;

KREDIT SEKTOR PERTANIAN : BPD PERLUAS AKSES PERMODALAN

KREDIT SEKTOR PERTANIAN : BPD PERLUAS AKSES PERMODALAN

Tak dapat dimungkiri, para petani di daerah masih kesulitan dalam mengakses layanan perbankan guna meningkatkan permodalan agar memperlancar usahanya. Di sinilah Bank Pembangunan Daerah memainkan peran penting untuk memberikan permodalan yang terjangkau bagi para petani di tengah melambungnya harga pupuk nonsubsidi di pasaran. Terbaru, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat program Kredit/Pembiayaan Sektor Prioritas (KPSP) pun mendorong perbankan di Bali untuk memprioritaskan petani agar mendapat akses pembiayaan jelang masa tanam. Program ini merupakan inisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama perbankan di Pulau Dewata.Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali I Nyoman Sudharma menjelaskan bahwa program KPSP merupakan satu langkah diversifi kasi pembiayaan untuk pengembangan sektor unggulan Pulau Dewata di luar sektor pariwisata dan sesuai dengan arah ekonomi kerti Bali. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor unggulan Bali selain pariwisata. Dia memandang bahwa selama ini BPD Bali sudah menyalurkan pembiayaan kepada petani melalui program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dalam program KPSP ini, dua Subak di Kabupaten Tabanan yakni Subak Bengkel dan Subak Jaka menjadi proyek percontohan atau pilot project. Pemilihan utama di Kabupaten Tabanan bukan tanpa alasan. Pasalnya, Tabanan selama ini menjadi lumbung beras Bali dan komoditas lainnya seperti sayur. Pada program KPSP ini, selain mendapat pembiayaan, petani juga diberikan asuransi atau penjaminan. Langkah ini dilakukan guna memberikan rasa aman kepada petani dan meminimalisir kerugian jika terjadi gagal panen.Sementara itu, Kepala Kantor OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Kristrianti Puji Rahayu menjelaskan bahwa program pembiayaan KPSP merupakan generic model kedua setelah program kredit melawan rentenir yang telah diluncurkan sebelumnya. “Pembiayaan sektor pertanian melalui KPSP ini akan membiayai mulai dari petani membeli bibit, membeli pupuk, sampai masa panen. Selain itu juga akan dilakukan pendampingan termasuk diberikan asuransi. Nanti hasilnya dibeli oleh offtaker,” jelasnya. Ekonom Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar Raka Suardana memandang bahwa model pembiayaan seperti program KPSP ini sangat membantu petani, apalagi penyalurannya menjelang masa tanam yang diproyeksikan bakal berlangsung pada dalam waktu satu atau dua bulan ke depan. Bisnis mencatat bahwa Kepala Tim Kelompok Perumusan KEKDA Wilayah dan Provinsi BI Bali Rahmad Adi Nugroho menjelaskan bahwa penyaluran pembiayaan dari bank belum menyasar semua sektor. “Penyaluran kredit di Bali relatif imbang jika dilihat berdasarkan jenis penggunaannya, namun berdasarkan lapangan usahanya masih terfokus pada perdagangan dan akomodasi makan minum,” jelasnya. Salah satu upaya yang dilakukan Bank Indonesia yakni dengan peningkatan besaran total insentif makroprudensial yang dapat diterima bank. Total insentif tersebut terdiri dari insentif atas pembiayaan kepada sektor prioritas paling tinggi sebesar 1,5%, insentif atas penyaluran KUR dan kredit UMKM meningkat dua kali lipat menjadi paling tinggi sebesar 1%, dan insentif atas penyaluran pembiayaan hijau paling tinggi sebesar 0,3%.

Download Aplikasi Labirin :