Ekonomi
( 40600 )Tantangan Ekosistem Bursa CPO
Bursa Crude Palm Oil (CPO) sudah masuk perdagangan perdana pada 20 Oktober 2023. Di sesi I peluncuran, hanya dua perusahaan yang terlibat dari 18 perusahaan yang mengungkapkan kesiapannya masuk di Bursa. Sebagai peluncuran awal, tentu tidak ada yang perlu dirisaukan karena ini produk baru di Indonesia. Keberhasilan peluncuran bursa ini saja sudah menjadi sesuatu hal yang patut diapresiasi mengingat selama puluhan tahun harga acuan komoditas CPO kita merujuk pada price di Bursa Malaysia dan Forward Rotterdam, Belanda. Harapannya pengusaha sawit dalam negeri mulai yang besar sampai kecil mau ikut sekalipun tidak ada aturan yang mewajibkan mereka (sifatnya sukarela) sebagaimana ketentuan Peraturan Bappebti No. 7/2023 tentang Tata Cara Perdagangan CPO di Bursa Berjangka. Kesukarelaan ini akan diuji sejauh mana pelaku usaha kita bersedia berpartisipasi dalam Bursa CPO dan pemerintah berperan penting meyakinkan mereka dengan berbagai insentif, kemudahan ekspor dan sebagainya. Kalau ini berjalan maka inilah sesungguhnya (salah satu) wujud konkret ajaran Trisakti Soekarno ‘Berdikari dalam Ekonomi’. Indonesia adalah produsen sawit terbesar di dunia—lebih dari 50% kebutuhan CPO global dipasok dari Indonesia. Dengan hadirnya Bursa CPO, Indonesia bisa menentukan harga acuan sendiri dan itulah kedaulatan yang sesungguhnya. Tentu butuh waktu agar Bursa CPO menjadi barometer harga acuan internasional. Sebagaimana Belanda dan Malaysia atau negara lain itu butuh 40 tahun bahkan 100-an tahun dalam membangun kepercayaan pasar. Ada berbagai isu yang menjadi tantangan terutama bagi Kemendag, Bappebti, dan pengusaha sawit. Pertama, dari sisi hukum, yaitu law enforcement akan memberikan kepastian hukum menjadi perihal pokok untuk membangun kepercayaan. Kedua, menggaet pengusaha agar mau masuk ke bursa CPO kita bukan perkara mudah, sehingga pemberian insentif fiskal seperti pengurangan pajak, ekspor bea dan beragam kemudahan lain sangat diperlukan. Ketiga, perbaikan tata kelola, misalnya di bagian hulu bagaimana pelaku usaha bisa mendapatkan harga yang adil dan transparan secara real time. Keempat, melakukan sosialisasi dan literasi kepada pengusaha—pemilik pabrik besar maupun UMKM pabrik kelapa sawit perihal aturan-aturan Bursa CPO maupun mekanisme perdagangan di Bursa CPO. Kelima, Bappebti harus memastikan bahwa prinsip perdagangan di bursa CPO antara penjual dan pembeli setara. Keenam, selama ini pola perdagangan sawit Indonesia adalah business to business. CPO yang diperdagangkan lewat lelang relatif masih kecil.
EMITEN PROPERTI : GESIT SAMBUT INSENTIF FISKAL
Rencana pemerintah menggulirkan insentif perpajakan untuk pembelian properti mengembuskan angin segar ke emiten-emiten properti dan real estat. Strategi untuk mempertebal prapenjualan disiapkan untuk menyambut insentif tersebut.
Dua emiten properti berskala jumbo, PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) menilai insentif pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk pembelian rumah di bawah Rp2 miliar yang tengah dimatangkan oleh pemerintah dapat berimbas positif terhadap kinerja perseroan.Secara garis besar, emiten-emiten itu memandang rencana kebijakan pemerintah itu bertujuan menggairahkan kembali industri properti di Tanah Air. Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan bahwa rancangan insentif yang digelontorkan oleh pemerintah dinilai dapat mendongkrak pertumbuhan sektor properti.
Hingga September 2023, BSDE merealisasikan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp6,75 triliun atau tumbuh 1% secara tahunan. Capaian itu ditopang oleh penjualan segmen residensial dan telah memenuhi 77% dari target marketing sales yang dipatok sebesar Rp8,8 triliun.Sementara itu, Direktur Ciputra Development Harun Hajadi menyampaikan kemungkinan besar insentif akan meningkatkan penjualan rumah tapak. Sebab, pembebasan PPN dalam pembelian rumah diperkirakan hampir sama dengan diskon 10%.
Terpisah, PT Intiland Development Tbk. (DILD) meminta agar aturan teknis terkait pembebasan PPN untuk pembelian rumah di bawah Rp2 miliar segera dirilis. Sekretaris Perusahaan Intiland Theresia Rustandi menyampaikan kebijakan tersebut akan membangkitkan kembali gairah industri properti beserta 185 industri turunannya. Untuk itu, dia berharap aturan teknis terkait kebijakan ini dapat segera diluncurkan.
Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa Presiden Joko Widodo telah memutuskan untuk menjalankan program PPN Ditanggung Pemerintah secara penuh atau 100%.
Di lantai bursa, indeks IDX Property & Real Estate menguat 1,87% pada perdagangan Selasa (24/10) tetapi melemah tipis 0,09% pada perdagangan kemarin. Sepanjang tahun berjalan 2023, indeks tersebut melemah 2,4%.
EKSPOR JATENG : Optimalisasi Tanjung Emas Didorong
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan segera mencari solusi agar eksportir dapat mengoptimalkan Pelabuhan Tanjung Emas sebagai pintu perdagangan. Pasalnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng mencatat ekspor yang melewati pelabuhan di Jawa baru mencapai angka 67,18%. Selebihnya, ekspor Jateng melalui pelabuhan di provinsi lainnya. Bila diperinci, sekitar 30,47% ekspor asal Jateng justru keluar melalui pelabuhan di wilayah Jakarta. Sebagian kecil produk ekspor lainnya melewati pelabuhan di Jawa Timur. Kepala Disperindag Jateng Ratna Kawuri mengakui 30% ekspor Jateng keluar melewati Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. “Nanti kami petakan, kenapa masih 30% lewat Jakarta. Apakah kapasitas terpasang kita yang kurang, ataukah memang karakter-karakter produk kita yang memang lebih cepat atau ketersediaan shipment-nya ini juga sangat memengaruhi,” jelas Ratna. Sementara itu, Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPE) Jateng Ade Siti Muksodah menyebutkan bahwa selama ini pelabuhan di Jateng masih belum memenuhi kebutuhan para eksportir. Ade menambahkan, eksportir juga menghadapi dilema lantaran tak sedikit buyer yang meminta pengiriman produk lewat Jakarta. “Karena langsung ke negara tujuannya. Ada kapal yang ke sana. Kalau kita sebagai feeder.”
Di Balik Persaingan Harga di E-dagang
Persaingan platform
e-dagang di Indonesia untuk menguasai pasar dilakukan dengan memberikan promosi
ke konsumen. Selama Oktober 2023, perang harga barang dan ongkos kirim yang
murah terlihat untuk memikat konsumen agar tetap berbelanja daring. Beberapa hari
sebelum Tiktok Shop ditutup 4 Oktober 2023, tim Kompas mendaftarkan akun dan
berbelanja di platform ini. Sejumlah produk muncul di bagian atas laman Tiktok Shop.
Tim membeli kotak makan siang yang ditawarkan Rp 100. Padahal, harga normalnya
Rp 17.010 per buah. Di kesempatan lain, kami mendaftar sebagai pengguna
dilokapasar Shopee, harga kotak makan yang ditawarkan akun penjual bernama toko
yang sama di Tiktok Shop tertera Rp 19.990. Pembeli mendapatkan bebas ongkos
kirim, tetapi dikenai tambahan biaya layanan dan penanganan masing-masing Rp
1.000 sehingga total yang dibayarkan Rp 21.990. Clarissa, anggota tim pemasaran
Aimilo House penjual kotak makanan, membenarkan bahwa harga produknya Rp 100
karena ada potongan harga itu dari Tiktok. Meski harga barang Rp 100, ia tetap mendapat
omzet Rp 17.010 atau sesuai harga jual dari Aimilo House. Sebab, promo jenis
itu sepenuhnya dikendalikan Tiktok.
Subsidi dari platform
e-dagang untuk harga produk biasanya terhitung sebagai ongkos iklan dan pemasaran
perusahaan. Terkait itu, firma penasihat investasi di Jakarta, Nilzon Capital, menganalisis
rasio biaya iklan dan pemasaran terhadap pendapatan sejumlah perusahaan
lokapasar. Pada 2022, biaya iklan dan pemasaran GoTo (induk Tokopedia) sebesar
38 % dari pendapatan, kemudian rasio pada SeaLimited (induk Shopee) 26 %,
Shopify 22 persen, Alibaba 14 %, dan Amazon 8 %. Adapun data keuangan Tiktok
Shop tidak diketahui karena Tiktok masih perusahaan tertutup. Di balik
persaingan dan perang harga di platform e-dagang, pengusaha jasa kurir terkena
getahnya. Data di laman idx.co.id menyebut, sebuah perusahaan jasa pengiriman
ekspres berkantor pusat di Jakarta merugi Rp 243,019 miliar seperti dalam laporan
keuangan per Desember 2022. Lalu, kerugian operasional Januari-Juni 2023
sekitar Rp 76,2 miliar. Seorang direksi di perusahaan ini yang tidak mau
disebut identitasnya menyatakan, kerugian itu disebabkan penurunan daya
pengiriman yang signifikan. Faktor perang harga atau price war pengiriman
menjadi pemicunya. (Yoga)
UMKM, Lokapasar, dan Produk Impor Murah
Membanjirnya produk impor
murah di pasar daring membuat produk dalam negeri kian tersisih dari persaingan
pasar. Segenap upaya mesti dilakukan pelaku usaha agar produk mereka tetap
dapat mencuri perhatian. Kebangkitan industri konfeksi pada 2016 sempat menjadikan
produk T-shirt lokal sebagai primadona di pasaran. Momen ini ditandai dengan
kemunculan banyak UMKM di sejumlah daerah. Hal ini setidaknya diakui oleh Ecky
Nugraha, pemilik jenama perlengkapan outdoor Ammossi. Kala itu, Ecky melihat antusiasme
pasar terhadap T-shirt lokal sebagai peluang yang menjanjikan. Terbukti,
T-shirt menjadi produk andalan dengan tingkat penjualan hampir 1.000 potong
sebulan. Cerita kemudian berbalik pada tahun 2019, saat produk T-shirt impor
murah mulai membanjiri lokapasar. T-shirt dengan harga lebih rendah dari produk
lokal mulai bermunculan. Hal ini membuat produk T-shirt lokal perlahan-lahan
tersingkir dari persaingan.
”Kalau pasar diibaratkan kue,
ini kuenya makin kecil. Pilihannya, (UMKM) mau berebutan kue dengan ikut banting
harga atau mati dengan sendirinya karena tidak sanggup memakan kue itu,” ujarnya
saat ditemui di Tangsel, Kamis (5/10). Meski mengaku memiliki segmen
tersendiri, Ecky menilai banjirnya produk impor tetap berpengaruh terhadap penjualan
produk T-shirt Ammossi. T-shirt dengan harga di atas Rp 50.000, dinilai terlalu
mahal. Padahal, harga T-shirt yang dijual Ammossi di atas Rp 100.000.
”Penginnya bisnis di marketplace bisa fair. Pemerintah sebagai wasit seharusnya
bisa kasih kartu kuning atau kartu merah kalau ada yang main curang,”
ungkapnya.
Direktur Bisnis dan
Pemasaran Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (Smesco) Kementerian
Koperasi dan UKM Wientor Rah Mada menjelaskan pentingnya perlindungan pelaku
UMKM di tengah gempuran produk impor melalui platform e-commerce. Sebanyak 64
juta usaha atau 99 % populasi usaha merupakan UMKM. Sebesar 97 % angkatan kerja
ada di UMKM. ”Jadi, kalau ekosistem UMKM-nya terganggu, ini kami bicara ekonomi
domestik yang mungkin akan terganggu,” ujar Wientor. Untuk melindungi UMKM, pemerintah
menerbitkan Permendag No 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan,
Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik,
untuk memberi perlindungan terhadap UMKM dari produk impor serta platform
e-dagang. (Yoga)
Mudah Menemukan Barang Impor Murah di E-Dagang
Konsumen Indonesia dengan
mudah menemukan produk impor di lokapasar. Di lokapasar, harga produk impor
asal China jauh lebih murah dibandingkan produk buatan lokal. Produk perawatan
rambut perempuan seperti hairmask buatan lokal dihargai Rp 22.000 untuk kemasan
200 gram di lokapasar Shopee. Sementara itu, produk sejenis milik pelaku usaha
asal Guangdong, China, dijual seharga Rp 38.800 untuk kemasan ukuran 500 gram. Artinya,
harga produk impor asal China tersebut hanya 70 % dari harga local alias lebih
murah Rp 16.200 untuk bobot 500 gram. Produk kosmetik impor asal China salah
satu yang membanjiri Indonesia lewat lokapasar. Fitriani (30), warga asal Kota Tangerang,
Banten, mengaku sering mendapat rekomendasi kosmetik impor saat berbelanja di
lokapasar. Dia mengatakan, kosmetik impor itu harganya lebih murah ketimbang
kos metik lokal yang kerap dia beli.”Beberapa produk yang impor memang harganya
murah,” kata Fitriani, Rabu (25/10). Barang impor murah yang memadati lokapasar
membuat pelaku UMKM kesulitan bersaing dari sisi harga.
Irsyad, pemilik jenama
Tara Indonesia yang salah satu produknya adalah daster border, menilai, saat
ini daster bordir impor dengan harga jauh lebih murah telah membanjiri
lokapasar. Sebagai gambaran, Irsyad selama ini menjual daster border sekitar Rp
150.000. Sementara daster bordir impor yang beredar di pasaran dijual seharga Rp
40.000. Menurut dia, harga tersebut terlalu murah karena di bawah ongkos
produksinya. Apalagi, daster yang dia jual dibordir secara manual. Guna mangatasi
membanjirnya impor barang ke platform e-dagang, pemerintah melalui Kemenkeu
menerbitkan Permenkeu (PMK) No 96 Tahun 2023 tentang Ketentuan Kepabeanan,
Cukai, dan Pajak atas Impor dan Ekspor Barang Kiriman. Regulasi ini berlaku sejak
17 Oktober 2023 guna menggantikan PMK No 199/PMK.010/2019. ”Aturan ini
bertujuan menekan impor barang kiriman de gan memperketat pengawasan barang yang masuk,” ujar Staf Khusus
Menkeu Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo. (Yoga)
Insentif Pajak Bakal Gairahkan Pasar Properti
Pelaku pasar properti
menyambut positif rencana pemerintah menggulirkan insentif properti. Relaksasi
itu berupa PPN yang akan ditanggung pemerintah untuk pembelian rumah di bawah
Rp 2 miliar, serta subsidi biaya administrasi sebesar Rp 4 juta untuk rumah
masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah berencana menanggung 100 % PPN untuk
pembelian rumah seharga di bawah Rp 2 miliar sampai Juni 2024, lalu untuk Juni-Desember
2024 diberikan 50 %. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Real
Estat Indonesia (DPP REI) Joko Suranto mengemukakan, kebijakan PPN yang
ditanggung pemerintah (PPNDTP) untuk pembelian rumah dapat menggerakkan dan menumbuhkan
industri properti.
Pertumbuhan industri properti
menjadi penggerak ekonomi nasional karena memberikan multiefek terhadap pengembangan 185 industri
terkait properti, mulai dari bahan bangunan sampai peralatan rumah tangga.
Selain itu, juga menyerap lapangan kerja. ”(Pihak) yang menerima insentif PPN
ini konsumen, bukan developer. Tujuannya untuk menggerakkan, memudahkan, dan
meringankan konsumen dalam menjangkau rumah,” kata Joko, saat dihubungi di
Jakarta, Rabu (25/10). Menurut Joko, pasar residensial saat ini didominasi kebutuhan
rumah dengan harga di bawah Rp 2 miliar, yakni 40 % dari total pasar. Dari
hasil kajian REI, penyerapan rumah seharga Rp 400 juta per unit mampu
menciptakan kapitalisasi pasar senilai Rp 9,35 triliun, serta dampak ekonomi Rp
1,79 triliun. Jika serapan rumah didorong hingga seharga Rp 2 miliar lewat
stimulus PPNDTP, potensi penambahan kapitalisasi pasar ditaksir Rp 20 triliun. (Yoga)
Likuiditas Mengetat, Perbankan Optimistis Target Kredit Tetap Tercapai
Kenaikan suku bunga acuan
berpotensi mengakibatkan pengetatan likuiditas industri perbankan. Meski
demikian, sejumlah bank besar optimistis penyaluran kredit dapat terus bertumbuh
hingga akhir tahun didukung permodalan yang kuat. Sebelumnya, BI mengumumkan kenaikan
suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6 % karena ketidakpastian global
yang terus meningkat hingga mengakibatkan nilai tukar rupiah dalam beberapa
waktu terakhir terdepresiasi mendekati Rp 16.000 per dollar AS. Dirut BRI Sunarso
mengatakan, keputusan BI untuk menaikkan suku bunga acuan tersebut akan
berdampak pada pengetatan likuiditas perbankan. Meski begitu, sampai saat ini
kinerja BRI masih positif yang ditunjukkan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga
(DPK), likuiditas yang memadai, dan permodalan yang kuat.
”Pertumbuhan DPK BRI
hingga kuartal III-2023 tercatat 13,21 persen secara tahunan menjadi Rp
1.290,29 triliun. Jumlahnya jauh di atas pertumbuhan DPK industri perbankan
yang pada Agustus 2023 tercatat 6,24 % secara tahunan. Kemudian, LDR (loan to
deposit ratio) BRI terjaga di level 87,76 %, jauh di atas ketentuan regulator,”
katanya dalamkonferensi pers Pemaparan Kinerja BRI Kuartal III-2023 secara
virtual, Rabu (25/10). Di sisi lain, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR)
BRI tercatat sebesar 27,48 %. Dengan likuiditas yang memadai dan permodalan
yang kuat tersebut, Sunarso optimistis BRI mampu mengantisipasi berbagai risiko
dalam tiga bulan ke depan sekaligus mendorong pertumbuhan BRI melalui
penyediaan jasa layanan keuangan serta pembiayaan dan pemberdayaan UMKM. (Yoga)
Bantalan Ekonomi Digelontorkan
Pemerintah mengeluarkan
tiga paket kebijakan pada akhir tahun 2023 untuk melindungi perekonomian dari
berbagai dampak guncangan global dan siklus El Nino. Paket kebijakan difokuskan
untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat UMKM, dan meningkatkan
keterjangkauan hunian. ”APBN terus memosisikan sebagai instrumen yang responsif
dan cukup fleksibel untuk bisa menjaga masyarakat dan perekonomian kita dari ketidakpastian
dan guncangan global,” ujar Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita,
Rabu (25/10/2023). Kemenkeu sedikitnya menyiapkan tambahan anggaran Rp 13,62
triliun untuk implementasi ketiga paket kebijakan. Paket kebijakan pertama
berupa penebalan bansos untuk memitigasi dampak El Nino guna menjaga daya beli
masyarakat. Awalnya pemerintah hanya merencanakan bansos beras pada
Maret-November dengan anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp 15,9 triliun.
Sebagai penebalan, anggaran
ditambahkan sebesar Rp 2,67 triliun agar program ini dapat berlanjut hingga Desember
2023. Penebalan bansos itu dengan memperpanjang pemberian bansos beras yang
sudah ada, yakni 10 kg per keluarga penerima manfaat (KPM). Pemerintah telah
mengalkulasi akan ada 21,3 juta KPM hingga Desember 2023. Pemerintah juga memberikan
bantuan langsung tunai sebesar Rp 7,52 triliun yang akan disalurkan kepada 18,8
juta KPM pada periode November hingga Desember 2023. Untuk paket kebijakan
kedua, pemerintah akan melakukan penguatan UMKM untuk menopang pertumbuhan ekonomi
ditengah suku bunga yang tinggi dengan melakukan percepatan penyaluran subsidi
kredit usaha rakyat (KUR) yang dianggarkan sebesar Rp 297 triliun. Paket
kebijakan ketiga berupa penguatan sektor strategis untuk menopang pertumbuhan
di sektor perumahan. Pemerintah akan menanggung PPN pembelian rumah dengan
harga sampai Rp 2 miliar. Berdasarkan kalkulasi Kemenkeu, ketiga paket
kebijakan ini dapat menggenjot pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2023,
hingga mencapai 5,06 %. (Yoga)
Perbankan Paling Banyak Terbitkan Surat Utang
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









