;
Kategori

Ekonomi

( 40498 )

Terumbu Karang Bontang Datangkan Ketenangan hingga Cuan

27 Oct 2023

Yusta (36), warga Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim,  memperlihatkan daftar berisi 17 orang di telepon genggamnya, semuanya warga Bontang Kuala yang pernah dan masih aktif melakukan pengeboman terumbu karang. ”Sebanyak 12 orang di antaranya sudah bergabung dengan kami. Masih ada lima lagi yang tengah dibujuk untuk meninggalkan bom dan racun ikan,” kata Yusta, kini sebagai Ketua Kelompok Konservasi Terumbu Karang Bontang Kuala (Karaka), Sabtu (21/10). Anggota Karaka, semua warga Bontang Kuala yang aktif merawat terumbu karang di Tobok Batang. Letaknya di Selat Makassar, berjarak 2 kilometer dari rumah mereka. Sebelum membentuk Karaka, semua anggota mencari ikan dengan bom. Aktivitas yang dilakukan secara turun-temurun itu belakangan membuat mereka berhadapan dengan hukum karena merusak ekosistem laut. Setelah paham bom menghancurkan masa depan, mereka berubah.

Mereka merasakan sendiri kerusakan terumbu karang akibat bom, sejalan dengan semakin sulitnya nelayan mencari ikan. Tak jarang nelayan Bontang harus melaut hingga Kutai Timur, sekitar 1 jam dari Bontang, atau setara 20 liter solar. Untuk menghemat ongkos, mereka menginap dan meninggalkan keluarga ketimbang pergi-pulang. ”Jauh-jauh melaut hanya dapat Rp 2 juta per minggu. Sampai di rumah, setelah dipotong ongkos solar dan makan, tinggal Rp 200.000,” katanya. ”Konservasi terumbu karang menjadi jembatan mengerjakan berbagai hal baru. Kami ingin terus belajar agar semakin banyak membuka peluang baru berkelanjutan,” katanya. Salah satu anggota Karaka, Said Ahmad Rafi (33), merasakan kegiatan pelestarian terumbu karang sebagai terapi lepas dari trauma. Saat masih mengebom ikan, hidupnya tidak tenang karena khawatir ditangkap aparat. Kini, ia aktif mengonservasi terumbu karang dan menjadi pencari lobster. ”Semoga (terumbu karang yang dikonservasi) bisa menjadi rumah bagi ikan. Bila makin banyak ikan, yang untung nelayan juga,” katanya. (Yoga)

Dunia Baru: Ekonomi Kawan atau Lawan

27 Oct 2023

Mekanisme pasar sebagai rezim yang berlaku selama ini di bawah bayang-bayang menguatnya fragmentasi. Kini ”rezim kawan atau lawan” mulai mendikte perekonomian. Fragmentasi sebagai ”pandemi” mulai muncul ke permukaan sejak 2020. Ini, misalnya, terdokumentasikan eksplisit dalam pidato yang dikemukakan Presiden Sidang Majelis Umum PBB Ke-74 Tijjani Muhammad Bande di New York, AS, 10 Juni 2020. Dalam pidato berjudul ”Multilateralisme di Dunia yang Terfragmentasi”, Bande menyatakan, dunia semakin terpolarisasi. ”Ketegangan dan konflik geopolitik terus memengaruhi berbagai belahan dunia,” katanya. Perang Ukraina-Rusia yang meletup pada Februari 2022 dan terus berkepanjangan menjadi tangga eskalasi fragmentasi dunia. Demikian pula dengan perang hegemoni antara AS dan China.

”Dunia terfragmentasi. Dulu, kalau bicara misalnya perdagangan dan investasi, mekanisme pasar yang berlaku. Tapi, sekarang tidak lagi,” kata pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta, Agustinus Prasetyantoko, di ruang kerjanya, di Jakarta, Kamis (26/10). Dalam mekanisme pasar, investasi akan mencari lokasi aman dan paling menguntungkan. Perdagangan juga akan terjadi dalam kemitraan yang paling menguntungkan. Namun, dengan menguatnya fragmentasi, faktor geopolitik mendikte investasi dan perdagangan. Ini, misalnya, terjadi ketika sejumlah perusahaan hengkang dari suatu negara karena persoalan geopolitik. Semua negara juga cenderung protektif. (Yoga)

Nilai Tukar Rupiah Kembali Tertekan

27 Oct 2023
Nilai tukar rupiah kembali tertekan imbas penguatan dollar AS. Mengutip Jakarta Interbank Spot Dollar Rate,  Kamis (26/10/2023), rupiah menyentuh Rp 15.933 per dollar AS atau melemah 0,39 persen dibandingkan penutupan pada hari Rabu. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics  Mohammad Faisal mengatakan, kebijakan suku bunga tinggi The Fed terus mendorong modal asing lari menuju AS. (Yoga)

Reklamasi Jadi Bagian Perencanaan Tambang

27 Oct 2023
Kepatuhan reklamasi mesti menjadi bagian perencanaan perusahaan pertambangan. Mine Manager PT Arutmin Indonesia Site Batulicin, Cipto Prayitno, di Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Rabu (25/10/2023), mengatakan, pihaknya akan terus memastikan agar operasionalisasi pertambangan batubara sejalan dengan pelestarian lingkungan. Begitu juga dengan pengembangan komunitas serta kegiatan masyarakat. (Yoga)

Digitalisasi Dorong Ekonomi Syariah

27 Oct 2023

Teknologi digital dinilai akan menjadi penggerak utama ekonomi keuangan syariah nasional di kancah global. Sebagai bentuk adaptasi ekonomi keuangan syariah atas perkembangan teknologi, pemerintah meluncurkan aplikasi Satu Wakaf Indonesia. Hal ini mengemuka dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-10 tahun 2023 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (26/10). Hadir dalam acara tersebut, antara lain, Wapres Ma’ruf Amin, Gubernur BI Perry Warjiyo, serta Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Wapres Amin menuturkan, penerapan teknologi dan digitalisasi menjadi prasyarat bagi kesuksesan semua sector potensial. Teknologi transversal, yang merujuk pada teknologi yang dapat diterapkan secara lintas sektor, dinilai akan menjadi penggerak utama pertumbuhan global di masa depan.

Tanpa inisiatif strategis untuk mempercepat implementasi teknologi transversal, Indonesia diperkirakan tidak akan optimal dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi pada 2045. ”Saya juga meyakini ekonomi dan keuangan syariah sebagai potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia untuk menerbangkan ekonomi nasional,” kata Wapres Amin saat memberikan sambutan. Pada perhelatan ISEF kali ini, Wapres Amin menyampaikan sejumlah pesan kepada semua pegiat ekonomi syariah. Pertama, meningkatkan dan memperluas pemanfaatan digitalisasi dan inovasi digital sebagai penggerak utama akselerasi pengembangan ekonomi syariah yang akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri halal. Kedua, Wapres meminta peningkatan literasi dan inklusi ekonomi serta keuangan syariah setidaknya mencapai 50 %. Hal ini dinilai akan berkorelasi dengan meluasnya pangsa pasar ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Ketiga, menjaga dan mengawal bersama konsistensi dan keberlanjutan program ekonomi dan keuangan syariah hingga masa mendatang. (Yoga)

Insentif Properti Genjot Ekonomi hingga 2024

27 Oct 2023
JAKARTA,ID-Insentif fiskal untuk penguatan sektor properti bakal menggenjot pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2023 hingga sepanjang 2024. Betapa tidak, insentif itu datang ditengah kian meningkatnya ketidakpastian global yang bisa mengancam perekonomian Indonesia. Hitungan Kementerian keuangan (Kemenkeu), insentif properti bakal mendongkrak pertumbuhan ekonomi kuartal IV tahun ini sebesar 0,2% menjadi 5,06%. Tanpa insentif ini, pertumbuhan ekonomi bisa melemah menjadi 4,86% dari baseline  5,06% akibat ketidakpastian dunia. Insentif ini juga akal menambah pertumbuhan ekonomi sepanjang 2023 sebesar 0,06% menjadi 5,1%, diatas basedline 5,09%. Tanpa insentif itu, pertumbuhan ekonomi hanya 5,04%.  Efek insentif ini ke pertumbuhan ekonomi 2024 lebih dahsyat lagi, yakni sebesar 0,13%. Artinya, dengan insentif ini, ekonomi bisa tumbuh 5,2%, sedangkan tanpa insentif, ekonomi hanya tumbuh 5,08%. (Yetede)

10 Saham Sektor Otomotif yang Terdaftar di BEI

27 Oct 2023
PERUSAHAAN otomotif memainkan peran dalam memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat. Tidak hanya memproduksi kendaraan untuk pasar domestik, mereka juga memasok produk ke pasar global.  Perusahaan otomotif merupakan entitas yang terlibat dalam perancangan, pengembangan, produksi, pemasaran, penjualan, dan layanan purnajual kendaraan bermotor. Biasanya, perusahaan-perusahaan ini menghasilkan beragam jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil, truk, bus, hingga van. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), industri otomotif masuk ke dalam sub-sektor industri manufaktur. Ada sejumlah perusahaan yang tercatat sebagai perusahaan terbuka dan sahamnya dapat dijadikan pilihan berinvestasi. Berikut daftar saham sektor otomotif di Indonesia. (Yetede)

Membidik Lonjakan Penjualan Hunian Komersial

27 Oct 2023
JAKARTA - Paket kebijakan sektor konstruksi dan perumahan yang diluncurkan pemerintah membawa secercah harapan untuk mendorong kinerja industri properti yang belakangan tengah lesu. Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Indonesia (Apersi) menyambut baik dukungan kebijakan tersebut sembari menanti penerbitan payung hukum serta tata laksana ketentuan teknis turunannya agar dapat segera diimplementasikan.

Paket kebijakan sektor konstruksi dan perumahan yang pertama adalah pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) untuk penjualan rumah baru komersial dengan harga di bawah Rp 2 miliar. Rinciannya, PPN DTP 100 persen untuk periode November 2023 hingga Juni 2024 dan PPN DTP 50 persen untuk periode Juli-Desember 2024. Kedua, pemberian bantuan biaya administrasi selama 14 bulan sebesar Rp 4 juta per rumah untuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ketiga, penambahan target bantuan rumah sejahtera terpadu untuk masyarakat miskin sebanyak 1.800 ribu unit rumah.

Wakil Ketua Umum Apersi Mohammad Solikin mengungkapkan kebijakan ini terbukti cukup ampuh, becermin pada kebijakan insentif PPN DTP yang diberikan pemerintah pada periode 2020-2022 ketika pandemi Covid-19 melanda dan menghantam daya beli masyarakat. “Insentif PPN saat itu adalah stimulus yang baik supaya para pengembang tidak bangkrut dan cukup mengurangi beban sekitar 10 persen,” ujarnya kepada Tempo, kemarin. (Yetede)

Belum Pulih dari Efek Pandemi

27 Oct 2023
JAKARTA - Sektor properti belum sepenuhnya keluar dari awan gelap setelah terkena dampak pandemi Covid-19. Ketua Umum DPP Realestat Indonesia Joko Suranto berujar, berbeda dengan sektor lain, kinerja sektor properti masih stagnan dalam beberapa tahun terakhir dengan tingkat pertumbuhan sekitar 6 persen.  “Penyebab utamanya adalah daya beli yang lesu serta akses pembiayaan ke perbankan yang tidak mudah,” ujar Joko kepada Tempo, kemarin. Menurut dia, sektor properti membutuhkan dorongan untuk bangkit berupa geliat aktivitas ekonomi masyarakat serta iklim perekonomian yang kondusif. 

Pemerintah baru saja meluncurkan paket kebijakan penguatan sektor perumahan untuk mendongkrak kegiatan di sektor konstruksi dan perumahan sekaligus membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan hunian. Bentuk kebijakan yang diberikan adalah pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) untuk penjualan rumah baru dengan harga di bawah Rp 2 miliar. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah memberikan bantuan biaya administrasi serta penambahan target bantuan rumah sejahtera terpadu untuk masyarakat miskin sebanyak 1.800 ribu unit. (Yetede)

Masih Tetap Mekar Meski Sedikit Melambat

26 Oct 2023
Dua dari jajaran bank besar sudah merilis kinerja kuartal III-2023, yakni Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Central Asia (BBCA). Hasilnya masih menggembirakan dengan laba bersih tumbuh dua digit selama sembilan bulan.Jika diadu, BRI tampil sebagai pencetak laba tertinggi. Tapi dari sisi pertumbuhan, baik laba bersih maupun pendapatan, BCA pemenangnya. BRI melaporkan laba tahun berjalan yang diatribusikan ke entitas induk per September Rp 43,9 triliun, tumbuh 12,4% secara tahunan. Perinciannya, Rp 15,5 triliun diperoleh di kuartal I, lalu Rp 13,9 triliun di triwulan kedua dan Rp 14,5 triliun pada kuartal III. Sedangkan BCA meraup laba bersih Rp 36,4 triliun, tumbuh 25,8% secara tahunan. Sebesar Rp 11,5 triliun didapat di kuartal pertama, Rp 12,7 triliun di triwulan II, lalu Rp 12,2 triliun di kuartal III. Bila dicermati, laba bersih kuartalan BCA di kuartal III lebih rendah dari laba di kuartal II. Sedang laba BRI di kuartal III lebih rendah dari laba di kuartal I, kendati menguat dari laba kuartal II. Dari sisi margin, BRI menang. Net interest margin (NIM) BRI 8,05%. Ini sejalan dengan fokus bisnis pada usaha mikro, kecil dan menengah yang memiliki yield lebih tinggi. Tahun ini, BRI menargetkan NIM 7,7%-7,9%. NIM BCA ada di level 5,5%, naik dari 5,1% di September 2022. Untuk ekspansi, BRI dan BCA sama-sama kuat. Kredit keduanya tumbuh melampaui target yang dipatok tahun ini. Kredit BRI tumbuh 12,5% dan BCA meningkat 12,3%. Keduanya sama-sama menargetkan pertumbuhan 10%-12%. Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus melihat BCA dan BRI punya pangsa pasar yang berbeda. BRI fokus di UMKM dengan risiko lebih tinggi. Sedang BCA fokus di segmen lain, meski ikut menggarap UMKM. "Fokus utama BCA bagaimana menjaga kualitas aset," ucapnya. Berbeda, Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian belum merekomendasikan kedua saham meski fundamentalnya oke. Alasannya, valuasi BBCA dan BBRI sudah mahal. Hitungan dia, harga wajar BBRI saat ini Rp 4.800. Kemarin, BBRI ditutup di Rp 5.175.