Ekonomi
( 40498 )Suhu Politik Memanas, Rupiah & IHSG Terpuruk
WASWAS BUNGA TINGGI
Dunia usaha wajib siaga, menyusul makin kuatnya sinyal penerapan kebijakan suku bunga acuan tinggi yang cukup lama dari Bank Indonesia (BI) demi menjaga stabilitas sistem keuangan.Maklum, dunia sedang tidak baik-baik saja seiring dengan dinamika geopolitik di Timur Tengah yang kembali melahirkan kecemasan terutama dalam konteks krisis pangan dan energi, serta infl asi.Bank sentral negara maju pun telah ancang-ancang mengetatkan bunga acuan sehingga mendorong capital outfl ow dari pasar berkembang, termasuk Indonesia. Inilah yang kemudian mendasari BI untuk mengekor tren tersebut, utamanya untuk menjaga gerak rupiah.Apalagi, survei yang dilakukan Bloomberg terhadap para ekonom dunia pun mencatat bahwa kebijakan fiskal dan moneter diproyeksikan bertentangan karena ekspektasi tingkat suku bunga acuan tinggi dan bertahan cukup lama, sehingga berisiko menahan laju ekonomi.Di sisi lain, tidak sedikit pula ekspektasi bahwa bank sentral akan banyak memanfaatkan instrumen Quantitative Easing (QE) seperti penyuntikan likuiditas, sehingga penanganan infl asi tidak mengancam pertumbuhan ekonomi.Otoritas moneter pun tidak secara tersurat akan menetapkan kebijakan suku bunga tinggi. Akan tetapi secara tersirat, indikasi menuju BI 7-Day Reverse Repo Rate yang lebih tinggi amat kentara.
Deputi Gubernur BI Juda Agung, tak memungkiri higher for longer telah menjadi fenomena. Hal itu dipicu ketegangan geopolitik yang menyebabkan berlanjutnya kenaikan harga pangan dan energi, sehingga memicu lesatan infl asi.Situasi itu pula yang melandasi BI pada tahun ini menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak Januari. Inovasi di sisi kebijakan moneter, imbuhnya, akan terus dilakukan untuk memperdalam pasar keuangan dan meningkatkan efektivitas dari upaya pengendalian moneter.
Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Sri Mulyani Indrawati, mengatakan tekanan pada rupiah disebabkan oleh kebijakan Amerika Serikat (AS), yakni suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan kenaikan imbal hasil obligasi.Tak pelak, pada perdagangan kemarin, Senin (23/10), rupiah ditutup melemah 0,38% atau 61 poin ke level Rp15.933 per dolar AS, sekaligus menjadi yang terdalam di kawasan Asia.
Sementara itu, kalangan pelaku usaha memandang apabila BI mengikuti fenomena higher for longer, maka beban over headusaha naik lebih tinggi.Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani, mengatakan kenaikan suku bunga idealnya menjadi instrumen ‘last resort’ untuk menciptakan stabilitas nilai tukar.
DEPRESIASI RUPIAH : HARGA PANGAN TERSENGAT DOLAR AS
Badan Pangan Nasional menyatakan harga komoditas pangan di Tanah Air mulai banyak terdampak fl uktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah menjadi faktor pendorong utama harga pangan di dalam negeri terutama pangan yang pengadaannya masih bergantung dari impor. Beberapa komoditas itu adalah beras, bawang putih, daging, kedelai dan gula. “Naik turunnya harga barang dari impor tergantung currency,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (23/10). Pada pasar spot, nilai tukar rupiah makin terdepresiasi oleh dolar AS. Data Bloomberg mencatat nilai tukar rupiah melemah 0,38% ke level Rp15.933 per dolar AS. Data panel harga pangan Bapanas mencatat harga rata-rata bawang putih hingga Oktober 2023 sebesar Rp34.454 per kilogram (kg) atau telah naik 23% dari rata-rata harga pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp27.921 per kg.
Seiring gejolak harga itu, Arief menuturkan bahwa ketersediaan tetap menjadi prioritas utama untuk pangan impor. Alasannya, pengadaan stok pangan impor harus terukur. Untuk itu, penyesuaian harga menjadi keniscayaan.Berdasarkan prognosa neraca pangan yang diolah Bapanas per 20 Oktober 2023, realisasi impor bawang putih Januari—September 2023 sebanyak 417.214 ton, sedangkan rencana impor Oktober—Desember 2023 ditargetkan mencapai 221.439 ton. Dengan kondisi itu, impor bawang putih baru direalisasikan sebesar 65% dari total kuota impor tahun ini sebanyak 638.653 ton.
Dalam kesempatan berbeda, Direktur Utama ID Food Frans Marganda Tambunan menyatakan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi tantangan dalam importasi gula di pasar global. “Tahun ini selain kurs juga harga gula dunia menjadi catatan,” ujar Frans.Data Trading Economics mencatat harga gula mentah (raw sugar) di bursa berjangka AS per 20 Oktober 2023 sebesar US$26,85 per pon mengalami kenaikan 46,08% secara year-on-year (YoY).
Anggota Perkumpulan Pelaku Usaha Bawang dan Sayuran Umbi Indonesia (Pusbarindo) Jaya Sartika menyebut penguatan dolar AS mengakibatkan profi t dari impor bawang putih makin tipis.
Saham Milik Para Politisi Tersengat Sentimen Pilpres
Ungkit Investasi Hilirisasi Yang Serap Tenaga Kerja
Bunga Naik, Belanja Fiskal Jadi Harapan
Proyek IKN Belum Bisa Perbaiki Kinerja BUMN Karya
Semakin Andalkan Pendapatan Rutin
Bertabur Insentif, Bank Harus Memacu Kredit
PERPANJANGAN IUPK FREEPORT : NEGOSIASI JALAN TERUS SAAT PEMILU
Di tengah hiruk-pikuk persiapan Pemilu 2024 di Indonesia, Freeport-McMoRan Copper and Gold Inc. terus melancarkan negosiasi dengan Jakarta agar dapat memperpanjang kontrak konsesi tambang saat izin usaha pertambangan khusus (IUPK) mereka berakhir pada 2041.
Kepastian perpanjangan kontrak selepas tenggat waktu konsesi menjadi penting bagi Freeport-McMoran (FCX) karena rencana investasi yang masif pada tambang bawah tanah Kucing Liar yang belum tergarap. Kucing Liar merupakan bagian dari kawasan tambang Grasberg.Selain itu, pembangunan smelter tembaga di Gresik, Jawa Timur, dan rencana investasi nol emisi karbon perseroan juga ikut jadi perhitungan sampai 2060 mendatang. Saat ini progres pembangunan smelter tembaga Manyar PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik telah mencapai sekitar 84%. Freeport-McMoran melaporkan eksekusi proyek smelter dengan nilai investasi US$3 miliar tersebut berjalan dengan baik dan tim sangat fokus untuk menyelesaikan proyek tersebut secara efi sien. Konstruksi smelter Freeport Indonesia itu diharapkan dapat rampung dan mulai mencapai komisioning pada kuartal II/2024 dengan jadwal ramp-up hingga akhir 2024. “Katalis yang signifi kan untuk kami saat ini adalah menyelesaikan smelter, saya kira itu akan menjadi alasan bagi kita dapat memperpanjang operasi umur dari sumber daya [Grasberg],” kata President Freeport-McMoRan Kathleen Quirk dalam conference call FCX kuartal III/2023 pekan lalu.
Aktivitas pengembangan praproduksi sudah dikerjakan sejak 2022 dan diperkirakan bakal berlanjut hingga sekitar 10 tahun mendatang. Belanja modal diperkirakan rata-rata US$400 juta per tahun selama rentang 10 tahun tersebut. Produksi tahunan Kucing Liar ditargetkan 550 juta pon tembaga dan 560.000 ons emas saat masuk tahap komersial awal. Pada saat yang sama, Quirk menambahkan, FCX tengah melakukan eksplorasi tambahan di kawasan Grasberg selepas identifikasi atas potensi baru di blok Deep Mill Level Zone (MLZ). Lewat tiga blok tambang yang kini beroperasi di kawasan Grasberg, kapasitas produksi tahunan PTFI sekitar 1,6 miliar pon tembaga dan 1,6 juta ons emas.
Namun, pemerintah memasukkan penambahan kepemilikan saham sebagai salah satu syarat perpanjangan kontrak IUPK PTFI. “Pemerintah akan menambah saham kurang lebih 10%,” kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam suatu konferensi pers pada April.
Selain investasi besar-besaran pada eksplorasi cadangan baru, FCX juga berencana berinvestasi pada pembangkit berbasis gas,sebagai pengganti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang ditargetkan beroperasi pada 2027 mendatang. Investasi baru pada pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) berkapasitas 265 megawatt (MW) itu bakal memakan investasi sekitar US$1 miliar, mengutip laporan Freeport-McMoRan Inc. triwulan III/2023.
Di sisi lain, Freeport menyatakan, sesuai ketentuan IUPK yang disepakati pada 2018, bea keluar konsentrat seharusnya tidak lagi dikenakan setelah progres smelter PTFI mencapai lebih dari 50%.
VP Corporate Communications PTFI Katri Krisnati mengatakan bahwa terkait dengan upaya keberatan tentang penerapan tarif bea keluar, pihaknya masih mengharapkan jalan tengah dari pemerintah.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









