Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Berburu Manisnya Takjil yang Meluruhkan Sekat
Ramadhan tahun ini ada fenomena baru yang seru, yakni war
takjil lintas agama. Berburu takjil di pasar kini tak hanya dilakukan warga
Muslim yang sedang berpuasa, tetapi warga lain dari beragam agama. Fenomena ini
ternyata meluruhkan sekat suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA. Belakangan
ini, Clara (24) sering memperhatikan jam tangan atau jam dinding ruang kerjanya
di perkantoran kawasan Jakpus, pikirannya bukan soal kapan jam kerja berakhir
atau waktunya pulang. Warga Rawa Belong, Jakbar ini memikirkan jeli, puding,
dan agar-agar yang dijajakan penjual takjil. Dia tak sabar untuk membelinya dan
berbuka puasa bersama teman-teman Muslim.
”Ikut berburu takjil, tetapi tidak ikut puasa. Enggak tahu
kenapa, jajanan yang dijual saat Ramadhan lebih menarik dan menggoda,” seloroh
Clara, Minggu (17/3). Andini (27) juga merasakan hal yang sama. ”Heboh,
semangat cari takjil. Padahal, saya yang puasa anteng-anteng saja. Tapi di situ
keseruannya,” ujar Andini. Selain berburu takjil, teman-temannya yang tak
berpuasa juga antusias untuk buka puasa bersama. Mereka semangat
merekomendasikan tempat dan menu yang pas bagi semua. ”Biasanya satu kali
seminggu. Dibayari kantor, gratis. Pastinya semua senang,” kata Andini sembari
tertawa. Keriuhan berburu takjil hingga buka puasa bersama juga merambat ke
jagat maya. Warganet menyebut berburu takjil sebagai ”war takjil”. yang jadi
topik hangat, seperti di X, dulu Twitter. Utas @FashionReco,
”Berburu takjil, persaingan lintas agama-a thread-”. Utas
berisi potongan tangkapan layar tentang berburu takjil yang bernuansa candaan
atau gurauan telah dilihat 1,4 juta kali, dicuitkan 816 kali, ditandai 702
kali, dan disukai 11.000 kali. Ramadhan membawa berkah bagi semua warga, baik yang
berpuasa maupun tidak. Mereka sama-sama kecipratan rezeki, seperti Vicky Amelia
(28), warga non-Muslim yang berjualan takjil di Pasar Rawajati, Kecamatan
Pancoran, Jaksel. Di lapak berukuran 1 meter x1meter dia menjajakan kolak
pisang, biji salak, martabak, lontong sayur, dan oncom, risol, serta berbagai penganan
berbuka lainnya.
Sejak subuh, Vicky sudah berbelanja di Pasar Minggu hingga
meracik berbagai makanan mulai pukul 06.00 dibantu dua pegawai yang melaksanakan
ibadah puasa. “Biasanya pukul 15.00 sudah banyak konsumen yang datang. Kami
tidak ingin kehilangan momen,” kata Vicky. Di Pasar Rawajati juga ada puluhan
lapak nenjajakan takjil di kanan dan kiri jalan. Ratusan pembeli tumpah ruah berburu
takjil. Di tahun pertama membuka usaha jualan takjil, Vicky mendapatkan omzet
lumayan. Dalam satu hari, dia bisa mengantongi Rp 1,5 juta dengan keuntungan
bersih Rp 400.000. Erni (45), salah satu pegawai Vicky, cukup terbantu dengan
usaha ini. Dalam sehari, ia memperoleh upah Rp 100.000. Uang itu ditabung untuk
pulang kampung ke Sukabumi, Jabar, pada
Idul Fitri nanti. (Yoga)
Penganggur Berlimpah, Gen Z Gerah dengan Pameran Kemewahan
Warganet, terutama kelompok anak muda yang masuk dalam
generasi Z, merasa bahwa para pemengaruh media sosial tidak hidup di dunia yang
dihuni warga kebanyakan. Fakta ada jutaan penganggur di antara mereka membuat
generasi Z lelah dan gerah dengan pameran itu. Produsen perlu menimbang ulang
strategi pemasaran mereka. Apalagi, ada gerakan de-influencing. Dalam laporan
Yahoo News pada Sabtu (16/3) 53 % generasi Z kini memilih mengonsumsi sesuatu
berdasarkan rekomendasi orang biasa. Adapun 43 % generasi Z atau gen Z
menganggap kekuatan pemengaruh (influencer) sudah berkurang pada mereka. ”Dulu
saya suka mereka. Lalu, saya sadar betapa tidak realistisnya setiap hari hanya
ke pusat kebugaran atau membeli berbagai hal mahal. Saya sadar, kebanyakan
orang di sekitar saya kesulitan untuk hidup sederhana sekalipun,” kata Emma (16)
kepada majalah Vogue.
Majalah gaya hidup itu melaporkan, pada 2022, sebanyak 28 %
pengguna Tiktok membeli karena terpengaruh para pemilik akun besar di pelantar
itu. Sekarang, semakin sedikit orang membeli barang-barang yang dipromosikan
para pemenga ruh itu. Intinya, orang-orang merasa diperas agar para pemengaruh itu
bisa hidup mewah. Para pemengaruh mempromosikan barang-barang mahal. Padahal, orang-orang
sedang kesulitan, antara lain akibat inflasi tinggi di AS dan sejumlah negara. Kemarahan
itu diungkap saat puluhan juta orang di AS kesulitan akibat lonjakan inflasi. Mengacu
pada data Organisasi Buruh Internasional (ILO), sebanyak 5,3 % angkatan kerja
global 2024 menganggur. Di China, setidaknya 13 juta generasi muda jadi
penganggur. Sebagian amat frustrasi karena tidak kunjung diterima kerja meski
sudah mengirimkan ratusan lamaran. Di sejumlah negara lain, fenomena itu juga terjadi.
Fakta itu membuat cara pemasaran dengan
memanfaatkan pemengaruh menjadi tidak relevan.
Para pemengaruh menyajikan gaya hidup mewah. Sementara itu,
kebanyakan pengguna media sosial hidup susah payah. Kemarahan orang-orang tidak
hanya ditunjukkan lewat komentar di unggahan pada pemengaruh. Sebagian juga membuat
unggahan yang mengajak orang berpikir ulang sebelum membeli aneka hal yang
dipromosikan pemengaruh. Fenomena itu dikenal sebagai de-influencing. Analis
media sosial pada Ruby Media Group, Kris Ruby, menyebut fenomena itu memberi
pendapat tandingan atas aneka promosi dan dukungan di media sosial. Pada
dasarnya gerakan ini mencoba mengingatkan konsumen untuk tidak membeli produk
tertentu hanya karena dipromosikan oleh pemengaruh. Padahal, produk itu dinilai
kurang berguna atau nilainya tidak sepadan dengan harga yang dibayarkan. Tren
ini mendorong konsumen untuk mempertimbangkan apakah mereka membutuhkan produk
itu sebelum membelinya. (Yoga)
Perputaran Uang Wisata Halal Berpotensi Naik 25 %
Perputaran uang dari pariwisata halal Indonesia
berpotensi meningkat 25 % tahun ini. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi
yang membaik pasca pandemi Covid-19. Menparekraf Sandiaga Uno menerangkan,
Indonesia merupakan destinasi wisata halal yang sangat diminati dunia. Apalagi
Indonesia telah berhasil mendapatkan predikat Top Muslim Friendly Destination
of The Year 2023 dalam Mastercard Crescent Rating Global Muslim Travel Index
(GMTI) di tahun 2023.
“Ini meningkat luar biasa, signifikan. Kami
memetakan ada potensi peningktan sampai 25 % tahun ini. Sejalan dengan
berakhirnya Covid di tahun 2023 lalu. Peningkatan ini kita pantau ada pada
konsumsi rumah tangga yang bertumbuh dengan sehat,” kata dia, Minggu (17/3). (Yetede)
OXO Group Indonesia Siapkan Proyek di Bali Senilai 500 Miliar
OXO Group Indonesia, perusahaan pengembangan
dan manajemen properti butik yang berbasis di Bali, menyiapkan satu proyek
senilai Rp 500 miliar. “Pada uni 2024 nanti, kami berencana meluncurkan proyek
terbaru di daerah Nyanyi, Bali senilai 500 miliar. Proyek terbaru kami ini akan
mewakili gaya desain terbaru dan filosofi OXO Living yang menganut paham life
style real estate,” ujar Johanes Weissenbaeck, founder dan CEO OXO Group
Indonesia dalam keterangan tertulis baru-baru ini.
Lokasi proyek hunian terbaru ini terletak di
depan Nuanu City, sebuah proyek seluas 50 hektare yang akan menjadi The Next
Big Thing di Bali setelah Canggu dalam 2-3 tahun ke depan. “Dan nantinya semua
penghuni pryek hunian ini dapat menikmati semua fasilitas yang dimiliki Nuanu
City,” tambahnya. Johanes menjelaskan, masifnyapariwisata di Bali mendorong
pengembangan property di kawasan ini. (Yetede)
Ekspektasi Terbentur Keterbatasan Anggaran
Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 menjadi ajang bersejarah
bagi dua tuan rumah, Aceh dan Sumut. Untuk
pertama kalinya setelah Indonesia merdeka, Aceh ditunjuk sebagai tuan rumah
PON. Sebaliknya, Sumut kembali menjadi tuan rumah setelah 71 tahun. Namun,
ekspektasi kedua provinsi menyiapkan PON edisi ke-21 tersebut terbentur
keterbatasan dukungan dana pusat. Gemuruh suara alat berat bersahut-sahutan di
antara tiang pancang bangunan. Ratusan pekerja berpacu dengan waktu.
Pembangunan Stadion Utama Sumut yang berjarak 10 km dari Bandara Internasional
Kuala Namu tersebut dikejar waktu. Untuk memastikan pembangunan selesai tepat
waktu, proses pengerjaan dipacu.
”Kami optimistis pembangunan selesai awal Agustus,” ujar
Baharuddin Siagian, Kadid Pemuda dan Olahraga Sumut, seusai acara penanaman
pohon serentak nasional di Sport Centre Sumut, Kamis (7/3). Sumut menaruh
ekspektasi besar terhadap pembangunan stadion itu. Selain dipakai lokasi
penutupan PON 2024, stadion itu menjadi lambang kebangkitan olahraga Sumut yang
pernah menjadi tuan rumah PON tahun 1953. Berdasarkan berita Kompas, 31 Maret
2023, Kementerian PUPR semula mengalokasikan anggaran Rp 1,8 triliun untuk
pembangunan Stadion Utama Sumut. Anggaran belakangan dipangkas lebih dari
setengah, menjadi Rp 587 miliar. Baharuddin menuturkan, banyak hal yang harus
disesuaikan daerah tuan rumah dalam menyiapkan PON.
Utamanya terkait anggaran pengerjaan arena pertandingan. Tuan
rumah berkejaran dengan waktu demi kesiapan seluruh arena menjelang PON yang
akan berlangsung 8-20 September. Pemprov Sumut menggelontorkan anggaran Rp 2
triliun untuk pembangunan dan renovasi arena. ”Daerah berusaha sekuat tenaga
memanfaatkan anggaran yang ada. Kami berharap negara bisa lebih dominan dalam
urusan anggaran. Daerah tetap butuh bantuan pemerintah pusat. Lagi pula PON
adalah ajang nasional,” ucap Baharuddin. Di Aceh, keterbatasan dukungan
anggaran dari pemerintah pusat memupuskan harapan memiliki stadion utama baru.
Untuk menggantikan stadion yang urung dibangun, pemerintah merenovasi Stadion
Harapan Bangsa, Banda Aceh, yang menjadi lokasi pembukaan PON, 8 September 2024.
Harapan Bangsa yang berkapasitas 45.000 orang itu selama ini
digunakan klub sepak bola Liga 2 Persiraja. Proses renovasi sudah dimulai.
Stadion ditutup sementara selama proses pengerjaan. Nyaris tidak ada arena baru
untuk di Aceh. Selain di Stadion Harapan Bangsa, renovasi dilakukan pula pada
arena-arena lainnya, antara lain gedung serbaguna, gedung pencak silat, gedung
anggar, lapangan tenis, dan lapangan sintetis. Ada pula pembangunan waduk untuk
cabang dayung di Kabupaten Aceh Besar. Kadis Pemuda dan Olahraga Aceh M Nasir Syamaun mengatakan, ada19 arena yang sedang
direnovasi serentak sejak Januari 2024. Renovasi dilakukan pemerintah pusat
melalui Kementerian PUPR. Anggaran APBN dialokasikan hampir Rp 1 triliun. Pemprov
Aceh juga berencana merenovasi 23 arena lain menggunakan Anggaran Pendapatan
Belanja Aceh (APBA). Arena-arena itu tersebar di 10 kabupaten/kota. (Yoga)
PERANG ISRAEL-HAMAS, Sempat Macet, Perundingan Digulirkan Lagi
Perundingan jeda pertempuran di Jalur Gaza antara Israel dan
Hamas yang sempat terhenti akan dimulai lagi di Qatar. Ini pembicaraan pertama
dalam perundingan tidak langsung di antara kedua pihak sejak Ramadhan. Para
pejabat Mesir, pada Sabtu (16/3) mengungkapkan, pembicaraan itu kemungkinan berlangsung
pada Minggu sore waktu setempat. Sebelumnya, komunitas internasional berharap
jeda tempur yang menuju pada gencatan senjata permanen dapat tercapai sebelum Ramadhan.
Namun, harapan itu sudah lenyap. Harapan muncul lagi seiring rencana dimulainya
perundingan itu. Hamas kembali memberikan proposal baru gencatan senjata
setelah usulan sebelumnya ditolak Israel. Menurut dua pejabat Mesir yang mau
dikutip dengan syarat anonim, dalam usulan baru itu, Hamas mengajukan tiga
tahap gencatan senjata.
Fase pertama berupa jeda tempur, termasuk pembebasan 35
sandera perempuan, sandera yang sakit, dan orang tua. Sebagai ganti, Israel harus
membebaskan 350 warga Palestina yang ditawan. Hamas akan membebaskan setidaknya
lima perempuan tentara sebagai ganti 50 tawanan Palestina di tahanan Israel. Israel
juga harus menarik pasukannya dari dua jalan utama di Gaza, memperbolehkan warga
Palestina kembali ke wilayah utara Gaza, dan memberikan akses untuk aliran yang
lancer bagi bantuan kemanusiaan. Tahap kedua mencakup gencatan senjata permanen
dan Hamas akan membebaskan seluruh prajurit Israel yang disandera sebagai ganti
pembebasan lebih banyak tawanan. Untuk tahap ketiga, Hamas akan menyerahkan
jenazah korban tewas sebagai ganti pencabutan blokade Gaza dan rekonstruksi
Gaza bisa dimulai. Sejauh ini Israel menolak tawaran Hamas. Namun, Israel menyatakan
akan mengirim delegasi lagi ke Qatar untuk putaran perundingan berikutnya. Sebanyak
200 ton bantuan kemanusiaan yang dikirim lewat Laut Tengah dari Siprus tiba di pesisir
Gaza, Jumat (15/3) petang. Israel menutup jalur darat ke Gaza sehingga bantuan
kemanusiaan sulit masuk.
AS dan beberapa negara mengirim bantuan dari udara. Namun,
warga di utara Jalur Gaza mengatakan, bantuan yang dijatuhkan dari udara
terlalu sedikit dan tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka. Warga harus memperebutkan
bantuan tersebut. Seiring itu, kapal pengangkut bantuan yang dioperasikan lembaga
kemanusiaan Spanyol, Open Arms, telah meninggalkan Pelabuhan Larnaka, Siprus,
pada Selasa (12/3). Kapal tersebut menarik tongkang bermuatan bahan pangan
berupa beras, tepung terigu, kacang lentil, kacang polong, ikan tuna kalengan,
dan daging. Makanan tersebut dikirim World Central Kitchen yang didirikan chef
selebritas Jose Andres yang selama ini mengoperasikan dapur umum gratis di Jalur
Gaza. Sepanjang Jumat, kapal tersebut terlihat lego jangkar di pesisir Gaza.
Menjelang petang, militer Israel mengatakan, muatan kapal mulai dibongkar ke 12
truk yang berada di pantai. (Yoga)
Yuk, Memilih Kurma Segar
Sudah lima menit, Maryam (44) memilih kurma di sebuah toko kurma
di Pasar Tanah Abang, Sabtu (16/3). Dengan mengenakan sarung tangan plastik, ia
mencoba merasakan tekstur kurma. Anggota staf membantu Maryam menentukan kurma
yang akan dibeli. Sudah tradisi keluarga Maryam berbuka puasa dengan tiga butir
kurma untuk masing-masing anggota keluarganya sesuai sunah Nabi Muhammad SAW
yang menganjurkan makan kurma dalam jumlah ganjil. Dari sekian banyak jenis kurma,
kurma ajwa menjadi yang spesial dan harganya lebih mahal. Satu kg kurma ajwa
rata-rata dibanderol Rp 150.000 hingga Rp 300.000. Maryam mengatakan, kurma
ajwa ukurannya lebih kecil dibanding lainnya, tekstur kulitnya lembut dan kerutannya
lebih banyak dari kurma pada umumnya. Lalu, daging buahnya tidak terlalu
lembut.
Pembeli lainnya, Norma Puja Astuti (38), mengatakan, kurma
yang tidak mengerut cenderung lebih segar. Untuk memastikan kurma menggunakan
pemanis buatan atau tidak, bisa dilihat apakah ada semut mengerubunginya. ”Memilih
kurma yang berkualitas sangat penting. Selain lebih enak, bisa memberi manfaat
kesehatan yang lebih optimal,” kata Norma yang memilih belanja kurma di toko.
Memperhatikan tampilan fisik sangat penting dalam mengenali ciri-ciri kurma
yang bagus. Tekstur kurma yang manis alami dengan manis buatan berbeda. Kurma
alami lebih keras dan padat, sedang kurma manis buatan lebih lunak. Hal ini
dikatakan pakar kurma dari IPB University, Sudarsono. Rasa manis kurma alami tidak
hanya di permukaan buah, tetapi juga sampai di dalam jaringan buah. Rasa manis kurma
yang diberi pemanis buatan biasanya tidak meresap sampai ke dalam jaringan buah.
Sebagian gula berada di permukaan kurma saja. Jadi, yuk berburu kurma segar sebagai
pelengkap buka puasa. (Yoga)
Dongkrak Minat Warga Naik Angkutan Umum
Minat masyarakat menggunakan transportasi umum masih minim.
Hal ini tak lepas dari moda transportasi yang belum terintegrasi, terutama
antara DKI Jakarta dan daerah satelit lainnya. Berbagai upaya dilakukan guna meningkatkan
minat warga Jakarta untuk beralih dari kendaraan bermotor ke moda transportasi
umum. Ahmad Nasrun (28), warga Kota Tangerang, terbiasa menggunakan kendaraan
pribadi dari tempat tinggalnya di Kota Tangerang menuju Jakbar. ”Dalam
keseharian, saya lebih memilih menggunakan motor daripada angkutan umum,” ujar
Ahmad, Jumat (15/3) karena pekerjaannya di bidang pemasaran menuntutnya
menjelajahi Jakarta. ”Jika dihitung, masih lebih hemat menggunakan sepeda
motor,” ujarnya.
Begitu juga Muhammad Husein (30) yang memilih menggunakan
sepeda motor dibanding kendaraan umum, karena dia harus memboncengkan sang
istri yang juga berkantor di lokasi sejalur dengan kantornya. Selain itu, dia
juga tak terbiasa dengan kondisi KRL yang berdesakan di jam padat. Apalagi
ketepatan waktu angkutan umum di Jakarta masih sulit diprediksi. Berdasarkan
data Dishub DKI Jakarta, penggunaan sepeda motor masih mendominasi. Dari 88
juta perjalanan per hari, penggunaan sepeda motor mencapai 68,3 %. Adapun
pengguna kendaraan umum hanya 18,45 %. Ketimpangan ini membuat permasalahan lalu
lintas, terutama kemacetan, masih terjadi.
Kepala Pusat Data Informasi Perhubungan Dishub DKI Jakarta
Susilo Dewanto memaparkan, berdasarkan Perda DKI Jakarta No 5 Tahun 2014 Pasal
8, untuk mewujudkan sistem transportasi yang efektif, efisien, lancar, dan
terintegrasi harus memenuhi target 60 % perjalanan penduduk menggunakan kendaraan
umum. Namun, dalam pelaksanaannya, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi,
seperti permukiman penduduk dan antarmoda angkutan massal yang belum
terintegrasi. Pemerintah terus berupaya meningkatkan cakupan angkutan umum, dengan
meningkatkan jumlah angkutan umum.
Ia mencontohkan total bus Transjakarta kini 4.543 unit. Jumlah
subsidi pelayanan Transjakarta bertambah dari Rp 663 miliar (2015) menjadi Rp
3,2 triliun (2023). Menurut Kadis Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, untuk
menekan penggunaan kendaraan pribadi, pemerintah melakukan pembatasan kendaraan
bermotor yang diimplementasikan dalam bentuk ganjil genap. Beragam upaya untuk
mendongkrak minat masyarakat menggunakan angkutan umum harus dilakukan cermat
dan cepat. Harapannya, mobilitas warga tidak terganggu akibat gagalnya sistem
angkutan di Jakarta. Untuk mewujudkannya, butuh peran semua (Yoga)
Investasi Hijau, Cari Cuan Sambil Jaga Bumi
Masyarakat dapat mengambil bagian dalam menjaga keberlangsungan
bumi dengan menjadi investor di produk dan layanan keuangan kategori investasi
hijau. Secara sederhana, investasi hijau berarti investasi yang tidak hanya
fokus pada potensi untung yang dapat diperoleh, tetapi juga memperhatikan
aspek-aspek lingkungan (environment), sosial (social), dan tata kelola yang
baik (governance). Instrumen investasi hijau yang ditawarkan pun sangat beragam
sehingga pilihan investasi dapat disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu
investasi serta profil risiko yang dimiliki. Dengan demikian, investasi yang
dilakukan dapat mempercepat tercapainya tujuan keuangan yang sudah ditetapkan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan, antara lain:
1. Pahami instrumen investasi pada investasi hijau. Instrumen investasi yang
dapat dikategorikan sebagai investasi hijau sangat beragam, seperti sukuk ritel
hijau, saham, dan reksa dana. Investor dapat melihat saham dan reksa dana yang
tergolong saham hijau di Indeks Enviromental, Social and Governance (ESG) Leaders,
yang mengukur kinerja saham yang memiliki penilaian ESG baik dan tidak terlibat
pada kontroversi secara signifikan serta kinerja keuangan yang baik.
2. Sesuaikan pilihan produk dengan tujuan investasi dan profil
risiko Untuk investor dengan profil risiko konservatif, obligasi menjadi
pilihan yang sesuai. Jika profil risiko moderat, dapat berinvestasi di reksa
dana, sedang untuk profil risiko agresif, saham menjadi instrumen yang tepat. 3.
Investasi jangka panjang, untuk perencanaan masa depan, bahkan masa pensiun,
dengan baik. 4. Cek portofolio secara berkala untuk memaksimalkan keuntungan
dari investasi. 5. Lakukan diversifikasi dan disiplin berinvestasi untuk
meminimalkan risiko investasi, Sisihkan dana untuk investasi di awal, bukan
sisa dari pendapatan. Lakukan investasi secara berkala. (Yoga)
Lonjakan Nilai Impor Gerus Surplus Dagang
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









