Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )TRADISI RAMADHAN, Untukmu Sembako, Daging, dan Apemku
Satu-dua hari lagi Ramadhan tiba. Orang-orang di sejumlah
daerah yang masih memegang teguh tradisi sudah bersiap menyambut bulan suci.
Mereka bersilaturahmi sambil membawa sembako, apem, atau daging sapi. Di negeri
ini, Ramadhan bukan sekadar momen spiritual, melainkan juga momen sosial dan
kultural. Jumat (8/3/2024) sore, Iis Silviana (42) baru pulang kerja, kemudian menyiapkan
daftar belanjaan yang mesti dibeli untuk keperluan nyorog. Nyorog adalah
tradisi mengantarkan sembako atau bahan kebutuhan sehari-hari kepada orangtua,
mertua, atau anggota keluarga lainnya. Tradisi orang Betawi ini dilakukan
terutama jelang Ramadhan dan jelang Lebaran. Istilah nyorog umum dipakai orang
Betawi di Cakung (Jaktim) dan Bekasi (Jabar). Di wilayah Betawi lainnya, ada
yang menyebutnya sebagai anteran atau munggahan. Tahun ini Iis nyorog kepada
orangtuanya, Supiati dan Firdaus, mertua, dan empat kakak ipar. Iis menyiapkan
enam paket sembako untuk keperluan nyorog. Isinya terdiri dari gula, susu,
tepung, minyak goreng, beras, dan lain-lain. Setiap paket senilai Rp 200.000-Rp
300.000.
Tradisi serupa nyorog atau antar-antar juga mengakar kuat di Aceh.
Bukan sembako, melainkan daging, terutama sapi. Tradisi ini disebut meugang,
yang dilakukan tiga kali dalam setahun, yakni jelang Ramadhan, Lebaran, dan
Idul Adha. Meugang paling ramai satu atau dua hari jelang Ramadhan. Tradisi ditandai
dengan menyantap masakan berbahan daging, seperti kari aceh, bersama keluarga
dan kerabat. Konon tradisi ini telah berlangsung sejak zaman Sultan Iskandar
Muda, masa Kerajaan Aceh Darussalam abad ke-16, dan terawatt hingga kini. Khalis
Surry (29) termasuk salah satu warga Aceh yang selalu merayakan meugang.
”Meugang pertama (setelah menikah itu) harus ke tempat istri,” kata Khalis yang
bekerja di sebuah kantor berita pemerintah di Aceh, Kamis (7/3). Khalis telah
menyiapkan sejumlah uang untuk membeli daging sapi yang akan diserahkan kepada
mertua. Dia bilang, ”Pengantin baru wajib beli daging untuk meugang di rumah
mertua.” Kalau ditotal, ia mengeluarkan uang Rp 1 juta untuk biaya meugang dua
keluarga itu.
Di Yogyakarta dan sekitarnya, momen jelang Ramadhan juga
dirayakan lewat tradisi apeman, yakni membuat apem untuk dibagikan kepada sanak
saudara dan tetangga. Tradisi ini masih terawat dengan baik, antara lain, di
Kelurahan Sosromenduran, Kota Yogyakarta. Sejak lima tahun terakhir, tradisi
itu bahkan menjadi atraksi utama dalam pembukaan Sarkemfest atau Festival
Sarkem yang tahun ini digelar di Jalan Sosrowijayan, Jumat (1/3). Malam-malam,
para ibu berkumpul di satu RT bersama-sama membuat adonan apem dan sejumlah
penganan lain. Esok harinya, adonan dimasak dan siap disajikan. Apem bersama
sejumlah penganan lain itu kemudian diarak oleh warga dalam kirab atau pawai
budaya keliling kampung. Sebagian apem diusung dalam tampah,tetapi ada pula
yang disusun menjadi gunungan besar. Sepanjang rute kirab sekitar 1 kilometer,
ribuan potong apem dibagikan kepada warga yang menonton. Wisatawan dan
tamu-tamu hotel di kawasan yang berimpitan dengan Jalan Malioboro itu pun kebagian.
Usai kirab, apem dan penganan lain didoakan bersama dalam kenduri oleh seluruh
warga. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan makan bersama. (Yoga)
RI, Tujuan Investasi Terbesar China
IHSG Sentuh Rekor Baru
Sejumlah sentimen positif yang datang dari dalam negeri maupun mancanegara pada pekan ini mendorong kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga mencapai puncak tertinggi pada sesi pertama perdagangan kemarin, yaitu di level 7.411. Meski turun dari pencapaian tertingginya, IHSG masih ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat (3/8), yaitu ke level 7.381 dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Bila dilihat sepekan, indeks sudah tumbuh 0,77% dari 7.325 pada pembukaan perdagangan Senin (4/3). Beberapa katalis positif yang mendorong kinerja indeks di antaranya adalah rapor kinerja keuangan sejumlah emiten yang melebihi perkiraan sejumlah analis dan mendorong optimisme tinggi para pemilik dana. Dividen yang menjadi buruan pun turut mendongkrak perdagangan, terlihat dari kenaikan saham sejumlah emiten yang telah mengumumkan besaran yang akan dibagikan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) misalnya, memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp353,95 per saham. Keputusan yang ditetapkan pada Kamis (7/3) tersebut mendorong harga saham hingga ditutup naik pada perdagangan kemarin ke level Rp7.125, bertambah Rp25 dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya. Hal serupa dialami oleh bank BUMN lainnya seperti Bank BNI (BBNI) yang akan membagikan dividen sebesar Rp280,49 per saham. Selain saham berkinerja ciamik, saham yang terdampak kenaikan harga komoditas pun ikut terdongkrak naik seperti Timah (TINS) yang naik Rp125 ke Rp730 karena tersengat harga timah global. Kabar baik dari mancanegara yang ikut menguatkan kepercayaan para investor di pasar saham adalah pernyataan yang disampaikan oleh Ketua The Fed Jerome Powell yang akan menurunkan suku bunga acuannya tahun ini, meski belum menyebutkan tenggat waktu pelaksanaannya. Indeks Nikkei ditutup naik 0,23% menjadi 39.688 pada perdagangan Kamis (8/3) dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga yang diperkirakan akan membaik. Indeks Hang Seng pun ditutup menguat 0,76% ke 16.353 karena optimisme ekonomi China dan Amerika Serikat. Pelaksanaan pemilu yang relatif stabil diikuti dengan mulai membaiknya ekonomi sejumlah negara diharapkan menjadi pemacu gerak indeks harga saham gabungan. Meski demikian, kami mengharapkan indeks tumbuh berkualitas dengan kehadiran emiten yang kuat secara fundamental dan investor memiliki pengetahuan cukup untuk produk-produk pasar modal.
Akses Pendidikan Terbuka, Kesetaraan Kerja Tertinggal
Akses perempuan Indonesia terhadap pendidikan sudah setara
dengan laki-laki. Bahkan, partisipasi perempuan dalam jenjang pendidikan
menengah hingga tinggi meningkat lebih cepat dibandingkan laki-laki. Namun, hal
ini belum diikuti dengan akses dan kesetaraan bagi perempuan di dunia kerja. Indeks
Ketimpangan Gender (IKG) tahun 2022 yang dirilis BPS memperlihatkan nilai IKG
tahun 2022 sebesar 0,459, turun 0,006 poin dibanding tahun 2021 yang sebesar
0,465. Nilai IKG yang makin turun menunjukkan kesetaraan jender makin baik.
Sementara itu, indikator persentase perempuan berusia 25 tahun
ke atas yang berpendidikan minimal SMA meningkat lebih tinggi dibanding
laki-laki, yakni dari 34,87 % pada 2021 menjadi 36,95 % pada 2022. Sementara
persentase laki-laki meningkat dari 41,30 % menjadi 42,06 %. Mengacu data
Pangkalan Data Diktiristek, di jenjang pendidikan tinggi, jumlah mahasiswi mencapai
3,25 juta orang, lebih banyak dibandingkan mahasiswa yang berjumlah 3,09 juta
orang. Sekjen Kemendikbudristek Suharti, di Jakarta, Jumat (8/3) mengatakan,
dari sisi akses pendidikan, partisipasi perempuan telah melebihi laki-laki.
Menurut Suharti, kesetaraan jender dalam akses pendidikan semakin
baik. Namun, dalam ranah ekonomi dan publik, baru 52-53 % perempuan terlibat.
”Ada tantangan dalam peningkatan pendidikan perempuan yang makin setara dalam
pendidikan. Masih perlu peningkatan kesetaraan perempuan dalam ranah ekonomi,
bidang STEM (sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika), hingga
kepemimpinan di dunia kerja,” kata Suharti.
Akses perempuan pada pendidikan yang sudah lebih terbuka itu
belum dibarengi dengan akses dan kesetaraan perempuan di dunia kerja. Pada
Profil Pendidikan dan Ketenagakerjaan Indonesia berdasarkan Jenis Kelamin
2021-2023 dari BPS, laki-laki mendominasi partisipasi angkatan kerja dibanding
perempuan. Kemudian upah buruh laki-laki juga masih lebih tinggi dibandingkan
buruh perempuan. (Yoga)
Ramadhan 2024: Awal Berbeda, Akhir Bersama
Kalender Hijriah Indonesia 2024 yang disusun Kemenag menyebut
1 Ramadhan 1445 H jatuh pada Selasa (12/3). Karena pergantian hari dalam kalender
Islam dimulai setelah Matahari terbenam, maka mulai Senin (11/3) malam
masyarakat sudah akan memulai ibadah shalat Tarawih. Kalender Hijriah itu
disusun berdasarkan hisab imkannur rukyat atau perhitungan kemungkinan
terlihatnya hilal. Kriteria terlihatnya hilal yang saat ini digunakan adalah
kriteria baru Menag Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura
(MABIMS) yang menyebut hilal akan teramati jika jarak sudut atau elongasi
Bulan-Matahari minimal 6,4 derajat dan tinggi hilal 3 derajat. Meski bisa
ditentukan dengan perhitungan, karena Ramadhan terkait dengan ibadah wajib, keputusan
awal bulannya akan menunggu hasil rukyat atau pengamatan hilal pada Minggu (10/3)
petang. Hasil rukyat itu akan jadi acuan pemerintah menetapkan awal Ramadhan melalui
sidang isbat yang digelar juga pada Minggu petang.
Sementara maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 12
Januari 2024 telah mengumumkan awal Ramadhan mereka jatuh pada Senin (11/3)
atau satu hari lebih dulu dibandingkan ketetapan dalam kalender Hijriah
pemerintah. Artinya, sebagian masyarakat sudah akan melaksanakan ibadah
Ramadhan sejak Minggu (10/3) malam. Ketetapan Muhammadiyah itu diambil
berdasarkan hisab dengan kriteria wujudul hilal atau terbentuknya hilal. Kriteria
ini menyebutkan bahwa hilal sudah terbentuk jika konjungsi atau kesegarisan
Matahari, Bulan, dan Bumi terjadi sebelum maghrib dan Matahari terbenam lebih
dulu dibandingkan Bulan pada saat maghrib. Kriteria ini tidak mensyaratkan
adanya pengamatan hilal.
”Meski ada potensi perbedaan pada awal Ramadhan, Idul Fitrinya
kemungkinan akan seragam,” kata Profesor Riset Astronomi-Astrofisika Badan Riset
dan Inovasi Nasional Thomas Djamaludin di Jakarta, Jumat (8/3). Idul Fitri kemungkinan
jatuh pada Rabu, 10 April 2024. Kesamaan Idul Fitri itu terjadi meski kriteria
awal bulan Hijriah yang digunakan tetap berbeda. Konjungsi awal Syawal 1445
terjadi saat dini hari sehingga membuat jarak antara waktu terjadinya konjungsi
dan saat terbenamnya Matahari menjadi cukup panjang. Kondisi ini membuat hilal awal
Syawal pada Selasa, 9 April 2024, akan lebih tinggi dan elongasinya lebih besar
sehingga hilal bisa teramati. (Yoga)
Utang pada Pengusaha Jadi Modus Korupsi
Bekas pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu, Andhi Pramono, dituntut 10 tahun dan 3 bulan penjara karena diduga menerima gratifikasi Rp 56,23 miliar. Dengan dalih pinjaman, ia meminta uang dari sejumlah pengusaha. Tuntutan terhadap Andhi dibacakan jaksa penuntut umum KPK, Joko Hermawan S, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (8/3). Jaksa juga menuntut Andhi dengan pidana denda Rp 1 miliar, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan. Joko mengungkapkan, hal yang memberatkan Andhi adalah tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dari KKN.
Perbuatan Andhi dinilai telah merusak kepercayaan publik kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu serta tidak mengakui perbuatannya. Adapun hal yang meringankan ialah, yang bersangkutan belum pernah dihukum dan bersikap sopan di persidangan. Sejak 22 Maret 2012 sampai 27 Januari 2023, Andhi telah menerima gratifikasi berupa uang dengan total Rp 56,23 miliar. Gratifikasi diterima secara langsung atau melalui rekening bank milik Andhi dan rekening yang ia kuasai atas nama orang lain. Joko melanjutkan, Andhi meminta uang kepada para pelaku usaha ekspor-impor, pengusaha logistik, serta pengusaha pengurusan jasa kepabeanan (PPJK) dengan modus meminjam atau berutang.
Andhi beralasan meminjam uang, untuk biaya sekolah anak, biaya rumah sakit, perbaikan kendaraan, renovasi rumah dinas, dan keperluan pribadi. Menurut jaksa, kata “pinjam” hanya dalih Andhi untuk meminta uang kepada para pengusaha. Sebab, berdasarkan fakta persidangan terungkap bahwa uang yang dipinjam secara berulang kali tidak pernah dikembalikan. Selain itu, dari keterangan saksi Erick M Henrizal, uang itu juga sebagai imbalan atas jasa Andhi yang memperkenalkan importir atau pemilik barang kepada PPJK. Uang yang diterima Andhi melalui sumber yang tak sah itu tidak dilaporkan dengan benar dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) dan surat pemberitahuan (SPT) pajak tahunan. Hal itu kian memperkuat bukti adanya perolehan sumber keuangan yang tidak sah dari Andhi. (Yoga)
STRATEGI PEMASARAN : SIASAT MENGGARAP PASAR GEN Z
Guna mendukung perkembangan bisnis, para pelaku usaha perlu memahami karakteristik konsumen. Sebab, pemahaman itu dapat berpengaruh terhadap strategi marketing yang akan dijalankan, termasuk untuk membidik segmen generasi Z atau Gen Z. Dekade ini, muncul satu generasi baru yang mulai memiliki daya beli dan menjadi buah bibir para pemasar atau pemilik brand, yakni generasi Z (Gen Z) yang jumlahnya mencapai 28% dari total penduduk Indonesia. CEO Markplus Iwan Setiawan mengatakan untuk dapat menarik dan memikat hati Gen Z, pemilik brand harus melakukan pendekatan dan strategi marketing yang tepat. Sebab, generasi ini memiliki karakteristik berbeda dari generasi sebelumnya. Gen Z merupakan anak muda yang melek teknologi, dan menjadi the first digital native, serta toleran terhadap perbedaan budaya. Untuk itu, para pegiat merek dapat mengevaluasi strategi terhadap dua konsumen muda ini melalui Customer Path 5A (Aware, Appeal, Ask, Act, Advocate). Tentu, beda industri memiliki pattern yang berbeda untuk fase perjalanan konsumen ini. Dalam konsep customer journey, Gen Z umumnya lebih menitikberatkan pada ask dan advocate yang sangat sosial. Mereka akan bertanya satu dan lainnya mengenai brand terbaik di kategori tertentu. Apabila puas, mereka akan merekomendasikan produk tersebut pada teman dan keluarganya, dan semua orang di media sosial. Konsep ini harus ditangkap oleh pemasar dan pemilik brand, sehingga mereka dapat melakukan strategi pemasaran dengan pendekatan yang jauh lebih sosial dengan memanfaatkan media sosial, serta word of mouth. Untuk dapat menyasar kelompok Gen Z, pemilik brand tidak hanya berfokus pada produk, tetapi customer experience. Sebab, tak jarang produk yang sebetulnya sama, tetapi dibungkus dengan kemasan dan pelayanan berbeda, serta dibumbui pengalaman menarik, konsumen akan menghargai produk tersebut meski dijual dengan harga yang lebih mahal. Di sisi lain, Founder & Chairman MCorp Hermawan Kartajaya menyoroti hubungan Gen Z dengan merek dalam era teknologi canggih yang dikaitkan dengan customer path 5A tersebut. Melalui teknologi, masyarakat akan aware dengan suatu brand, kemudian appealing agar menarik perhatian. Lalu timbul pertanyaan atau ask dari masyarakat. Apabila puas dengan jawabannya, mereka akan act untuk mencoba atau membeli. Salah satu brand yang menyasar Gen Z adalah Mister Potato. Leovhaty Augusta, Head of Marketing Mister Potato Indonesia mengatakan, pihaknya selalu berinovasi untuk mewadahi tren yang berkembang pesat. Sebagai brand makanan ringan, dia tidak hanya mengandalkan produk dan jaringan distribusi,
Dugaan Korupsi Rumah Dinas DPR
KPK mengendus dugaan rasuah dalam pengadaan sarana kelengkapan
rumah dinas anggota DPR tahun 2020. Tujuh orang telah dicegah ke luar negeri. Bahkan,
sudah ada tersangka dalam kasus ini. Jejak dugaan korupsi itu terlihat dari sejumlah
perabot di dalam rumah dinas tersebut. Sebuah lemari pakaian berwarna coklat
terlihat ”dianggurkan” di ruang tengah lantai 2 rumah dinas anggota DPR, Luqman
Hakim, di Kalibata, Jakarta. Kualitas dari lemari tersebut jadi pertimbangan
utamanya. ”Kalau mau tahu kualitasnya, goyang-goyangin (lemarinya), itu
oglek-oglek. Enggak simetris pula (pintu lemarinya). Itu sejak baru sudah kayak
begitu. Makanya, saya taruh di luar, ngapain kayak gitu ditaruh di kamar,” ujar
wakil rakyat dari Fraksi PKB itu saat ditemui di rumah dinasnya, Rabu (6/3)
malam. Belum lagi pintu lemari seperti tak kokoh. Ia khawatir pintu lemari
justru copot dan mencederai siapa pun yang hendak membukanya. Sejumlah perabot
lain, seperti rak dan bufet televisi di ruang tamu, juga sudah lapuk. Beberapa
di antaranya bahkan sudah dimakan rayap sehingga tidak dapat dipakai lagi.
Di perabot-perabot itu tertera stiker dengan tulisan angka
2020 yang berarti sejumlah perabot itu diadakan pada tahun 2020. ”Memang
barang-barang itu masuk ke rumah sekitar akhir tahun 2020. Tetapi, beberapa
enggak saya pakai. Tempat tidur saja saya bawa sendiri dari kontrakan saya yang
lama karena yang dari DPR kualitas dipannya jelek dan ukuran kasurnya juga kecil,”
kata Luqman. Kondisi serupa juga diungkapkan anggota DPR, Achmad Baidowi, di rumah
dinasnya. Menurut wakil rakyat dari Fraksi PPP itu, kondisi sejumlah perabot
sudah rusak, seperti meja kecil, meja panjang, dan kursi-kursi kecil di ruang
tamu. ”Orang agak bongsor sedikit duduk di kursi-kursi itu pasti tidak nyaman.
Makanya ada juga kursi yang sudah patah,” ujarnya. Baidowi juga menyoroti soal ukuran
tempat tidur yang janggal. Kasur yang disediakan Sekjen DPR hampir tidak
mungkin dipakai untuk dua orang dewasa.
Masalah perabot ini jadi sorotan setelah KPK menemukan dugaan
tindak pidana korupsi dalam pengadaannya. Kerugian negara yang ditimbulkan
diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Wakil Ketua KPK Alexander Marwata
mengatakan, dalam kasus ini terjadi penggelembungan (mark up) harga dan
persekongkolan. ”Katanya mahal, padahal di pasar tidak seperti itu,” ujarnya. Tersangka
dalam perkara ini bahkan sudah ditetapkan sejak enam bulan lalu. Namun, ia
belum mau menyebutkan nama para tersangka. Hanya saja, KPK sudah mencegah tujuh
orang ke luar negeri. Berdasarkan sumber Kompas, mereka yang dicegah ialah
Sekjen DPR, Indra Iskandar; Kabag Pengelolaan Rumah Jabatan DPR, Hiphi
Hidupati; Dirut PT Daya Indah Dinamika, Tanti Nugroho; Direktur PT Dwitunggal
Bangun Persada, Juanda Hasurungan Sidabutar; Direktur Operasional PT Avantgarde
Production, Kibun Roni; Project Manager PT Integra Indocabinet, Andrias Catur
Prasetya; dan Edwin Budiman dari pihak swasta. (Yoga)
Setoran Dividen BUMN 2024 Dipatok Rp 85,8 Triliun
Pemerintah meminta BUMN tidak berhenti bertransformasi di
tengah indikasi berlanjutnya pelemahan ekonomi global dalam beberapa tahun ke
depan. Kontribusi BUMN terhadap negara dalam bentuk setoran dividen diharapkan
bisa meningkat tahun ini hingga mencapai Rp 85,8 triliun. Di hadapan para
direktur utama perusahaan pelat merah, Menteri BUMN Erick Thohir menagih
komitmen para pemimpin BUMN dalam melakukan terobosan dan inovasi demi
meningkatkan kontribusi mereka kepada negara. ”Pemerintah AS sudah mulai
mendeteksi perekonomian global akan kembali slowing down. Kita sebagai negara
kembali ditantang untuk melakukan terobosan-terobosan, termasuk BUMN,” ujarnya dalam
BUMN Corporate Communication and Sustainability Summit (BCOMSS) di Jakarta,
Kamis (7/3) malam.
Ia menegaskan, proses transformasi BUMN tidak boleh berhenti
demi meningkatkan setoran dividen kepada negara dari tahun ke tahun. Ia mengingatkan
para dirut BUMN untuk dapat menyetorkan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp 85,8
triliun, meningkat dibandingkan realisasi dividen tahun sebelumnya. Guna
merealisasikan target tersebut, BUMN harus berkomitmen melanjutkan proses
transformasi model bisnis sekaligus meningkatkan daya adaptasi terhadap
berbagai perubahan dalam peta perekonomian global yang akan terjadi ke depan. ”Meski
telah menyetorkan dividen Rp 82,1 triliun sepanjang 2023, negara membutuhkan
lebih. Saya sudah bertemu secara personal dengan para dirut (BUMN),
mengingatkan tahun depan dividennya harus naik lagi menjadi Rp 85 triliun,”
ujarnya. (Yoga)
Memupuk Modal untuk Bisnis ”Event Organizer"
Antusiasme khalayak terhadap sejumlah gelaran konser musik
ataupun ragam festival dalam beberapa waktu terakhir sangat tinggi. Salah satu indikatornya,
semua tiket pertunjukan ludes terjual hanya dalam hitungan jam, bahkan menit.
Setiap perhelatan di ruang publik juga selalu disesaki penonton atau peserta. Di
balik berbagai kegiatan itu, selalu ada peran EO (Event Organizer) yang pada
dasarnya bertugas menyelenggarakan acara. EO mengurusi semua aspek yang terkait
dengan acara, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, hingga pelaksanaan. Melihat
gemerlap dan semarak hasil kerja EO, timbul kesan bahwa untuk membangun bisnis
ini, dibutuhkan modal finansial yang besar.
Namun, Yan Sapto Arief, founder dari Step Up Indonesia, perusahaan
jasa yang bergerak di bidang event support system (sistem pendukung acara), tak
sepenuhnya sepakat dengan anggapan itu. Bagi dia, modal utama yang menjadi
prioritas dalam membangun bisnis EO adalah jaringan kerja atau networking. ”Dengan
networking yang baik, kita bisa dapatkan SDM yang kompeten, vendor tepercaya,
dan calon klien. Ketiga aspek tersebut menjadi modal yang lebih penting daripada
modal finansial,” ujarnya saat berbincang dengan Kompas di Jakarta, Kamis (7/3).
Saat sudah punya modal SDM, jaringan vendor, dan klien dengan
proyek yang sudah disepakati, modal finansial tak lagi dibutuhkan untuk membangun
bisnis EO. CEO sekaligus pendiri Step Up Indonesia, Edwardo Wattiheluw, menuturkan,
kultur masyarakat Indonesia yang gemar merayakan pencapaian sekecil apa pun
merupakan ceruk pasar jasa EO di Indonesia yang akan selalu ada. Bermodalkan
jaringan yang mereka miliki, Edo dan Arief menjadikan Step Up Indonesia sebagai
usaha berbadan hukum pada 2021, beriringan dengan penjajakan terhadap salah
satu perusahaan telekomunikasi dalam negeri sebagai klien pertama. Proyek yang
digodok adalah relaunching sekaligus konferensi pers sebuah aplikasi secara
daring, singkat kata, acara berlangsung sukses.
Ongkos produksi kala itu sudah terpenuhi dari klien. Margin
yang didapat dari proyek pertama ini digunakan untuk biaya operasional perusahaan.
”Kunci dari keberlanjutan proyek EO adalah selalu memberikan layanan terbaik ke
klien. Wajib hukumnya bagi EO untuk memelihara klien dengan jasa dan servis
terbaik yang dimiliki. Klien yang puas, baik dari sisi harga maupun kinerja,
pasti akan terus merekomendasikan jasa dari EO,” ujar Edo. Setelah tiga tahun
berselang, Step Up Indonesia sudah mengerjakan proyek dari sedikitnya 30 klien.
Perusahaan juga punya 10 karyawan tetap di bidang kreatif, sales, administrasi,
hingga keuangan. Selebihnya, terdapat puluhan pekerja lepas untuk tim show management
serta dokumentasi. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









