Ekonomi
( 40600 )Pasar Fisik CPO di Bursa Nasional Lebih Efektif
Indonesia telah resmi menyediakan Bursa Berjangka Penyelenggara Pasar Fisik Minyak Sawit Mentah (Crude Palm Oil) atau Bursa CPO untuk menyediakan pasar fisik CPO, Jumat (20/10). Mekanisme yang dimiliki di Tanah Air dinilai lebih efektif daripada bursa CPO di Malaysia yang telah hadir lebih awal. Head of Risk Management Clearing and Group Controller Indonesia Clearing House (ICH) Yudhistira Mercianto menjelaskan, Indonesia berupaya membentuk referensi harga sendiri, tetapi dengan mekanisme perdagangan yang sedikit berbeda dengan yang dilakukan di negeri jiran. ”Di Malaysia, ada keharusan penjual mengirim CPO ke tangki publik terlebih dahulu, sedangkan di kita langsung ke tangki pembeli.
Misalnya, kita membuat persyaratan harus masuk ke tangki yang dikelola bursa atau kliring, itu akan mengubah proses bisnis mereka (pelaku usaha CPO),” kata Yudhistira, akhir pekan lalu, di Jakarta. Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (ICDX) selaku penyelenggara bursa dan lembaga kliring seperti ICH menyerahkan mekanisme pengiriman CPO kepada penjual langsung kepada pembeli sesuai kontrak yang ada, tidak sampai pada membuat tangki publik. ”Cara Malaysia, saya pikir enggak cocok karena cost akan meningkat dari penjual ke tangki publik, lalu dikeluarkan lagi ke tangki pembeli. Itu jadi double cost. Kalau bursa ini, penjual yang langsung siap kirim ke pembeli. Jadi, menghemat biaya operasional tangki publik dan juga dari sisi efektivitas pengiriman,” tutur Yudhistira. (Yoga)
EBUS Himpun Dana Publik Rp 105 Triliun
Komitmen Menuju Rantai Pasok Hijau
Dalam kunjungan beberapa media di Asia Tenggara ke fasilitas DHL Supply Chain Logistic Hub 4 Penang, Selasa (17/10) kesan kumuh sebuah gudang langsung sirna. Udara sejuk dengan sirkulasi terjaga membuat siapa pun yang masuk gudang tak merasa gerah dan pengap. Padahal, rak-rak besi dengan tinggi 15 meter memenuhi ruangan. Dalam rak yang bersekat-sekat itu, tersusun barang-barang dalam kemasan kayu dan plastik yang rapi. Di lorong antara rak-rak besi tersebut, sebuah forklif mondar-mandir beroperasi memindahkan barang. Untuk gudang ini, DHL sudah memiliki sistem semirobotik dalam menempatkan barang-barangnya. Teknologi canggih diterapkan dalam operasinya. Operator tinggal memindai kode batang atau kode respons cepat ke sensor robot untuk mengambil barang. Forklif akan bergerak ke area penyimpanan dan mengambil barang yang diinginkan.
Gambaran gudang modern penuh teknologi seperti ini menjadi hal yang kini lazim ditemui di fasilitas pergudang- an milik DHL. GM Operation DHL Supply Chain Malaysia Viknesvaran Katherason mengatakan bahwa gudang itu sangat efisien karena hanya mempekerjakan 50 orang. Gudang sudah menggunakan teknologi semirobotik dan mengutamakan kendaraan listrik untuk alat berat. Saat ini ada empat gudang DHL Supplay Chain di Penang. ”Biaya operasional gudang kami tergantung permintaan pelanggan. Semakin kompleks pekerjaan di gudang dan semakin canggih teknologinya, maka semakin besar biayanya. Apa pun yang diinginkan pelanggan, kami akan memfasilitasi dengan teknologi,” ucap Viknesvaran. Inovasi dengan teknologi canggih itu adalah bagian dari investasi DHL Supply Chain untuk memperkuat rantai pasok di Asia Tenggara.
Dalam lima tahun ke depan, investasi 350 juta euro akan digelontorkan ke beberapa negara di kawasan ini. Di Indonesia, DHL akan menambah 40.000 meter persegi luas gudang untuk fasilitas DHL Maheswara Green Logistics di Jabar yang akan rampung akhir 2023. Investasi sebesar 25 juta euro itu menitikberatkan keberlanjutan lingkungan dengan penggunaan fitur-fitur seperti panel surya, lampu LED dengan sensor gerak, dan pengumpulan air hujan. Sejalan dengan langkah global DHL Group untuk melakukan praktik logistik yang ramah lingkungan, di Indonesia akan diperluas penggunaan armada kendaraan listrik (EV) dengan target 11 kendaraan pada tahun 2025. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Dengan berbagai upaya tersebut, ambisi untuk menjadi perusahaan logistik netral karbon pada tahun 2030 merupakan keniscayaan. (Yoga)
Penetapan Capres dan Cawapres Topang Penguatan IHSG
Tekad dan Kerja Keras yang Pertama, Modal Nomor Sekian
Kredit Kuartal IV Diproyeksi Lanjutkan Peningkatan
Menjaga Laju Investasi di Tengah Momen Pesta Demokrasi
CEO UOB Indonesia: Akuisisi Citibank Rampung Tahun Ini
Saling Silang Sawit di Kawasan Hutan
Pintu Rafah Dibuka, Bantuan Terbatas Mulai Masuk Gaza
Iring-iringan pertama 20 truk pengangkut bantuan kemanusiaan mulai memasuki Jalur Gaza setelah pintu gerbang Rafah dibuka, Sabtu (21/10). Kedatangan bantuan ini disambut gembira banyak pihak,tetapi masih jauh dari cukup untuk meringankan penderitaan warga Gaza dari blokade total Israel di tengah perang melawan Hamas. Ini merupakan pasokan pertama bantuan kemanusiaan kepada warga di Jalur Gaza setelah meletusnya perang Hamas-Israel.Perang ini berkobar sejak 7 Oktober lalu, diawali serangan Hamas ke Israel selatan yang menewaskan sedikit nya 1.400 orang. Hamas juga menyandera sekitar 200 orang. Laman berita Pemerintah Mesir, Al-Qahira, melaporkan, baru 20 truk pengangkut bantuan yang diperbolehkan masuk Gaza. Padahal, ada lebih dari 200 truk pembawa sekitar 3.000 ton bantuan tertahan di dekat Rafah wilayah Mesir.
Selain itu, di Rafah wilayah Gaza, ratusan warga pemegang paspor asing juga sudah berhari-hari menunggu izin keluar dari Gaza menuju Mesir melalui gerbang Rafah. Rafah adalah satu-satunya pintu masuk, yang tidak dikontrol oleh Israel, ke Gaza. Israel menyetujui masuknya bantuan dari Mesir ke Gaza berkat permintaan sekutunya, Amerika Serikat. Pembukaan gerbang Rafah berlangsung beberapa jam setelah kelompok Hamas membebaskan dua perempuan sandera berkewarganegaraan AS. Hamas, Jumat (20/10), membebaskan Judith Raanan dan putrinya, Natalie (17). Hamas menyebut pembebasan keduanya atas dasar kemanusiaan dalam kesepakatan dengan Qatar. Raanan dan Natalie diculik Hamas dalam serangan mengejutkan ke Israel selatan, 7 Oktober. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









