Sistem Logistik Ikan Perlu Diperkuat
Sekretaris Asosiasi Tuna
Indonesia (Astuin) Jakarta Muhammad Bilahmar mengemukakan, persoalan utama
dalam logistik perikanan adalah konektivitas antarpulau yang masih sulit dan
keterbatasan fasilitas pelabuhan. Hal itu menyebabkan kapal pengangkutan ikan
tidak bisa merapat ke dermaga sehingga menghambat aktivitas bongkar muat. Dicontohkan,
di Pelabuhan Pomako, Mimika, Papua, pengangkutan ikan dilakukan dengan
memindahkan ikan dari kapal ke kontainer terapung di atas tongkang. Tongkang
itu selanjutnya membawa container ke kapal niaga ataupun kapal penumpang.
Sementara itu, unit pengolahan
di pelabuhan perikanan dapat beroperasi lebih efektif jika kapasitas dan
fasilitas pelabuhan memadai untuk menampung ikan. Selain itu, dibutuhkan
konektivitas dengan kapal-kapal pengangkut ikan ke sentra-sentra nelayan di
daerah kepulauan kecil. ”Logistik perlu diatur sesuai dengan kapasitas
pengolahan ikan. Penunjang utama adalah gudang berpendingin,” katanya, saat
dihubungi, pada Jumat (27/10/2023) di Jakarta. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023