;

PERANG ISRAEL-HAMAS, Sempat Macet, Perundingan Digulirkan Lagi

Ekonomi Yoga 17 Mar 2024 Kompas (H)
PERANG ISRAEL-HAMAS, Sempat Macet, Perundingan Digulirkan Lagi

Perundingan jeda pertempuran di Jalur Gaza antara Israel dan Hamas yang sempat terhenti akan dimulai lagi di Qatar. Ini pembicaraan pertama dalam perundingan tidak langsung di antara kedua pihak sejak Ramadhan. Para pejabat Mesir, pada Sabtu (16/3) mengungkapkan, pembicaraan itu kemungkinan berlangsung pada Minggu sore waktu setempat. Sebelumnya, komunitas internasional berharap jeda tempur yang menuju pada gencatan senjata permanen dapat tercapai sebelum Ramadhan. Namun, harapan itu sudah lenyap. Harapan muncul lagi seiring rencana dimulainya perundingan itu. Hamas kembali memberikan proposal baru gencatan senjata setelah usulan sebelumnya ditolak Israel. Menurut dua pejabat Mesir yang mau dikutip dengan syarat anonim, dalam usulan baru itu, Hamas mengajukan tiga tahap gencatan senjata.

Fase pertama berupa jeda tempur, termasuk pembebasan 35 sandera perempuan, sandera yang sakit, dan orang tua. Sebagai ganti, Israel harus membebaskan 350 warga Palestina yang ditawan. Hamas akan membebaskan setidaknya lima perempuan tentara sebagai ganti 50 tawanan Palestina di tahanan Israel. Israel juga harus menarik pasukannya dari dua jalan utama di Gaza, memperbolehkan warga Palestina kembali ke wilayah utara Gaza, dan memberikan akses untuk aliran yang lancer bagi bantuan kemanusiaan. Tahap kedua mencakup gencatan senjata permanen dan Hamas akan membebaskan seluruh prajurit Israel yang disandera sebagai ganti pembebasan lebih banyak tawanan. Untuk tahap ketiga, Hamas akan menyerahkan jenazah korban tewas sebagai ganti pencabutan blokade Gaza dan rekonstruksi Gaza bisa dimulai. Sejauh ini Israel menolak tawaran Hamas. Namun, Israel menyatakan akan mengirim delegasi lagi ke Qatar untuk putaran perundingan berikutnya. Sebanyak 200 ton bantuan kemanusiaan yang dikirim lewat Laut Tengah dari Siprus tiba di pesisir Gaza, Jumat (15/3) petang. Israel menutup jalur darat ke Gaza sehingga bantuan kemanusiaan sulit masuk.

AS dan beberapa negara mengirim bantuan dari udara. Namun, warga di utara Jalur Gaza mengatakan, bantuan yang dijatuhkan dari udara terlalu sedikit dan tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka. Warga harus memperebutkan bantuan tersebut. Seiring itu, kapal pengangkut bantuan yang dioperasikan lembaga kemanusiaan Spanyol, Open Arms, telah meninggalkan Pelabuhan Larnaka, Siprus, pada Selasa (12/3). Kapal tersebut menarik tongkang bermuatan bahan pangan berupa beras, tepung terigu, kacang lentil, kacang polong, ikan tuna kalengan, dan daging. Makanan tersebut dikirim World Central Kitchen yang didirikan chef selebritas Jose Andres yang selama ini mengoperasikan dapur umum gratis di Jalur Gaza. Sepanjang Jumat, kapal tersebut terlihat lego jangkar di pesisir Gaza. Menjelang petang, militer Israel mengatakan, muatan kapal mulai dibongkar ke 12 truk yang berada di pantai. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :