Likuiditas Mengetat, Perbankan Optimistis Target Kredit Tetap Tercapai
Kenaikan suku bunga acuan
berpotensi mengakibatkan pengetatan likuiditas industri perbankan. Meski
demikian, sejumlah bank besar optimistis penyaluran kredit dapat terus bertumbuh
hingga akhir tahun didukung permodalan yang kuat. Sebelumnya, BI mengumumkan kenaikan
suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6 % karena ketidakpastian global
yang terus meningkat hingga mengakibatkan nilai tukar rupiah dalam beberapa
waktu terakhir terdepresiasi mendekati Rp 16.000 per dollar AS. Dirut BRI Sunarso
mengatakan, keputusan BI untuk menaikkan suku bunga acuan tersebut akan
berdampak pada pengetatan likuiditas perbankan. Meski begitu, sampai saat ini
kinerja BRI masih positif yang ditunjukkan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga
(DPK), likuiditas yang memadai, dan permodalan yang kuat.
”Pertumbuhan DPK BRI
hingga kuartal III-2023 tercatat 13,21 persen secara tahunan menjadi Rp
1.290,29 triliun. Jumlahnya jauh di atas pertumbuhan DPK industri perbankan
yang pada Agustus 2023 tercatat 6,24 % secara tahunan. Kemudian, LDR (loan to
deposit ratio) BRI terjaga di level 87,76 %, jauh di atas ketentuan regulator,”
katanya dalamkonferensi pers Pemaparan Kinerja BRI Kuartal III-2023 secara
virtual, Rabu (25/10). Di sisi lain, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR)
BRI tercatat sebesar 27,48 %. Dengan likuiditas yang memadai dan permodalan
yang kuat tersebut, Sunarso optimistis BRI mampu mengantisipasi berbagai risiko
dalam tiga bulan ke depan sekaligus mendorong pertumbuhan BRI melalui
penyediaan jasa layanan keuangan serta pembiayaan dan pemberdayaan UMKM. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023