Ekonomi
( 40733 )Bappebti Siap Bentuk Komite Aset Kripto
Pemerintah melalui Bappebti tengah mempersiapkan Komite Aset Kripto. Pedagang fisik aset kripto menyambut baik rencana pemerintah sebagai upaya untuk melengkapi ekosistem aset kripto. Komite Aset Kripto merupakan lembaga yang bertugas untuk memberikan pertimbangan dan bertanggung jawab kepada Bappebti terkait kegiatan dan pengembangan perdagangan aset kripto. Komite tersebut, antara lain, terdiri dari unsur Bappebti, kementerian/lembaga terkait, bursa berjangka, lembaga kliring berjangka, asosiasi, akademisi, praktisi, dan komunitas. ”Betul. (Komite Aset Kripto dibentuk) Supaya tata kelola ekosistem aset kripto dapat lebih baik lagi,” ujar Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko saat dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu (21/10).
Berdasarkan Peraturan Bappebti No 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka, susunan komite tersebut ditetapkan oleh keputusan Kepala Bappebti. CEO Tokocrypto Yudhono Rawis, dalam keterangan tertulisnya, menyampaikan, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Bappebti. Adapun progres pembentukan Komite Aset Kripto masih dalam tahap awal. ”Saat ini, Bappebti masih berfokus pada uji fit and proper (kelayakan dan kepatutan) untuk memberikan lisensi kepada calon pedagang fisik aset kripto (CPFAK) agar mereka dapat menjadi pedagang fisik asset kripto (PFAK). Setelah seluruh proses pendaftaran CPFAK selesai, barulah Komite Aset Kripto menjadi prioritas dan diproyeksikan dapat terbentuk pada akhir 2023 atau paling lambat pertengahan 2024. (Yoga)
Transaksi Sementara TEI Sentuh Rp 401,5 Triliun
Trade Expo Indonesia atau TEI 2023 yang digelar secara luring pada 18-22 Oktober 2023 mampu membukukan transaksi sementara 25,3 miliar USD atau Rp 401,5 triliun. Transaksi diperkirakan akan terus bertambah mengingat pameran perdagangan internasional itu juga digelar secara daring hingga 18 Desember 2023. TEI 2023 digelar secara luring di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Adapun secara daring, TEI diselenggarakan dengan konsep laman interaktif berbasis katalog elektronik melalui www.tradex-poindonesia.com pada 18 Oktober-18 Desember 2023. Mendag Zulkifli Hasan, Minggu (22/10) mengatakan, dari transaksi sementaraTEI 2023 itu,transaksi perdagangan barang dan jasa mencapai 22,49 miliar USD dan investasi senilai 2,81 miliar USD.
”Transaksi itu melebihi target tahun ini yang sebesar 11 miliar USD. Transaksi tersebut juga tidak sekadar transaksi barang, tetapi juga jasa dan investasi di bidang alat kesehatan dan kerja sama pendidikan dengan China senilai 2,81 miliar USD,” kata Zulkifli dalam konferensi pers yang digelar di ICE BSD. Berdasarkan data Kemendag, lima negara yang membukukan transaksi terbesar dalam TEI 2023 adalah China senilai 8,391 miliar USD, Malaysia 6,288 miliar USD, India 6,227 miliar USD, Vietnam 811,28 juta USD, dan Belanda 696,28 juta USD. Adapun produk-produk Indonesia yang paling diminati adalah batubara, kimia dan kimia organik, industri strategis, elektronik, dan makanan olahan. (Yoga)
Pasar Fisik CPO di Bursa Nasional Lebih Efektif
Indonesia telah resmi menyediakan Bursa Berjangka Penyelenggara Pasar Fisik Minyak Sawit Mentah (Crude Palm Oil) atau Bursa CPO untuk menyediakan pasar fisik CPO, Jumat (20/10). Mekanisme yang dimiliki di Tanah Air dinilai lebih efektif daripada bursa CPO di Malaysia yang telah hadir lebih awal. Head of Risk Management Clearing and Group Controller Indonesia Clearing House (ICH) Yudhistira Mercianto menjelaskan, Indonesia berupaya membentuk referensi harga sendiri, tetapi dengan mekanisme perdagangan yang sedikit berbeda dengan yang dilakukan di negeri jiran. ”Di Malaysia, ada keharusan penjual mengirim CPO ke tangki publik terlebih dahulu, sedangkan di kita langsung ke tangki pembeli.
Misalnya, kita membuat persyaratan harus masuk ke tangki yang dikelola bursa atau kliring, itu akan mengubah proses bisnis mereka (pelaku usaha CPO),” kata Yudhistira, akhir pekan lalu, di Jakarta. Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (ICDX) selaku penyelenggara bursa dan lembaga kliring seperti ICH menyerahkan mekanisme pengiriman CPO kepada penjual langsung kepada pembeli sesuai kontrak yang ada, tidak sampai pada membuat tangki publik. ”Cara Malaysia, saya pikir enggak cocok karena cost akan meningkat dari penjual ke tangki publik, lalu dikeluarkan lagi ke tangki pembeli. Itu jadi double cost. Kalau bursa ini, penjual yang langsung siap kirim ke pembeli. Jadi, menghemat biaya operasional tangki publik dan juga dari sisi efektivitas pengiriman,” tutur Yudhistira. (Yoga)
EBUS Himpun Dana Publik Rp 105 Triliun
Komitmen Menuju Rantai Pasok Hijau
Dalam kunjungan beberapa media di Asia Tenggara ke fasilitas DHL Supply Chain Logistic Hub 4 Penang, Selasa (17/10) kesan kumuh sebuah gudang langsung sirna. Udara sejuk dengan sirkulasi terjaga membuat siapa pun yang masuk gudang tak merasa gerah dan pengap. Padahal, rak-rak besi dengan tinggi 15 meter memenuhi ruangan. Dalam rak yang bersekat-sekat itu, tersusun barang-barang dalam kemasan kayu dan plastik yang rapi. Di lorong antara rak-rak besi tersebut, sebuah forklif mondar-mandir beroperasi memindahkan barang. Untuk gudang ini, DHL sudah memiliki sistem semirobotik dalam menempatkan barang-barangnya. Teknologi canggih diterapkan dalam operasinya. Operator tinggal memindai kode batang atau kode respons cepat ke sensor robot untuk mengambil barang. Forklif akan bergerak ke area penyimpanan dan mengambil barang yang diinginkan.
Gambaran gudang modern penuh teknologi seperti ini menjadi hal yang kini lazim ditemui di fasilitas pergudang- an milik DHL. GM Operation DHL Supply Chain Malaysia Viknesvaran Katherason mengatakan bahwa gudang itu sangat efisien karena hanya mempekerjakan 50 orang. Gudang sudah menggunakan teknologi semirobotik dan mengutamakan kendaraan listrik untuk alat berat. Saat ini ada empat gudang DHL Supplay Chain di Penang. ”Biaya operasional gudang kami tergantung permintaan pelanggan. Semakin kompleks pekerjaan di gudang dan semakin canggih teknologinya, maka semakin besar biayanya. Apa pun yang diinginkan pelanggan, kami akan memfasilitasi dengan teknologi,” ucap Viknesvaran. Inovasi dengan teknologi canggih itu adalah bagian dari investasi DHL Supply Chain untuk memperkuat rantai pasok di Asia Tenggara.
Dalam lima tahun ke depan, investasi 350 juta euro akan digelontorkan ke beberapa negara di kawasan ini. Di Indonesia, DHL akan menambah 40.000 meter persegi luas gudang untuk fasilitas DHL Maheswara Green Logistics di Jabar yang akan rampung akhir 2023. Investasi sebesar 25 juta euro itu menitikberatkan keberlanjutan lingkungan dengan penggunaan fitur-fitur seperti panel surya, lampu LED dengan sensor gerak, dan pengumpulan air hujan. Sejalan dengan langkah global DHL Group untuk melakukan praktik logistik yang ramah lingkungan, di Indonesia akan diperluas penggunaan armada kendaraan listrik (EV) dengan target 11 kendaraan pada tahun 2025. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Dengan berbagai upaya tersebut, ambisi untuk menjadi perusahaan logistik netral karbon pada tahun 2030 merupakan keniscayaan. (Yoga)
Penetapan Capres dan Cawapres Topang Penguatan IHSG
Tekad dan Kerja Keras yang Pertama, Modal Nomor Sekian
Kredit Kuartal IV Diproyeksi Lanjutkan Peningkatan
Menjaga Laju Investasi di Tengah Momen Pesta Demokrasi
CEO UOB Indonesia: Akuisisi Citibank Rampung Tahun Ini
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









