;
Kategori

Ekonomi

( 40600 )

Menangkal Gangguan Siber ke Sistem Keuangan

24 Oct 2023
JAKARTA,ID-Upaya antisipasi terhadap peningkatan risiko siber dalam sistem keuangan perlu dilakukan, seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat. Oleh karena itu, Bank Indonesia (BI) memperkuat pertahanan sistem keuangan dari sisi kebijakan bank sentral maupun dari sisi industri. Dalam Kajian Stabilitas Keuangan Nomor 41 September 2023 yang dipublikasikan BI ada Senin (23/10/2023), BI menilai ketahanan sistem  keuangan perlu mengantisipasi risiko yang berkembang dari sisi digital. Sejalan dengan perkembangan  digitalisasi dalam transaksi  keuangan, serangan siber menjadi resiko yang harus  diwaspadai oleh pelaku industri, baik bank maupun lembaga selain bank. Serangan siber didefinisikan sebagai segala kegiatan yang bersifat malicious yang ditujukan untuk mendapatkan, mengganggu, mendelegasikan dan/atau merusak sumber daya sistem informasi dan/atau informasi. (Yetede)

Efek Ekonomi Global Seret Turun IHSG ke Level 6.741

24 Oct 2023
JAKARTA,ID-Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi dalam hingga 1,57% ke posisi 6.741 pada perdagangan Senin (23/10/2023). Merosot IHSG hingga  ke level terendah di bulan Oktober ini, akibat efek domino dari berbagai sentimen negatif global, dan diperparah longsornya rupiah ke level Rp 15.943 per dolar Amerika Serikat (AS). "Pelemahan IHSG lebih kepada efek domino dari sentimen kenaikan US Treasure Yields sehubungan dengan dinamika suku bunga the Fed, serta dinamika di Kawasan Timur Tengah," kata Senior Invesment Information Mirea Assset Nafan Aji Gusta kepada Investor Daily, Senin (23/10/2023). Senada dengan Nafan, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilanus Nico Demus menilai, rontoknya IHSG kemarin tidak lepas dari melemahnya Wall Street pada perdagangan Jumat (20/10/2023) akibat makin meluasnya risiko konflik antara Israel dan Hamas, serta ancaman tingkat suku bunga AS yang diekspektasikan meningkat dalam jangka panjang. Buntut semua itu, membuat bursa asia kompak melemah. (Yetede)

Menangkal Gangguan Siber ke Sistem Keuangan

24 Oct 2023
JAKARTA,ID-Upaya antisipasi terhadap peningkatan risiko siber dalam sistem keuangan perlu dilakukan, seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat. Oleh karena itu,  Bank Indonesia (BI) memperkuat ketahanan sistem keuangan dari sisi kebijakan bank sentral maupun dari sisi industri. Dalam kajian Stabilitas Keuangan Nomor 41 September 2023 yang dipublikasikan BI pada Senin (23/10/2023), BI menilai ketahanan sistem keuangan perlu risiko yang berkembang dari sisi digital. Sejalan dengan perkembangan digitalisasi dalam transaksi keuangan, serangan siber menjadi risiko yang harus diwaspadai oleh pelaku industri, baik bank maupun lembaga selain bank. Serangan siber didefinisikan sebagai segala kegiatan yang bersifat malicious yang ditujukan untuk mendapatkan, mengganggu, mendegadrasikan dan/atau merusak sumber daya sistem informasi dan/atau informasi. (Yetede)

Penetrasi Rendah Asuransi Indonesia

24 Oct 2023
JAKARTA – Penetrasi asuransi di Indonesia dinilai masih rendah. Kepercayaan masyarakat yang minim menjadi tantangan utama bagi pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan. Ketua Dewan Asuransi Indonesia Rudy Kamdani mencatat penetrasi asuransi baru 2,28 persen hingga akhir 2022. Artinya, hanya sekitar 7 juta dari 275 juta penduduk yang mengantongi asuransi.  "Angka ini masih jauh di bawah negara-negara tetangga kita," kata dia, kemarin. 

Angka tersebut sebenarnya sudah lebih baik ketimbang data ASEAN Insurance Surveillance Report 2022 yang melaporkan bahwa penetrasi asuransi Indonesia pada 2021—tidak termasuk asuransi wajib atau sosial—hanya 1,4 persen. Sementara itu, di Vietnam sebesar 2,2 persen, Filipina 2,5 persen, Malaysia 3,8 persen, Thailand 4,6 persen, dan Singapura 12,5 persen. 

Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian Keuangan Arief Wibisono mengatakan rendahnya penetrasi tersebut tecermin pula pada rendahnya kontribusi industri asuransi terhadap produk domestik bruto (PDB). "Masih di bawah 10 persen dari PDB," tuturnya. Rendahnya literasi hingga produk asuransi yang terbatas menjadi pemicunya. (Yetede)

Kendala Bertubi-tubi LRT Jakarta

24 Oct 2023
JAKARTA – Pengembangan jalur lanjutan light rail transit (LRT) Jakarta rute Velodrome-Manggarai menghadapi berbagai ganjalan sebelum akhirnya dilanjutkan kembali pada paruh kedua 2023. Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Haris Muhammadun mengatakan tender kontraktor LRT Jakarta Fase 1B tersebut sempat gagal akibat sepi pendaftar. “Sempat tidak ada vendor konstruksi yang submit (mendaftar tender) sehingga proyeknya terlambat lagi,” ucapnya kepada Tempo, kemarin.

Pemerintah DKI Jakarta sebetulnya sempat menjadwalkan peletakan batu pertama LRT rute Velodrome-Manggarai itu pada Agustus 2023. Sebelumnya, Pemerintah DKI telah menetapkan trase, menerbitkan laporan analisis mengenai dampak lingkungan, dan beberapa perizinan pendukung. Dengan jalur sepanjang 6,4 kilometers, proyek sepur yang diserahkan kepada PT Jakarta Propertindo atau Jakpro ini akan menyinggahi lima stasiun dari gelanggang olahraga Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur, menuju Kelurahan Manggarai di Jakarta Selatan.

Namun, dalam proses lelang LRT Jakarta Fase 1B tersebut, tidak ada grup kontraktor yang berani menyodorkan dokumen jaminan pelaksanaan proyek. Dari informasi yang didapat Haris, Pemerintah DKI menargetkan jangka waktu konstruksi yang singkat sehingga tidak disanggupi kontraktor. "Periode proyeknya sempat dipatok hanya 18 atau 21 bulan, saya lupa persisnya." (Yetede)

Suhu Politik Memanas, Rupiah & IHSG Terpuruk

24 Oct 2023
Berbarengan dengan pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden kubu Prabowo Subianto, rupiah dan bursa saham bergejolak. Suhu politik dalam negeri yang memanas menjelang pemilihan umum (pemilu) 2024 dinilai berandil turut menekan rupiah serta laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kemarin, IHSG terpangkas 107,2 poin atau turun 1,57% menjadi 6.741,96. Sementara nilai tukar rupiah nyaris menembus batas psikologis baru yakni Rp 16.000 per dolar Amerika Serikat (AS). "Hanya menghitung hari, potensi rupiah ke Rp 16.000 akan segera terjadi dalam satu sampai dua hari ke depan," ujar Fikri C Permana, Senior Economist KB Valbury Sekuritas, kepada KONTAN, Senin (23/10). Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menilai, anjloknya IHSG pada Senin (23/10) terdampak dari sentimen global maupun lokal. Tapi menurutnya, sentimen lokal tidak terlalu besar. Sentimen lain yang mempengaruhi pasar keuangan domestik adalah menurunnya kepercayaan investor terhadap mata uang Garuda. Risiko investasi juga meningkat. Ditandai dengan kenaikan CDS menembus 100 pada pekan lalu. Tepatnya 100,83. Juga arus keluar non resident dari pasar keuangan domestik. Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro sepakat, tekanan pasar keuangan Indonesia memang datang dari faktor global, setelah pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell yang menyebutkan, kenaikan suku bunga acuan dibutuhkan untuk membawa inflasi AS ke 2%. Sentimen ini membawa Dollar Index terus tinggi di 106. Ekonom Bank Permata, Josua Pardede sepakat dengan Andry. Data AS yang terus menunjukkan ekonomi yang kuat, serta pernyataan pejabat Federal Reserve yang memperkuat perlunya mempertahankan suku bunga tinggi hingga inflasi mereda, banyak investor lebih bearish terhadap aset berisiko. Selain itu para pelaku pasar mengamati dengan seksama perkembangan di Timur Tengah. 

WASWAS BUNGA TINGGI

24 Oct 2023

Dunia usaha wajib siaga, menyusul makin kuatnya sinyal penerapan kebijakan suku bunga acuan tinggi yang cukup lama dari Bank Indonesia (BI) demi menjaga stabilitas sistem keuangan.Maklum, dunia sedang tidak baik-baik saja seiring dengan dinamika geopolitik di Timur Tengah yang kembali melahirkan kecemasan terutama dalam konteks krisis pangan dan energi, serta infl asi.Bank sentral negara maju pun telah ancang-ancang mengetatkan bunga acuan sehingga mendorong capital outfl ow dari pasar berkembang, termasuk Indonesia. Inilah yang kemudian mendasari BI untuk mengekor tren tersebut, utamanya untuk menjaga gerak rupiah.Apalagi, survei yang dilakukan Bloomberg terhadap para ekonom dunia pun mencatat bahwa kebijakan fiskal dan moneter diproyeksikan bertentangan karena ekspektasi tingkat suku bunga acuan tinggi dan bertahan cukup lama, sehingga berisiko menahan laju ekonomi.Di sisi lain, tidak sedikit pula ekspektasi bahwa bank sentral akan banyak memanfaatkan instrumen Quantitative Easing (QE) seperti penyuntikan likuiditas, sehingga penanganan infl asi tidak mengancam pertumbuhan ekonomi.Otoritas moneter pun tidak secara tersurat akan menetapkan kebijakan suku bunga tinggi. Akan tetapi secara tersirat, indikasi menuju BI 7-Day Reverse Repo Rate yang lebih tinggi amat kentara. Deputi Gubernur BI Juda Agung, tak memungkiri higher for longer telah menjadi fenomena. Hal itu dipicu ketegangan geopolitik yang menyebabkan berlanjutnya kenaikan harga pangan dan energi, sehingga memicu lesatan infl asi.Situasi itu pula yang melandasi BI pada tahun ini menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak Januari. Inovasi di sisi kebijakan moneter, imbuhnya, akan terus dilakukan untuk memperdalam pasar keuangan dan meningkatkan efektivitas dari upaya pengendalian moneter. Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Sri Mulyani Indrawati, mengatakan tekanan pada rupiah disebabkan oleh kebijakan Amerika Serikat (AS), yakni suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan kenaikan imbal hasil obligasi.Tak pelak, pada perdagangan kemarin, Senin (23/10), rupiah ditutup melemah 0,38% atau 61 poin ke level Rp15.933 per dolar AS, sekaligus menjadi yang terdalam di kawasan Asia. Sementara itu, kalangan pelaku usaha memandang apabila BI mengikuti fenomena higher for longer, maka beban over headusaha naik lebih tinggi.Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani, mengatakan kenaikan suku bunga idealnya menjadi instrumen ‘last resort’ untuk menciptakan stabilitas nilai tukar.

DEPRESIASI RUPIAH : HARGA PANGAN TERSENGAT DOLAR AS

24 Oct 2023

Badan Pangan Nasional menyatakan harga komoditas pangan di Tanah Air mulai banyak terdampak fl uktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah menjadi faktor pendorong utama harga pangan di dalam negeri terutama pangan yang pengadaannya masih bergantung dari impor. Beberapa komoditas itu adalah beras, bawang putih, daging, kedelai dan gula. “Naik turunnya harga barang dari impor tergantung currency,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (23/10). Pada pasar spot, nilai tukar rupiah makin terdepresiasi oleh dolar AS. Data Bloomberg mencatat nilai tukar rupiah melemah 0,38% ke level Rp15.933 per dolar AS. Data panel harga pangan Bapanas mencatat harga rata-rata bawang putih hingga Oktober 2023 sebesar Rp34.454 per kilogram (kg) atau telah naik 23% dari rata-rata harga pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp27.921 per kg. Seiring gejolak harga itu, Arief menuturkan bahwa ketersediaan tetap menjadi prioritas utama untuk pangan impor. Alasannya, pengadaan stok pangan impor harus terukur. Untuk itu, penyesuaian harga menjadi keniscayaan.Berdasarkan prognosa neraca pangan yang diolah Bapanas per 20 Oktober 2023, realisasi impor bawang putih Januari—September 2023 sebanyak 417.214 ton, sedangkan rencana impor Oktober—Desember 2023 ditargetkan mencapai 221.439 ton. Dengan kondisi itu, impor bawang putih baru direalisasikan sebesar 65% dari total kuota impor tahun ini sebanyak 638.653 ton. Dalam kesempatan berbeda, Direktur Utama ID Food Frans Marganda Tambunan menyatakan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi tantangan dalam importasi gula di pasar global. “Tahun ini selain kurs juga harga gula dunia menjadi catatan,” ujar Frans.Data Trading Economics mencatat harga gula mentah (raw sugar) di bursa berjangka AS per 20 Oktober 2023 sebesar US$26,85 per pon mengalami kenaikan 46,08% secara year-on-year (YoY). Anggota Perkumpulan Pelaku Usaha Bawang dan Sayuran Umbi Indonesia (Pusbarindo) Jaya Sartika menyebut penguatan dolar AS mengakibatkan profi t dari impor bawang putih makin tipis.

Saham Milik Para Politisi Tersengat Sentimen Pilpres

23 Oct 2023
Tensi politik menjelang pemilihan presiden (pilpres) memanas. Di tengah bayang-bayang sentimen global, pasar masih menerka, apakah pilpres kali ini bisa menambah tekanan atau justru membuat pasar saham lebih sumringah. Research & Consulting Manager Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro mengamati, secara historis, masa kampanye hingga penyelenggaraan pilpres, pasar lebih bergairah. Musim kampanye hingga pilpres 2009, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 4,23%. IHSG juga meningkat pada pilpres 2014 dan 2019 silam. "Melihat tren sebelumnya, pemilu dan kampanye dominan meningkatkan minat investasi di saham domestik," kata Nico, Minggu (22/10). Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project, William Hartanto mengatakan, pilpres memang jadi katalis bagi pasar saham. Tapi, sentimen eksternal dan domestik lain tetap punya peran signifikan. William melihat IHSG cenderung melemah sebelum pilpres, dan menguat lagi setelahnya. Di tengah euforia ini, sebagian pelaku pasar biasanya mengambil peluang dari saham-saham milik tokoh politik. Kondisi itu juga terlihat saat saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) dan PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) melonjak beberapa hari terakhir. Dus, jika tertarik uji nyali mengoleksi saham-saham tokoh politik yang mengambil peran di Pemilu dan Pilpres, Nico mengingatkan agar cermat memperhatikan perkembangan berita. Contoh ABBA dan MARI yang menguat karena isu Erick menjadi cawapres. Bisa jadi terkoreksi saat Erick batal menjadi cawapres. Saham-saham terkait Partai Golkar juga bisa tersengat sentimen ini. Misal, saham Grup Bakrie. Juga bisa berpengaruh ke saham Lalu masih terkait Erick, ada Adaro (ADRO) milik sang kakak, Garibaldi Thohir.

Ungkit Investasi Hilirisasi Yang Serap Tenaga Kerja

23 Oct 2023
Realisasi investasi di sektor hilirisasi sepanjang Januari hingga September 2023 mencapai Rp 266 triliun. Angka tersebut mencapai 25,3% dari total realisasi investasi sepanjang Januari hingga September 2023 sebesar Rp 1.053,2 triliun. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memerinci, realisasi investasi sektor hilirisasi tersebut  terdiri dari sektor mineral sebesar Rp 151,7 triliun. Di antaranya, realisasi investasi smelter nikel Rp 97 triliun, bauksit Rp 7,1 triliun, serta tembaga Rp 47,6 triliun. Kemudian, ada juga di sektor pertanian dengan komoditas minyak kelapa sawit (CPO) dan oleokimia sebesar Rp 39,5 triliun. Selanjutnya, investasi hilirisasi di sektor kehutanan yang mencakup pulp dan kertas senilai Rp 34,8 triliun. Bahlil menyoroti rendahnya realisasi investasi petrokimia. Menurutnya, sektor ini masih harus digenjot untuk menekan impor. "Kita harus dorong untuk metanol, etanol, elpiji karena kita masih impor 7 juta ton per tahun. Subsidi kita diperkirakan untuk gas elpiji tahun ini bisa menembus hampir Rp 100 triliun," ujar Bahlil, Jumat (20/10). "Target saya 25%-30%, kalau bisa 30% jauh lebih baik. Tapi kayanya tidak tercapai. Ini paling hanya 26%-27% dari target yang ada. Tapi 25% pun sudah bagus," tambah Bahlil. Namun yang jelas, pihaknya tetap berupaya menggenjot investasi hilirisasi sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Salah satunya, dilakukan lewat peta potensi hilirisasi di 21 komoditas dengan nilai mencapai US$ 545,3 miliar. Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, hilirisasi masih belum terlalu berdampak kepada kinerja perekonomian yang inklusif. Meski terjadi kenaikan realisasi investasi, namun jumlah tenaga kerja yang terserap masih belum optimal. Sementara Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan asyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Teuku Riefky optimistis, hilirisasi akan berdampak terhadap perekonomian, meski saat ini ia belum memiliki perhitungannya. "Kita akan lihat dampak lebih lanjut ke depannya," kata Riefky.