;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Niro Granite Indonesia Ekspansi ke Balikpapan

13 Mar 2024

Niro Granite Indonesia, perusahaan manufaktur porcelain tiles dibawah Niro Ceramic Group, resmi membuka showroom Creative Lab by Niro Granite di Balikpapan, Kaltim. Manajemen Niro Granit Indonesia menilai bahwa strategi ini merupakan hal yang sangat apik untuk diambil dalam menggarap potensi pasar di Kalimantan yang semakin positif, terutama seiring dibangunnya Ibukota Negara Nusantara (IKN) di Kaltim.

“Melalui showroom pertama di Kalimantan ini, kami ingin mendekatkan diri ke public, bukan hanya dengan beragam pilihan porcelain tiles, namun juga service yang terbaik,” ucap Choong Be Ren, CEO Niro Granite Indonesia di Jakarta, dalam keterangan tertulis baru-baru ini. (Yetede) 

"Swift-nomics”

13 Mar 2024

Berkaitan dengan konser enam hari penyanyi pop AS, Taylor Swift, di Singapura. Wartawan The Sydney Morning Herald mengangkat isu itu dengan PM Singapura Lee Hsien Loong saat jumpa pers bersama PM Australia Anthony Albanese di Melbourne. PM Lee menjelaskan bahwa pemerintahannya melakukan kesepakatan bisnis dengan manajemen Swift. Singapura mengharapkan bisa mendapatkan konser eksklusif di Asia Tenggara dan bersedia membayar kompensasi untuk itu. Penentuan mau atau tidaknya Swift memberikan ”konser eksklusif” selama enam kali di Singapura berada sepenuhnya pada pihak artis. Kalau kemudian Swift memutuskan itu, bukan berarti Singapura berniat merugikan negara ASEAN lain dengan tak bisa menggelar konser dari artis yang paling banyak pengikutnya itu. Sebab, pendekatan ini bisa juga diterapkan negara lain.

Singapura memang menangguk untung dari penyelenggaraan konser berkelas dunia itu. Hampir semua pencinta Swift dari seluruh penjuru dunia datang ke Singapura untuk menyaksikan penampilan bintang idola mereka. Ada yang menyatakan bahwa nilai ekonomi yang didapatkan Singapura ratusan kali lebih besar dari investasi yang ditanamkan. Baik Coldplay, Taylor Swift, maupun artis-artis yang lain menjadi fenomena ekonomi yang luar biasa. Tidak keliru juga kalau dikatakan Swift-nomics karena penampilan seorang artis bisa memberikan manfaat ekonomi yang luar biasa kepada sebuah negara. Singapura bisa melakukan ini karena mereka memiliki visi ekonomi yang panjang dan ekosistem yang mendukung. Pertama, pemerintah yang berorientasi pasar dan memahami pasar.

Pemerintah tak berpikir ekonomi jangka pendek, tetapi berjangka panjang. Pemerintah Singapura mau turun tangan untuk berbicara dengan manajemen artis.. Kompensasi untuk menghadirkan artis besar tak memikirkan keuntungan (return) secara langsung. Yang jauh lebih diperhatikan pemerintah adalah dampak ekonomi yang didapatkan untuk jangka panjang. Dengan konser yang dikunjungi jutaan fans mancanegara, ekonomi Singapura akan bertumbuh. Kalaupun ada dampak langsung yang bisa dirasakan adalah pajak barang dan jasa (goods and services tax/GST) dari berbagai transaksi yang kemudian terjadi. Kepuasan dari para fans menyaksikan konser menambah kredibilitas dan popularitas Singapura.

Miliaran pembicaraan di media sosial merupakan promosi yang nilainya tak terkira, priceless. Para penonton tak pernah kapok datang ke Singapura karena mereka tak perlu kebingungan untuk datang dan pulang dari tempat konser karena fasilitas transportasi yang bagus. Mereka tak harus kelaparan dan kehausan sebab di mana-mana bisa mudah didapatkan tempat makan dan minum. Fasilitas sanitasi seluruh kota keadaannya prima. Dan, keamanan sangat terjamin karena nyaris tidak ada pencuri dan pencopet. Perlu cara pandang berbeda jika ingin menyaingi Singapura. Indonesia Incorporated yang didengung-dengungkan masih tahap wacana, sementara Singapore Incorporated setiap saat dijalankan (Yoga)

Ekraf Jadi Sumber Pertumbuhan Baru

13 Mar 2024

Gegap gempita dan gemerlap konser Taylor Swift selama enam hari di Singapura, 2-9 Maret 2024, baru saja lewat. Sekarang, pemerintah, penyelenggara, semua pemangku kepentingan terkait, dan berbagai elemen yang kecipratan manfaat barangkali sedang menghitung jumlah cuan yang masuk. Dari perspektif ekonomi kreatif (ekraf), sukses kolaborasi berbagai pihak dan aspek dalam perhelatan itu menjadi bukti dahsyatnya kekuatan ekraf. Dalam penerimaan pariwisata saja, Singapura diperkirakan meraup 260 juta USD hingga 375 juta USD atau Rp 4 triliun hingga Rp 5,8 triliun. Event itu juga bisa menjadi benchmark bagaimana seharusnya menggarap ekonomi kreatif. Ini tidak sebatas pada konser musik, tetapi untuk semua cabang ekraf.

Untuk Indonesia, Titik tolak yang barangkali bisa menjadi konsensus bersama sekaligus klise adalah ekraf Indonesia punya potensi besar, tetapi perkembangannya belum optimal. Berbagai kajian menyimpulkan, peran ekraf vital sebagai sumber pendapatan, penyerapan tenaga kerja, dan efek pengganda luas dalam perekonomian suatu negara. Petikan wawancara Kompas dengan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, di Jakarta, Rabu (6/3) mengungkapkan, ”Swiftonomics” kini banyak dikaji akademisi dan analis. Salah satu ekonom menyampaikan, dari setiap konser (Taylor Swift) TS di Singapura, 70 % penonton berasal dari luar Singapura. Dana yang dihabiskan mulai dari 350 juta USD hingga 500 juta USD. Konon kabarnya, rahasia ”dapur” mereka, (pemerintah) mendukung 15 juta USD atau Rp 235,8 miliar (kurs Rp 15.723 per USD). Maka, nominal ini sudah kembali dengan cepat berkali-kali lipat.

Ini sebuah langkah kemampuan yang harus kita miliki, kombinasi kemampuan menghadirkan venue berskala internasional, menghadirkan kebijakan yang kondusif, dan dana pendamping yang tersedia. Maka, kita harus mengembangkan infrastruktur, mempermudah perizinan penyelenggaraan event. Kita harus kolaborasi dengan stakeholders. Pemerintah harus hadir, harus bisa mendampingi. Misalnya, nanti Indonesia mendapat kesempatan menghadirkan the next TS, kita harus mampu menyediakan bukan hanya konser, hotel, produk-produk kuliner, dan suvenir. Namun, kita juga harus cari produk-produk yang bisa dijual dan unggul dari Indonesia sebagai adidaya seni dan budaya, ekonomi hijau. Kita harus mengambil peran yang lebih kuat lagi ke depannya. (Yoga)

Lampu Kuning Stabilitas Fiskal

13 Mar 2024

Pemerintah harus cermat dalam menjaga stabilitas fiskal negara mengingat kebutuhan belanja yang berisiko melonjak di masa mendatang. Tantangan ekonomi global yang tidak menentu, menjadi hal penting yang tak boleh dikesampingkan lantaran berisiko merembet ke dalam negeri, yang akhirnya turut memengaruhi strategi belanja negara. Dus, siasat fiskal yang antisipatif dan mumpuni amat dibutuhkan. Kabar teranyar menyebutkan bahwa pemerintah akan kembali menerapkan skema burden sharing alias berbagi beban dengan pemerintah daerah untuk menopang belanja negara pada tahun depan, khususnya untuk bantuan sosial (bansos). Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 didesain dengan skema berbagi beban bersama pemda melalui optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Alasannya, pemerintah menganggap burden sharing dengan pemerintah daerah yang diterapkan dalam APBN 2022 dan 2023, tergolong sukses sejalan dengan beragam dinamika ekonomi yang terjadi seperti gejolak harga komoditas, maupun untuk menopang alokasi bansos. Kendati demikian, patut diingat pula bahwa kemandirian fiskal masing-masing daerah tidaklah sama. Faktanya, masih ada sebagian daerah yang belum menyelesaikan peraturan PDRD. Walaupun sejatinya, pemerintah talah memberikan kelonggaran yang amat luas kepada daerah untuk menyusun Perda PDRD, kurang lebih 2 tahun, sejak UU HKPD disahkan pada Januari 2022. Alhasil, pejabat lokal pun tidak memiliki hak untuk memungut pajak dan retribusi atas seluruh aktivitas ekonomi. 

Hal itu juga memicu ketidakpastian bagi pelaku bisnis. Kendala tersebut harus segera diatasi, jika pemerintah ingin skema burden sharing yang digagas untuk APBN 2025, khususnya dalam menopang bansos, berjalan mulus. Tugas yang amat urgen adalah terus mendorong kemandirian fiskal semua daerah. Sudah menjadi rahasia umum bahwa tantangan ekonomi ke depan tidak makin ringan. Perihal kenaikan inflasi misalnya. Harga sejumlah bahan pangan menjulang. Menurut BPS, inflasi pada Februari 2024 mencapai 0,37% secara bulanan dan 2,75% secara tahunan. Kenaikan inflasi itu dipicu oleh inflasi harga bergejolak alias volatile food yang menyentuh level tertinggi dalam 17 bulan terakhir. Lonjakan anggaran bansos, berkelindan dengan tarik-menarik kebutuhan anggaran dari sektor lainnya, jelas akan menjadi ujian berat bagi keuangan negara. Jika tak mampu berpijak pada strategi mengerek pendapatan dan mengatur belanja secara strategis, maka stabilitas fiskal menjadi taruhan.

INVESTASI FIKTIF : KPK Segera Panggil Saksi Kasus Taspen

12 Mar 2024

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menaikkan status perkara dugaan korupsi investasi fiktif PT Taspen (Persero) ke tahap penyidikan. Selanjutnya dilakukan pemanggilan saksi untuk diperiksa oleh penyidik lembaga antirasuah tersebut. Tim KPK sudah melakukan upaya pencegahan ke luar negeri terhadap dua orang, termasuk melakukan penggeledahan di beberapa lokasi, di antaranya di kantor Taspen. “Tentu pemeriksaan saksi-saksi yang akan menjadi prioritas lebih dahulu dalam rangka melengkapi alat bukti,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan melalui pesan singkat, Senin (11/3). Pada perkembangan sebelumnya, penyidik KPK telah menemukan sejumlah bukti terkait dengan perkara dugaan korupsi investasi fiktif saat menggeledah kantor Taspen, Jumat (8/3). Selain kantor Taspen, KPK juga menggeledah sebuah kantor swasta di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta. Pada kegiatan penggeledahan di dua lokasi tersebut, penyidik menemukan dokumen, barang bukti elektronik dan catatan keuangan yang diduga terkait dengan perkara dugaan korupsi Taspen. Barang-barang temuan penyidik KPK saat penggeledahan, terang Ali, akan segera disita sebagai barang bukti untuk berkas perkara korupsi di Taspen itu. Lembaga antirasuah menduga investasi fiktif Taspen dengan perusahaan lain merugikan negara ratusan miliar rupiah. Pencegahan ke luar negeri itu diajukan terhadap dua orang yang terdiri atas penyelenggara negara dan pihak swasta, kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham. Permintaan cegah itu berlaku untuk enam bulan pertama atau sampai dengan September 2024 dan bisa dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu dari dua orang tersebut adalah Direktur Utama Taspen Antonius N.S. Kosasih. Selain Antonius, KPK turut mengajukan pencegahan ke luar negeri terhadap Dirut PT Insight Investments Management Ekiawan Heri Primaryanto.

BANTALAN NEGARA DI PROYEK PRAKERJA

12 Mar 2024

Program Prakerja yang didesain sebagai pelatihan pengembangan kompetensi bagi pekerja maupun calon pekerja, dilanjutkan pada tahun ini. Sejak digulirkan pada April 2020, program tersebut sudah menjangkau tak kurang dari 17 juta penerima manfaat. Hanya saja, dalam pelaksanaannya masih banyak celah dari program tersebut. Upaya untuk membangun kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing, belum sepenuhnya sejalan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Sejauh ini, pemerintah terkesan menjalankan Program Prakerja sebagai proyek menyerap anggaran. Tidak memiliki tolok ukur jelas mengenai kompetensi dan peningkatan daya saing SDM yang disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai sasaran Indonesia menuju negara maju.

KPK Telusuri Dugaan Investasi Fiktif Petinggi Taspen

12 Mar 2024
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menelusuri dugaan korupsi melalui investasi fiktif di PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen). Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga telah menonaktifkan Antonius NS Kosasih, Direktur Utama PT Taspen. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, kasus Taspen terjadi di awal 2019, maka Menteri BUMN melakukan langkah yang mendukung penyelidikan. "Supaya proses bagus dan baik, maka pak Erick kemarin menonaktifkan Dirut Taspen," ujar Arya, Jumat (8/3). Selanjutnya, Menteri BUMN menunjuk Direktur Investasi PT Taspen sebagai pelaksana tugas (Plt) Dirut Taspen. Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan, KPK saat ini tengah dalam proses pengumpulan alat bukti terkait penyidikan dugaan korupsi dalam kegiatan investasi fiktif pada 2019, yang dengan melibatkan perusahaan lain. Dalam paparan soal kinerja keuangan 2019 di tahun 2020 silam, Steve, sapaan akrab Antonius NS Kosasih, menyatakan 67,5% investasi Taspen ditempatkan di surat utang dan 18,7% di deposito. Investasi di surat utang mencakup SUN dan SBSN, obligasi korporasi, MTN hingga KIK EBA. Ali menyatakan, KPK belum bisa mengumumkan konstruksi kasus yang menjerat para pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk siapa saja para tersangkanya. KPK juga telah mengajukan cekal terhadap dua orang. Kabar yang beredar, dua orang yang dicekal adalah ANS Kosasih, serta Direktur Utama Insight Investments Management Ekiawan Heri Primaryanto. Hingga berita ini naik cetak, KONTAN belum berhasil mendapat klarifikasi dari dua orang tersebut. Sebagai perusahaan yang mengelola dana publik, pengelolaan investasi Taspen memang terlihat sangat tertutup. Cukup sulit mencari tahu kinerja Taspen, lantaran perusahaan ini tidak mempublikasikan kinerja keuangannya secara terbuka. Padahal, Taspen harus membayar pajak imbal hasil lebih tinggi bila berinvestasi di reksadana terproteksi ketimbang langsung investasi di obligasi. KONTAN sudah berupaya meminta konfirmasi kepada Taspen, namun belum mendapat jawaban.

Nasib Pilu Tukang Perahu di Negeri ”Seribu Sungai”

12 Mar 2024

Tukang perahu di daerah ”Seribu Sungai” Kalsel, rindu menikmati masa-masa indah. Para perajin di sentra pembuatan perahu tradisional di Desa Pulau Sewangi, Kabupaten Barito Kuala, kini susah payah mempertahankan nasib dan budaya yang sudah lama ada. Transportasi sungai kian surut seiring terbukanya akses jalan dan infrastruktur lain. Zarkasi (56), perajin perahu di Pulau Sewangi, merekatkan papan untuk membentuk lambung perahu, dengan pasak kayu setelah di sela-selanya diberi cat minyak dan lumuh, dempul dari pohon enau. ”Bikin jukung sebesar ini biasanya 20 hari. Ini sudah dikerjakan lebih dari 10 hari,” ujarnya, Sabtu (9/3/2024). Pada 2024, setidaknya ada 78 galangan perahu di Pulau Sewangi. Sebuah galangan mempekerjakan 3-5 tukang. Zarkasi sendirian menyelesaikan perahu sepanjang 9,5 meter yang dijual Rp 12 juta.

”Kalau payu (laku), untung bersihnya paling sekitar Rp 2 juta,” ujarnya. Zarkasi sudah lebih dari 30 tahun jadi tukang perahu. Ia senior di Pulau Sewangi. Beberapa pemilik galangan yang usianya lebih muda pernah berguru kepadanya. ”Sekarang ini kerja sendirian saja, sudah tak mampu lagi mengupah tukang. Pembeli jukung juga sudah jarang,” ujarnya. Kini tinggal warga Aluh Aluh (Banjar) dan Tabunganen (Barito Kuala) yang masih datang membeli. Alasan utamanya, mereka tinggal di muara Sungai Barito. ”Dulu, kalau musim panen padi dan buah-buahan, banyak yang cari jukung. Sekarang jarang karena banyak daerah sudah bisa dimasuki mobil pikap,” katanya. Di masa lalu, Zarkasi bisa menjual 3-4 perahu per bulan. Kini, jumlahnya anjlok. Apabila beruntung, satu perahu terjual setiap bulan. (Yoga)

Menanti Keajaiban Ekonomi Lebaran

12 Mar 2024

Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1445 Hijriah jatuh pada Selasa (12/3). Muncul harapan momentum Ramadhan dan perayaan Idul Fitri tahun ini bisa membawa peningkatan pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Dari tahun ke tahun Ramadhan dan Idul Fitri selalu berkontribusi mempercepat perputaran ekonomi nasional, karena pengeluaran untuk konsumsi masyarakat di periode ini cenderung lebih tinggi daripada hari-hari biasa. Tak hanya oleh masyarakat Muslim, semarak Ramadhan dan Lebaran juga turut diikuti hampir seluruh penduduk Indonesia. Tahun lalu, data Mandiri Spending Index menunjukkan belanja masyarakat mengalami akselerasi seiring dimulainya bulan Ramadhan pada akhir Maret 2023. Indeks nilai belanja pada Maret 2023 mencapai 136,4 atau tertinggi sejak Januari 2023. Pada periode Ramadhan, pengeluaran belanja meningkat dipicu oleh tradisi atau kebiasaan yang menjadikan bulan puasa sebagai momentum istimewa.

Pada waktu berbuka dan sahur, di meja makan keluarga Muslim yang menjalankan ibadah puasa kerap terhidang sajian yang relatif lebih beragam dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Kebiasaan ini bahkan bisa berlanjut hingga sepekan seusai Lebaran. Anggaran belanja masyarakat juga meningkat karena adanya tradisi membeli pakaian dan aksesori baru untuk dikenakan saat Idul Fitri. Terkerek naiknya permintaan masyarakat karena faktor-faktor tersebut ditopang oleh pembagian THR untuk karyawan, baik swasta maupun ASN. Belanja masyarakat yang masuk golongan miskin juga akan ditopang oleh pembagian zakat dan sedekah yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Peningkatan konsumsi masyarakat tidak hanya dinikmati sektor usaha berskala menengah ke atas, tetapi juga dinikmati oleh UMKM, yang terefleksi dari munculnya usaha-usaha dadakan yang menjual berbagai barang atau jasa, seperti takjil, kue kering, parsel untuk Lebaran, rental dan cuci kendaraan, hingga layanan bersih-bersih rumah.

Tradisi mudik dan rekreasi, terutama di periode libur Lebaran, juga ikut mendorong perekonomian. Tanda-tanda menggeliatnya pertumbuhan ekonomi yang didorong Ramadhan tahun ini sudah tecermin dari meningkatnya alokasi jumlah uang tunai yang disiapkan BI pada periode Lebaran kali ini. BI menyiapkan uang tunai sebesar Rp 197,6 triliun selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2024, meningkat dari tahun 2023 di Rp 195 triliun.  Wajar jika momentum Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri atau Lebaran selalu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di Tanah Air, mengingat masih tingginya ketergantungan putaran roda ekonomi nasional terhadap aktivitas konsumsi masyarakat. Mari kita sambut bulan suci tahun ini dengan khidmat, sukacita, dan penuh rasa optimism akan hadirnya keajaiban ekonomi. (Yoga)

Transisi Energi Membutuhkan Sumber Daya Manusia Berkualitas

12 Mar 2024

Pemerintah Indonesia terus memenuhi komitmennya dalam mengimplementasikan upaya transisi energi dengan menetapkan Enchanced National Determined Contribution (NDC) yang bertujuan signifikan dalam menurunkan emisi Gas Rumah Kaca(GRK). Target penurunan emisi GRK tahun 2030 mencapai 32 % setara 358 juta ton CO2 dari tingkat Business as Usual (BAU) menjadi langkah strategis untuk menghadapi tantangan perubahan iklim global.vTransisi energi akan memicu peningkatan kebutuhan SDM berkualitas yang memegang peran krusial dalam kesuksesan program transisi energi di Indonesia.

Ini merupakan tantangan baru yang harus dihadapi. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Kementerian ESDM mengadakan kegiatan “EBTKE Goes to Campus” dengan meyelenggarakan kuliah umum berjudul “Akselerasi Pemanfaatan eneri Surya Untuk Transisi Energi”. Kegiatan ini diselenggarakan di Universitas Negeri Semarang (UNNES) Jateng, pada Kamis (7/3) dengan tujuan memberikan pendidikan dan pemahaman mahasiswa terkait transisi energi di masa depan, ucap Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM Andriah Febby Misna dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/3). (Yetede)