;
Kategori

Ekonomi

( 40600 )

Lima Evaluasi untuk Keuangan yang Sehat

28 Oct 2023

Mengukur kesehatan keuangan rumah tangga menjadi sangat penting,terutama di masa penuh dinamika  seperti saat ini. Patut dipahami, hidup manusia terus berjalan terlepas seperti apa kondisi perekonomian. Tanpa harus melakukan perhitungan yang rumit ala perencana keuangan, sebenarnya setiap rumah tangga dapat menggunakan beberapa indikator untuk mengetahui seberapa sehat keuangannya. Ada lima indikator untuk tahu seberapa sehat keuangan rumah tangga kita. Pertama, evaluasi kondisi kehidupan. Kestabilan pemasukan sebagai sumber daya rumah tangga adalah salah satu factor penentu kesehatan keuangan. Kedua, evaluasi komitmen pembayaran pinjaman. Pinjaman yang sehat adalah bilamana jumlah seluruh cicilan pinjaman hanya maksimal 1/3 penghasilan bulanan.  

Ketiga, evaluasi pengeluaran bulanan. Secara umum, keuangan rumah tangga tergolong baik apabila dapat menyisihkan penghasilan di awal untuk dana darurat, tabungan, atau untuk investasi. Keempat, jumlah dana darurat. Pahami bahwa dana darurat berbeda dengan tabungan. Momen saat ada saudara  membutuhkan bantuan atau pun adanya musibah finansial yang harus ikut ditanggung oleh rumah tangga pribadi, maka dana darurat akan menjadi jalan keluarnya. Kelima, evaluasi jumlah aset. Menyisihkan penghasilan untuk ditabung dan diinvestasikan adalah hal penting untuk membentuk asset, untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup di masa depan yang nilainya akan meningkat karena adanya tingkat inflasi. Langkah berikutnya adalah tidak bergantung pada pinjaman untuk membiayai keperluan hidup sehari-hari dan menyisihkan sebagian penghasilan untuk dana darurat dan investasi masa depan. (Yoga)

NILAI TAMBAH LIMBAH KAYU DI SENTRA PRODUKSI PERAHU PULAU SEWANGI

28 Oct 2023

Limbah kayu dari sisa produksi perahu di Desa Pulau Sewangi, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalsel, kini diolah menjadi kriya kayu. Pemanfaatan di sentra produksi perahu atau jukung ini berpotensi menambah pendapatan warga di kawasan Geopark Meratus. Yunus (37), warga Pulau Sewangi, duduk beralaskan sandal di halaman balai desa, Senin (23/10) siang. Dengan hati-hati, ia memahat sepotong kayu untuk membentuk miniatur perahu atau jukung. ”Rasanya lebih rumit bikin miniatur daripada bikin jukungnya sendiri,” ujar perajin jukung itu sambil tertawa. Syarifuddin alias Anang (51), perajin jukung lainnya, yang juga duduk memahat berhadapan dengan Yunus, menimpali, ”Benar, ini sudah tiga hari belum jadi juga.”

Senin itu adalah hari ketiga bagi Yunus, Anang, dan kawan-kawan mengikuti pelatihan pembuatan produk geopark di Balai Desa Pulau Sewangi. Dalam pelatihan itu, mereka diajarkan membuat aneka produk kriya kayu dengan memanfaatkan limbah kayu dari sisa produksi perahu. Pelatihan diadakan Badan Pengelola Geopark Meratus bekerja sama dengan Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalsel pada 21-23 Oktober dan 28 Oktober 2023. Warga setempat dilatih membuat produk geopark karena Pulau Sewangi sudah ditetapkan sebagai salah satu situs dari Geopark Meratus.

”Limbah kayu seperti ini tidak ada harganya. Kalau ada yang memerlukan untuk kayu bakar atau urukan, kami biasanya memberikan secara cuma-cuma,” kata yunus. Selama ini, limbah kayu dari sisa produksi perahu tidak dimanfaatkan karena warga setempat memang hanya berfokus pada produksi dan perbaikan perahu. Jukung tersebut dijual mulai dari harga Rp 4 juta hingga Rp 30 juta per buah, tergantung ukuran. Kebanyakan jukung dari Pulau Sewangi dijual ke daerah Tabunganen dan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, serta Aluh Aluh, Kabupaten. Sekdes Desa Pulau Sewangi Syarifah Zakiah Mabrurah menuturkan, pelatihan pembuatan produk geopark baru kali ini diadakan. Kegiatan ini sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat desa setempat setelah Pulau Sewangi ditetapkan sebagai salah satu situs Geopark Meratus. (Yoga)

Investasi Reforestasi Bakal Diminati Investor

28 Oct 2023
JAKARTA,ID-Pemerintah telah membuka peluang investasi baru yakni  menghijaukan hutan (reboisasi/reforestation) Indonesia. Program ini diprediksi bakal dimintai investor, karena dinilai tepat untuk mendukung pencapaian  target net zero emission (NZE) dan menjadi salah satu cara pemerintah untuk melakukan reboisasi tanpa menguras APBN. "Pintu untuk investasi terkait penghijauan  tersebut telah dibuka. Potensi ini perlu dikembangkan sehingga dana penghijauan tidak harus dari APBN. Tentunya swasta akan masuk dalam bisnis ini kalau hitung-hitungannya menurut mereka bisa memberikan margin  keuntungan.  Jadi kalau menarik maka swasta akan berinvestasi, namun kalau tidak menarik tentu swasta akan berhitung," kata Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) AS Natio Lasman kepada Investor Daily, Jumat (27/10/2023). (Yetede)

Unjuk Produk di Japan Mobility Show 2023

28 Oct 2023
JAKARTA,ID-Pabrikan otomotif saling unjuk gigi di ajang Japan Mobility Show 2023. Pameran otomotif yang sebelumnya dikenal dengan Tokyo Motor Show itu berlangsung di Tokyo Big Sight, Tokyo, Jepang. Untuk pers, pameran dibuka pada 25-26 Oktober 2023, sedangkan untuk publik 27 Oktober - 5 November 2023. PT Toyota-Astra Motor (TAM) menghadirkan Rangga Concept sebagai comercial concept vehicle pertama di Indonesia, yang diharapkan dapat memberikan dukungan mobilitas bisnis pelanggan  dan menjadi penggerak roda perekonomian  negara. Konsep tersebut diharapkan bisa memberikan inspirasi kendaraan serbaguna sebagai mobility solution dengan keberagaman style dan kegunaan kepada masyarakat dunia. (Yetede)

Bos Garuda Pastikan Merger Citilink dan Pelita Air Tuntas Desember

28 Oct 2023
JAKARTA,ID-PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA)  memastikan penggabungan usaha (merger) anak usahanya, Citilink dengan pelita Air tuntas pada Desember tahun ini. Perseroan tak ingin proses integrasi sesama maskapai pelat merah tersebut berlarut. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra tidak memungkiri bahwa integrasi Citilink dan pelita Air cukup komplek karena banyak aspek yang dibahas. Mulai dari legal, keuangan sampai yang paling terakhir aspek sumber daya manusia (SDM). "Harus (tuntas). Kami sih berharap harus tuntas tahun ini karena kalau tidak, lama-lama ribet juga. Mudah-mudahan, kami berharap Desember sudah selesai," beber Irfan saat ditemui di BSD, tangerang, Jumat (27/10/2023). Sampai sekarang, tutur Ifran, Garuda dalam dua hari sekali intensif menindaklanjuti proses integrasi Citiling dan pelita Air. Dengan begitu, pada saatnya nanti mulai mengerucut, akan diumumkan bentuk dan skenarionya. (Yetede)

Program Asuransi Wajib Kian Mendesak

28 Oct 2023
Kasus stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang terjadi beberapa  waktu lalu justru menjadi salah satu bukti nyata, dimana banyak korban berjatuhan, namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata tidak ada pihak yang terasurasni dalam tragedi yang menelan korban hingga lebih dari 700 orang tersebut. Kondisi ini 'terpaksa'  mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan peraturan pemerintah (PP) sesuai dengan Undang-Undang Pengambangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) tentang penerapan asuransi wajib guna mendorong tingkat penetrasi asuransi. Dalam peta jalan  pengembangan industri perasuransian 2023-2027, OJK akan melakukan penetapan asuransi wajib yang meliputi asuransi kendaraan umum. Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, penjaminan, dan Dana Pensiun  OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, asuransi wajib itu kian mendesak. (Yetede)

Tenaga Kerja Terampil Kunci Penciptaan Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas

28 Oct 2023
JAKARTA,ID-Pemerintah terus berupaya menyelaraskan antara kebutuhan dunia usaha dengan kemampuan dari tenaga kerja. Tenaga kerja yang mumpuni akan memberikan efek positif terhadap laju industri hingga berujung pada peningkatan pertumbuhan ekonomi berkualitas. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, dengan adanya kualitas pendidikan yang baik akan  akan menciptakan sumber daya manusia  yang produktif sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup. "Tenaga kerja terampil dengan produktivitas tinggi adalah salah satu kunci penggerak sektor potensial untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkualitas," ucap Ida Fauziyah. Pembangunan SDM unggul dan tenaga kerja terampil bersinggungan erat dengan dunia pendidikan dan pelatihan. (Yetede)

Berharap Diguyuri Insentif Baru

28 Oct 2023
JAKARTA – Para produsen otomotif menunggu lebih banyak insentif dari pemerintah untuk mendorong pasar mobil listrik di Indonesia. Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan kontribusi produk battery electric vehicle (BEV) atau mobil listrik bertenaga baterai terhadap total penjualan kendaraan masih tertahan di kisaran 1 persen. Salah satu faktor penyebabnya adalah sikap pasif pabrikan mobil untuk mengenalkan produk bertenaga setrum kepada konsumen lokal. “Perlu skema insentif yang kuat agar para pemain internal combustion engine (mobil bermesin konvensional) mengeluarkan lebih banyak BEV,” katanya kepada Tempo, kemarin, 27 Oktober 2023.

Karena sudah memenuhi ketentuan komponen dalam negeri (TDKN) hingga 49 persen, Hyundai bisa memakai subsidi pemerintah untuk menggeber penjualan mobil listriknya, Ioniq 5. Dengan tingkat produksi sekitar 1.500 unit per tahun, kata Fransiscus, volume penjualan dari pabrik ke dealer alias wholesale Ioniq 5 pada September 2023 tercatat tumbuh 200 persen secara tahunan. Dia mengklaim harga Ioniq 5, yang dipatok di kisaran Rp 700-800 juta, sudah diterima konsumen. Begitu harganya dianggap logis, sesuai dengan pengamatan Hyundai, penjualan Ioniq 5 langsung melesat naik. Perusahaan asal Korea Selatan ini pun berniat mengenalkan lebih banyak mobil listrik ke Indonesia. Yang belakangan dipromosikan adalah Stargazer X dan Ioniq 6. (Yetede)

Setoran Pajak Terhambat Industri Pengolahan

27 Oct 2023
Penerimaan pajak dari beberapa sektor usaha tumbuh melambat, bahkan terkontraksi. Kondisi ini diperkirakan membuat penerimaan pajak di akhir tahun 2023 tak sejalan dengan proyeksi terkini pemerintah. Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemkeu), penerimaan pajak dari sektor industri pengolahan periode Januari-September 2023 hanya tumbuh 2,3% year on year (yoy), melambat dari periode yang sama pada tahun lalu yang tumbuh dua digit mencapai 47,35% yoy. Padahal sektor ini merupakan tumpuan penerimaan pajak dengan kontribusi sebesar 27,3% terhadap total penerimaan pajak. Artinya, nilai setorannya mencapai Rp 378,86 triliun dari realisasi Rp 1.387,78 triliun di sepanjang Janauri-September 2023. Sektor pertambangan juga mencatatkan pertumbuhan melambat, yaitu dari 201,5% yoy pada periode sama tahun lalu menjadi hanya 35,7% yoy pada sembilan bulan pertama tahun ini. Adapun sektor pertambangan memberikan kontribusi sekitar 10,7% terhadap total penerimaan pajak. Sementara itu, sektor lain yang juga mengalami perlambatan adalah sektor perdagangan yang hanya tumbuh 4,8% yoy. Padahal di tahun sebelumnya tumbuh signifikan mencapai 67,8% yoy. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, perlambatan pertumbuhan setoran pajak berdasarkan lapangan usaha menunjukkan gejolak ekonomi saat ini. "Penerimaan berdasarkan sektor menggambarkan denyut ekonomi yang terpengaruh oleh kondisi global," terang Sri Mulyani, Rabu (25/10). Melambatnya pertumbuhan penerimaan pajak pada sektor pengolahan dan perdagangan sejalan dengan penurunan kinerja ekspor impor. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Januari-September 2023 terkontraksi 12,34% yoy dan impor menyusut 12,45% yoy. Direktur Eksekutif MUC Tax Research Wahyu Nuryanto melihat, tren perlambatan pertumbuhan penerimaan pajak dari sektor pengolahan akan bertahan selama beberapa waktu. "Karena tertekannya harga komoditas serta perlambatan ekonomi global," kata dia kepada KONTAN, Kamis (26/10). Hal itu juga terkonfirmasi lewat kontraksi pada kinerja penerimaan pajak dari sektor pertambangan. Juga kontraksi yang terjadi pada penerimaan terkait kegiatan perdagangan internasional, seperti pajak pertambahan nilai (PPN) impor maupun pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 impor.

Kejar Target Penyaluran KUR Jelang Akhir Tahun

27 Oct 2023
Realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) hingga September 2023 masih jauh dari target. Kementerian Keuangan melaporkan realisasinya Rp 177,5 triliun. Artinya, capaian itu baru 59,7% dari kuota KUR yang ditetapkan pemerintah tahun ini, yakni Rp 297 triliun. Menteri Keuangan telah mendorong agar perbankan mempercepat penyaluran sisa kuota KUR Rp 119,5 triliun tersebut. Di sisi lain, pemerintah akan kembali menebar insentif bantuan sosial (bansos) sebesar Rp 12,39 triliun tahun 2023 dan 2024 dalam berbagai program. Salah satunya lewat KUR. Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan, penyaluran KUR BRI sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini mencapai Rp 107,84 triliun. Realisasi ini baru 55,45% dari jatah KUR yang diberikan pemerintah ke BRI, yaitu Rp 194,4 triliun. Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan, untuk memacu KUR, BRI menyasar segmen ultra mikro dan menangkap potensi segmen tersebut melalui sinergi dengan Pegadaian dan PMN. Sementara itu, BNI telah menyalurkan KUR Rp 14,7 triliun hingga Oktober 2023. Capaian ini melampaui jatah dari pemerintah tahun ini, yakni Rp 13,9 triliun. GM Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Sunarna Eka Nugraha menjelaskan, pihaknya menerapkan pendekatan value chain, akuisisi nasabah potensial dan penerapan digitalisasi pengajuan kredit sebagai strategi menyalurkan KUR. Bank Sumsel Babel (BSB) telah menyalurkan KUR senilai Rp 1,7 triliun hingga 26 Oktober. Kuota KUR yang diterima bank ini untuk 2023 adalah Rp 2,4 triliun. Nilai itu setara 70,83% dari kuota yang diperolehnya. Direktur Bisnis BSB Antonius Prabowo Argo bilang, pihaknya tetap berkomitmen merealisasikan kuota tersebut.