PERANG ISRAEL-HAMAS, Sempat Macet, Perundingan Digulirkan Lagi
Perundingan jeda pertempuran di Jalur Gaza antara Israel dan
Hamas yang sempat terhenti akan dimulai lagi di Qatar. Ini pembicaraan pertama
dalam perundingan tidak langsung di antara kedua pihak sejak Ramadhan. Para
pejabat Mesir, pada Sabtu (16/3) mengungkapkan, pembicaraan itu kemungkinan berlangsung
pada Minggu sore waktu setempat. Sebelumnya, komunitas internasional berharap
jeda tempur yang menuju pada gencatan senjata permanen dapat tercapai sebelum Ramadhan.
Namun, harapan itu sudah lenyap. Harapan muncul lagi seiring rencana dimulainya
perundingan itu. Hamas kembali memberikan proposal baru gencatan senjata
setelah usulan sebelumnya ditolak Israel. Menurut dua pejabat Mesir yang mau
dikutip dengan syarat anonim, dalam usulan baru itu, Hamas mengajukan tiga
tahap gencatan senjata.
Fase pertama berupa jeda tempur, termasuk pembebasan 35
sandera perempuan, sandera yang sakit, dan orang tua. Sebagai ganti, Israel harus
membebaskan 350 warga Palestina yang ditawan. Hamas akan membebaskan setidaknya
lima perempuan tentara sebagai ganti 50 tawanan Palestina di tahanan Israel. Israel
juga harus menarik pasukannya dari dua jalan utama di Gaza, memperbolehkan warga
Palestina kembali ke wilayah utara Gaza, dan memberikan akses untuk aliran yang
lancer bagi bantuan kemanusiaan. Tahap kedua mencakup gencatan senjata permanen
dan Hamas akan membebaskan seluruh prajurit Israel yang disandera sebagai ganti
pembebasan lebih banyak tawanan. Untuk tahap ketiga, Hamas akan menyerahkan
jenazah korban tewas sebagai ganti pencabutan blokade Gaza dan rekonstruksi
Gaza bisa dimulai. Sejauh ini Israel menolak tawaran Hamas. Namun, Israel menyatakan
akan mengirim delegasi lagi ke Qatar untuk putaran perundingan berikutnya. Sebanyak
200 ton bantuan kemanusiaan yang dikirim lewat Laut Tengah dari Siprus tiba di pesisir
Gaza, Jumat (15/3) petang. Israel menutup jalur darat ke Gaza sehingga bantuan
kemanusiaan sulit masuk.
AS dan beberapa negara mengirim bantuan dari udara. Namun,
warga di utara Jalur Gaza mengatakan, bantuan yang dijatuhkan dari udara
terlalu sedikit dan tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka. Warga harus memperebutkan
bantuan tersebut. Seiring itu, kapal pengangkut bantuan yang dioperasikan lembaga
kemanusiaan Spanyol, Open Arms, telah meninggalkan Pelabuhan Larnaka, Siprus,
pada Selasa (12/3). Kapal tersebut menarik tongkang bermuatan bahan pangan
berupa beras, tepung terigu, kacang lentil, kacang polong, ikan tuna kalengan,
dan daging. Makanan tersebut dikirim World Central Kitchen yang didirikan chef
selebritas Jose Andres yang selama ini mengoperasikan dapur umum gratis di Jalur
Gaza. Sepanjang Jumat, kapal tersebut terlihat lego jangkar di pesisir Gaza.
Menjelang petang, militer Israel mengatakan, muatan kapal mulai dibongkar ke 12
truk yang berada di pantai. (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023