Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )LAYANAN INTERNET, Permintaan Meningkat, Spektrum Frekuensi Ditambah
Kemenkominfo menyebutkan, industri telekomunikasi seluler
membutuhkan tambahan spektrum frekuensi selebar 1.310 megahertz sampai tahun
2026, untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas layanan seluler. ”Teknologi
akses seluler yang baru terus muncul sehingga lebar pita spektrum frekuensi
harus ditambah. Jadi, bukan semata-mata okupansi lebar spektrum frekuensi yang
sekarang dimiliki operator telekomunikasi seluler itu sudah penuh,” kata Dirjen
Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo Ismail saat
menghadiri Konferensi Manajemen Spektrum Tingkat Asia Pasifik yang Ke-10,
Selasa (23/4) di Jakarta. Konferensi ini menindaklanjuti hasil pertemuan World
Radiocommunication Conference (WRC) 2023 yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat
Arab, pada akhir 2023.
Konferensi pada 23-24 April ini membahas berbagai masalah
terkait spektrum frekuensi, di antaranya mobile broadband, 5G, 6G, Wi-Fi, satelit,
dan isu kebencanaan. Menurut Ismail, tambahan spektrum frekuensi dengan total
lebar 1.310 MHz akan dipenuhi dari berbagai jenis spektrum frekuensi, seperti
jenis spektrum frekuensi rendah (low band) dan tinggi (millimeter-wave). Rencananya,
Kemenkominfo akan melelang spektrum 700 MHz (jenis low band) dan 26 gigahertz (GHz)
terlebih dulu untuk memenuhi tambahan kebutuhan. Keduanya akan dilelang bersama.
Harga lebar pita spektrum, ujar Ismail, akan diberi insentif. Salah satu opsi
insentif yang sedang dibahas ialah operator pemenang lelang tak langsung membayar
biaya penggunaan spektrum frekuensi. (Yoga)
Digemari Masyarakat, Kajian Sastra Horor Perlu Dikembangkan
Kajian sastra horor yang mengulik misteri, hantu, dan hal-hal
mistis lainnya perlu dikembangkan. Kajian tersebut berpeluang besar
dialihwahanakan dalam berbagai medium, seperti audio, animasi, gim, film, dan
platform digital lainnya. Cerita rakyat bertema horor tersebar hampir di
seluruh daerah di Tanah Air. Kisah horor digemari masyarakat Indonesia.
Film-film bergenre horor kerap merajai industri film dalam negeri dari masa ke
masa. Siniar atau podcast yang membahas kisah-kisah misteri juga didengarkan
oleh banyak orang. Peneliti Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN,
Tirto Suwondo, mengatakan, Indonesia memiliki cerita horor yang bejibun, dikisahkan
lintas generasi dan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Tapi, analisis atau kajian tentang sastra horor masih sangat
jarang jika dibandingkan dengan jumlah cerita rakyat yang melimpah. Hal ini
menjadi tantangan bagi para peneliti untuk mengkajinya dalam berbagai perspektif.
”Dalam konteks industri kreatif, peluang yang menjanjikan adalah adaptasi, alih
wahana atau ekranisasi ke film layar
lebar, televisi, dan platform digital,” ujarnya dalam peluncuran dan diskusi
buku Sastra Horor, di Jakarta, Selasa (23/4). Buku setebal 1.010 halaman itu
menyajikan 45 artikel kisah horor. Buku ini merupakan hasil riset dan kajian
tentang beragam gejala horor yang hidup di tengah masyarakat di sejumlah
daerah.
Tirto mengatakan, hampir semua artikel dalam buku itu ditulis
dengan ilmiah menggunakan struktur IMRaD (pengantar, metode, riset, dan
diskusi). ”Hal ini menjadi semacam siraman yang menyejukkan ditengah ladang
kering dunia kritik, telaah, dan apresiasi kita tentang sastra horor,” ucapnya.
Sastra horor tidak hanya menjadi kajian menarik bagi periset di Tanah Air. Di
luar negeri, kajian kisah horor dipublikasikan di berbagai media dan jurnal,
seperti majalah World Literature Today serta jurnal Horror Studies dan Journal
of Dracula Studies. Kepala Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN Ade
Mulyanah menuturkan, ”Peran film berbasis horror sebagian besar merupakan proses
ekranisasi karya-karya sastra. Ini menunjukkan sebuah peran besar sastra
terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia”. (Yoga)
Peluang di Tengah Ketidakpastian
Dalam bahasa Mandarin, krisis disebut weiji, ’wei’ yang
artinya bahaya dan ’ji’ yang berarti peluang. Jadi, dalam setiap krisis, tak
hanya ada bahaya, tetapi juga peluang. Saat ini dunia dilanda ketidakpastian
yang tinggi. Dalam webinar yang digelar IDN Times pekan lalu, ekonom senior
Mari Elka Pangestu mengatakan, memanasnya konflik antara Israel dan Iran akan
meningkatkan tensi ketidakpastiaan ekonomi. Fenomena ini memicu serangkaian
tindakan yang makin menekan perekonomian. Hal ini akan membuat harga minyak
dunia terkerek naik. Sebab, Israel dan Iran adalah negara di jazirah Timur
Tengah, yang merupakan kawasan pemasok minyak dunia. Ketika terjadi ketegangan
di kawasan itu, pasokan akan berkurang, sementara permintaan minyak dunia
tetap. Harga pun segera naik, yang bakal memicu inflasi global, termasuk di
Indonesia. Hal ini akan menggerus daya beli masyarakat sehingga laju ekonomi
bakal melambat.
Selain ketegangan geopolitik, tekanan untuk perekonomian
Indonesia bertambah seiring depresiasi rupiah. Mengutip kurs Jakarta Interbank
Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah pada perdagangan Senin (22/4) ditutup di level
Rp 16.224 per USD. Ekonom Senior Bambang Brodjonegoro mengatakan, sebelum
konflik Iran dan Israel memanas, sejatinya kurs USD menguat dibandingkan mata
uang dunia lainnya, termasuk Indonesia dikarenakan bank sentral AS, The Federal
Reserve (The Fed), diprediksi belum akan menurunkan suku bunga acuannya dalam
waktu dekat. Karena suku bunga The Fed masih tinggi, investor menilai investasi
dalam aset berdenominasi USD lebih menguntungkan. Akhirnya, pemodal di seluruh
dunia menarik uangnya dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk dipindah
ke AS. Dampaknya, terjadi arus modal keluar (capital outflow) dari Indonesia. Pasokan
dollar AS di dalam negeri pun menurun, yang membuat nilainya menguat terhadap
rupiah.
Baik Bambang maupun Mari mengatakan, dalam kondisi seperti
ini akan muncul fenomena ”flight to safety” dari para pemodal dunia. Para pemodal
akan memindahkan asetnya ke instrumen yang risikonya lebih rendah. Investor
akan cenderung memindahkan dananya pada aset-aset berdenominasi USD, seperti US
Treasury Bond atau Obligasi Negara AS. Dengan suku bunga acuan The Fed yang
masih tinggi, ’memegang’ instrumen itu akan jadi keuntungan bagi investor. Selain
itu, instrumen yang selalu laris manis di kala dunia penuh ketidakpastian
adalah logam mulia atau emas. Mengutip Logammulia.com, harga emas pada Minggu
(21/4) Rp 1,34 juta per gram, meningkat Rp 37.000 per gram atau 2,82 %
dibanding harga pekan sebelumnya (Minggu, 14/4). Jika ditarik dari awal tahun, harga
emas sudah naik Rp 218.000 atau 19,30 %. (Yoga)
Telusuri Penyelundupan BBM ke Kapal Ikan Asing
Kasus perikanan ilegal di Laut Arafura yang menyibak penyelundupan
BBM bersubsidi dan perbudakan manusia mendesak diusut tuntas hingga ke aktor
utama. Penyelundupan ratusan ton BBM yang diduga jenis bersubsidi dinilai
merupakan puncak gunung es praktik gelap sektor perikanan. Direktur Eksekutif
Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim menyatakan, perlu dilakukan
pengusutan secara tuntas aktor utama di balik mata rantai kejahatan transnasional
itu. Kejahatan melibatkan sindikasi kapal asing ilegal asal China dengan kapal
ikan Indonesia. Mereka diduga bekerja sama melakukan pencurian ikan,
penyelundupan BBM bersubsidi, dan perdagangan manusia. Penyimpangan penyaluran
alokasi BBM hingga ratusan ton untuk kapal-kapal asing ilegal setiap kali
beroperasi merupakan ironi di tengah kesulitan nelayan-nelayan kecil di Indonesia
untuk mendapatkan pasokan BBM bersubsidi.
”Penyelundupan BBM bersubsidi ke kapal asing illegal merupakan fenomena gunung es atas praktik gelap di sektor perikanan,” ujar Halim saat dihubungi dari Jakarta, Senin (22/4). Sebelumnya, aparat pengawasan KKP menangkap kapal ikan Indonesia KM Mitra Utama Semesta (MUS) di Laut Arafura pada 14 April. Kapal berbobot 289 gros ton (GT)itu terindikasi menerima 100 ton ikan hasil alih muatan (transshipment) dari dua kapal penangkap ikan asal China, yakni Run Zeng (RZ) 03 dan RZ 05. Dua kapal ikan asing ilegal itu menggunakan alat tangkap jenis trawl yang dilarang. Kapal KM MUS terindikasi membantu kapal RZ 03 dan 05 melakukan kejahatan perikanan, memindahkan BBM bersubsidi ke kapal asing itu di tengah laut. Dari pemeriksaan buku manual kapal di ruang kemudi, tercatat ada 870 drum atau 150 ton BBM solar diangkut di palka. Sebagian BBM sudah disuplai ke dua kapal asing dan beberapa kapal mitranya sehingga tersisa 9 ton di palka.
Kapal KM MUS juga terindikasi memasok 55 ABK Indonesia ke kapal RZ 03 dan RZ 05. Dari 55 ABK tersebut, 30 ABK berada di dua kapal asing ilegal tersebut, 25 ABK Indonesia lainnya diselamatkan aparat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), 6 ABK di antaranya kabur dari kapal RZ 03 dengan terjun ke laut pada 11 April 2024. Mereka berenang di laut, tetapi 1 orang tewas karena tidak kuat berenang. 20 ABK lainnya diturunkan dari kapal dan diangkut kapal pengangkut sayuran sewaktu kapal asing itu berada di dekat Pulau Penambulai, Kepulauan Maluku. Menurut Halim, lemahnya pengawasan terhadap perikanan ilegal dan perlindungan terhadap warga asal Indonesia yang bekerja di kapal ikan berpotensi memicu pelanggaran. Pemerintah perlu mengevaluasi ulang rencana penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur yang membuka kesempatan kapal ikan milik pemodal asing beroperasi di Indonesia. (Yoga)
Lebaran Usai, Banyak Perusahaan Mencari Karyawan Baru
Lowongan pekerjaan baru cenderung marak dibuka setelah
Lebaran, pemicunya ialah pengunduran diri pekerja yang ramai terjadi selama
Ramadhan dan setelah pekerja menerima THR. ”Kalau berbicara tren pasar tenaga
kerja pasca-Lebaran, pasti peningkatan lowongan pekerjaan baru. Klien-klien saya
sejak awal Lebaran sudah berpesan agar mencarikan pekerja yang siap mengisi
setelah Lebaran dan awal Mei 2024. Hal ini didukung fakta kecenderungan pengunduran
diri yang marak setelah (pembagian) THR sehingga posisi yang ditinggalkan perlu
diisi karyawan baru,” ujar Founder dan Managing Director Headhunter Indonesia
Haryo Suryosumarto, Senin (22/4) di Jakarta.
Menurut Haryo, karyawan yang ramai-ramai mengundurkan diri
biasanya telah mengantongi surat penawaran perekrutan dari perusahaan lain.
Mereka kemudian menunggu pencairan THR terlebih dahulu, yang berlanjut dengan
pengajuan surat pengunduran diri. Dengan kata lain, mereka telah mengikuti
proses perekrutan di perusahaan lain 1-2 bulan sebelum Lebaran. ”Pokoknya, THR
sudah turun baru mereka berani mengajukan surat pengunduran diri. Lalu, mereka
bergabung ke perusahaan baru pada awal atau pertengahan Mei 2024,” katanya.
Jika ditelusuri, lanjut Haryo, penyebab utama karyawan melakukan
hal tersebut lantaran mereka tidak memperoleh remunerasi yang baik di kantor lama.
Adapun tempat kerja yang baru berani memberikan remunerasi yang lebih tinggi. Kendati
demikian, ada pula karyawan yang ingin mengundurkan diri karena mencari
remunerasi lebih baik, tetapi memutuskan bertahan di kantor lama karena
manajemen di kantor lama bersedia menaikkan gaji lebih tinggi. Namun, Haryo
meyakini, fenomena seperti itu tidak banyak.” Ia menambahkan, pemicu lain
maraknya lowongan pekerjaan baru seusai Lebaran ialah banyaknya perusahaan yang
melakukan ekspansi. Langkah ini biasanya juga membutuhkan pekerja baru. (Yoga)
Menjaga Hutan Mangrove sebagai Laboratorium Alam
Hutan mangrove di bibir pantai Kelurahan Oesapa Barat yang
menjadi agrowisata Kota Kupang, NTT, masih tampak rimbun. Namun, di luar kawasan
itu, kondisi mangrove semakin hancur, apalagi kini kian dipadati sampah dan bangunan.
Sebanyak 35 mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana), Sabtu (20/4)
menjelajah hutan agrowisata mangrove di Kelurahan Oesapa Barat. Hasilnya, para
mahasiswa menyimpulkan terjadi kerusakan ekosistem mangrove yang kian parah.
Risna Bahagia (20), salah seorang mahasiswa, mengatakan, kehadiran mereka ke
lokasi ekowisata mangrove seluas 4 hektar itu merupakan kedua kalinya. Pertama
kali datang, dia membersihkan lokasi itu dari sampah, dan kali ini mengamati
tumbuhan mangrove.
Hampir semua perguruan tinggi dan sekolah menengah membawa
siswanya untuk penelitian tentang mangrove di tempat ini. Kawasan itu bagaikan
laboratorium alam bagi dunia pendiikan dan penelitian. Hutan mangrove tersebut tetap
terawat setelah The International Fund for Agricultural Development (Ifad) Indonesia
bekerja sama dengan Pemkot Kupang menata kawasan mangrove. Membangun lorong
”jembatan” mangrove di sela-sela pohon pada tahun 2017. Pembangunan jembatan
dan pondok kecil itu didanai Ifad. Sampai tahun 2021, setiap pengunjung dipungut
Rp 5.000-Rp 10.000. Kehadiran mahasiswa di lokasi tersebut mengamati perbedaan
warna daun setiap pohon, kondisi mangrove yang tumbuh di lumpur dan di pasir.
Selain itu, mereka juga membangun rasa cinta terhadap mangrove
dan kondisi pantai pada umumnya. Saat penelitian di lapangan, mahasiswa
mendapati perubahan lingkungan. Utamanya, sampah-sampah plastik berserakan di
lumpur, pasir, kolam, dan sebagian tersangkut di batang-batang mangrove. Tumpukan
sampah itu sangat mengganggu ekosistem pantai terutama kawasan agrowisata mangrove.
Bahkan, anakan mangrove yang sedang tumbuh juga tertutup sampah plastik. Para
mahasiswa merasa prihatin dengan kondisi sampah yang ada.
Membersihkan lokasi ekowisata dari sampah yang banyak itu tak
mungkin selesai hanya dalam sehari. Mereka sudah beberapa kali membersihkan,
tetapi sampah selalu muncul kembali di lokasi tersebut. Natalia Fernandes (21)
mahasiswa lainnya, mengatakan, mangrove di pantai Kupang perlu dirawat.
Mangrove memiliki manfaat besar, tidak hanya untuk kepentingan ilmu
pengetahuan, tetapi juga untuk menjaga lingkungan pantai. Sebaiknya setiap
ruang kosong di bibir pantai dihijaukan dengan tanaman mangrove, terutama yang
berhadapan langsung dengan permukiman penduduk. Natalia mengusulkan agar
ditempatkan tenaga khusus penjaga mangrove yang bertugas membersihkan lokasi
dari sampah dan menanam kembali mangrove yang rusak. (Yoga)
Harga Bawang Merah Masih Tinggi
Skema KPR Subsidi dan Dana Abadi
Masalah penyediaan perumahan, khususnya bagi masyarakat
berpenghasilan rendah, masih sulit diatasi. Rezim pemerintahan silih berganti.
Namun, isu perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah belum juga menemukan
solusi yang tepat. Alih-alih makin teratasi, masalah perumahan justru kian merisaukan.
Sebagai contoh, kesenjangan jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang
dibutuhkan oleh masyarakat (backlog perumahan) semakin menumpuk dari tahun ke
tahun dan kini telah mencapai 12,7 juta unit. Dari jumlah itu, 83 % adalah
backlog perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan miskin. Persoalan
utamanya adalah belum ada skema pembiayaan rumah bersubsidi yang komprehensif
dan efektif. Skema yang ada saat ini, meskipun memiliki beberapa keunggulan,
masih belum mampu mengatasi persoalan perumahan secara tuntas.
Saat ini, salah satu skema pembiayaan rumah subsidi yang berlaku
adalah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang dikelola Badan
Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Dana FLPP berasal dari investasi
pemerintah yang dianggarkan setiap tahun dalam APBN dan nantinya akan menjadi
dana bergulir. Dana FLPP ini kemudian disalurkan melalui perbankan dalam bentuk
kredit pemilihan rumah (KPR) bersubsidi dengan porsi 75 %. Adapun 25 % sisanya
berasal dari dana perbankan. Dengan porsi yang lebih kecil, perbankan
diharapkan tidak terlalu khawatir dalam menyalurkan KPR subsidi. Selain
mendapat FLPP, KPR subsidi yang berlaku saat ini juga memiliki uang muka dan
bunga yang rendah serta tenor yang panjang. Bunga yang dikenai hanya 5 %, jauh
di bawah bunga pasar yang berkisar 10-11 %. Adapun tenor KPR subsidi rata-rata
20 tahun.
Persoalannya, KPR subsidi yang disalurkan belum sepadan
dengan jumlah rumah yang dibutuhkan masyarakat berpenghasilan rendah. Jangankan
mengurangi backlog, untuk menutup kebutuhan rumah selama tahun berjalan pun
tidak mampu. Tahun 2023, BP Tapera menyalurkan dana FLPP sebesar Rp 26,32
triliun untuk 229.000 rumah. Jumlah ini masih jauh di bawah kebutuhan rumah
untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang mencapai 750.000 unit per tahun. Untuk
membiayai pengadaan rumah sesuai kebutuhan, pemerintah harus menambah anggaran
investasinya. Namun, ini menjadi tantangan karena anggaran pemerintah terbatas.
Jadi, dengan skema ini, per soalan penyediaan rumah untuk masyarakat
berpenghasilan rendah akan tetap sulit terselesaikan. Yang ada, backlog akan
semakin membesar. (Yoga)
PENGURANGAN EMISI, Perusahaan Swasta Global Tertinggal
Organisasi Net Zero Tracker melaporkan hanya 40 dari 100
perusahaan swasta terbesar di dunia sudah menerapkan target nol emisi karbon.
Jumlah itu jauh tertinggal dari perusahaan publik. Padahal, semua perusahaan
harus mengurangi emisi agar dunia mencapai tujuan Perjanjian Paris 2015 dalam
menghadapi perubahan iklim. Pada daftar perusahaan publik, ada 70 dari 100
perusahaan yang memiliki target nol emisi karbon. ”Angka perusahaan swasta itu
jelas tertinggal jauh dari perusahaan publik,” kata John Lange dari Organisasi
Net Zero Tracker kepada AFP, Senin (22/4).
Menurut Lange, perusahaan swasta lambat berkomitmen karena
beberapa faktor, antara lain, kurangnya tekanan pasar dan tidak adanya
peraturan. Laporan Net Zero Tracker itu membandingkan 200 perusahaan publik dan
swasta terbesar di dunia berdasarkan laporan strategi pengurangan emisi dan target
net-zero mereka. ”Perusahaan-perusahaan itu menyumbang 23 % dari perekonomian
global, dengan mayoritas perusahaan berbasis di China, AS, dan negara-negara
Uni Eropa yang merupakan penghasil gas rumah kaca terbesar,” kata Lange. Dari
40 perusahaan swasta yang telah menetapkan target, hanya delapan yang telah mempublikasikan
rencana untuk mencapai target tersebut.
”Janji tanpa rencana hanyalah kehumasan belaka,” sebut laporan
itu. Hanya ada dua perusahaan, yaitu raksasa furnitur Ikea dan raksasa teknik
Bechtel, yang mengesampingkan penggunaan kredit karbon kontroversial untuk
mencapai nol emisi karbon. Kredit karbon memungkinkan perusahaan mengimbangi
emisi yang timbul akibat kegiatan perusahaan dengan mengarahkan dana ke proyek
untuk mengurangi atau menghindari emisi di antaranya untuk melindungi hutan. Laporan
itu juga menyebutkan,tidak satu pun dari delapan perusahaan bahan bakar fosil yang
terdaftar dalam laporan. Namun, kata Lange, jumlah perusahaan yang masuk dalam
laporan Net Zero Traker terbaru meningkat dibandingkan analisis pada 2022. (Yoga)
Penyidik Kejagung Bidik Hasil Pencucian Uang Penambangan Timah
Smelter atau fasilitas pemrosesan pemurnian timah milik
sejumlah perusahaan yang disita oleh penyidik Kejaksaan Agung diduga hasil
pencucian uang kegiatan penambangan ilegal timah di wilayah izin usaha
pertambangan atau IUP PT Timah Tbk pada 2015-2022. Penyidik memastikan akan
terus menelusuri aset milik tersangka yang diduga hasil tindak pidana, termasuk
aset berupa pesawat jet. Pada Senin (22/4) tim penyidik bersama tim dari Badan
Pemulihan Aset Kejaksaan menyita smelter PT Refined Bangka Tin (PT RBT).
Menurut Kapuspen Hukum Kejagung Ketut Sumedana, penyitaan
tersebut merupakan kelanjutan proses penelusuran aset di Provinsi Bangka
Belitung yang terkait kasus penambangan timah ilegal di wilayah di IUP PT Timah
Tbk. ”Dari hasil penelusuran, tim penyidik melakukan penyitaan terhadap PT RBT
beserta sejumlah aset di dalamnya, antara lain alat berat dan alat pemurnian
biji timah,” tambahnya. Sebelumnya, penyidik telah menyita smelter milik empat perusahaan.
Fasilitas tersebut milik CV Venus Inti Perkasa (VIP), PT Stanindo Inti Perkasa (SIP),
PT TIN (Tinindo Inter Nusa), dan PT SBS. Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung
Kuntadi, mengatakan, penyitaan terhadap aset tersebut, termasuk smelter milik
beberapa perusahaan, terkait dengan dugaan tindak pidana pencucian uang.
Kuntadi memastikan setiap pihak yang terlibat akan ditetapkan
sebagai tersangka. Saat ini, terdapat pemilik smelter yang telah ditetapkan sebagai
tersangka, yakni Tamron alias Aon, sebagai pemilik manfaat CV VIP dan Suwito Gunawan
selaku Komisaris PTSIP. Perusahaan-perusahaan smelter tersebut terkait dengan
tersangka Harvey Moeis yang diduga merupakan perpanjangan tangan PT RBT. Harvey
disebut telah mengakomodasi kegiatan penambangan timah ilegal di wilayah IUP PT
Timah Tbk dengan mengajak beberapa perusahaan smelter untuk turut mengolah
timah, yaitu PT SIP, CV VIP, PT SBS, dan PT TIN. Namun, penyidik belum
menetapkan pemilik PT RBT sebagai tersangka. Padahal, yang bersangkutan diduga
merupakan pihak yang mengendalikan Harvey. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









