Penyidik Kejagung Bidik Hasil Pencucian Uang Penambangan Timah
Smelter atau fasilitas pemrosesan pemurnian timah milik
sejumlah perusahaan yang disita oleh penyidik Kejaksaan Agung diduga hasil
pencucian uang kegiatan penambangan ilegal timah di wilayah izin usaha
pertambangan atau IUP PT Timah Tbk pada 2015-2022. Penyidik memastikan akan
terus menelusuri aset milik tersangka yang diduga hasil tindak pidana, termasuk
aset berupa pesawat jet. Pada Senin (22/4) tim penyidik bersama tim dari Badan
Pemulihan Aset Kejaksaan menyita smelter PT Refined Bangka Tin (PT RBT).
Menurut Kapuspen Hukum Kejagung Ketut Sumedana, penyitaan
tersebut merupakan kelanjutan proses penelusuran aset di Provinsi Bangka
Belitung yang terkait kasus penambangan timah ilegal di wilayah di IUP PT Timah
Tbk. ”Dari hasil penelusuran, tim penyidik melakukan penyitaan terhadap PT RBT
beserta sejumlah aset di dalamnya, antara lain alat berat dan alat pemurnian
biji timah,” tambahnya. Sebelumnya, penyidik telah menyita smelter milik empat perusahaan.
Fasilitas tersebut milik CV Venus Inti Perkasa (VIP), PT Stanindo Inti Perkasa (SIP),
PT TIN (Tinindo Inter Nusa), dan PT SBS. Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung
Kuntadi, mengatakan, penyitaan terhadap aset tersebut, termasuk smelter milik
beberapa perusahaan, terkait dengan dugaan tindak pidana pencucian uang.
Kuntadi memastikan setiap pihak yang terlibat akan ditetapkan
sebagai tersangka. Saat ini, terdapat pemilik smelter yang telah ditetapkan sebagai
tersangka, yakni Tamron alias Aon, sebagai pemilik manfaat CV VIP dan Suwito Gunawan
selaku Komisaris PTSIP. Perusahaan-perusahaan smelter tersebut terkait dengan
tersangka Harvey Moeis yang diduga merupakan perpanjangan tangan PT RBT. Harvey
disebut telah mengakomodasi kegiatan penambangan timah ilegal di wilayah IUP PT
Timah Tbk dengan mengajak beberapa perusahaan smelter untuk turut mengolah
timah, yaitu PT SIP, CV VIP, PT SBS, dan PT TIN. Namun, penyidik belum
menetapkan pemilik PT RBT sebagai tersangka. Padahal, yang bersangkutan diduga
merupakan pihak yang mengendalikan Harvey. (Yoga)
Postingan Terkait
KPK Selidiki Dugaan Aliran Dana Rp 2 Miliar
Peluang Bisnis PT Garuda Indonesia
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023