Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )Perkuat Ekonomi Umat, BSI Serahkan Zakat Lebih dari Rp 222 Miliar
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) semakin mengukuhkan komitmen untuk memperkuat ekonomi umat dengan mendorong peningkatan penyaluran zakat perusahaan. Pada Ramadhan tahun ini, BSI menyerahkan Rp 222,7 miliar zakat perusahaan melalui Baznas, melesat 29 % dibanding periode yang sama tahun lalu.
Dirut BSI Hery Gunardi mengatakan, pihaknya dapat mendorong kenaikan zakat seiring pertumbuhan laba bersih perseroan sepanjang 2023. Dari total zakat yang disalurkan, Rp 189,7 miliar merupakan zakat dari laba perusahaan dan Rp 33 miliar merupakan zakat pegawai. Dengan angka tersebut BSI kembali menjadi perusahaan dengan volume zakat terbesar di Indonesia. (Yetede)
Waspadai Cuaca Ekstrem Beberapa Hari ke Depan
BMKG memperkirakan terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah
di Tanah Air beberapa hari ke depan. Angin kencang disertai hujan dengan
intensitas ringan-lebat serta gelombang laut tinggi berpotensi terjadi dan
berisiko memicu bencana hidrometeorologi. Masyarakat diimbau mewaspadainya. Di
NTB, Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) memprediksi cuaca ekstrem
berlangsung di NTB hingga akhir pecan ini. Masyarakat diimbau mewaspadai hujan
disertai angina kencang hingga gelombang tinggi. Kepala Stasiun Meteorologi ZAM
Satria Topan Primadi, Rabu (13/3) mengatakan, curah hujan bisa terjadi dengan intensitas
sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. ”Berpotensi terjadi di seluruh
wilayah NTB, 10-16 Maret 2024,” ujarnya. Kondisi itu bisa terjadi pagi hingga
dini hari, yakni mulai dari Lombok Utara, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah,
Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, Kota Bima, dan Dompu.
Selain hujan disertai petir dan angin kencang, BMKG Stasiun
Meteorologi ZAM memprediksi potensi gelombang tinggi pada periode itu. Gelombang
dengan tinggi mencapai 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian
selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Selat Sape bagian selatan. Adapun
gelombang 4-6 meter berpotensiterjadi di Samudra Hindia, selatan NTB. Di
Malang, Jatim, prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Malang, Firda Amalia M, mengatakan,
hingga kini dinamika atmosfer mendukung untuk terjadinya cuaca ekstrem. ”Selain
itu, saat ini juga ada bibit siklon yang berada di selatan Pulau Jawa. Ini bisa
meningkatkan cuaca ekstrem hingga seminggu ke depan berupa hujan lebat disertai
petir dan angin kencang serta gelombang tinggi di perairan selatan Jawa,”
ujarnya. Di Sultra, hujan dengan intensitas sangat tinggi masih berpotensi
terjadi di Kendari dan sejumlah daerah lain di Sultra. Masyarakat diharapkan
mewaspadai banjir dan longsor selama sepekan ke depan. ”Selama seminggu ke
depan, (curah) hujan masih akan tinggi. Kondisi ini diprediksi terjadi di
Kendari, sejumlah daerah di daratan Sultra, dan beberapa di kepulauan,” kata Kepala
Stasiun Maritim BMKG Kendari Sugeng Widarko. (Yoga)
Akses untuk Kuliah Semakin Berat
Akses pendidikan dasar dan menengah di Indonesia semakin
membaik dengan pembiayaan yang terjangkau, bahkan gratis untuk sekolah negeri.
Sebaliknya, akses untuk kuliah di perguruan tinggi Indonesia masih berat karena
tingginya biaya kuliah dan minimnya anggaran pendidikan tinggi yang disediakan negara.
Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Nizam, di
Jakarta, Rabu (13/3) mengatakan, anggaran fungsi pendidikan minimal 20 % APBN
belum mampu mendukung pembiayaan pendidikan tinggi di perguruan
tinggi negeri (PTN) sekalipun. Karena itu, pembiayaan pendidikan tinggi hingga
kini prinsipnya masih gotong royong, yaitu investasi bersama pemerintah dan masyarakat
serta pihak lain. Di acara bincang edukasi ”Mengupas Skema Terbaik dan
Ringankan Pendanaan Mahasiswa”, beberapa waktu lalu, Nizam memaparkan, dari
berbagai data yang dikompilasi tahun 2020, rata-rata total biaya pendidikan
Indonesia sekitar 2.000 USD atau Rp 28 juta per mahasiswa.
Dibandingkan India yang berkisar 3.000 USD, biaya di
Indonesia lebih murah 75 %, tapi, dibandingkan dengan Malaysia, biaya pendidikan
di Indonesia baru seperempatnya karena biaya kuliah di sana sekitar 7.000 USD AS
per mahasiswa. Hingga kini, subsidi biaya kuliah dari pemerintah dengan standar
minimum di PTN baru 28 % Anggaran Diktiristek tahun 2024 sekitar Rp 33,6
triliun, tetapi itu termasuk pendapatan negara bukan pajak (PNBP) atau dana
masyarakat sekitar Rp 7 triliun. Saat ini sebagian besar anggaran Diktiristek
habis digunakan untuk belanja pegawai. ”Jika mau menyubsidi seperti di
Malaysia, butuh Rp 110 triliun atau empat kali lipat anggaran PTN, belum
bantuan PTS. Kalau mau seperti Australia, kebutuhan mencapai Rp 1.000 triliun,
tentunya tidak mungkin dengan APBN yang ada.
Karena itu, perlu pembiayaan gotong royong sebagai investasi bersama
pemerintah dan masyarakat untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompetitif,”
tutur Nizam. Dari alokasi Kemendikbudristek tahun 2023 sekitar Rp 81 triliun,
sepertiganya dialokasikan untuk jaring pengaman sosial afirmasi beasiswa anak
sekolah hingga mahasiswa. ”Anggaran untuk PTN saja masih kecil. Kalau bicara
kualitas, butuh pembiayaan lebih besar,” kata Nizam. Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia
Didin Muhafidin mengatakan, biaya kuliah tinggi tidak terhindarkan. Sebab,
biaya operasional kampus, khususnya PTS, terus meningkat dan dibebankan kepada
mahasiswa. Biaya investasi juga meningkat dan inflasi tinggi. Didin juga
menyoroti kebijakan pemerintah yang ambigu sehingga beban biaya kuliah tinggi.
”Perguruan tinggi itu, kan, ditetapkan nirlaba, tapi perlakuannya tetap seperti
lembaga bisnis. Seharusnya ada perlakuan khusus bagi lembaga pendidikan tinggi
dari pemerintah pusat dan daerah,” ujar Didin. (Yoga)
Menghadapi Generasi Pesimistis
Inilah kisah di China ketika anak muda berebut lowongan pekerjaan. Malam sebelum ujian pegawai negeri China, Melody Zhang (24) belajar sambil berjalan mondar-mandir dengan cemas. Barulah saat masuk ke dalam ruangan ujian keesokan harinya, dia menyadari sudah menangis seharian. Zhang sangat berharap bisa bekerja di lembaga pemerintah setelah 100 berkas lamaran kerjanya untuk industri media ditolak. Sayangnya, impian itu pun kandas. Bukan hanya Zhang yang gagal menjadi pegawai negeri karena peminatnya sampai 2,6 juta orang. Padahal, lowongan yang tersedia hanya 39.600 posisi. Jumlah peminat 2,6 juta orang ini mencatat rekor di tengah krisis kemiskinan yang dialami anak muda (Kompas.id, 11/3/2024). Setidaknya 20 % dari 100 juta warga China berusia 16-24 tahun menganggur pada Juni 2023.
Pengumuman ini ditarik dan kemudian muncul pernyataan baru yang menyebutkan bahwa data itu tidak memasukkan mahasiswa dan menyebutkan pengangguran anak muda mencapai 14,9 % pada Desember 2023. Angka-angka ini sebenarnya berkorelasi dengan pertumbuhan ekonomi China yang tidak lagi tinggi sehingga penyediaan lapangan pekerjaan tidak memadai. Mereka yang bekerja pun tidak memperoleh pendapatan yang layak karena turun 1,3 % dibandingkan tahun lalu. Tak mengherankan jika mereka disebut generasi paling pesimistis. Fenomena ini tidak hanya terjadi di China, tetapi juga di AS dan Indonesia. Mereka adalah generasi yang sulit mendapatkan pekerjaan, sulit untuk membeli properti, dan tak mudah untuk mendapatkan akses pendidikan yang bermutu.
Tekanan hidup mereka sangat berat dan mendalam. China memahami hal ini. Saat ini, mereka tengah mencari sumber pertumbuhan baru. Target pertumbuhan saat ini, yaitu 5 %, hanya sekadar untuk menjaga lapangan pekerjaan. Mereka bercita-cita memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi lagi untuk menyelesaikan masalah tenaga kerja. Dalam Kongres Rakyat Nasional (NPC) tahunan awal Maret lalu, China telah mengumumkan, salah satu cara menyelesaikan masalah saat ini adalah dengan membangun industri yang penting bagi daya saing masa depan, antara lain kecerdasan buatan hingga eksplorasi ruang angkasa. (Yoga)
Matematika Pangan Lokal
Melonjaknya harga beras menjadi momentum untuk kembali pada
beragam pangan lokal. Selain lebih murah, pangan lokal lebih segar dan memiliki
kandungan gizi yang baik. Ditinggalkanya beragam pangan lokal dan bergesernya pola
konsumsi ke beras membebani ekonomi masyarakat, terutama di daerah defisit
beras seperti NTT. Semakin miskin masyarakat, presentasi penghasilan yang tersedot
untuk membeli beras kian besar. Masyarakat harus mengorbankan beragam kebutuhan
konsumsi yang lain, termasuk mengurangi konsumsi protein. Hal ini pada
gilirannya berisiko meningkatkan masalah gizi pada anak.
”Harga beras saat ini paling mahal dari yang saya alami selama
hidup. Warga saat ini terbebani luar biasa dengan perkembangan ini,” kata
Kepala Desa Mudakeputu, Kabupaten Flores Timur, NTT, Yohanes Purin Weking (57),
Minggu (3/3). Harga beras di Pasar Mudakeputu saat ini mencapai Rp 17.000 per kg,
jauh lebih tinggi dari ketetapan harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.400 per kg.
Kenaikan harga beras ini diikuti kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lain,
termasuk telur. ”Warga miskin tambah miskin karena uang saat ini seperti tidak
bernilai,” ujarnya. Anastasia Marselina Dai (35), ibu rumah tangga di Desa Mudakeputu,
menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan beras, keluarganya menjual hasil
pertanian, seperti sayur-mayur, singkong, dan jagung, tetapi harganya tidak
sebanding.
Satu karung singkong, 50 kg, hanya laku dijual Rp 20.000. ”Kami
sekarang harus menghemat untuk membeli lauk-pauknya. Ikannya dikurangi, yang
penting anak-anak kenyang dulu,” katanya. Menurut Yohanes, lonjakan harga beras
saat ini membuatnya tersadar tentang pentingnya pangan lokal. ”Kalau warga
masih mau makan pangan-pangan lokal, pasti tidak akan kesusahan dengan naiknya
harga beras,” ujarnya. Secara tradisional, masyarakat Mudakeputu memiliki
pengetahuan untuk mengolah jagung dan singkong sebagai pangan pokok. ”Bahkan,
kalau mau ke hutan, juga banyak umbi-umbian yang dulu waktu saya masih kecil
menjadi makanan sehari-hari,” lanjutnya.
Jagung kuning, misalnya, menurut ahli gizi IPB University,
Drajat Martianto, memiliki kandungan energi 355 kalori per 100 gram (g), hampir
sama dengan nasi sebesar 360 kalori per 100 g. Sementara tepung gaplek memiliki
kandungan energi 363 kalori per 100 g. Bahan pangan ini juga memiliki unsur
mikro dengan kandungan bervariasi. Dari sisi harga, beragam pangan lokal juga
lebih murah. Meski begitu, makan juga soal kebiasaan selain persepsi warga yang
sudah terhegemoni pangan pokok harus beras. Menurut Yohanes, selama puluhan
tahun, masyarakat di desa diajarkan bahwa makan harus beras. Mereka yang masih
makan putu dan nasi jagung dianggap orang tidak mampu. ”Ini yang membuat warga
menjual jagung, singkong, dan mete untuk beli beras,” katanya (Yoga)
Pasokan Seret, Harga Minyak Goreng Rakyat Naik
Harga minyak goreng untuk rakyat, berupa minyak curah dan
kemasan sederhana merek Minyakita, naik. Hal ini terjadi lantaran pasokan
minyak goreng yang berasal dari kewajiban memasok kebutuhan domestic (DMO)
minyak goreng seret. BPS mencatat, pada pekan pertama Maret 2024, harga rerata
nasional minyak goreng Rp 17.825 per liter. Harga komoditas tersebut naik 0,44
% dibandingkan harga rerata pada Februari 2024. Kenaikan harga minyak goreng
itu terjadi di 236 daerah atau 65,56 % dari 514 kabupaten dan kota di
Indonesia. Jumlah daerah tersebut bertambah dari pekan kelima Februari 2024
yang sebanyak 228 daerah.
Berdasarkan Sistem Informasi Pemantauan Pasar dan Kebutuhan
Pokok Kemendag, per 13 Maret 2024, harga rerata nasional minyak goreng curah
dan Minyakita sama, yakni Rp 15.600 per liter. Harga tersebut di atas harga eceran
tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp 14.000 per liter. Direktur Barang
Kebutuhan Pokok dan Penting Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Bambang
Wisnubroto, Rabu (13/3) mengatakan, kenaikan harga minyak goreng curah dan
Minyakita terjadi lantaran realisasi pemenuhan DMO rendah. Pada Februari 2024,
realisasi DMO hanya mencapai 123.536 ton atau 41,2 % dari target DMO bulanan
sebanyak 300.000 ton.
”Realisasi DMO pada Februari 2024 itu terendah sejak Juni
2022,” ujarnya dalam Rakori Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri
secara hibrida di Jakarta. Kemendag mencatat, penurunan realisasi DMO minyak
goreng itu terjadi sejak Desember 2023. Pada Desember 2023, realisasi DMO
tersebut sebanyak 249.044 ton atau 83 % dari target bulanan. Kemudian pada
Januari 2024, realisasi DMO itu turun menjadi 212.115 ton atau 70,7 % dari target
bulanan. Penurunan realisasi DMO terjadi lantaran permintaan ekspor CPO dan
produk turunan masih rendah. Salah satu indikasinya, hak ekspor minyak sawit
sebagai insentif atas pemenuhan DMO masih menumpuk, yakni 5,58 juta ton atau setara
kebutuhan ekspor 2,5 bulan. (Yoga)
Gerai Es Teh dan Es Kopi Gula Aren Gerus Pasar Minuman Kemasan
Merebaknya gerai es teh dan es kopi gula aren di berbagai
penjuru kota mulai berdampak pada menurunnya penjualan minuman dalam kemasan di
toko ritel dan warung kelontong. Fenomena ini menandakan adanya perubahan pola
konsumsi masyarakat terhadap minuman ringan. Mengutip data Nielsen, seperti
diolah Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim), volume penjualan produk minuman
dalam kemasan di luar air minum dalam kemasan (AMDK) pada 2023 adalah 3 juta liter.
Angka ini menurun 2,59 % dibandingkan tahun 2022 di 3,08 juta liter. Yang
termasuk minuman ringan dalam kemasan antara lain minuman teh dalam kemasan,
minuman kopi dalam kemasan, minuman mengandung susu dalam kemasan, minuman
berkarbonasi, dan minuman sari buah.
Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics
(CORE) Mohammad Faisal, salah satu faktor penyebab menurunnya penjualan minuman
dalam kemasan di tingkat ritel adalah menjamurnya gerai es teh dan es kopi gula
aren di berbagai sudut kota. ”Sedikit atau banyak (penurunan penjualan minuman
dalam kemasan) dipengaruhi oleh merebaknya gerai-gerai (es teh dan kopi gula
aren),” ujarnya dalam konferensi pers yang diselenggarakan Asrim bertajuk ”Kinerja
Industri Minuman di 2023 serta Peluang dan Tantangan di Tahun 2024” di Jakarta,
Rabu (13/3). Cara konsumsi minuman ringan di masyarakat telah berubah. Kini
masyarakat kian menggemari minuman es teh dan es kopi gula aren karena dianggap
sedang tren. Selain itu, konsumen juga lebih mudah mengaksesnya karena mudah
ditemui dan dibeli di pinggir jalan. Tidak seperti minuman dalam kemasan yang
disimpan di dalam lemari pendingin toko ritel. (Yoga)
Rekapitulasi Nasional Ditargetkan Rampung Sebelum 20 Maret 2024
KPU RI menargetkan rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat nasional akan selesai sebelum tanggal 20 Maret 2024. Anggota KPU RI August Mellaz mengatakan ada kemungkinan proses rekapitulasi selesai pada Senin, (18/3) “Kalau target kami malah selesai sebelumnya,” kata Mellaz di Kantor KPU RI, Jakarta, Rabu (13/3).
Dia menjelaskan bahwa KPU juga memantau proses rekapitulasi yang berada di tingkat kecamatan hingga provinsi. Kendati demikian, menurutnya, proses penghitungan sudah mau selesai. Proses rekapitulasi penghitungan suara ini menyisakan 19 lagi dari 38 provinsi yang sudah dihitung. Seturut Peraturan KPU No 3 Tahun 2022, rekapitulasi suara nasional Pemilu 2024 dijadwalkan berlngsung mulai 15 Februari sampai 20 Maret 2024. (Yetede)
Jokowi Minta Penyediaaan Lahan Investasi di IKN Dipercepat
Presiden RI Jokowi meminta penyediaan lahan investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kaltim, bisa dipercepat. Hal tersebut disampaikan setelah Jokowi menerima banyak keluhan dari para investor tentang kecepatan investasi di IKN. Hal tersebut disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono setelah rapat internal yang dipimpin Presiden Jokowi mengenai perkembangan pembangunan IKN di Istana Kepresidenan, Jakarta.
“Tadi saran dari Menteri Investasi (Bahlil Lahadalia) yang juga disepakati Bapak Presiden, agar tanahnya dijual (kepada investor) dengan harga yang ditetapkan Otorita IKN,” kata Basuki, Rabu (13/3). Karena itu presiden memerintahkan agar lahan bagi investor segera ditetapkan statusnya dengan sistem jual beli, dengan proses percepatan penyediaan lahan bagi investasi di IKN tidak melanggar aturan. (Yetede)
DMO Turun, Harga Migor Melambung
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kemendag (SP2KP) per 8 maret 2024, harga minyak goreng (migor) sawit curah mencapai Rp 15.600 per liter, di atas HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 14.000 per liter dikarenakan penurunan DMO Februari 2024.
Mendag Zulkifli Hasan mengatakan harga migor curah yang mengalami kenaikan tak dapat dihindari karena menurunnya realisasi DMO produsen yang hingga akhir Februari sebesar 123.536 ton atau 41 % target pemenuhan 300.000 ton. “Hal itu imbas lesunya ekspor CPO dan produk turunannya, sehingga DMO turun disbanding bulan lalu,” ucap dia dalam raker dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (13/3). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









