Ekonomi
( 40733 )Bantalan Ekonomi Digelontorkan
Pemerintah mengeluarkan
tiga paket kebijakan pada akhir tahun 2023 untuk melindungi perekonomian dari
berbagai dampak guncangan global dan siklus El Nino. Paket kebijakan difokuskan
untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat UMKM, dan meningkatkan
keterjangkauan hunian. ”APBN terus memosisikan sebagai instrumen yang responsif
dan cukup fleksibel untuk bisa menjaga masyarakat dan perekonomian kita dari ketidakpastian
dan guncangan global,” ujar Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita,
Rabu (25/10/2023). Kemenkeu sedikitnya menyiapkan tambahan anggaran Rp 13,62
triliun untuk implementasi ketiga paket kebijakan. Paket kebijakan pertama
berupa penebalan bansos untuk memitigasi dampak El Nino guna menjaga daya beli
masyarakat. Awalnya pemerintah hanya merencanakan bansos beras pada
Maret-November dengan anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp 15,9 triliun.
Sebagai penebalan, anggaran
ditambahkan sebesar Rp 2,67 triliun agar program ini dapat berlanjut hingga Desember
2023. Penebalan bansos itu dengan memperpanjang pemberian bansos beras yang
sudah ada, yakni 10 kg per keluarga penerima manfaat (KPM). Pemerintah telah
mengalkulasi akan ada 21,3 juta KPM hingga Desember 2023. Pemerintah juga memberikan
bantuan langsung tunai sebesar Rp 7,52 triliun yang akan disalurkan kepada 18,8
juta KPM pada periode November hingga Desember 2023. Untuk paket kebijakan
kedua, pemerintah akan melakukan penguatan UMKM untuk menopang pertumbuhan ekonomi
ditengah suku bunga yang tinggi dengan melakukan percepatan penyaluran subsidi
kredit usaha rakyat (KUR) yang dianggarkan sebesar Rp 297 triliun. Paket
kebijakan ketiga berupa penguatan sektor strategis untuk menopang pertumbuhan
di sektor perumahan. Pemerintah akan menanggung PPN pembelian rumah dengan
harga sampai Rp 2 miliar. Berdasarkan kalkulasi Kemenkeu, ketiga paket
kebijakan ini dapat menggenjot pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2023,
hingga mencapai 5,06 %. (Yoga)
Perbankan Paling Banyak Terbitkan Surat Utang
OJK Dorong Perencanaan Keuangan sejak Dini
RI Anut Kebijakan Investasi Nonblok
Kredit Tumbuh 12,35%, BRI Semakin Kuat, Selama 9 Bulan Cetak Laba Rp 44,21 Triliun
Investasi Hijau Dongkrak Saham Astra dan Barito Renewables
Smelter Baru Freeport di JIIPE Gresik Siap Beroperasi Mei 2024
Mencari Celah dari Pelemahan Rupiah
Melego Saham demi Perbaikan Kinerja
Depresiasi Rupiah Gerus Kapasitas Penyaluran Kredit Perbankan
Depresiasi rupiah menekan industri perbankan karena berpotensi menggerus kemampuan penyaluran kredit dan meningkatkan risiko kredit. Penguatan dollar AS akan terus terjadi seiring dengan meningkatnya ketidakpastian global. Mengacu pada data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah terpantau sedikit menguat. Pada penutupan pasar, Selasa (24/10) nilai tukar rupiah berada di level Rp 15.869 per dollar AS, menguat 0,46 % dibandingkan penutupan hari sebelumnya, yakni Rp 15.943 per dollar AS. Secara kalender berjalan, rupiah sempat menyentuh level terkuatnya di level Rp 14.632 per dollar AS pada 4 Mei 2023. Sementara itu, nilai tukar rupiah paling lemah pada 23 Oktober. Saat itu nilainya Rp 15.943 per dollar AS atau terdepresiasi 2,2 % dibandingkan penutupan pada 2022.
Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah berdampak terhadap jumlah penyaluran kredit (exposure) perbankan dalam bentuk dollar AS. Hal ini karena adanya selisih akibat depresiasi nilai tukar rupiah. “Bagi perbankan, secara rasional, exposure dalam dollar AS akan otomatis naik dalam ekuivalen rupiah sehingga akan juga menaikkan ATMR (aset tertimbang menurut risiko). Namun, tentu saja tergantung dari porsi exposure tersebut,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (24/10). ATMR merupakan jumlah aset bank dengan pertimbangan risiko, seperti kredit, pasar, dan operasional. Kenaikan ATMR tersebut, salah satunya, akan menurunkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang berarti kemampuan penyaluran kredit bank menjadi terbatas. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









