;

Ekspektasi Terbentur Keterbatasan Anggaran

Ekspektasi Terbentur
Keterbatasan Anggaran

Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 menjadi ajang bersejarah bagi dua tuan rumah, Aceh dan Sumut.  Untuk pertama kalinya setelah Indonesia merdeka, Aceh ditunjuk sebagai tuan rumah PON. Sebaliknya, Sumut kembali menjadi tuan rumah setelah 71 tahun. Namun, ekspektasi kedua provinsi menyiapkan PON edisi ke-21 tersebut terbentur keterbatasan dukungan dana pusat. Gemuruh suara alat berat bersahut-sahutan di antara tiang pancang bangunan. Ratusan pekerja berpacu dengan waktu. Pembangunan Stadion Utama Sumut yang berjarak 10 km dari Bandara Internasional Kuala Namu tersebut dikejar waktu. Untuk memastikan pembangunan selesai tepat waktu, proses pengerjaan dipacu.

”Kami optimistis pembangunan selesai awal Agustus,” ujar Baharuddin Siagian, Kadid Pemuda dan Olahraga Sumut, seusai acara penanaman pohon serentak nasional di Sport Centre Sumut, Kamis (7/3). Sumut menaruh ekspektasi besar terhadap pembangunan stadion itu. Selain dipakai lokasi penutupan PON 2024, stadion itu menjadi lambang kebangkitan olahraga Sumut yang pernah menjadi tuan rumah PON tahun 1953. Berdasarkan berita Kompas, 31 Maret 2023, Kementerian PUPR semula mengalokasikan anggaran Rp 1,8 triliun untuk pembangunan Stadion Utama Sumut. Anggaran belakangan dipangkas lebih dari setengah, menjadi Rp 587 miliar. Baharuddin menuturkan, banyak hal yang harus disesuaikan daerah tuan rumah dalam menyiapkan PON.

Utamanya terkait anggaran pengerjaan arena pertandingan. Tuan rumah berkejaran dengan waktu demi kesiapan seluruh arena menjelang PON yang akan berlangsung 8-20 September. Pemprov Sumut menggelontorkan anggaran Rp 2 triliun untuk pembangunan dan renovasi arena. ”Daerah berusaha sekuat tenaga memanfaatkan anggaran yang ada. Kami berharap negara bisa lebih dominan dalam urusan anggaran. Daerah tetap butuh bantuan pemerintah pusat. Lagi pula PON adalah ajang nasional,” ucap Baharuddin. Di Aceh, keterbatasan dukungan anggaran dari pemerintah pusat memupuskan harapan memiliki stadion utama baru. Untuk menggantikan stadion yang urung dibangun, pemerintah merenovasi Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, yang menjadi lokasi pembukaan PON, 8 September 2024.

Harapan Bangsa yang berkapasitas 45.000 orang itu selama ini digunakan klub sepak bola Liga 2 Persiraja. Proses renovasi sudah dimulai. Stadion ditutup sementara selama proses pengerjaan. Nyaris tidak ada arena baru untuk di Aceh. Selain di Stadion Harapan Bangsa, renovasi dilakukan pula pada arena-arena lainnya, antara lain gedung serbaguna, gedung pencak silat, gedung anggar, lapangan tenis, dan lapangan sintetis. Ada pula pembangunan waduk untuk cabang dayung di Kabupaten Aceh Besar. Kadis Pemuda dan Olahraga Aceh M Nasir  Syamaun mengatakan, ada19 arena yang sedang direnovasi serentak sejak Januari 2024. Renovasi dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Anggaran APBN dialokasikan hampir Rp 1 triliun. Pemprov Aceh juga berencana merenovasi 23 arena lain menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA). Arena-arena itu tersebar di 10 kabupaten/kota. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :