Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Komersialisasi Membuat Pendidikan Masih Jadi Barang Mewah
Kenaikan inflasi Agustus 2024 akibat biaya pendidikan yang dilaporkan BPS perlu menjadi perhatian pemangku kebijakan. Komersialisasi pendidikan belum dibarengi kebijakan berkeadilan. Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia, Ubaid Matraji, di Jakarta, Rabu (4/9) menegaskan, biaya pendidikan dasar masyarakat mestinya ditanggung negara sesuai amanat Pasal 31 UUD 1945. Konstitusi menjamin tiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. ”Ini kenyataan aneh. Bagaimana bisa pendidikan dasar yang mestinya wajib dibiayai dan ditanggung oleh pemerintah, kok, malah jadi penyumbang inflasi terbesar,” kata Ubaid.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/9), Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengumumkan inflasi Agustus 2024 sebesar 2,12 % secara tahunan atau 0,87 % secara kalender berjalan. Secara bulanan terjadi deflasi 0,03 %. Pada bulan Agustus 2024, kelompok pendidikan mengalami inflasi 0,65 %, lebih rendah dibanding tingkat inflasi Juli 2024, tetapi kelompok ini memberi andil inflasi 0,04 % terhadap inflasi umum. Tren inflasi tertinggi terjadi pada biaya SD, di 1,59 %, diikuti biaya SMP 0,78 %, biaya SMA 0,36 %, serta biaya akademi atau perguruan tinggi 0,46 %. Menurut Pudji, inflasi pada kelompok pendidikan disebabkan kenaikan biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) dan uang kuliah tunggal (UKT) pada sejumlah perguruan tinggi.
Bahkan, kenaikan UKT menjadi faktor utama dalam kenaikan inflasi karena naik 0,46 %. ”Jadi, ini kami mencatat kalau untuk uang sekolah itu, khususnya di sekolah swasta, dan kalau perguruan tinggi, ya, kalau memang menerapkan UKT, berarti ini karena kenaikan UKT,” ujarnya. Data BPS ini menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia masih menjadi sesuatu yang mewah dan berdampak pada keberlanjutan sekolah anak. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2023 menunjukkan hanya 10,15 % penduduk usia 15 tahun ke atas yang bisa mengenyam pendidikan tinggi. (Yoga)
Beasiswa Bagi Generasi Muda Sadar Lingkungan
Generasi muda berkesadaran lingkungan dan aktif menciptakan masa depan berkelanjutan makin dibutuhkan dunia kerja. Karena itu, beasiswa pendidikan disediakan untuk menyiapkan generasi muda agar peduli terhadap isu keberlanjutan dan ekonomi hijau. Terkait hal itu, Kedubes Australia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Indonesia meluncurkan Beasiswa LPDP-Australia Awards, yang disediakan bagi 50 orang untuk studi tingkat master di Australia tahun 2025, menyasar program studi yang relevan dengan ekonomi biru, energi hijau/terbarukan, dan teknologi digital/informasi. Pendaftaran dibuka hingga 13 September 2024 melalui https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id.
”LPDP senang dapat bermitra dengan Australia Awards untuk mewujudkan visi para pemimpin kita dalam meningkatkan dan memperluas kesempatan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Australia,” kata Dirut LPDP Andin Hadiyanto di Jakarta, Rabu (4/9). Dubes Australia untuk Indonesia Penny Williams PSM mengutarakan, program beasiswa Australia di Indonesia berlangsung lebih dari 70 tahun. ”Kami bangga bekerja sama dengan LPDP menawarkan lebih banyak peluang bagi pelajar Indonesia mendapat pendidikan Australia berkelas dunia,” tuturnya. Dukungan bagi generasi muda berpola pikir lingkungan (green generation) juga menjadi tema program beasiswa SCG, ”Sharing the Dream”, tahun 2024 untuk 400 siswa sekolah menengah atas (SMA) sederajat dan 10 mahasiswa S-1 di Indonesia. (Yoga)
Pasar Sepi Pengunjung
Suasana sepi dan lengang terlihat di salah satu sudut Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Hari Rabu (4/9/2024). Deflasi 4 bulan terakhir ini ditengarai terjadi karena lemahnya daya beli masyarakat, yang tampak dari sepinya pasar dan pusat perbelanjaan di tanah air. (Yoga)
Kelas Menengah Berburu Diskon, untuk Hadapi Tekanan Ekonomi
Kelas menengah tengah gelisah. Gegabah sedikit soal alokasi belanja, seketika mereka bisa terperosok ke kelas bawah. Apalagi, kondisi ekonomi makro juga sedang lesu. Mereka pun bersiasat jitu agar hidup bisa terus maju. Akhir Juli lalu, Abidzar (27) menemukan lubang di bagian kelingking kaki kanan sepatunya. Karyawan pemasaran mobil ini sadar harus segera menutup lubang itu agar tetap tampil rapi dan profesional demi menarik pembeli. Namun, saat pergi ke tukang reparasi sepatu, ongkos perbaikannya Rp 200.000 atau separuh harga sepatu baru serupa. Menurut dia, lebih baik beli sepatu baru saja. Irina (26), istrinya yang juga karyawan, mengingatkan agar tidak lantas membeli sepatu baru, karena gaji mereka berdua pas-pasan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.
”Ada biaya KPR, makan, listrik, internet, bensin kendaraan, dan pulsa, belum biaya susu dan perlengkapan bayi kami yang baru berusia 1 tahun. Semua harus dihitung betul kalau ada biaya tambahan,” ujar Irina, Selasa (3/9). Irina lalu berselancar di toko daring. Pada 8 Agustus, 2 pekan setelah kejadian itu, ada periode diskon 8.8 di toko daring. Besaran diskonnya beragam, mulai 8 % hingga 50 %. Akhirnya, Irina dan Abidzar menemukan sepatu berwarna coklat gelap merek lokal seharga Rp 400.000. Namun, karena ada periode diskon 8.8, mereka memperoleh diskon 50 % sehingga harga sepatu itu menjadi Rp 200.000, sama dengan biaya reparasi sepatu lamanya. ”Kami menyebutnya ini taktik belanja cerdas,” ujar Irina.
Mengejar potongan harga juga dilakukan Ria (32) dengan belanja bulanan di pasar swalayan di Pondok Aren, Tangsel, yang memberi harga lebih murah 10-30 % disbanding swalayan lainnya. Toko tersebut juga kerap memberi promo beli 1 gratis 1 lagi untuk berbagai produk. Tak heran, hampir setiap hari, apalagi akhir pekan, pasar swalayan itu disesaki konsumen. Saking ramainya, Ria dan Beni, suaminya, kerap kali harus mengantre hingga 30 menit hanya untuk mendapat parkir mobil. Mereka juga harus berebut troli belanja dengan konsumen lainnya. ”Tetapi, saat membaca tulisan ’Anda telah berhemat Rp 100.000 atau Rp 200.000 atau Rp 300.000’ di struk, rasanya senang sekali,” ujar karyawan swasta bidang keuangan itu.
Baik Ria maupun Irina mengatakan, setiap bulan mereka harus bersiasat menganggarkan belanja bulanan. Sebab, kenaikan gaji mereka tak secepat kenaikan harga barang/jasa. Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia Budihardjo Iduansjah mengatakan, kecenderungan konsumen mal saat ini memang menahan belanja, khususnya untuk merek global. Biasanya mereka membeli barang saat diskon. Pasangan Irina-Abidzar dan Ria-Beni adalah gambaran kelas menengah Indonesia yang kini tengah goyah. Kendati keduanya bekerja di sektor formal dan sudah memiliki mobil, mereka harus bersiasat karena pendapatan yang stagnan. (Yoga)
Ketika Tanah 0,75 Meter Persegi Terkena Pembebasan Jalan Tol di DIY
Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo di DI Yogyakarta terus bergulir. Dari puluhan bidang tanah, terdapat satu bidang lahan yang dibebaskan dengan luasan hanya 0,75 meter persegi. Hal itu terungkap saat pembayaran ganti rugi lahan untuk proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo seksi II dilaksanakan di Kantor Desa Sendangadi, Kabupaten Sleman, DIY, Selasa (3/9). Hari itu, sebanyak 52 bidang tanah menerima pembayaran ganti rugi senilai total Rp 88 miliar. Salah satu bidang tanah yang dibayarkan ganti ruginya adalah tanah warisan orangtua Heru (50) di Dusun Ngemplak, Desa Sendangadi.
Tak seperti pemilik lahan lain yang dibayar ratusan juta rupiah hingga miliaran rupiah, keluarga Heru harus puas dengan nilai ganti rugi terendah, yakni Rp 5,4 juta. Luas lahan yang dibebaskan hanya 0,75 meter persegi. ”Waktu tahu yang kena pembebasan seluas itu, saya juga tertawa. Tidak sampai 1 meter persegi,” ujar Heru di rumahnya di Jombor, Sleman. Secuil tanah yang kena pembebasan proyek tol itu masih berstatus milik orangtuanya yang diwariskan kepada delapan anak, termasuk Heru sebagai anak keenam, dengan total luas tanah 640 meter persegi. ”Waktu mengurus pengukuran tanah untuk pembagian warisan, diblokir BPN karena akan dibebaskan untuk pembangunan tol. Jadi, tanah tidak bisa dibagi dulu,” ujarnya.
Saat mengetahui luasan yang kena pembebasan hanya 0,75 meter persegi, pihak keluarga berniat mengikhlaskan tanah tersebut agar pembagian tanah warisan bisa dilanjutkan. Meskipun begitu, hal itu tak dimungkinkan sehingga pihak keluarga, yang diwakili kakak tertua Heru, mengikuti prosedur ganti rugi tersebut. Tanah yang terkena proyek tol itu hanya terpotong sedikit di bagian pojok karena masuk dalam ruang udara tol layang (elevated) yang akan dibangun melintasi wilayah tersebut. Sebagian konstruksi Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo di wilayah DIY memang dibangun melayang. Nasib berbeda dialami Maryadi (74) yang menerima ganti rugi terbesar, yakni Rp 4,1 miliar dengan total lahan 565 meter persegi. ”Nilai ganti rugi memuaskan karena di atas harga pasaran di lokasi tersebut, alhamdulillah,” ujar Maryadi. (Yoga)
Ponten Merah Jatuhnya Kelas Menengah
Proyek Riset Restorasi Mangrove
Teladan Kesederhanaan Paus Fransiskus
Setelah turun dari pesawat komersial berwarna biru, Paus Fransiskus naik mobil dan duduk di samping pengemudi sambil membuka jendela agar dapat melambaikan tangan. Bagi sejumlah tokoh di Indonesia, sikap Paus tersebut merupakan contoh nyata kesederhanaan. Paus Fransiskus tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (3/9). Paus Fransiskus tidak menggunakan tangga utama yang telah dipasang pada sisi depan A330-900 ITA Airways. Dia turun dari sisi kanan pesawat dengan bantuan lift, yang membantu Paus Fransiskus yang duduk di kursi roda untuk turun ke landasan. Didorong oleh salah satu anggota Garda Swiss, Paus Fransiskus menemui sejumlah pejabat yang menyambutnya. Saat menuju mobil yang akan membawanya, Paus Fransiskus disambut jajaran pasukan kehormatan dengan tetap duduk di kursi roda.
Ketika naik mobil Kijang Innova, dia memilih duduk di depan, di samping pengemudi. Jendela di bangkunya tampak terbuka sepanjang jalan. Dia kerap melambaikan tangannya sambil menatap ke luar jendela. Menurut Menag, Yaqut Cholil Qoumas, sikap Paus Fransiskus yang memilih naik mobil Kijang dapat dicontoh pejabat Indonesia. ”Luar biasa kesederhanaan beliau (Paus Fransiskus). Beliau contohkan bagaimana menjadi pemimpin agama dan pemimpin negara. Dengan kesederhanaannya, beliau tunjukkan. Beliau memilih kendaraan pun dengan cara yang sangat sederhana dan ini patut kita contoh,” tuturnya saat wawancara cegat setelah menyambut Paus Fransiskus. Mobil yang dinaiki Paus Fransiskus melaju menuju Kantor Kedubes Takhta Suci Vatikan di Indonesia, Jakpus, tempat Paus menginap.
Bukan di hotel. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyoroti pilihan Paus untuk terbang ke Indonesia dengan pesawat komersial serta tidak menginap di hotel. ”Hal itu menunjukkan keteladanan yang menjadi inspirasi penting bagi para pemimpin bangsa di tingkat nasional dan ranah global,” ujarnya, Selasa. Suharyo berpendapat, Paus Fransiskus tak ingin dipandang sebagai pejabat tinggi yang harus dilindungi dan harus disediakan segala macam hal, beliau juga tak pernah khawatir terhadap keselamatannya. ”Beliau itu, kan, pewarta damai. Jadi tidak berpikir macam-macam tentang keselamatan. Beliau ingin menjadi sesama, termasuk salah satu syaratnya minta mobil yang bisa dibuka lebar jendelanya, untuk menyapa masyarakat yang hadir menyambut beliau,” tuturnya. (Yoga)
Potensi Kemitraan Indonesia dengan Negara Kecil
Potensi kemitraan dan kerja sama nonbisnis Indonesia dengan negara-negara berkembang dan kecil sangat besar, tak hanya di bidang perdagangan, tetapi juga pembangunan, peningkatan kapasitas, dan tukar pengetahuan perencanaan pembangunan. Indonesia menggarap potensi tersebut dalam Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak (HLF MSP) yang digelar 1-3 September 2024 di Nusa Dua, Badung, Bali. Sejumlah potensi bahkan realisasi kemitraan terungkap dalam pertemuan bilateral Menteri PPN / Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa dengan beberapa perwakilan negara. Pada Selasa (3/9) Suharso bertemu pejabat Kepulauan Solomon, yaitu Menteri Perencanaan Nasional dan Koordinasi Pembangunan Rexon Annex Ramofafia serta Menteri Pendidikan dan Pengembangan SDM Tozen Leokana. Ia juga bertemu Wakil PM sekaligus Menteri Perencanaan dan Koordinasi Bantuan Pembangunan Kongo Guylain Nyembo Mbwizya.
Suharso mengatakan, RI telah bermitra dengan Kepulauan Solomon selama satu dekade terakhir. Dalam kurun waktu itu, RI memberikan berbagai dukungan, di antaranya penanganan pandemi Covid-19, peningkatan kapasitas bidang pendidikan dan perikanan, serta pembangunan stadion multifungsi. Stadion dibangun PT Wijaya Karya (Persero), diresmikan pada 7 September 2022. ”Kini negara tersebut meminta Indonesia mendukung pembangunan bidang kesehatan, terutama rumah sakit,” katanya di Bali International Convention Center. Indonesia juga berharap dapat meningkatkan kerja sama di sektor ekonomi biru dan pariwisata, khususnya pengembangan ekowisata berkelanjutan. Sementara Kongo tertarik belajar membuat perencanaan pembangunan jangka panjang seperti yang disusun Bappenas.
Negara itu akan mengirimkan tenaga ahli untuk belajar. Kongo juga memiliki potensi cadangan kobalt yang merupakan bahan mineral kritis. Indonesia akan menjajaki potensi kerja sama pengolahan salah satu bahan baku baterai kendaraan listrik tersebut. ”RI punya pengalaman di bidang itu dan kerap dibantu negara-negara maju. Ini menjadi modal bagi RI agar dapat membantu negara-negara berkembang lain atau negara-negara kecil,” katanya. Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid berharap Indonesia dapat membangun kemitraan melibatkan swasta, berupa perluasan pasar ekspor nontradisional, pembiayaan, ataupun perkuatan UKM. Negara-negara Afrika sangat berpotensi menjadi pasar ekspor nontradisional Indonesia. Di tengah kesulitan sejumlah pengusaha tekstil dan produk tekstil menjual produknya ke negara-negara tujuan ekspor tradisional, pasar ekspor nontradisional bisa menjadi solusinya. (Yoga)
Deflasi Beruntun, Sinyal Melemahnya Daya Beli
Deflasi yang terjadi selama empat bulan berturut-turut sejak Mei hingga Agustus 2024 dinilai tidak lumrah mengingat deflasi beruntun yang panjang biasanya terjadi pada masa krisis. Hal itu mengindikasikan daya beli masyarakat merosot dan kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja. BPS merilis, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus 2024 mengalami deflasi 0,03 % secara bulanan dan inflasi 2,12 % secara tahunan. Deflasi disumbang komponen bergejolak (volatile food) yang mengalami deflasi 1,24 % secara bulanan. Sementara komponen diatur pemerintah (administered prices) tetap mengalami inflasi 0,23 % dan komponen inti mengalami inflasi 0,20 %. Pada Mei 2024, deflasi tercatat sebesar 0,03 % secara bulanan, deflasi Juni 0,08 %, dan deflasi Juli sebesar 0,18 %.
Penurunan harga barang/jasa dalam satu periode tertentu itu biasanya terjadi karena pasokan barang berlebih hingga menurunkan harga di pasaran atau akibat penurunan permintaan dan daya beli masyarakat sehingga barang di pasaran tidak terserap dan harganya anjlok. Secara historis, BPS mencatat fenomena deflasi secara beruntun biasanya terjadi pada masa krisis, misalnya pada tahun 1999 setelah krisis finansial Asia. Saat itu, Indonesia meng- alami deflasi selama tujuh bulan berturut-turut, yaitu pada Maret-September 1999, yang disebabkan depresiasi nilai tukar dan penurunan harga beberapa barang. Setelah itu, deflasi terjadi pada masa krisis finansial global, pada Desember 2008 sampai Januari 2009, akibat penurunan harga minyak dunia dan permintaan domestik yang melemah.
Berikutnya, deflasi saat pandemi Covid-19, pada Juli-September 2020, disebabkan penurunan daya beli masyarakat. Deflasi yang terjadi tahun ini praktis lebih panjang daripada periode deflasi saat pandemi dan krisis 1998-1999. Menurut BPS, deflasi kali ini dipicu dari sisi pasokan akibat penurunan harga pangan bergejolak, seperti produk tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan. Tapi, sejumlah kalangan menilai, deflasi empat bulan berturut-turut tak hanya disebabkan penurunan harga dan pasokan yang berlebih. Di baliknya ada masalah pelemahan daya beli masyarakat yang makin kentara hingga tercermin pada tingkat deflasi. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









