Bisnis Pemuda Bontang: Tak Melulu lewat Aplikasi
Pukul 07.00 Wita, Erwin
Fishtcal (28) sudah datang ke Kompleks Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim Kota Bontang,
Kaltim menyetor sejumlah uang kepada seseorang, Selasa (13/6). Erwin adalah
salah satu kurir Bonjek, kependekan dari Bontang Ojek, bisnis ojek daring yang
diinisiasi pemuda di Kota Bontang. Sebagai kurir, tugas Erwin mengantarkan
pesanan makanan atau barang yang dibeli konsumen melalui Bonjek. Kebanyakan
konsumen membayar tunai langsung kepada kurir. Beberapa lewat transfer ke
rekening. Bonjek menggunakan aplikasi percakapan yang banyak digunakan oleh
jutaan warga di Indonesia, yakni Whatsapp. Sistem kerja Bonjek sederhana. Saat ada
konsumen ingin membeli makanan, misalnya, ia cukup mengirim pesan ke Bonjek
melalui Whatsapp. Pesan itu berformat nama pemesan beserta detail pesanan
makanan, lengkap dengan restoran atau kios yang diinginkan. Lokasi pemesan dan lokasi
restoran diisi dengan titik koordinat Google Maps.
Customer service Bonjek meneruskan
ke grup Whatsapp yang berisi 32 kurir Bonjek. Kurir yang menerima pesanan itu, mengirim
stiker ”Saya Ambil”. Setelah selesai, ia mengirim stiker ”Pesanan Selesai”. Dengan
sistem seperti itu, ia mesti menyetor sejumlah uang bagi hasil yang diterima
dari hasil kerja hari sebelumnya. Ia juga menerima uang pengganti yang ia
talangi pada hari sebelumnya.”Sehari minimal bisa mengantar makanan 15 kali.
Biaya ongkos kirim minimal Rp 11.000. Terkadang, saya juga dapat uang tip dari konsumen,” kata
Erwin. Dari uang tip dan bagi hasil jasa kurir Bonjek, ia bisa mendapat hampir
Rp 5 juta sebulan, di atas upah minimum Kota Bontang yang Rp 3,4 juta per
bulan. Bonjek lahir berkat Kahar Muzakir (30), pemuda asal Kelurahan Loktuan,
Bontang Utara, Kota Bontang.
Lulusan Fisioterapi
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, itu kembali ke Bontang
pada 2018 setelah menjalankan bisnis dan berkuliah di Surabaya. Inisiasi Bonjek
disulut rasa heran Kahar akan tingginya angka pengangguran di Bontang. Data BPS
menunjukkan, dari 180.000 warga Bontang, angka penganggurannya 8.000 orang. Terdorong
untuk membantu menekan angka pengangguran, ia awalnya membangun bisnis kuliner
bersama sejumlah kenalan. Seluruh proses pemesanan itu dilakukan melalui
aplikasi Whatsapp dan ternyata pengguna jasa mereka terus tumbuh. Apa yang dilakukan
Kahar dan timnya mendapat dukungan dari PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Melalui
pembinaan PKT, terbentuklah lokapasar Borneo Online Store atau Borneos.co.
Portal itu memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM untuk menjual produknya. Saat
ada pembeli, pemesanan dilakukan melalui Whatsapp dan Bonjek yang
mengantarkannya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023