;
Kategori

Ekonomi

( 40600 )

CETAK SAWAH DI MENTAWAI YANG GAGAL DAN BERULANG

21 Oct 2023

Mateus Saleleubaja (47), warga Dusun Rogdok, Desa Madobag, Kecamatan Siberut Selatan, masih ingat ketika ia bersama puluhan warga lainnya diminta membuka lahan persawahan sepuluh tahun lalu. ”Ada 30 hektar lahan dijadikan sawah. Rata-rata satu orang menggarap satu hektar. Semuanya gagal, tidak ada yang panen sama sekali,” kata Meteus, yang ditemui Kamis (28/9). Pemkab Kepulauan Mentawai mencanangkan cetak sawah baru seluas 1.000 hektar selama periode 2011-2016 di kepulauan ini, termasuk di Pulau Siberut. Pemerintah pun memberikan sejumlah bantuan dan pendampingan kepada warga untuk menyukseskan program ini. Menurut Mateus, waktu itu ia dan warga lain di Rogdok mendapat bantuan bibit padi, parang, cangkul, dan uang operasional bensin untuk membersihkan lahan dari pepohonan. Selain itu, pegawai dinas pertanian juga memberikan pendampingan. Akan tetapi, sawah yang dibuka di Rogdok gagal total. Sekarang lahan bekas sawah sudah beralih menjadi areal perladangan.

Kisah itu hanya segelintir dari cerita kegagalan program cetak sawah di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai. Selama puluhan tahun, warga diarahkan, bahkan dipaksa bersawah, sejalan dengan dorongan agar warga meninggalkan pangan lokal sagu, keladi, dan pisang. Kisah tutur dan dokumentasi ilmiah telah menunjukkan, upaya cetak sawah berulang kali dilakukan di Pulau Siberut dan kebanyakan menuai kegagalan. Misalnya, laporan Darmanto, peneliti Mentawai yang menjadi Research Fellow at the Oriental Institute, Czech Academy of Sciences, dalam artikelnya di Journal of Southeast Asian Studies (2023), mengungkapkan, upaya cetak sawah di Siberut sudah dilakukan sejak tahun 1911-an oleh Belanda, tapi mengalami kegagalan. Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kepulauan Mentawai, Hatisama Hura, Jumat (13/10), mengatakan, selama periode 2011-2016 memang ada program cetak sawah di Mentawai. Capaian program cetak sawah 1.000 hektar pada periode 2011-2016 itu hanya 300-400 hektar sawah. ”Kebanyakan (sawah yang dibuka itu) tidak berlanjut,” katanya. (Yoga)

Penetrasi Mobil Listrik Rendah, Hybrid Merajalela

21 Oct 2023
JAKARTA,ID-Penjualan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) memang meroket 179% menjadi 10.406 unit per September 2023, seiring guyuran masif insentif dari pemerintah. Akan tetapi, penetrasi mobil listrik masih rendah, hanya 1,3% dari total pasar sebanyak 755 ribu unit, di bawah rata-rata Asean 2% dan dunia 4%. Harga yang masih mahal dan minimnya infrastruktur pengecasan baterai menjadi alasan utama leletnya peningkatan adopsi BEV di Indonesia. Selain itu, hanya ada dua pabrikan besar yang bermain di pasar BEV, yakni Wuling dan Hyundai. Sisanya pendatang baru, seperti MG dan sejumlah merek mobil China, yang tidak mendapatkan insentif. Penjualan HEV melaju kencang, setelah Toyota melepas model rakitan lokal, yakni Innova Zenix dan Yanis Cross. (Yetede) 

Tembus Rp 1.053,1 T Realisasi Investasi Tetap Moncer

21 Oct 2023
JAKARTA,ID-Investasi tetap moncer, meskipun Indonesia sedang memasuki Indonesia memasuki tahun politik. Selama Januari-September 2023, realisasi investasi mencapai Rp1.053,1 triliun, naik 18% dari periode sama tahun lalu ini Rp 1.400 triliun. "Alhamdulillah, investasi sudah tercapai Rp 1.053,1 triliun, tumbuh 18% dibandingnya sudah mencapai 75,2% dari target," ucap Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlia Lahadahlia di Jakarta, Jumat (20/10/2023). "Dalam sejarah dalam bangsa kita, bahwa sekalipun kita masuk tahun politik, tapi global itu menaruh perhatian dan kepercayaan yang sangat luar biasa yang ditandai dengan realisasi investasi ini. Kalau ada orang mengatakan di tahun politik terjadi wait and see tapi mereka  malah agresif untuk merealisasi investasi," ucap Bahlil. (Yetede)

Harita Nickel Bangun Pelabuhan dan Dermaga

21 Oct 2023
JAKARTA,ID-PT Tri Megah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nikcel berencana membangun pelabuhan dan delapan dermaga pada tahun ini. Pembangunan megaproyek tersebut masuk sebagai bagian dari rencana  startegis perseroan di 2023. Direktur Utama PT Trimegah Bangun Persada Tbk Roy Arman Arfandy menyampaikan bahwa sampai saat ini pembangunan berbagai proyek  dan fasilitas Harita Nickel di pulau Obi masih  bisa berlangsung. "Termasuk menyangkut kebutuhan perseroan terhadap infrstruktur pelabuhan dan dermaga  yang akan terus berlanjut kedepannya," jelas Roy kepada Investor Daily baru-baru ini. Roy mengungkapkan pembangunan fasilitas pelabuhan dan dermaga akan menyerap dana belanja modal (capital expenditure/capex) yang sudah dicadangkan perseroan pada tahun ini. Akan tetapi, Roy tidak merinci secara  spesifik besaran  yang akan digelontorkan perseroan untuk membangun sejumlah infrastruktur tersebut. (Yetede)

Meningkatkan Partisipasi Investor dalam Hilirisasi Komoditas SDA

21 Oct 2023
JAKARTA,ID-Pemerintah akan mempertahankan pemberian insentif untuk meningkatkan minat investor agar berpartisipasi dalam hilirisasi komoditas sumber daya alam (SDA). Hilirisasi diharapkan dapat  memberikan  nilai tambah ke perekonomian.  Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, total nilai realisasi investasi sepanjang Januari-September 2023 mencapai Rp266 triliun. Jumlah tersebut mencapai  25,3%  dari total realisasi invetasi sepanjang Januari-September 2023 yang sebesar Rp1.053,1 triliun. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadahlia menjelaskan, saat ini semua negara  terus berupaya memberikan insentif agar investor berminat melakukan investasi, khususnya investasi yang  berkaitan dengan hilirisasi. "Jadi ini memang perang regulasi dalam memengaruhi negara-negara berkembang. Presiden Joko Widodo tetap memberikan perintah  kepada saya,  bahwa kita tetap tetap memberikan tax holiday dan tax allowance sebagai bentuk sweetener (pemanis)," jelas Bahlil. (Yetede)

Gurih Pendanaan Teknologi Kesehatan

21 Oct 2023
JAKARTA – Aliran investasi ke usaha rintisan alias startup bidang kesehatan belum surut meski pandemi Covid-19 sudah berakhir. Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca, membenarkan bahwa industri teknologi kesehatan (medical technology) masih bisa berkembang dan tetap diperhitungkan sebagai sasaran pendanaan ventura. “Selama ada founder yang bagus, pasti kami akan investasi. Bisa ke startup baru maupun yang sudah ada di dalam portofolio kami,” kata Willson kepada Tempo, kemarin, 20 Oktober 2023.

Pada 18 Oktober lalu, grup pemodal ventura terkemuka di Asia Tenggara tersebut baru mengumumkan hasil penggalangan dana sebesar US$ 30 juta atau sekitar Rp 472 miliar yang akan didedikasikan untuk startup kesehatan. Sejauh ini, East Ventures sudah mendanai 30 entitas di sektor kesehatan. Beberapa startup medis yang masuk portofolio East Ventures antara lain Etana, NalaGenetics, Nusantics, dan Diri Care.

Menurut Willson, pandemi Covid-19 membuat masyarakat menginginkan akses kesehatan yang lebih mudah dan serba cepat. Alih-alih meredup ketika endemi, inovasi teknologi justru semakin dibutuhkan dunia medis untuk berbagai keperluan, dari yang menyangkut teknologi bio hingga genomika. “Teknologi berperan penting dalam pembaruan sistem kesehatan, dan hal itu membutuhkan investasi.” (Yetede)

Dukungan Bengkel Pesawat Penting

20 Oct 2023

Setelah pandemi Covid-19 berlalu, industri penerbangan kembali menggeliat. Namun, permintaan yang meningkat itu tak dibarengi dengan kesiapan bengkel pesawat atau fasilitas perawatan, perbaikan, dan pemeriksaan pesawat. Pemerintah perlu meningkatkan pengawasan kelaikan pesawat serta kemudahan impor suku cadang untuk menjawab persoalan ini. Menurut Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia Alvin Lie, sebagian bengkel pesawat (maintenance, repair, and overhaul/MRO) berjatuhan terdampak pandemi Covid-19. Saat bersamaan, maskapai-maskapai penerbangan akan mengaktifkan kembali pesawat-pesawat yang diparkir lama selama pandemi.

”Akibatnya, antrean panjang sehingga maskapai terdampak tak dapat cepat naikkan kapasitasnya,” ujar Alvin saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (19/10). MRO asing terdekat saat ini berada di Singapura. Alhasil, maskapai yang akan memeriksakan pesawatnya harus mengantre panjang di sana. Kondisi serupa terjadi secara global. Selain itu, kelangkaan pasokan suku cadang juga dialami MRO dalam negeri. Indonesia telah memiliki sejumlah MRO, di antaranya PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), anak usaha Garuda Indonesia, serta Batam Aero Technic (BAT) di bawah naungan Lion Air Group. Kesulitan mendapat suku cadang membuka celah bagi vendor-vendor atau distributor untuk menjual barang palsu. Beruntung, vendor-vendor tersebut telah masuk daftar hitam MRO Indonesia. (Yoga)

PAMERAN PERDAGANGAN, TEI Jadi Upaya Redam Penurunan Ekspor

20 Oct 2023

Trade Expo Indonesia (TEI) 2023 merupakan salah satu upaya pemerintah meredam penurunan kinerja ekspor nasional setelah tren kenaikan harga komoditas berakhir. Melalui pameran perdagangan internasional itu, pembeli dari negara lain didatangkan baik langsung maupun tidak langsung atau secara daring. TEI 2023 juga menjadi ajang bagi pemerintah memperkuat ekosistem perdagangan dan industri nasional dengan mendorong pengembangan pendidikan vokasi di kedua sector tersebut. Kemendag menggelar ajang itu secara luring pada 18-22 Oktober 2023 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Adapun secara daring, TEI akan diselenggarakan dengan konsep laman interaktif berbasis katalog elektronik melalui www.tradexpoindonesia.com.

Kemendag menargetkan TEI 2023 dapat menjaring 25.000 pengunjung secara luring dan 33.000 pengunjung secara daring. Transaksinya diharapkan dapat mencapai 11 miliar USD atau Rp 173,4 triliun (kurs Rp 15.731 per USD). Pada hari pertama pameran tersebut, 99 kontrak dagang senilai 4,9 miliar USD telah diraih dari misi pembelian pelaku usaha dari 18 negara. Lima transaksi terbesar berasal dari India dengan nilai kontrak 3,3 miliar USD, Belanda 630,71 juta USD, Jepang 326,90 juta USD, Malaysia 232,69 juta USD, dan AS 220 juta USD. Terdapat juga kontrak dagang dengan pembeli dari negara ekspor nontradisional, seperti Brasil senilai 11,2 juta USD, Afsel 4,37 juta USD, Mesir 553.440 USD, dan Hongaria 80.000 USD. Komoditas Indonesia yang termasuk dalam kontrak dagang itu, antara lain, minyak sawit, makanan dan minuman, kertas, furnitur, panel surya, produk perikanan, batubara, produk kelapa, produk perawatan pribadi, dan kopi. (Yoga)

Suhita, Pembuka Akses Ekonomi dan Wisata Jawa Timur

20 Oct 2023

Pemprov Jatim baru saja meresmikan bus Trans Jatim Koridor III Mojokerto-Gresik, Rabu (18/10). Bus tersebut diuji coba hingga 31 Oktober 2023 sebelum beroperasi secara komersial. Adapun rute perjalanan yang ditempuh, mulai dari Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto, hingga Terminal Balongpanggang, Gresik. Sepanjang perjalanan, bus akan melewati Jalan Jayanegara, Jalan Majapahit, dan Jalan Gajah Mada di wilayah Kota Mojokerto. Selanjutnya, bus berkapasitas 20 tempat duduk dan 10 tempat untuk penumpang berdiri itu, akan melewati Kecamatan Jetis, Gedeg, dan Dawarblandong di wilayah Kabupaten Mojokerto, serta Kecamatan Balongpanggang, Gresik. Layanan di koridor terbaru Trans Jatim ini dinamai Suhita, dari nama Ratu Majapahit ke enam yang memerintah pada tahun 1429-1447 Masehi.

Suhita juga kependekan dari sarana angkutan umum yang hebat, inovatif, tepat, dan akurat. Kehadiran bus Trans Jatim Koridor III ini melengkapi layanan angkutan umum massal yang beroperasi sebelumnya, yakni Koridor I Sidoarjo-Gresik-Surabaya dan Koridor II Mojokerto-Sidoarjo. Dengan adanya layanan transportasi umum massal ini, koneksi kota-kota di Jatim semakin kuat, terutama di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kota Mojokerto, dan Kabupaten Mojokerto. Pakar transportasi yang juga dosen Teknik Sipil Unika sekalius Wakil Ketua Pemberdayaan dan Penguatan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Soegijapranata Djoko Setijowarno menilai, angkutan umum mampu memangkas pengeluaran masyarakat di sektor transportasi hingga 50 %. Rata-rata biaya perjalanan masyarakat menghabiskan 30 % pengeluaran mereka. Dengan angkutan umum, biaya perjalanan hanya 15 %. (Yoga)

PAJAK KARBON, Pelaku Industri Butuh Regulasi yang Matang

20 Oct 2023

Pengusaha berharap rencana pemerintah menerapkan pajak karbon dilakukan secara matang. Kematangan aturan pajak karbon, yang berperan meredam aktivitas ekonomi penghasil emisi, akan melengkapi upaya sektor industri yang saat ini berada dalam tahap transisi penggunaan sumber energi yang lebih bersih dan terbarukan. Ketua Bidang Industri Manufaktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bobby Gafur Umar mengatakan, pada dasarnya sebagian besar pelaku industri, terutama di sector energi dan manufaktur, telah menyiapkan diri terhadap rencana pengenaan pajak karbon. Kendati demikian, pengusaha berharap pemerintah bisa mematangkan regulasinya terlebih dahulu. Sejumlah hal yang perlu dimatangkan adalah penetapan besaran tarif pajak karbon, tata cara penghitungan, pemungutan, pembayaran atau penyetoran, pelaporan, hingga mekanisme pengenaan pajak karbon.

Diharapkan juga ada kematangan dalam target sasaran pajak karbon semestinya diarahkan pada sektor dan subsektor penyumbang utama emisi karbon. ”(Implementasi pajak karbon) Perlu kepastian baik itu dari peraturannya, penghitungannya, maupun standardisasi dari karbon kredit ini. Artinya, regulasinya harus benar dulu baru kami siap terapkan pajak karbon,” ujar Bobby, Kamis (19/10/2023). Momentum penerapan pajak karbon pada dasarnya dinilai tepat dengan upaya transisi industri menuju energi ”hijau”. Saat ini, rata-rata industri di Tanah Air masih minim dalam penggunaan sumber energi baru terbarukan, yakni 12,4 %. ”Kami dari bidang industri manufaktur sedang menjalani transisi energi menuju green certified sehingga pemerintah harus konsisten dan tepat dalam mengimplementasi peraturan pajak karbon,” kata Bobby. (Yoga)