;

Lonjakan Nilai Impor Gerus Surplus Dagang

Lonjakan Nilai Impor Gerus Surplus Dagang
Lonjakan impor menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2024, membuat surplus neraca perdagangan Indonesia menyusut drastis. Tapi, lonjakan impor kemungkinan tidak bakal berlanjut, alias hanya sementara. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor negara kita pada Februari 2024 mencapai US$ 18,44 miliar. Meski turun tipis 0,29% month to month (mtm), angka ini melonjak signifikan 15,84% secara year on year (yoy). Impor barang konsumsi mengalami peningkatan yang sangat signifikan, sebesar 36,49% yoy menjadi US$ 1,86 miliar di Februari 2024. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar menyebutkan, lonjakan impor barang konsumsi terutama terjadi pada serealia (HS 10) yang melesat 164,60% yoy. Hal ini terkait upaya menjaga pasokan di dalam negeri. Selain itu, impor beras juga melejit. Volume impor beras periode Januari-Februari 2024 naik 93% yoy. Sementara nilai impor beras periode tersebut melonjak 148,63% yoy. Tak hanya barang konsumsi, BPS mencatat, impor barang modal tumbuh 18,52% yoy dan impor bahan baku/penolong tumbuh 12,82% yoy. "Bahan baku penolong menyumbang setidaknya 72,41% dari total impor pada Februari 2024," tambah Amalia. Di sisi lain, nilai ekspor Februari 2024 tercatat US$ 19,31 miliar. Kinerja ekspor bulan lalu turun 5,79% mtm dan melorot 9,45% yoy. Secara bulanan, penurunan ekspor terjadi di sektor migas dan nonmigas. Perinciannya, ekspor migas turun 12,93% dan nonmigas terkoreksi 5,27% mtm. Alhasil, surplus neraca perdagangan Indonesia di Februari 2024 tercatat hanya sebesar US$ 0,87 miliar. Angka ini menyusut dari surplus di bulan sebelumnya yang mencapai US$ 2,02 miliar.
Tags :
#Nasional #Impor
Download Aplikasi Labirin :