Ekonomi
( 40498 )Kredit Kuartal IV Diproyeksi Lanjutkan Peningkatan
Menjaga Laju Investasi di Tengah Momen Pesta Demokrasi
CEO UOB Indonesia: Akuisisi Citibank Rampung Tahun Ini
Saling Silang Sawit di Kawasan Hutan
Pintu Rafah Dibuka, Bantuan Terbatas Mulai Masuk Gaza
Iring-iringan pertama 20 truk pengangkut bantuan kemanusiaan mulai memasuki Jalur Gaza setelah pintu gerbang Rafah dibuka, Sabtu (21/10). Kedatangan bantuan ini disambut gembira banyak pihak,tetapi masih jauh dari cukup untuk meringankan penderitaan warga Gaza dari blokade total Israel di tengah perang melawan Hamas. Ini merupakan pasokan pertama bantuan kemanusiaan kepada warga di Jalur Gaza setelah meletusnya perang Hamas-Israel.Perang ini berkobar sejak 7 Oktober lalu, diawali serangan Hamas ke Israel selatan yang menewaskan sedikit nya 1.400 orang. Hamas juga menyandera sekitar 200 orang. Laman berita Pemerintah Mesir, Al-Qahira, melaporkan, baru 20 truk pengangkut bantuan yang diperbolehkan masuk Gaza. Padahal, ada lebih dari 200 truk pembawa sekitar 3.000 ton bantuan tertahan di dekat Rafah wilayah Mesir.
Selain itu, di Rafah wilayah Gaza, ratusan warga pemegang paspor asing juga sudah berhari-hari menunggu izin keluar dari Gaza menuju Mesir melalui gerbang Rafah. Rafah adalah satu-satunya pintu masuk, yang tidak dikontrol oleh Israel, ke Gaza. Israel menyetujui masuknya bantuan dari Mesir ke Gaza berkat permintaan sekutunya, Amerika Serikat. Pembukaan gerbang Rafah berlangsung beberapa jam setelah kelompok Hamas membebaskan dua perempuan sandera berkewarganegaraan AS. Hamas, Jumat (20/10), membebaskan Judith Raanan dan putrinya, Natalie (17). Hamas menyebut pembebasan keduanya atas dasar kemanusiaan dalam kesepakatan dengan Qatar. Raanan dan Natalie diculik Hamas dalam serangan mengejutkan ke Israel selatan, 7 Oktober. (Yoga)
Merayakan Kekayaan Bahari Sulut dengan Festival Tuna
Festival Tuna Sulawesi Utara dimotori oleh jajaran kanwil Kemenkeu serta Ikatan Pengusaha Perikanan (IPP) Sulut. Acara yang dimu lai pada Jumat (20/10) malam ini berlangsung hingga Minggu (29/10) di lapangan parkir Megamall, Kota Manado. Puluhan gerai kuliner, termasuk olahan tuna, meramaikan acara ini. Pada puncak perayaan di hari terakhir, 1.000 paket rahang tuna bakar dan 1.000 dada tuna bakar, yang biasanya disajikan dengan nasi putih, tumis kangkung, serta rica bakar dan dabu-dabu, akan diberikan secara gratis kepada 2.000 orang pemilik kupon. Kupon bisa didapatkan dengan berbelanja di kawasan festival dan membayar dengan QRIS (standar kode respons cepat Indonesia). Semua olahan tuna yang dibagikan massal itu disediakan oleh 18 anggota IPP Sulut. Ketua IPP Sulut Budi Wahono mengatakan, nilai rahang dan dada tuna untuk festival itu Rp 60 juta-Rp 70 juta, dan didanai dengan anggaran tanggung jawab sosial korporasi (CSR). Budi memastikan olahan tuna tersebut telah melalui sistem manajemen keamanan pangan bersertifikasi ISO 22000 yang berstandar ekspor. Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Manado telah memastikan keamanannya. ”Jadi, kalau ambil di IPP, udah pasti kelas satu semua,” ucapnya, Jumat sore.
”Tahun lalu, kami ingin memperkenalkan sashimi, yang selama ini kita ekspor ke Jepang, sebagai makanan sehat di Sulut. Kedua, kami juga ingin mengantisipasi peluang dari KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Pariwisata Likupang sehingga para turis asing bisa menikmatinya dan menjadikannya buah tangan,” ujarnya. Tahun ini, fokus penyelenggara beralih untuk memperkuat pemasaran lokal dengan menggandeng pengusaha kuliner UMKM. Jika permintaan lokal kuat, kata Budi, pengusaha juga diuntungkan karena tetap dapat meraup cuan atau untung maksimal. Di samping itu, konsumen lokal pun tetap mendapatkan kualitas terbaik. Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai di Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara (Kanwil DJBC Sulbagtara) Kemenkeu, yakin akan ada efek pengganda dari perhelatan ini, utamanya dari sisi pariwisata serta pertumbuhan investasi di bidang industri. ”Dari sisi budaya, budaya makan ikan akan menguat. Tentunya, konsumsi akan semakin banyak sehingga dapat mendukung industri perikanan. Kalau stan-stan kuliner ramai dan pengunjung banyak, perekonomian tentu akan bergerak,” ujarnya. (Yoga)
Mengapa Pesepak Bola Kecanduan Judi?
Dalam sepekan terakhir, skandal judi yang melibatkan tiga pemain muda, yakni Nicolo Fagioli (22), Sandro Tonali (23), dan Nicolo Zaniolo (24), membuka lembaran baru masalah di sepak bola Italia. Fagioli dan Tonali telah mengakui mereka kerap memasang taruhan di pertandingan sepak bola, sedangkan Zaniolo mengungkapkan kepada jaksa bahwa ia hanya memainkan poker dan blackjack. Fagioli, pemain Juventus, telah dijatuhi hukuman tujuh bulan larangan bertanding. Adapun Tonali berpeluang mendapat hukuman satu tahun larangan aktif di sepak bola. Hukuman Tonali lebih panjang karena ia mengakui memasang taruhan pada laga AC Milan selama berseragam tim itu. Dalam aturan Italia, pemain dilarang memasang taruhan pada laga profesional di bawah kendali FIGC, UEFA, dan FIFA. Sebelum kasus judi menggemparkan Italia, Ivan Toney, penyerang Brentford, telah menjalani hukuman delapan bulan larangan aktif di sepak bola akibat kecanduan judi.
Kasus yang menimpa pesepak bola di Italia dan Inggris menunjukkan betapa riskannya pemain profesional terperangkap dalam dunia judi. Meskipun dalam masyarakat sosial di Eropa berjudi atau memasang taruhan bukan hal yang haram, ada aturan mengikat untuk atlet. Para atlet dilarang memasang taruhan di pertandingan olahraga yang menjadi mata pencarian utama mereka. Di beberapa negara, terutama Inggris, klub dan kompetisi mendapat sokongan dana besar dari rumah taruhan. Selain itu, psikologis atlet yang terbiasa dalam iklim kompetitif, suka tantangan, dan gemar mengambil risiko juga membuat mereka berisiko besar mengalami kecanduan judi. ”Mereka kompetitif secara alami. Berjudi dengan rekan satu tim meningkatkan risiko mereka. Jika ada kultur berjudi di dalam sebuah tim, itu akan merugikan bagi pemain,” ujar Kieran Murray, penulis jurnal ”Predictors of Adverse Gambling Behaviours Amongst Elite Athletes (2023)”, kepada BBC. Empat hal yang melatar belakangi kultur judi di atlet ialah dukungan dari perusahaan judi (31 %), terpikat sponsor rumah judi (27 %), dipengaruhi rekan satu tim (25 %), dan kemauan sendiri (10 %). (Yoga)
Bunga Naik, Biaya Dana Bank Bisa Naik
Peluang Bisnis Besar dari Ajang Olahraga
China Pertahankan Suku Bunga Acuannya
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









