Kendala Bertubi-tubi LRT Jakarta
JAKARTA – Pengembangan jalur lanjutan light rail transit (LRT) Jakarta rute Velodrome-Manggarai menghadapi berbagai ganjalan sebelum akhirnya dilanjutkan kembali pada paruh kedua 2023. Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Haris Muhammadun mengatakan tender kontraktor LRT Jakarta Fase 1B tersebut sempat gagal akibat sepi pendaftar. “Sempat tidak ada vendor konstruksi yang submit (mendaftar tender) sehingga proyeknya terlambat lagi,” ucapnya kepada Tempo, kemarin.
Pemerintah DKI Jakarta sebetulnya sempat menjadwalkan peletakan batu pertama LRT rute Velodrome-Manggarai itu pada Agustus 2023. Sebelumnya, Pemerintah DKI telah menetapkan trase, menerbitkan laporan analisis mengenai dampak lingkungan, dan beberapa perizinan pendukung. Dengan jalur sepanjang 6,4 kilometers, proyek sepur yang diserahkan kepada PT Jakarta Propertindo atau Jakpro ini akan menyinggahi lima stasiun dari gelanggang olahraga Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur, menuju Kelurahan Manggarai di Jakarta Selatan.
Namun, dalam proses lelang LRT Jakarta Fase 1B tersebut, tidak ada grup kontraktor yang berani menyodorkan dokumen jaminan pelaksanaan proyek. Dari informasi yang didapat Haris, Pemerintah DKI menargetkan jangka waktu konstruksi yang singkat sehingga tidak disanggupi kontraktor. "Periode proyeknya sempat dipatok hanya 18 atau 21 bulan, saya lupa persisnya." (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023