morning Herald mengangkat isu itu
dengan PM Singapura Lee Hsien Loong saat jumpa pers bersama PM Australia
Anthony Albanese di Melbourne. PM Lee menjelaskan bahwa pemerintahannya melakukan
kesepakatan bisnis dengan manajemen Swift. Singapura mengharapkan bisa
mendapatkan konser eksklusif di Asia Tenggara dan bersedia membayar kompensasi
untuk itu. Penentuan mau atau tidaknya Swift memberikan ”konser eksklusif”
selama enam kali di Singapura berada sepenuhnya pada pihak artis. Kalau
kemudian Swift memutuskan itu, bukan berarti Singapura berniat merugikan negara
ASEAN lain dengan tak bisa menggelar konser dari artis yang paling banyak
pengikutnya itu. Sebab, pendekatan ini bisa juga diterapkan negara lain.
Singapura memang menangguk untung dari penyelenggaraan konser
berkelas dunia itu. Hampir semua pencinta Swift dari seluruh penjuru dunia
datang ke Singapura untuk menyaksikan penampilan bintang idola mereka. Ada yang
menyatakan bahwa nilai ekonomi yang didapatkan Singapura ratusan kali lebih besar
dari investasi yang ditanamkan. Baik Coldplay, Taylor Swift, maupun artis-artis
yang lain menjadi fenomena ekonomi yang luar biasa. Tidak keliru juga kalau
dikatakan Swift-nomics karena penampilan seorang artis bisa memberikan manfaat
ekonomi yang luar biasa kepada sebuah negara. Singapura bisa melakukan ini
karena mereka memiliki visi ekonomi yang panjang dan ekosistem yang mendukung.
Pertama, pemerintah yang berorientasi pasar dan memahami pasar.
Pemerintah tak berpikir ekonomi jangka pendek, tetapi
berjangka panjang. Pemerintah Singapura mau turun tangan untuk berbicara dengan
manajemen artis.. Kompensasi untuk menghadirkan artis besar tak memikirkan
keuntungan (return) secara langsung. Yang jauh lebih diperhatikan pemerintah
adalah dampak ekonomi yang didapatkan untuk jangka panjang. Dengan konser yang
dikunjungi jutaan fans mancanegara, ekonomi Singapura akan bertumbuh. Kalaupun
ada dampak langsung yang bisa dirasakan adalah pajak barang dan jasa (goods and
services tax/GST) dari berbagai transaksi yang kemudian terjadi. Kepuasan dari para
fans menyaksikan konser menambah kredibilitas dan popularitas Singapura.
Miliaran pembicaraan di media sosial merupakan promosi yang
nilainya tak terkira, priceless. Para penonton tak pernah kapok datang ke
Singapura karena mereka tak perlu kebingungan untuk datang dan pulang dari
tempat konser karena fasilitas transportasi yang bagus. Mereka tak harus
kelaparan dan kehausan sebab di mana-mana bisa mudah didapatkan tempat makan
dan minum. Fasilitas sanitasi seluruh kota keadaannya prima. Dan, keamanan
sangat terjamin karena nyaris tidak ada pencuri dan pencopet. Perlu cara
pandang berbeda jika ingin menyaingi Singapura. Indonesia Incorporated yang
didengung-dengungkan masih tahap wacana, sementara Singapore Incorporated
setiap saat dijalankan (Yoga)
Ekraf Jadi Sumber Pertumbuhan Baru
Gegap gempita dan gemerlap konser Taylor Swift selama enam
hari di Singapura, 2-9 Maret 2024, baru saja lewat. Sekarang, pemerintah,
penyelenggara, semua pemangku kepentingan terkait, dan berbagai elemen yang
kecipratan manfaat barangkali sedang menghitung jumlah cuan yang masuk. Dari
perspektif ekonomi kreatif (ekraf), sukses kolaborasi berbagai pihak dan aspek dalam
perhelatan itu menjadi bukti dahsyatnya kekuatan ekraf. Dalam penerimaan
pariwisata saja, Singapura diperkirakan meraup 260 juta USD hingga 375 juta USD
atau Rp 4 triliun hingga Rp 5,8 triliun. Event itu juga bisa menjadi benchmark
bagaimana seharusnya menggarap ekonomi kreatif. Ini tidak sebatas pada konser
musik, tetapi untuk semua cabang ekraf.
Untuk Indonesia, Titik tolak yang barangkali bisa menjadi
konsensus bersama sekaligus klise adalah ekraf Indonesia punya potensi besar,
tetapi perkembangannya belum optimal. Berbagai kajian menyimpulkan, peran ekraf
vital sebagai sumber pendapatan, penyerapan tenaga kerja, dan efek pengganda
luas dalam perekonomian suatu negara. Petikan wawancara Kompas dengan
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, di Jakarta, Rabu (6/3) mengungkapkan, ”Swiftonomics”
kini banyak dikaji akademisi dan analis. Salah satu ekonom menyampaikan, dari
setiap konser (Taylor Swift) TS di Singapura, 70 % penonton berasal dari luar
Singapura. Dana yang dihabiskan mulai dari 350 juta USD hingga 500 juta USD. Konon
kabarnya, rahasia ”dapur” mereka, (pemerintah) mendukung 15 juta USD atau Rp
235,8 miliar (kurs Rp 15.723 per USD). Maka, nominal ini sudah kembali dengan
cepat berkali-kali lipat.
Ini sebuah langkah kemampuan yang harus kita miliki, kombinasi
kemampuan menghadirkan venue berskala internasional, menghadirkan kebijakan
yang kondusif, dan dana pendamping yang tersedia. Maka, kita harus mengembangkan
infrastruktur, mempermudah perizinan penyelenggaraan event. Kita harus
kolaborasi dengan stakeholders. Pemerintah harus hadir, harus bisa mendampingi.
Misalnya, nanti Indonesia mendapat kesempatan menghadirkan the next TS, kita
harus mampu menyediakan bukan hanya konser, hotel, produk-produk kuliner, dan
suvenir. Namun, kita juga harus cari produk-produk yang bisa dijual dan unggul
dari Indonesia sebagai adidaya seni dan budaya, ekonomi hijau. Kita harus
mengambil peran yang lebih kuat lagi ke depannya. (Yoga)
Lampu Kuning Stabilitas Fiskal
Pemerintah harus cermat dalam menjaga stabilitas fiskal negara mengingat kebutuhan belanja yang berisiko melonjak di masa mendatang. Tantangan ekonomi global yang tidak menentu, menjadi hal penting yang tak boleh dikesampingkan lantaran berisiko merembet ke dalam negeri, yang akhirnya turut memengaruhi strategi belanja negara. Dus, siasat fiskal yang antisipatif dan mumpuni amat dibutuhkan. Kabar teranyar menyebutkan bahwa pemerintah akan kembali menerapkan skema burden sharing alias berbagi beban dengan pemerintah daerah untuk menopang belanja negara pada tahun depan, khususnya untuk bantuan sosial (bansos). Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 didesain dengan skema berbagi beban bersama pemda melalui optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Alasannya, pemerintah menganggap burden sharing dengan pemerintah daerah yang diterapkan dalam APBN 2022 dan 2023, tergolong sukses sejalan dengan beragam dinamika ekonomi yang terjadi seperti gejolak harga komoditas, maupun untuk menopang alokasi bansos. Kendati demikian, patut diingat pula bahwa kemandirian fiskal masing-masing daerah tidaklah sama. Faktanya, masih ada sebagian daerah yang belum menyelesaikan peraturan PDRD. Walaupun sejatinya, pemerintah talah memberikan kelonggaran yang amat luas kepada daerah untuk menyusun Perda PDRD, kurang lebih 2 tahun, sejak UU HKPD disahkan pada Januari 2022. Alhasil, pejabat lokal pun tidak memiliki hak untuk memungut pajak dan retribusi atas seluruh aktivitas ekonomi.
Hal itu juga memicu ketidakpastian bagi pelaku bisnis. Kendala tersebut harus segera diatasi, jika pemerintah ingin skema burden sharing yang digagas untuk APBN 2025, khususnya dalam menopang bansos, berjalan mulus. Tugas yang amat urgen adalah terus mendorong kemandirian fiskal semua daerah. Sudah menjadi rahasia umum bahwa tantangan ekonomi ke depan tidak makin ringan. Perihal kenaikan inflasi misalnya. Harga sejumlah bahan pangan menjulang. Menurut BPS, inflasi pada Februari 2024 mencapai 0,37% secara bulanan dan 2,75% secara tahunan. Kenaikan inflasi itu dipicu oleh inflasi harga bergejolak alias volatile food yang menyentuh level tertinggi dalam 17 bulan terakhir. Lonjakan anggaran bansos, berkelindan dengan tarik-menarik kebutuhan anggaran dari sektor lainnya, jelas akan menjadi ujian berat bagi keuangan negara. Jika tak mampu berpijak pada strategi mengerek pendapatan dan mengatur belanja secara strategis, maka stabilitas fiskal menjadi taruhan.
INVESTASI FIKTIF : KPK Segera Panggil Saksi Kasus Taspen
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menaikkan status perkara dugaan korupsi investasi fiktif PT Taspen (Persero) ke tahap penyidikan. Selanjutnya dilakukan pemanggilan saksi untuk diperiksa oleh penyidik lembaga antirasuah tersebut. Tim KPK sudah melakukan upaya pencegahan ke luar negeri terhadap dua orang, termasuk melakukan penggeledahan di beberapa lokasi, di antaranya di kantor Taspen. “Tentu pemeriksaan saksi-saksi yang akan menjadi prioritas lebih dahulu dalam rangka melengkapi alat bukti,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan melalui pesan singkat, Senin (11/3).
Pada perkembangan sebelumnya, penyidik KPK telah menemukan sejumlah bukti terkait dengan perkara dugaan korupsi investasi fiktif saat menggeledah kantor Taspen, Jumat (8/3). Selain kantor Taspen, KPK juga menggeledah sebuah kantor swasta di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta. Pada kegiatan penggeledahan di dua lokasi tersebut, penyidik menemukan dokumen, barang bukti elektronik dan catatan keuangan yang diduga terkait dengan perkara dugaan korupsi Taspen. Barang-barang temuan penyidik KPK saat penggeledahan, terang Ali, akan segera disita sebagai barang bukti untuk berkas perkara korupsi di Taspen itu.
Lembaga antirasuah menduga investasi fiktif Taspen dengan perusahaan lain merugikan negara ratusan miliar rupiah. Pencegahan ke luar negeri itu diajukan terhadap dua orang yang terdiri atas penyelenggara negara dan pihak swasta, kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham. Permintaan cegah itu berlaku untuk enam bulan pertama atau sampai dengan September 2024 dan bisa dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan.
Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu dari dua orang tersebut adalah Direktur Utama Taspen Antonius N.S. Kosasih. Selain Antonius, KPK turut mengajukan pencegahan ke luar negeri terhadap Dirut PT Insight Investments Management Ekiawan Heri Primaryanto.
BANTALAN NEGARA DI PROYEK PRAKERJA
Program Prakerja yang didesain sebagai pelatihan pengembangan kompetensi bagi pekerja maupun calon pekerja, dilanjutkan pada tahun ini. Sejak digulirkan pada April 2020, program tersebut sudah menjangkau tak kurang dari 17 juta penerima manfaat. Hanya saja, dalam pelaksanaannya masih banyak celah dari program tersebut. Upaya untuk membangun kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing, belum sepenuhnya sejalan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Sejauh ini, pemerintah terkesan menjalankan Program Prakerja sebagai proyek menyerap anggaran. Tidak memiliki tolok ukur jelas mengenai kompetensi dan peningkatan daya saing SDM yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai sasaran Indonesia menuju negara maju.
KPK Telusuri Dugaan Investasi Fiktif Petinggi Taspen
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









