Ekonomi
( 40789 )Bos Garuda Pastikan Merger Citilink dan Pelita Air Tuntas Desember
Program Asuransi Wajib Kian Mendesak
Tenaga Kerja Terampil Kunci Penciptaan Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas
Berharap Diguyuri Insentif Baru
Setoran Pajak Terhambat Industri Pengolahan
Kejar Target Penyaluran KUR Jelang Akhir Tahun
UJIAN RESILIENSI PASAR SAHAM
Volatilitas tinggi sedang menyelimuti pasar saham Indonesia. Indeks harga saham gabungan (IHSG) pun tak kuasa membendung gempuran sentimen negatif yang datang bertubi-tubi dari sisi eksternal.Tekanan pasar saham datang dari antisipasi pelaku pasar terhadap sikap hawkish bank sentral global, terutama The Fed dan European Central Bank, dalam penentuan kebijakan suku bunga acuan.Selain itu, gejolak geopolitik yang memanas akibat konflik Israel-Hamas turut diwaspadai efek dominonya terhadap pergerakan harga komoditas energi global.Dari dalam negeri, kejutan Bank Indonesia yang mengerek 7-Days Reverse Repo Rate ke level 6% dan depresiasi rupiah yang nyaris menyentuh Rp16.000 per dolar AS juga menekan minat investor di pasar saham.Pada perdagangan Kamis (26/10), IHSG menukik turun 1,75% dan parkir di level 6.714,51. IHSG makin menjauhi level tertinggi tahun ini 7.016,84 yang disentuh pada 22 September 2023.Alhasil, indeks komposit terkoreksi 1,99% sepanjang tahun berjalan 2023. Namun, Bursa Efek Indonesia bukan satu-satunya pasar saham regional yang merah membara.
narno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengatakan berbagai capaian ditorehkan dalam momentum 46 tahun reaktivasi pasar modal Indonesia. Di sisi lain, berbagai tantangan masih harus dihadapi.
Meski tengah digempur sentimen negatif, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengaku optimistis pasar modal Indonesia masih berpeluang untuk balik arah dan membukukan kinerja positif hingga akhir 2023. Menurutnya, fluktuasi IHSG merupakan hal yang wajar di tengah dinamika sentimen global dan ekonomi Indonesia.
Optimisme itu turut mendorong kepercayaan diri BEI terhadap prospek kenaikan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada 2024. BEI menargetkan RNTH menembus Rp12,25 triliun atau lebih tinggi dari target tahun ini yang direvisi turun menjadi Rp10,75 triliun.
Dihubungi Bisnis, Head of Research NH Korindo Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan saat ini belum ada katalis positif yang dapat menopang pasar saham sehingga investor disarankan wait and see sambil menunggu IHSG mengalami pemulihan.Terkait dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, dia berpendapat investor asing harap-harap cemas sambil menunggu rencana kebijakan ketiga pasangan capres dan cawapres.Sementara itu, Managing Director UBS Indonesia Joshua Arief Tanja menuturkan kebijakan suku bunga yang lebih hawkish disoroti oleh pelaku pasar. Akibatnya, kalangan analis kembali mempertanyakan peluang penurunan suku bunga pada 2024.
Menyiasati Krisis Minyak Mentah Global
Pertikaian antara Hamas dan Israel di Jalur Gaza memicu risiko geopolitik di pasar keuangan berikut proyeksi bakal meroketnya harga minyak mentah global sejak invasi Rusia ke Ukraina. Eskalasi konflik yang terus memanas dikhawatirkan banyak negara bakal memengaruhi rantai pasok dan pengiriman minyak mentah dari kawasan Timur Tengah dan sekitarnya. Indonesia, misalnya, menjadi salah satu negara yang mewaspadai risiko konflik karena banyak mengimpor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) dari kawasan tersebut. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sepanjang 2022, Indonesia mengimpor minyak mentah sebesar 4,19 juta ton dari Arab Saudi, senilai US$3,12 miliar. Selain dari Arab Saudi, Indonesia juga mendatangkan minyak mentah dari Nigeria, Angola, Gabon, Aljazair, dan Azerbaijan.
Pemerintah langsung menjajaki peluang impor minyak mentah dan BBM di luar negara-negara penjual tradisional. Manuver pemerintah untuk menjajaki peluang impor dari sejumlah negara baru menjadi krusial untuk mengantisipasi dampak kurangnya pasokan dan melambungnya harga minyak sepanjang akhir tahun ini.
Secara menyeluruh, pemerintah turut menyiasati ketidakpastian global tersebut melalui pengelolaan migas dari sektor hulu hingga hilir. Beberapa strategi tersebut a.l. Pemerintah berupaya keras meningkatkan cadangan dan produksi migas melalui kegiatan eksplorasi dan eksploitasi. Dalam hal ini, pemerintah memberikan fleksibilitas pemilihan jenis kontrak kerja sama baik berupa PSC Cost Recovery atau Gross Split kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Pemerintah juga terbuka untuk memberikan perbaikan syarat dan kondisi kontrak kerja sama. Strategi selanjutnya adalah mengakselerasi sejumlah proyek di wilayah kerja migas Indonesia, semberi mengoptimalisasikan pemanfaatan gas domestik.
Cadangan energi hijau yang sedemikian tumpah ruah di Tanah Air menjadi bekal untuk menjaga ketahanan energi nasional, sekaligus menjaga kelancaran distribusi energi pada industri dan masyarakat.
PENINGKATAN NILAI TAMBAH : PASAR TERBATAS HASIL PENGHILIRAN
Minimnya serapan produk hasil penghiliran membuat cemas pelaku industri pertambangan yang sudah mengeluarkan modal cukup besar untuk membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian.
Indonesia Mining Associa tion (IMA) mencatat serapan produk hasil penghiliran di dalam negeri hanya sekitar 20%—25%. Hal itu dinilai bakal membawa dampak negatif terhadap keberlangsungan usaha hulu pertambangan yang sekarang diwajibkan melakukan penghiliran.Rachmat Makkasau, Ketua Umum IMA, mengatakan bahwa perusahaan pertambangan telah menggelontorkan investasi yang tidak sedikit dalam melaksanakan penghiliran di dalam negeri. Padahal, sektor itu tergolong industri baru bagi penambang dan memiliki margin yang relatif tipis.
Dia berharap pemerintah bisa meningkatkan kapasitas serapan produk hasil penghiliran di dalam negeri, seiring dengan meningkatnya komitmen penambang dalam menyelesaikan proyek smelter yang ada.Dengan begitu, investasi yang telah direalisasikan penambang tidak berakhir sia-sia dalam upaya mendukung program penghiliran mineral logam di dalam negeri.
Kekhawatiran serupa sempat disampaikan oleh Presiden Joko Widodo yang ingin memastikan impian untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di ekosistem kendaraan listrik.Presiden menyebut, pemerintah pun fokus untuk menyatukan potensi yang ada di dalam negeri agar sumber daya mineral yang terkandung di Tanah Air bisa terus diolah menjadi produk paling hilir, sehingga mampu menciptakan ekosistem kendaraan listrik.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia meminta perbankan nasional untuk ikut memberi pembiayaan untuk proyek smelter di dalam negeri.
Padahal, Bahlil menambahkan, sekitar 80% izin usaha pertambangan atau IUP di sisi hulu tambang dimiliki oleh perusahaan nasional. Sementara itu, pada sisi pengolahan dan pemurnian lebih lanjut mayoritas investasi justru berasal dari perusahaan asing. Di sisi lain, dia menambahkan, masifnya pembiayaan perbankan dari luar negeri membuat sebagian modal perusahaan smelter mesti lari ke luar negeri untuk membayar utang dan kredit bunga.
DAMPAK HARGA BATU BARA : ‘Honeymoon’ Alat Berat Sudah Berakhir
Lesunya harga batu bara di pasar global menambah tekanan dari minimnya serapan anggaran pemerintah pada proyek infrastruktur dan tahun politik terhadap penjualan alat berat di Tanah Air.Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI) mencatat penurunan penjualan alat berat pada kuartal III/2023 mencapai 11% secara tahunan.Ketua Umum PAABI Etot Listyono mengatakan, turunnya penjualan alat berat disebabkan permintaan yang melemah di sektor konstruksi dan pertambangan, khususnya batu bara dan nikel.“Kalau akhir September 2023 itu dari data yang masuk market sizenya 14.000-an unit. Jadi memang ada penurunan sekitar 11% dibandingkan dengan tahun lalu,” katanya kepada Bisnis, Kamis (26/10).
Hal tersebut menambah beban dari sektor pertambangan, di mana harga batu bara yang cenderung melemah, sehingga banyak pelanggan wait and see untuk melihat perkembangan ke depannya.Meski mengalami penurunan, Etot menilai penurunan penjualan alat berat tahun ini terbilang wajar setelah industri menikmati masa ‘honeymoon’ pada 2 tahun belakangan.
“Demand terus meningkat sampai dengan 2022. Artinya, kalau kami hitung hingga kuartal III/2023, Agustus tahun ini sudah terjadi penurunan. Jadi honeymoonnya itu hampir 2 tahun lebih,” jelasnya.Adapun, produksi alat berat di Indonesia pada kuartal III/2023 mengalami penurunan sekitar 3,16% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









