Pintu Rafah Dibuka, Bantuan Terbatas Mulai Masuk Gaza
Iring-iringan pertama 20 truk pengangkut bantuan kemanusiaan mulai memasuki Jalur Gaza setelah pintu gerbang Rafah dibuka, Sabtu (21/10). Kedatangan bantuan ini disambut gembira banyak pihak,tetapi masih jauh dari cukup untuk meringankan penderitaan warga Gaza dari blokade total Israel di tengah perang melawan Hamas. Ini merupakan pasokan pertama bantuan kemanusiaan kepada warga di Jalur Gaza setelah meletusnya perang Hamas-Israel.Perang ini berkobar sejak 7 Oktober lalu, diawali serangan Hamas ke Israel selatan yang menewaskan sedikit nya 1.400 orang. Hamas juga menyandera sekitar 200 orang. Laman berita Pemerintah Mesir, Al-Qahira, melaporkan, baru 20 truk pengangkut bantuan yang diperbolehkan masuk Gaza. Padahal, ada lebih dari 200 truk pembawa sekitar 3.000 ton bantuan tertahan di dekat Rafah wilayah Mesir.
Selain itu, di Rafah wilayah Gaza, ratusan warga pemegang paspor asing juga sudah berhari-hari menunggu izin keluar dari Gaza menuju Mesir melalui gerbang Rafah. Rafah adalah satu-satunya pintu masuk, yang tidak dikontrol oleh Israel, ke Gaza. Israel menyetujui masuknya bantuan dari Mesir ke Gaza berkat permintaan sekutunya, Amerika Serikat. Pembukaan gerbang Rafah berlangsung beberapa jam setelah kelompok Hamas membebaskan dua perempuan sandera berkewarganegaraan AS. Hamas, Jumat (20/10), membebaskan Judith Raanan dan putrinya, Natalie (17). Hamas menyebut pembebasan keduanya atas dasar kemanusiaan dalam kesepakatan dengan Qatar. Raanan dan Natalie diculik Hamas dalam serangan mengejutkan ke Israel selatan, 7 Oktober. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023