Proyek Riset Restorasi Mangrove
ANAK kami telah lahir ke dunia.” Tengku Zia Ulqodry berseru seraya menunjukkan kelopak buah kekuningan yang menyembul pada salah satu dahan Kandelia candel di Arena Aksi 3, lahan riset restorasi mangrove seluas 7,7 hektare di Desa Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. “Walaupun baru satu, ini langka,” kata Tengku Zia, yang juga Kepala Laboratorium Bioekologi Kelautan Universitas Sriwijaya, pada Kamis, 29 Agustus 2024.
Anton, warga Desa Sungsang IV yang menemani Tengku Zia, turut girang. Dua tahun lalu, dia ikut menanam mangrove tersebut sebagai bagian dari Sungsang Mangrove Restoration and Ecotourism (Smart), proyek riset restorasi mangrove yang diinisiasi pada 2021 oleh Center for International Forestry Research (CIFOR) dengan sokongan Temasek Foundation. “Menanam bibit mangrove bukan perkara mudah,” ujarnya. “Sebelum penanaman di Arena Aksi 3 ini, kami sudah mencoba di area Pasir Timbul, Tanjung Carat. Namun sayangnya gagal.”
Arena Aksi 3 merupakan satu di antara empat area proyek restorasi mangrove Smart. Total luas keempat area restorasi itu 15,3 hektare, tersebar di pesisir pantai Desa Sungsang IV yang terletak di bibir muara Sungai Musi, sekitar 73 kilometer ke arah utara dari Kota Palembang. Di ujung utara desa tersebut, tepat berhadapan dengan Selat Bangka dan Laut Cina Selatan, terdapat area perlindungan mangrove seluas 553 hektare yang sejak tahun lalu dikelola masyarakat setempat melalui Lembaga Desa Pengelola Hutan Desa (LDPHD). (Yetede)
Postingan Terkait
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
25 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023