Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Menghadapi Generasi Pesimistis
Inilah kisah di China ketika anak muda berebut lowongan pekerjaan. Malam sebelum ujian pegawai negeri China, Melody Zhang (24) belajar sambil berjalan mondar-mandir dengan cemas. Barulah saat masuk ke dalam ruangan ujian keesokan harinya, dia menyadari sudah menangis seharian. Zhang sangat berharap bisa bekerja di lembaga pemerintah setelah 100 berkas lamaran kerjanya untuk industri media ditolak. Sayangnya, impian itu pun kandas. Bukan hanya Zhang yang gagal menjadi pegawai negeri karena peminatnya sampai 2,6 juta orang. Padahal, lowongan yang tersedia hanya 39.600 posisi. Jumlah peminat 2,6 juta orang ini mencatat rekor di tengah krisis kemiskinan yang dialami anak muda (Kompas.id, 11/3/2024). Setidaknya 20 % dari 100 juta warga China berusia 16-24 tahun menganggur pada Juni 2023.
Pengumuman ini ditarik dan kemudian muncul pernyataan baru yang menyebutkan bahwa data itu tidak memasukkan mahasiswa dan menyebutkan pengangguran anak muda mencapai 14,9 % pada Desember 2023. Angka-angka ini sebenarnya berkorelasi dengan pertumbuhan ekonomi China yang tidak lagi tinggi sehingga penyediaan lapangan pekerjaan tidak memadai. Mereka yang bekerja pun tidak memperoleh pendapatan yang layak karena turun 1,3 % dibandingkan tahun lalu. Tak mengherankan jika mereka disebut generasi paling pesimistis. Fenomena ini tidak hanya terjadi di China, tetapi juga di AS dan Indonesia. Mereka adalah generasi yang sulit mendapatkan pekerjaan, sulit untuk membeli properti, dan tak mudah untuk mendapatkan akses pendidikan yang bermutu.
Tekanan hidup mereka sangat berat dan mendalam. China memahami hal ini. Saat ini, mereka tengah mencari sumber pertumbuhan baru. Target pertumbuhan saat ini, yaitu 5 %, hanya sekadar untuk menjaga lapangan pekerjaan. Mereka bercita-cita memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi lagi untuk menyelesaikan masalah tenaga kerja. Dalam Kongres Rakyat Nasional (NPC) tahunan awal Maret lalu, China telah mengumumkan, salah satu cara menyelesaikan masalah saat ini adalah dengan membangun industri yang penting bagi daya saing masa depan, antara lain kecerdasan buatan hingga eksplorasi ruang angkasa. (Yoga)
Matematika Pangan Lokal
Melonjaknya harga beras menjadi momentum untuk kembali pada
beragam pangan lokal. Selain lebih murah, pangan lokal lebih segar dan memiliki
kandungan gizi yang baik. Ditinggalkanya beragam pangan lokal dan bergesernya pola
konsumsi ke beras membebani ekonomi masyarakat, terutama di daerah defisit
beras seperti NTT. Semakin miskin masyarakat, presentasi penghasilan yang tersedot
untuk membeli beras kian besar. Masyarakat harus mengorbankan beragam kebutuhan
konsumsi yang lain, termasuk mengurangi konsumsi protein. Hal ini pada
gilirannya berisiko meningkatkan masalah gizi pada anak.
”Harga beras saat ini paling mahal dari yang saya alami selama
hidup. Warga saat ini terbebani luar biasa dengan perkembangan ini,” kata
Kepala Desa Mudakeputu, Kabupaten Flores Timur, NTT, Yohanes Purin Weking (57),
Minggu (3/3). Harga beras di Pasar Mudakeputu saat ini mencapai Rp 17.000 per kg,
jauh lebih tinggi dari ketetapan harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.400 per kg.
Kenaikan harga beras ini diikuti kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lain,
termasuk telur. ”Warga miskin tambah miskin karena uang saat ini seperti tidak
bernilai,” ujarnya. Anastasia Marselina Dai (35), ibu rumah tangga di Desa Mudakeputu,
menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan beras, keluarganya menjual hasil
pertanian, seperti sayur-mayur, singkong, dan jagung, tetapi harganya tidak
sebanding.
Satu karung singkong, 50 kg, hanya laku dijual Rp 20.000. ”Kami
sekarang harus menghemat untuk membeli lauk-pauknya. Ikannya dikurangi, yang
penting anak-anak kenyang dulu,” katanya. Menurut Yohanes, lonjakan harga beras
saat ini membuatnya tersadar tentang pentingnya pangan lokal. ”Kalau warga
masih mau makan pangan-pangan lokal, pasti tidak akan kesusahan dengan naiknya
harga beras,” ujarnya. Secara tradisional, masyarakat Mudakeputu memiliki
pengetahuan untuk mengolah jagung dan singkong sebagai pangan pokok. ”Bahkan,
kalau mau ke hutan, juga banyak umbi-umbian yang dulu waktu saya masih kecil
menjadi makanan sehari-hari,” lanjutnya.
Jagung kuning, misalnya, menurut ahli gizi IPB University,
Drajat Martianto, memiliki kandungan energi 355 kalori per 100 gram (g), hampir
sama dengan nasi sebesar 360 kalori per 100 g. Sementara tepung gaplek memiliki
kandungan energi 363 kalori per 100 g. Bahan pangan ini juga memiliki unsur
mikro dengan kandungan bervariasi. Dari sisi harga, beragam pangan lokal juga
lebih murah. Meski begitu, makan juga soal kebiasaan selain persepsi warga yang
sudah terhegemoni pangan pokok harus beras. Menurut Yohanes, selama puluhan
tahun, masyarakat di desa diajarkan bahwa makan harus beras. Mereka yang masih
makan putu dan nasi jagung dianggap orang tidak mampu. ”Ini yang membuat warga
menjual jagung, singkong, dan mete untuk beli beras,” katanya (Yoga)
Pasokan Seret, Harga Minyak Goreng Rakyat Naik
Harga minyak goreng untuk rakyat, berupa minyak curah dan
kemasan sederhana merek Minyakita, naik. Hal ini terjadi lantaran pasokan
minyak goreng yang berasal dari kewajiban memasok kebutuhan domestic (DMO)
minyak goreng seret. BPS mencatat, pada pekan pertama Maret 2024, harga rerata
nasional minyak goreng Rp 17.825 per liter. Harga komoditas tersebut naik 0,44
% dibandingkan harga rerata pada Februari 2024. Kenaikan harga minyak goreng
itu terjadi di 236 daerah atau 65,56 % dari 514 kabupaten dan kota di
Indonesia. Jumlah daerah tersebut bertambah dari pekan kelima Februari 2024
yang sebanyak 228 daerah.
Berdasarkan Sistem Informasi Pemantauan Pasar dan Kebutuhan
Pokok Kemendag, per 13 Maret 2024, harga rerata nasional minyak goreng curah
dan Minyakita sama, yakni Rp 15.600 per liter. Harga tersebut di atas harga eceran
tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp 14.000 per liter. Direktur Barang
Kebutuhan Pokok dan Penting Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Bambang
Wisnubroto, Rabu (13/3) mengatakan, kenaikan harga minyak goreng curah dan
Minyakita terjadi lantaran realisasi pemenuhan DMO rendah. Pada Februari 2024,
realisasi DMO hanya mencapai 123.536 ton atau 41,2 % dari target DMO bulanan
sebanyak 300.000 ton.
”Realisasi DMO pada Februari 2024 itu terendah sejak Juni
2022,” ujarnya dalam Rakori Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri
secara hibrida di Jakarta. Kemendag mencatat, penurunan realisasi DMO minyak
goreng itu terjadi sejak Desember 2023. Pada Desember 2023, realisasi DMO
tersebut sebanyak 249.044 ton atau 83 % dari target bulanan. Kemudian pada
Januari 2024, realisasi DMO itu turun menjadi 212.115 ton atau 70,7 % dari target
bulanan. Penurunan realisasi DMO terjadi lantaran permintaan ekspor CPO dan
produk turunan masih rendah. Salah satu indikasinya, hak ekspor minyak sawit
sebagai insentif atas pemenuhan DMO masih menumpuk, yakni 5,58 juta ton atau setara
kebutuhan ekspor 2,5 bulan. (Yoga)
Gerai Es Teh dan Es Kopi Gula Aren Gerus Pasar Minuman Kemasan
Merebaknya gerai es teh dan es kopi gula aren di berbagai
penjuru kota mulai berdampak pada menurunnya penjualan minuman dalam kemasan di
toko ritel dan warung kelontong. Fenomena ini menandakan adanya perubahan pola
konsumsi masyarakat terhadap minuman ringan. Mengutip data Nielsen, seperti
diolah Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim), volume penjualan produk minuman
dalam kemasan di luar air minum dalam kemasan (AMDK) pada 2023 adalah 3 juta liter.
Angka ini menurun 2,59 % dibandingkan tahun 2022 di 3,08 juta liter. Yang
termasuk minuman ringan dalam kemasan antara lain minuman teh dalam kemasan,
minuman kopi dalam kemasan, minuman mengandung susu dalam kemasan, minuman
berkarbonasi, dan minuman sari buah.
Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics
(CORE) Mohammad Faisal, salah satu faktor penyebab menurunnya penjualan minuman
dalam kemasan di tingkat ritel adalah menjamurnya gerai es teh dan es kopi gula
aren di berbagai sudut kota. ”Sedikit atau banyak (penurunan penjualan minuman
dalam kemasan) dipengaruhi oleh merebaknya gerai-gerai (es teh dan kopi gula
aren),” ujarnya dalam konferensi pers yang diselenggarakan Asrim bertajuk ”Kinerja
Industri Minuman di 2023 serta Peluang dan Tantangan di Tahun 2024” di Jakarta,
Rabu (13/3). Cara konsumsi minuman ringan di masyarakat telah berubah. Kini
masyarakat kian menggemari minuman es teh dan es kopi gula aren karena dianggap
sedang tren. Selain itu, konsumen juga lebih mudah mengaksesnya karena mudah
ditemui dan dibeli di pinggir jalan. Tidak seperti minuman dalam kemasan yang
disimpan di dalam lemari pendingin toko ritel. (Yoga)
Rekapitulasi Nasional Ditargetkan Rampung Sebelum 20 Maret 2024
KPU RI menargetkan rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat nasional akan selesai sebelum tanggal 20 Maret 2024. Anggota KPU RI August Mellaz mengatakan ada kemungkinan proses rekapitulasi selesai pada Senin, (18/3) “Kalau target kami malah selesai sebelumnya,” kata Mellaz di Kantor KPU RI, Jakarta, Rabu (13/3).
Dia menjelaskan bahwa KPU juga memantau proses rekapitulasi yang berada di tingkat kecamatan hingga provinsi. Kendati demikian, menurutnya, proses penghitungan sudah mau selesai. Proses rekapitulasi penghitungan suara ini menyisakan 19 lagi dari 38 provinsi yang sudah dihitung. Seturut Peraturan KPU No 3 Tahun 2022, rekapitulasi suara nasional Pemilu 2024 dijadwalkan berlngsung mulai 15 Februari sampai 20 Maret 2024. (Yetede)
Jokowi Minta Penyediaaan Lahan Investasi di IKN Dipercepat
Presiden RI Jokowi meminta penyediaan lahan investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kaltim, bisa dipercepat. Hal tersebut disampaikan setelah Jokowi menerima banyak keluhan dari para investor tentang kecepatan investasi di IKN. Hal tersebut disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono setelah rapat internal yang dipimpin Presiden Jokowi mengenai perkembangan pembangunan IKN di Istana Kepresidenan, Jakarta.
“Tadi saran dari Menteri Investasi (Bahlil Lahadalia) yang juga disepakati Bapak Presiden, agar tanahnya dijual (kepada investor) dengan harga yang ditetapkan Otorita IKN,” kata Basuki, Rabu (13/3). Karena itu presiden memerintahkan agar lahan bagi investor segera ditetapkan statusnya dengan sistem jual beli, dengan proses percepatan penyediaan lahan bagi investasi di IKN tidak melanggar aturan. (Yetede)
DMO Turun, Harga Migor Melambung
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kemendag (SP2KP) per 8 maret 2024, harga minyak goreng (migor) sawit curah mencapai Rp 15.600 per liter, di atas HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 14.000 per liter dikarenakan penurunan DMO Februari 2024.
Mendag Zulkifli Hasan mengatakan harga migor curah yang mengalami kenaikan tak dapat dihindari karena menurunnya realisasi DMO produsen yang hingga akhir Februari sebesar 123.536 ton atau 41 % target pemenuhan 300.000 ton. “Hal itu imbas lesunya ekspor CPO dan produk turunannya, sehingga DMO turun disbanding bulan lalu,” ucap dia dalam raker dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (13/3). (Yetede)
Pelanggan Subsidi Listrik Berkurang 6 Juta pada Awal 2024
Kementrin ESDM mengungkapkan jumlah pelanggan listrik subsidi pada awal tahun ini 33,85 juta pelanggan, berkurang dibanding pada 2023 di 39,94 juta pelanggan subsidi. Pemerintah menetapkan pelanggan subsidi khususnya rumah tangga daya 900 volt ampere (VA) mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos. Pemerintah melakukan pemadanan data rumah tangga 900 VA dengan DTKS setiap 3 bulan pada Januari, April, Juli dan Oktober, merujuk Permen ESDM No 3 Tahun 2024 tentang Pemberian Subsidi Tarif Tenaga Listrik Untuk Rumah Tangga Konsumen PLN.
Kepala Biro Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agus Cahyanto Adi mengatakan 33,85 juta pelanggan subsidi itu terbagi atas daya 450 VA dan 900 VA. Untuk daya 450 VA mencapai 24.609 pelanggan dan daya 900 VA sebanyak 9.250.337 pelanggan. (Yetede)
BERAS, Pasokan Naik, Warga Diimbau Tidak Panik
Pasokan gabah dan beras ke pasaran diprediksi meningkat
seiring meluasnya area panen padi hingga 1-2 bulan ke depan. Masyarakat diimbau
tidak panik dalam membeli barang kebutuhan pokok, khususnya beras, karena dapat
berdampak pada kenaikan harga. Stok beras di Jabar, salah satu sentra produksi
beras nasional, diperkirakan dalam kondisi surplus 50.000 ton selama Maret
2024. Produksi akan meningkat pada puncak panen raya yang diperkirakan terjadi
bulan depan. Pergeseran masa tanam membuat panen padi di Jabar meningkat dan
mencapai 1,27 juta ton pada April 2024. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan
Hortikultura Jabar Dadan Hidayat memaparkan, produksi padi di Jabar diprediksi
mencapai 620.989 ton dalam bentuk gabah kering giling (GKG) pada Maret 2024.
Jumlah ini jauh lebih tinggi disbanding produksi pada Februari yang sebanyak 148.560
ton GKG, sementara pada Januari 2024 angkanya 243.362 ton GKG.
Menurut Dadan, selain pada volume produksi, fenomena El Nino
berdampak pada pergeseran masa tanam hingga 2-3 bulan. Akibatnya, masa tanam
dimulai pada Desember 2023 hingga Januari 2024. ”Secara kumulatif, pada Maret
2024, Jabar surplus hingga 50.000 ton. Memang ini cukup kecil. Namun, ini memastikan
masih ada kecukupan pangan. Potensi panen yang besar ada pada April 2024 karena
masa tanam bergeser jadi akhir tahun lalu dan Januari tahun ini,” ujarnya
seusai rapat pembahasan ketahanan pangan di Bandung, Jabar, Rabu (13/3). ”Dalam
kurun Oktober 2023 sampai 15 Februari 2024, ada 6.299 hektar lahan yang
terdampak bencana karena perubahan iklim. Namun, dari jumlah tersebut, yang
puso hanya 874 hektar. Jadi, kondisi awal tahun ini tidak dipengaruhi oleh bencana-bencana
tersebut,” ujarnya. Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin mengatakan, stok pangan
yang dinilai aman ini diharapkan bisa menenangkan masyarakat. Dia mengimbau
warga untuk tidak panik saat bulan Ramadhan karena dapat berdampak pada
kenaikan harga. (Yoga)
Empat Tren Ekonomi Kreatif di 2024
Hantaman pandemi Covid-19 menciptakan tren ekonomi kreatif yang lebih dinamis dan berkembang. Ada empat tren ekonomi kreatif yang diprediksi akan berkembang pesat pada 2024, yaitu audio visual, mobile game, musik dan kolaborasi. Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo menerangkan, dengan mengoptimalkan setiap sumber daya yang dimiliki untuk mengikuti perubahan tren ekonomi kreatif tersebut, diharapkan dapat membuat sektor ekonomi kreatif di Indonesia lebih produktif, inklusif dan berkelanjutan sehingga dapat menciptakan 4,4 juta lapangan kerja pada 2024.
Masuknya audio visual sebagai salah satu tren ekonomi kreatif 2024 tidak bisa dipisahkan dari banyaknya generasi muda yang tertarik membuat berbagai macam konten video, terlebih lagi, kini banyak platform audio visual yang mudah diakses dan gratis, seakan mendukung anak muda lebih kreatif dalam menghasilkan konten-konten berkualitas. Selain itu industri mobile game lokal sukses besar dengan keuntungan di atas USD 400 ribu hingga USD 3,2 juta. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









