;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Suku Bunga Berpotensi Naik Lagi

24 Oct 2023
JAKARTA,ID-Suku bunga acuan BI-7 Day Reserve Repo Rate (BI7DDR), berpotensi naik lagi sebesar 25 basis points (bps) menjadi 6,25% tahun ini, seiring terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Selain itu, bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federel Reserve (The Fed), diprediksi menaikkan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) 25 bps menjadi 5,5-5,75% pada pertemuan  FOMC Desember 2023 untuk menjangkar inflasi ke sasaran, sebesar 2%. BI perlu menjaga spread ideal BI7DDR dan FFR untuk mencegah pelarian modal asing di tanah Air. Kemarin, nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 0,6% ke level Rp15.949 per dolar AS, terendah sepanjang 2023. Pemicu utamanya adalah sentimen eksternal  yang kian memburuk, terutama dari reli  imbal hasil obligasi AS, US Treasure (UST) tenor 10 tahun, yang terus menguji level psikologis 5% dalam dua tahun terakhir. (Yetede) 

Ekonomi Global Masih Menjadi Tantangan

24 Oct 2023
JAKARTA,ID-Upaya pemerintah dan otoritas moneter untuk menjaga stabilitas sistem keuangan domestik masih dibayangi oleh ketidakpastian ekonomi global. Saat dunia belum selesai menghadapi dampak perang Rusia-Ukraina, ketegangan juga terjadi dengan adanya krisis geopolitik di Timur Tengah antara Israel-Palestina. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI)  Juda Agung mengatakan, ketegasan politik tersebut  mendorong kenaikan harga  pada komoditas energi dan pangan. Hal tersebut memberikan efek domino terhadap kenaikan inflasi global hingga di Eropa dan Amerika Serikat. Kenaikan laju inflasi diantisipasi melalui kebijakan moneter termasuk di Amerika Serikat yang kemudian  mendorong tetap tingginya suku bunga di global. "Apalagi, saat ini Amerika Serikat memerlukan pendanaan termasuk untuk perang. (Menteri keuangan AS) Janet Yellen secara eksplisit sudah menyebutkan bahwa akan membackup perang yang terjadi baik di Rusia mau pun Timur tengah, sehingga memerlukan pembiayaan politik, pembiayaan keamanan ini mendorong kenaikan yield suku bunga di AS," kata Juda. (Yetede)

Menangkal Gangguan Siber ke Sistem Keuangan

24 Oct 2023
JAKARTA,ID-Upaya antisipasi terhadap peningkatan risiko siber dalam sistem keuangan perlu dilakukan, seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat. Oleh karena itu, Bank Indonesia (BI) memperkuat pertahanan sistem keuangan dari sisi kebijakan bank sentral maupun dari sisi industri. Dalam Kajian Stabilitas Keuangan Nomor 41 September 2023 yang dipublikasikan BI ada Senin (23/10/2023), BI menilai ketahanan sistem  keuangan perlu mengantisipasi risiko yang berkembang dari sisi digital. Sejalan dengan perkembangan  digitalisasi dalam transaksi  keuangan, serangan siber menjadi resiko yang harus  diwaspadai oleh pelaku industri, baik bank maupun lembaga selain bank. Serangan siber didefinisikan sebagai segala kegiatan yang bersifat malicious yang ditujukan untuk mendapatkan, mengganggu, mendelegasikan dan/atau merusak sumber daya sistem informasi dan/atau informasi. (Yetede)

Efek Ekonomi Global Seret Turun IHSG ke Level 6.741

24 Oct 2023
JAKARTA,ID-Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi dalam hingga 1,57% ke posisi 6.741 pada perdagangan Senin (23/10/2023). Merosot IHSG hingga  ke level terendah di bulan Oktober ini, akibat efek domino dari berbagai sentimen negatif global, dan diperparah longsornya rupiah ke level Rp 15.943 per dolar Amerika Serikat (AS). "Pelemahan IHSG lebih kepada efek domino dari sentimen kenaikan US Treasure Yields sehubungan dengan dinamika suku bunga the Fed, serta dinamika di Kawasan Timur Tengah," kata Senior Invesment Information Mirea Assset Nafan Aji Gusta kepada Investor Daily, Senin (23/10/2023). Senada dengan Nafan, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilanus Nico Demus menilai, rontoknya IHSG kemarin tidak lepas dari melemahnya Wall Street pada perdagangan Jumat (20/10/2023) akibat makin meluasnya risiko konflik antara Israel dan Hamas, serta ancaman tingkat suku bunga AS yang diekspektasikan meningkat dalam jangka panjang. Buntut semua itu, membuat bursa asia kompak melemah. (Yetede)

Menangkal Gangguan Siber ke Sistem Keuangan

24 Oct 2023
JAKARTA,ID-Upaya antisipasi terhadap peningkatan risiko siber dalam sistem keuangan perlu dilakukan, seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat. Oleh karena itu,  Bank Indonesia (BI) memperkuat ketahanan sistem keuangan dari sisi kebijakan bank sentral maupun dari sisi industri. Dalam kajian Stabilitas Keuangan Nomor 41 September 2023 yang dipublikasikan BI pada Senin (23/10/2023), BI menilai ketahanan sistem keuangan perlu risiko yang berkembang dari sisi digital. Sejalan dengan perkembangan digitalisasi dalam transaksi keuangan, serangan siber menjadi risiko yang harus diwaspadai oleh pelaku industri, baik bank maupun lembaga selain bank. Serangan siber didefinisikan sebagai segala kegiatan yang bersifat malicious yang ditujukan untuk mendapatkan, mengganggu, mendegadrasikan dan/atau merusak sumber daya sistem informasi dan/atau informasi. (Yetede)

Penetrasi Rendah Asuransi Indonesia

24 Oct 2023
JAKARTA – Penetrasi asuransi di Indonesia dinilai masih rendah. Kepercayaan masyarakat yang minim menjadi tantangan utama bagi pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan. Ketua Dewan Asuransi Indonesia Rudy Kamdani mencatat penetrasi asuransi baru 2,28 persen hingga akhir 2022. Artinya, hanya sekitar 7 juta dari 275 juta penduduk yang mengantongi asuransi.  "Angka ini masih jauh di bawah negara-negara tetangga kita," kata dia, kemarin. 

Angka tersebut sebenarnya sudah lebih baik ketimbang data ASEAN Insurance Surveillance Report 2022 yang melaporkan bahwa penetrasi asuransi Indonesia pada 2021—tidak termasuk asuransi wajib atau sosial—hanya 1,4 persen. Sementara itu, di Vietnam sebesar 2,2 persen, Filipina 2,5 persen, Malaysia 3,8 persen, Thailand 4,6 persen, dan Singapura 12,5 persen. 

Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian Keuangan Arief Wibisono mengatakan rendahnya penetrasi tersebut tecermin pula pada rendahnya kontribusi industri asuransi terhadap produk domestik bruto (PDB). "Masih di bawah 10 persen dari PDB," tuturnya. Rendahnya literasi hingga produk asuransi yang terbatas menjadi pemicunya. (Yetede)

Kendala Bertubi-tubi LRT Jakarta

24 Oct 2023
JAKARTA – Pengembangan jalur lanjutan light rail transit (LRT) Jakarta rute Velodrome-Manggarai menghadapi berbagai ganjalan sebelum akhirnya dilanjutkan kembali pada paruh kedua 2023. Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Haris Muhammadun mengatakan tender kontraktor LRT Jakarta Fase 1B tersebut sempat gagal akibat sepi pendaftar. “Sempat tidak ada vendor konstruksi yang submit (mendaftar tender) sehingga proyeknya terlambat lagi,” ucapnya kepada Tempo, kemarin.

Pemerintah DKI Jakarta sebetulnya sempat menjadwalkan peletakan batu pertama LRT rute Velodrome-Manggarai itu pada Agustus 2023. Sebelumnya, Pemerintah DKI telah menetapkan trase, menerbitkan laporan analisis mengenai dampak lingkungan, dan beberapa perizinan pendukung. Dengan jalur sepanjang 6,4 kilometers, proyek sepur yang diserahkan kepada PT Jakarta Propertindo atau Jakpro ini akan menyinggahi lima stasiun dari gelanggang olahraga Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur, menuju Kelurahan Manggarai di Jakarta Selatan.

Namun, dalam proses lelang LRT Jakarta Fase 1B tersebut, tidak ada grup kontraktor yang berani menyodorkan dokumen jaminan pelaksanaan proyek. Dari informasi yang didapat Haris, Pemerintah DKI menargetkan jangka waktu konstruksi yang singkat sehingga tidak disanggupi kontraktor. "Periode proyeknya sempat dipatok hanya 18 atau 21 bulan, saya lupa persisnya." (Yetede)

Suhu Politik Memanas, Rupiah & IHSG Terpuruk

24 Oct 2023
Berbarengan dengan pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden kubu Prabowo Subianto, rupiah dan bursa saham bergejolak. Suhu politik dalam negeri yang memanas menjelang pemilihan umum (pemilu) 2024 dinilai berandil turut menekan rupiah serta laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kemarin, IHSG terpangkas 107,2 poin atau turun 1,57% menjadi 6.741,96. Sementara nilai tukar rupiah nyaris menembus batas psikologis baru yakni Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat (AS). "Hanya menghitung hari, potensi rupiah ke Rp 16.000 akan segera terjadi dalam satu sampai dua hari ke depan," ujar Fikri C Permana, Senior Economist KB Valbury Sekuritas, kepada KONTAN, Senin (23/10). Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menilai, anjloknya IHSG pada Senin (23/10) terdampak dari sentimen global maupun lokal. Tapi menurutnya, sentimen lokal tidak terlalu besar. Sentimen lain yang mempengaruhi pasar keuangan domestik adalah menurunnya kepercayaan investor terhadap mata uang Garuda. Risiko investasi juga meningkat. Ditandai dengan kenaikan CDS menembus 100 pada pekan lalu. Tepatnya 100,83. Juga arus keluar non resident dari pasar keuangan domestik. Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro sepakat, tekanan pasar keuangan Indonesia memang datang dari faktor global, setelah pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell yang menyebutkan, kenaikan suku bunga acuan dibutuhkan untuk membawa inflasi AS ke 2%. Sentimen ini membawa Dollar Index terus tinggi di 106. Ekonom Bank Permata, Josua Pardede sepakat dengan Andry. Data AS yang terus menunjukkan ekonomi yang kuat, serta pernyataan pejabat Federal Reserve yang memperkuat perlunya mempertahankan suku bunga tinggi hingga inflasi mereda, banyak investor lebih bearish terhadap aset berisiko. Selain itu para pelaku pasar mengamati dengan seksama perkembangan di Timur Tengah. 

WASWAS BUNGA TINGGI

24 Oct 2023

Dunia usaha wajib siaga, menyusul makin kuatnya sinyal penerapan kebijakan suku bunga acuan tinggi yang cukup lama dari Bank Indonesia (BI) demi menjaga stabilitas sistem keuangan.Maklum, dunia sedang tidak baik-baik saja seiring dengan dinamika geopolitik di Timur Tengah yang kembali melahirkan kecemasan terutama dalam konteks krisis pangan dan energi, serta infl asi.Bank sentral negara maju pun telah ancang-ancang mengetatkan bunga acuan sehingga mendorong capital outfl ow dari pasar berkembang, termasuk Indonesia. Inilah yang kemudian mendasari BI untuk mengekor tren tersebut, utamanya untuk menjaga gerak rupiah.Apalagi, survei yang dilakukan Bloomberg terhadap para ekonom dunia pun mencatat bahwa kebijakan fiskal dan moneter diproyeksikan bertentangan karena ekspektasi tingkat suku bunga acuan tinggi dan bertahan cukup lama, sehingga berisiko menahan laju ekonomi.Di sisi lain, tidak sedikit pula ekspektasi bahwa bank sentral akan banyak memanfaatkan instrumen Quantitative Easing (QE) seperti penyuntikan likuiditas, sehingga penanganan infl asi tidak mengancam pertumbuhan ekonomi.Otoritas moneter pun tidak secara tersurat akan menetapkan kebijakan suku bunga tinggi. Akan tetapi secara tersirat, indikasi menuju BI 7-Day Reverse Repo Rate yang lebih tinggi amat kentara. Deputi Gubernur BI Juda Agung, tak memungkiri higher for longer telah menjadi fenomena. Hal itu dipicu ketegangan geopolitik yang menyebabkan berlanjutnya kenaikan harga pangan dan energi, sehingga memicu lesatan infl asi.Situasi itu pula yang melandasi BI pada tahun ini menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak Januari. Inovasi di sisi kebijakan moneter, imbuhnya, akan terus dilakukan untuk memperdalam pasar keuangan dan meningkatkan efektivitas dari upaya pengendalian moneter. Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Sri Mulyani Indrawati, mengatakan tekanan pada rupiah disebabkan oleh kebijakan Amerika Serikat (AS), yakni suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan kenaikan imbal hasil obligasi.Tak pelak, pada perdagangan kemarin, Senin (23/10), rupiah ditutup melemah 0,38% atau 61 poin ke level Rp15.933 per dolar AS, sekaligus menjadi yang terdalam di kawasan Asia. Sementara itu, kalangan pelaku usaha memandang apabila BI mengikuti fenomena higher for longer, maka beban over headusaha naik lebih tinggi.Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani, mengatakan kenaikan suku bunga idealnya menjadi instrumen ‘last resort’ untuk menciptakan stabilitas nilai tukar.

DEPRESIASI RUPIAH : HARGA PANGAN TERSENGAT DOLAR AS

24 Oct 2023

Badan Pangan Nasional menyatakan harga komoditas pangan di Tanah Air mulai banyak terdampak fl uktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah menjadi faktor pendorong utama harga pangan di dalam negeri terutama pangan yang pengadaannya masih bergantung dari impor. Beberapa komoditas itu adalah beras, bawang putih, daging, kedelai dan gula. “Naik turunnya harga barang dari impor tergantung currency,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (23/10). Pada pasar spot, nilai tukar rupiah makin terdepresiasi oleh dolar AS. Data Bloomberg mencatat nilai tukar rupiah melemah 0,38% ke level Rp15.933 per dolar AS. Data panel harga pangan Bapanas mencatat harga rata-rata bawang putih hingga Oktober 2023 sebesar Rp34.454 per kilogram (kg) atau telah naik 23% dari rata-rata harga pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp27.921 per kg. Seiring gejolak harga itu, Arief menuturkan bahwa ketersediaan tetap menjadi prioritas utama untuk pangan impor. Alasannya, pengadaan stok pangan impor harus terukur. Untuk itu, penyesuaian harga menjadi keniscayaan.Berdasarkan prognosa neraca pangan yang diolah Bapanas per 20 Oktober 2023, realisasi impor bawang putih Januari—September 2023 sebanyak 417.214 ton, sedangkan rencana impor Oktober—Desember 2023 ditargetkan mencapai 221.439 ton. Dengan kondisi itu, impor bawang putih baru direalisasikan sebesar 65% dari total kuota impor tahun ini sebanyak 638.653 ton. Dalam kesempatan berbeda, Direktur Utama ID Food Frans Marganda Tambunan menyatakan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi tantangan dalam importasi gula di pasar global. “Tahun ini selain kurs juga harga gula dunia menjadi catatan,” ujar Frans.Data Trading Economics mencatat harga gula mentah (raw sugar) di bursa berjangka AS per 20 Oktober 2023 sebesar US$26,85 per pon mengalami kenaikan 46,08% secara year-on-year (YoY). Anggota Perkumpulan Pelaku Usaha Bawang dan Sayuran Umbi Indonesia (Pusbarindo) Jaya Sartika menyebut penguatan dolar AS mengakibatkan profi t dari impor bawang putih makin tipis.