Perusahaan Pakai Robot karena Sulit Cari Karyawan
Pelaku usaha di sejumlah negara terus menggantikan manusia dengan robot. Sebagian pekerja mendukung peralihan itu. Sebab, semakin sulit mencari karyawan untuk jenis pekerjaan tertentu. Raksasa lokapasar global, Amazon, memamerkan robot pekerja pada Oktober 2023. Robot-robot itu menggantikan 27.000 orang yang diberhentikan Amazon beberapa bulan sebelumnya. Meski demikian, Kepala Teknologi Amazon Tye Brady menyatakan, tidak mungkin manusia akan sepenuhnya digantikan robot di Amazon. ”Tidak ada bagian dalam diri saya yang berpikir bahwa itu akan pernah menjadi kenyataan,” katanya. Sementara itu, pada Jumat (27/10) Reuters melaporkan keluhan Kamar Dagang dan Industri Jerman. Separuh perusahaan Jerman kesulitan mencari pekerja. Pada Juni 2023 saja, 1,7 juta lowongan kerja di Jerman tidak terisi.
Hal itu merugikan perekonomian Jerman hingga 100 miliar euro per tahun. Badan Ketenagakerjaan Jerman menyebut, pelibatan perempuan dan migran tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja Jerman. Pada 2035, Jerman akan kekurangan hingga 7 juta pekerja. Kekurangan terjadi karena orang-orang kelahiran sebelum 1970 terus pensiun. Sementara jumlah penduduk lebih muda semakin sedikit. Kesulitan lain, dialami produsen suku cadang mesin, S&D Blech, yang kesulitan mencari kepala unit penghalusan logam. Akibatnya, posisi itu terpaksa diisi robot. ”Menemukan kepala unit baru sulit, tidak hanya karena pengalaman yang dimilikinya, tetapi juga karena itu pekerjaan yang sangat berat dan tidak ada yang ingin melakukannya lagi,” kata Direktur Utama S&D Blech Henning Schloede. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023