LAYANAN INTERNET, Permintaan Meningkat, Spektrum Frekuensi Ditambah
Kemenkominfo menyebutkan, industri telekomunikasi seluler
membutuhkan tambahan spektrum frekuensi selebar 1.310 megahertz sampai tahun
2026, untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas layanan seluler. ”Teknologi
akses seluler yang baru terus muncul sehingga lebar pita spektrum frekuensi
harus ditambah. Jadi, bukan semata-mata okupansi lebar spektrum frekuensi yang
sekarang dimiliki operator telekomunikasi seluler itu sudah penuh,” kata Dirjen
Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo Ismail saat
menghadiri Konferensi Manajemen Spektrum Tingkat Asia Pasifik yang Ke-10,
Selasa (23/4) di Jakarta. Konferensi ini menindaklanjuti hasil pertemuan World
Radiocommunication Conference (WRC) 2023 yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat
Arab, pada akhir 2023.
Konferensi pada 23-24 April ini membahas berbagai masalah
terkait spektrum frekuensi, di antaranya mobile broadband, 5G, 6G, Wi-Fi, satelit,
dan isu kebencanaan. Menurut Ismail, tambahan spektrum frekuensi dengan total
lebar 1.310 MHz akan dipenuhi dari berbagai jenis spektrum frekuensi, seperti
jenis spektrum frekuensi rendah (low band) dan tinggi (millimeter-wave). Rencananya,
Kemenkominfo akan melelang spektrum 700 MHz (jenis low band) dan 26 gigahertz (GHz)
terlebih dulu untuk memenuhi tambahan kebutuhan. Keduanya akan dilelang bersama.
Harga lebar pita spektrum, ujar Ismail, akan diberi insentif. Salah satu opsi
insentif yang sedang dibahas ialah operator pemenang lelang tak langsung membayar
biaya penggunaan spektrum frekuensi. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023