;
Kategori

Ekonomi

( 40600 )

Stagnan, Tawaran Gaji di Iklan Lowongan Pekerjaan

19 Oct 2023

Tawaran gaji di iklan lowongan pekerjaan di JobStreet sepanjang 2023 stagnan. Mayoritas industri yang memasang iklan di platform ketenagakerjaan itu tidak mencantumkan perubahan penawaran nominal gaji dibandingkan 2022. Berdasarkan laporan riset ”Paduan Gaji 2023” yang dirilis oleh JobStreet by Seek (JobStreet) akhir September 2023, 95,7 % industri yang memasang iklan lowongan pekerjaan di platform JobStreet menunjukkan tidak ada perubahan tawaran rata-rata gaji yang signifikan pada tahun ini dibandingkan 2022. Sebanyak 1,3 % industri memasang tawaran kenaikan gaji dan 1,4 % industri menunjukkan penawaran nominal gaji yang turun.

JobStreet menggunakan data gaji dari iklan lowongan pekerjaan yang dipasang oleh perusahaan di laman JobStreet Indonesia pada periode April 2022-Maret 2023. Tujuan laporan adalah menganalisis dan melihat tren gaji yang ditawarkan di pasar tenaga kerja. ”Beberapa waktu lalu sempat terjadi fenomena PHK yang besar-besaran karena sejumlah perusahaan mematok nominal gaji yang tinggi dan ini memberatkan operasional perusahaan. Kalau sekarang (2023), mayoritas industri memasang tawaran gaji yang stabil, artinya (mungkin) mereka menginginkan bisnis tumbuh berkelanjutan,” ujar Country Marketing Manager JobStreet by SEEK untuk Indonesia (JobStreet) Sawitri saat temu media, Rabu (18/10) di Jakarta. (Yoga)

Lumbung Pangan Menjawab Tantangan

19 Oct 2023

Memasuki usia ke-354 tahun, Sulsel berupaya mempertahankan posisi sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Problem alih fungsi lahan yang rata-rata 6 % per tahun menggerus produksi padi di daerah ini, sekaligus mengubah wajah lanskap daerah dan kehidupan masyarakatnya. Data Sulawesi Dalam Angka 2023 yang dirilis BPS Sulsel menyebutkan, luas panen tanaman padi di Sulsel tahun 2022 adalah 1.042.107,35 hektar dengan produksi padi 5.341.020,84 ton. Kabupaten Bone merupakan kabupaten dengan produksi padi tertinggi, yakni 894.709,77 ton. Dengan produksi padi 5,3 juta ton, Sulsel relatif surplus. Data Dinas Pertanian Sulsel menyebutkan, kebutuhan konsumsi padi untuk wilayah Sulsel  sekitar 1 juta ton. Artinya, ada kelebihan produksi 2 juta ton yang dapat dikirim ke daerah-daerah.

Dibandingkan dengan 2021, produksi padi Sulsel membaik. Pada 2021, luas panen padi Sulsel seluas 991.935,52 ha dengan produksi 5.152.871,43 ton. Namun, jika dibandingkan dengan produksi lima tahun lalu (2018) yang mencapai 5,7 juta ton, angka itu turun. Persoalan alih fungsi lahan dan rendahnya minat generasi muda bertani, antara lain, terlihat jelas di Kabupaten Gowa. Di wilayah itu, banyak areal sawah yang berganti rupa menjadi permukiman. Kota Makassar yang sudah kian padat menyebabkan kawasan-kawasan pertumbuhan baru beralih ke Kabupaten Gowa dan Maros. Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel Imran Jausi mengatakan, “Kami sudah buat regulasi untuk menekan alih fungsi lahan. Misalnya, untuk sawah kelas 1 atau yang beririgasi, jika dialihfungsikan, harus diganti rugi tiga kali lipat. Kami belum bisa memberi insentif untuk mempertahankan lahan,tetapi kami berupaya menerapkan sanksi tegas,” katanya. (Yoga)

Pisang, Tradisi dan Harapan Baru Sulsel

19 Oct 2023

Sepanjang perjalanan di Kabupaten Gowa, Sulsel, sejauh mata memandang, tanaman pisang mudah ditemui di halaman rumah warga atau di kebun-kebun mereka. ”Saya sudah puluhan tahun menanam pisang. Menanamnya mudah, ongkos pemeliharaan minim, tapi hasilnya lumayan. Dari daun, buah, hingga jantung pisang, semua bisa dijual,” kata Daeng Tuppu (63), petani pisang di Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Kamis (12/10). Ia memiliki ratusan pohon pisang di kebunnya. Sembari menunggu pisang berbuah, Daeng Tuppu mengambil daun yang sudah bisa dijual. Tiga kali sebulan, pembeli daun pisang datang ke kebunnya. Selembar daun pisang dihargai Rp 2.500. Dia hanya mengizinkan paling banyak dua lembar daun per pohon. Dari menjual daun saja, sedikitnya dia mendapatkan Rp 1,5 juta per bulan. Tak terpikir dalam benak petani pisang di Gowa bahwa pisang bisa diekspor. ”Kalau ada hasilnya dijual ke pasar atau kadang diambil pedagang. Daunnya juga menghasilkan. Padahal biasanya hanya dibiarkan begitu saja,” ujar Narang (54), petani di Kecamatan Parangloe.

Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin menjadikan budidaya pisang sebagai salah satu fokus programnya. Budidaya pisang dilihat menjadi solusi atas persoalan tengkes, kemiskinan, hingga pengangguran di Sulsel. ”Ini sudah diawali penanaman bibit pisang Cavendish di Kecamatan Mare, Kabupaten Bone. Selanjutnya ke kabupaten lain. Kita berharap akan tumbuh hingga ke pasar ekspor,” kata Bahtiar, Senin (9/10), yang menganggarkan Rp 1 triliun untuk budidaya pisang. Ia menargetkan penanaman 1 miliar pohon secara bertahap di lahan seluas 500.000 hektar. Menurut Bahtiar, di tengah tanaman pangan utama, yakni padi dan jagung yang tak menunjukkan peningkatan signifikan, pisang bisa menjadi alternatif pendapatan baru, terlebih lagi, pisang adalah bagian dari tradisi dan budaya yang tak terpisahkan dari orang Sulsel. Banyak sekali makanan khas Sulsel yang berbahan dasar pisang, seperti Barongko, roko-roko uti, es pisang ijo, es pallubutung, sanggara blanda, dan pisang epe. (Yoga)

Ketangguhan Indonesia Hadapi Tantangan Global

19 Oct 2023
JAKARTA,ID-Surat kabar harian Investor Daily bersama PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk menggelar konferensi  dan pameran investasi terbesar di Indoensia bertajuk "BNI Investor Daily Summit 2023". Acara ini akan digelar pada 24-25- Oktober 2023 di Hutan Kota Plataran, Senayan, Jakarta. Seperti pelaksanaan tahun lalu, Presiden Jokowi akan membuka event tahunan ini. "Kami bersyukur acara ini mendapat dukungan yang begitu besar dari banyak pihak. Mulai dari Bapak Presiden, juga menteri dan pimpinan lembaga pemerintah, pelaku usaha, hingga peneliti dan pakar baik dari dalam maupun dari luar negeri. Kami berharap acara kali ini, dapat tahun yang krusial dalam politik nasional, BNI Investor Daily Summit dapat kembali menjadi platform pertemuan gagasan  untuk Indonesia kedepan," ujar Chairman B-Universe Media Holdings Enggartiasto Lukita dalam ketenagnnya. (Yetede)

Tingkatkan Hilirisasi untuk Maksimalkan Potensi FDI

19 Oct 2023

JAKARTA,ID- Indonesia perlu terus fokus meningkatkan hilirisasi sektor industri. Hal ini untuk memaksimalkan potensi foreign direct investment (investasi asing langsung/FDI) yang dimiliki berupa keragaman dan sumber daya alam yang melimpah. Hal ini berkaitan dengan kunjungan kerja Presiden Jokowi ke China untuk menghadiri Belt and Road International Cooperation ke-3, serta ke Riyadh, Arab Saudi, untuk melakukan pertemuan dengan Putera Mahkota Arab Saudi dan memimpin KTT pertama Asean-Gulf Cooperation Organization (GCC) mampu menggali potensi FDI. Selain itu, Presiden Jokowi juga memimpin KTT ke-1 Asean-GCC (Gulf Cooperation Council) terlebih dahulu sebelum kembali ke Indonesia pada 21 Oktober 2023. "Pemerintah Indonesia harus terus berfokus pada hilirisasi sektor industri untuk komoditas-komoditas seperti nikel, tembaga, dan timah, sektor kesehatan, sektor ketahanan pangan, dan pembangunan IKN," jelas Pakar Hukum Bisnis dan Perdagangan Internasional Ariawan Gunadi. (Yetede)

Waspada Kredit Macet Memburuk

19 Oct 2023
JAKARTA — Industri pembiayaan atau multifinance terus berupaya menjaga kualitas penyaluran kredit, khususnya terhadap segmen kredit kendaraan bermotor. BCA Finance, misalnya, berupaya menjaga tingkat rasio kredit macet (non-performing loan/NPL) perseroan tetap di bawah 3 persen.  Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim menuturkan tingkat NPL pada September lalu tercatat 2,63 persen. BCA Finance berkomitmen untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam menyalurkan pembiayaan, meski target pembiayaan baru pada tahun ini diharapkan dapat melesat hingga Rp 37 triliun. 

Adapun pada periode Januari hingga September 2023, pertumbuhan pembiayaan baru perseroan mencapai Rp 29,4 triliun atau naik 26 persen dibanding pada periode yang sama tahun lalu.  “Selebihnya, untuk mengantisipasi NPL, kami berusaha maksimal menagih kepada nasabah yang sudah masuk kategori macet,” ujarnya kepada Tempo, kemarin. Dari sisi porsi pembiayaan, BCA Finance masih didominasi oleh pembiayaan mobil baru sebesar 70 persen. Sedangkan pembiayaan mobil bekas sebesar 30 persen. (Yetede)

Prajogo Pangestu, Taipan Paling Tajir di Bursa

19 Oct 2023
Lagi-lagi fenomena saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di lantai bursa. Sejak mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), lonjakan harga saham BREN  telah membawa cuan besar bagi para pemilik sahamnya. Betapa tidak, sejak melantai di BEI pada 9 Oktober 2023, harga saham BREN terus meroket. Pada akhir perdagangan Rabu (18/10), BREN parkir di level Rp 3.790 per saham. Artinya, para investor yang mendekap saham BREN sejak initial public offering (IPO) di harga Rp 780 per saham, mereka sudah mencatatkan cuan hingga 385,89%. Tidak hanya investor publik yang sumringah. Nilai kekayaan taipan pemilik Grup Barito, Prajogo Pangestu dan keluarganya, juga melesat terangkat kenaikan harga saham emiten energi baru terbarukan (EBT) itu. Bahkan kini, Prajogo tercatat sebagai investor paling tajir di bursa dan di  Tanah Air, berkat dorongan BREN. Jika menghitung dengan saham-saham lain yang dimilikinya secara langsung maupun tak langsung, total nilai aset saham Prajogo dan keluarganya mencapai sekitar Rp 533,06 triliun. Nah, nilai aset saham milik Prajogo itu sudah melampaui kalkulasi nilai kekayaan Low Tuck Kwong, yang kini tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes dan Bloomberg Billionaires Index. Low Tuck Kwong adalah pemilik saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Samindo Resources Tbk (MYOH) dan PT Voksel Electric Tbk (VOKS). Nilai aset sahamnya ditaksir sekitar  Rp 407,62 triliun. Economist & Financial Market Specialist Lucky Bayu Purnomo melihat kenaikan harga BREN disebabkan  energi hijau yang tengah naik daun. BREN juga punya kapasitas pembangkit listrik terpasang sebesar 885 megawatt (MW). Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai, sebagai pebisnis,  langkah Prajogo membawa BREN listing di bursa merupakan bagian dari strategi pengembangan usahanya. Teguh Hidayat, Pengamat Pasar Modal & Direktur Avere Investama menilai harga BREN berpotensi  dikendalikan market maker karena porsi free float yang minim. Porsi kepemilikan masyarakat di BREN hanya 3%. 

Transaksi Berjalan Terancam Defisit Lagi

19 Oct 2023
Surplus neraca perdagangan tak berarti neraca transaksi berjalan mencetak surplus juga. Transaksi berjalan per kuartal ketiga terancam kembali membukukan defisit. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), akumulasi surplus neraca perdagangan barang pada kuartal III-2023 mencapai US$ 7,85 miliar, sedikit di atas surplus pada kuartal II-2023 yang mencapai US$ 7,82 miliar. Namun, itu jauh lebih rendah dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 17,08 miliar. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz tak melihat ada potensi neraca transaksi berjalan surplus pada kuartal III-2023. Dari hitungannya, neraca transaksi berjalan akan defisit sebesar 0,8% dari produk domestik bruto (PDB), atau melebar dari defisit di kuartal sebelumnya, yaitu 0,55% dari PDB. Bahkan, defisit transaksi berjalan kemungkinan berlanjut pada kuartal IV-2023. Dari perhitungan Faiz, defisit transaksi berjalan pada kuartal depan sebesar 0,3% PDB. Penyebabnya, defisit di neraca jasa yang kemungkinan naik. Jika itu terjadi, defisit transaksi berjalan alias current account deficit (CAD) 2023 bakal mencapai 0,4% PDB. Berbeda, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual masih optimistis, surplus neraca perdagangan barang akan membuka jalan bagi transaksi berjalan untuk mencetak surplus. Dari perhitungan David, surplus neraca transaksi berjalan di kuartal III sebesar 0,3% dari PDB. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro juga memperkirakan, defisit transaksi berjalan untuk tahun 2023 sebesar 0,65% PDB. Alasan dia, kinerja ekspor di sisa tahun ini akan sangat dipengaruhi performa ekonomi negara-negara yang menjadi mitra dagang utama Indonesia.

Jelang Tutup Tahun, Emiten Rajin Akuisisi

19 Oct 2023
Aksi akuisisi emiten kembali terjadi. Teranyar, emiten Grup Astra, PT United Tractors Tbk (UNTR) menggali lebih dalam potensi bisnis di bidang nikel. Melalui anak usahanya, PT Danusa Tambang Nusantara (DTN), UNTR kembali menjalankan aksi akuisisi perusahaan nikel. Sara K Loebis, Sekretaris Perusahaan UNTR menginformasikan pengambilalihan saham PT Anugerah Surya Pacific Resources (ASPR) oleh Danusa Tambng Nusantara. Anugerah Surya  merupakan perusahaan tambang nikel dan kegiatan usaha lain terkait dengan nikel. Sara membeberkan, pada 16 Oktober 2023, Danusa telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Shares Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan tiga perusahaan. Meliputi PT Kalira Pascama (KP), PT Bintang Prima Investama (BPI), serta  PT Anugerah Dayakaya Angkasa (ADA). Lantas sebanyak 16,67% milik Bintang Prima dari total seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam ASPR. Serta sebanyak 16,67% milik Anugerah Dayakaya Angkasa dari total seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Anugerah Surya. Sebelumnya, pada 21 September 2023 UNTR melalui Danusa Tamabang Nusantara juga  telah menyelesaikan transaksi dengan Nickel Industries Limited (NIC) atas pengambilan 857 juta saham biasa baru yang dikeluarkan NIC. Total nilai transaksi ini mencapai A$ 942,7 juta. Melihat aksi akuisisi yang kian marak jelang akhir tahun, analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto mengatakan tujuan emiten melakukan akuisisi tentunya untuk memperkuat pertumbuhan bisnis. Selain itu, bisa juga untuk efisiensi operasional dengan menggabungkan teknologi, dan infrastruktur yang dimiliki oleh ekosistem perusahaan sehingga dapat mengurangi biaya operasional. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta memprediksi, hingga akhir tahun 2023 akan semakin marak emiten melakukan aksi akuisisi karena memang selalu terjadi menjelang akhir tahun.

Daya Beli Loyo Menjadi Tantangan

19 Oct 2023
Kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) diprediksi cenderung stagnan sepanjang tahun ini. Sebab, perseroan ini masih akan menghadapi sejumlah tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Cindy Alicia mengatakan, dari domestik tantangan datang dari perubahan perilaku pelanggan serta daya beli konsumen yang lesu. Sementara dari luar negeri, ketidakstabilan nilai tukar di Nigeria memiliki dampak negatif pada kinerja ekspor pada semester II ini. Pasar Nigeria cukup berpengaruh signifikan terhadap pendapatan ekspor SIDO lantaran porsi ekspor ke Nigeria mencapai 30% dari total ekspor perusahaan. Meski begitu, SIDO berusaha menjalankan strategi jangka panjangnya, seperti fokus pada branding untuk beberapa produk baru seperti minuman siap minum dan Esemag melalui peningkatan investasi dan edukasi produk. Kemudian, distributor baru di Filipina yang diharapkan akan beroperasi penuh di semester II ini, setelah mulai beroperasi sejak Mei 2023. "Selain itu bisnis minyak atsiri yang juga aktif dijajaki peluangnya di pasar domestik untuk memperluas portofolio klien," jelasnya, Rabu (18/10). Segmen tersebut mencetak pertumbuhan 9,24% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 595,19 miliar. Marjin laba kotor segmen tersebut juga naik menjadi 31% akibat menurunnya bebarapa harga bahan baku. Sementara laba bersih diperkirakan masih akan stagnan atau sama dengan tahun lalu sebesar Rp 1,1 triliun. Analis RHB Sekuritas Vanessa Karmajaya menilai, prospek SIDO ke depan didorong ekspansi penguatan produk. Harapannya, ini bisa memperluas pangsa pasar SIDO dan meningkatkan pendapatan jangka panjang. Analis Panin Sekuritas Rizal Rafly juga memandang positif upaya inovasi produk SIDO. Perseroan ini juga telah menunjukkan rekam jejak penetrasi pasar yang kuat, dengan fokus berkembang ke luar Jawa, seperti ke wilayah Sumatera, Kalimantan, dan kawasan timur Indonesia. Vanessa mengatakan, usai pandemi terjadi pergeseran alokasi belanja masyarakat terhadap produk kesehatan. Karenanya, ia memproyeksi pertumbuhan yang cenderung mendatar untuk SIDO tahun ini dengan kisaran 1%-5%. "Kami memprediksi pertumbuhan perusahaan akan flat to soft growth," sebut Vanessa.