Akses Pendidikan Terbuka, Kesetaraan Kerja Tertinggal
Akses perempuan Indonesia terhadap pendidikan sudah setara
dengan laki-laki. Bahkan, partisipasi perempuan dalam jenjang pendidikan
menengah hingga tinggi meningkat lebih cepat dibandingkan laki-laki. Namun, hal
ini belum diikuti dengan akses dan kesetaraan bagi perempuan di dunia kerja. Indeks
Ketimpangan Gender (IKG) tahun 2022 yang dirilis BPS memperlihatkan nilai IKG
tahun 2022 sebesar 0,459, turun 0,006 poin dibanding tahun 2021 yang sebesar
0,465. Nilai IKG yang makin turun menunjukkan kesetaraan jender makin baik.
Sementara itu, indikator persentase perempuan berusia 25 tahun
ke atas yang berpendidikan minimal SMA meningkat lebih tinggi dibanding
laki-laki, yakni dari 34,87 % pada 2021 menjadi 36,95 % pada 2022. Sementara
persentase laki-laki meningkat dari 41,30 % menjadi 42,06 %. Mengacu data
Pangkalan Data Diktiristek, di jenjang pendidikan tinggi, jumlah mahasiswi mencapai
3,25 juta orang, lebih banyak dibandingkan mahasiswa yang berjumlah 3,09 juta
orang. Sekjen Kemendikbudristek Suharti, di Jakarta, Jumat (8/3) mengatakan,
dari sisi akses pendidikan, partisipasi perempuan telah melebihi laki-laki.
Menurut Suharti, kesetaraan jender dalam akses pendidikan semakin
baik. Namun, dalam ranah ekonomi dan publik, baru 52-53 % perempuan terlibat.
”Ada tantangan dalam peningkatan pendidikan perempuan yang makin setara dalam
pendidikan. Masih perlu peningkatan kesetaraan perempuan dalam ranah ekonomi,
bidang STEM (sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika), hingga
kepemimpinan di dunia kerja,” kata Suharti.
Akses perempuan pada pendidikan yang sudah lebih terbuka itu
belum dibarengi dengan akses dan kesetaraan perempuan di dunia kerja. Pada
Profil Pendidikan dan Ketenagakerjaan Indonesia berdasarkan Jenis Kelamin
2021-2023 dari BPS, laki-laki mendominasi partisipasi angkatan kerja dibanding
perempuan. Kemudian upah buruh laki-laki juga masih lebih tinggi dibandingkan
buruh perempuan. (Yoga)
Postingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023