Penetrasi Rendah Asuransi Indonesia
JAKARTA – Penetrasi asuransi di Indonesia dinilai masih rendah. Kepercayaan masyarakat yang minim menjadi tantangan utama bagi pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan. Ketua Dewan Asuransi Indonesia Rudy Kamdani mencatat penetrasi asuransi baru 2,28 persen hingga akhir 2022. Artinya, hanya sekitar 7 juta dari 275 juta penduduk yang mengantongi asuransi. "Angka ini masih jauh di bawah negara-negara tetangga kita," kata dia, kemarin.
Angka tersebut sebenarnya sudah lebih baik ketimbang data ASEAN Insurance Surveillance Report 2022 yang melaporkan bahwa penetrasi asuransi Indonesia pada 2021—tidak termasuk asuransi wajib atau sosial—hanya 1,4 persen. Sementara itu, di Vietnam sebesar 2,2 persen, Filipina 2,5 persen, Malaysia 3,8 persen, Thailand 4,6 persen, dan Singapura 12,5 persen.
Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian Keuangan Arief Wibisono mengatakan rendahnya penetrasi tersebut tecermin pula pada rendahnya kontribusi industri asuransi terhadap produk domestik bruto (PDB). "Masih di bawah 10 persen dari PDB," tuturnya. Rendahnya literasi hingga produk asuransi yang terbatas menjadi pemicunya. (Yetede)
Tags :
#AsuransiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023