Ekonomi
( 40498 )Rusia Ikuti China Larang Produk Laut asal Jepang
Rusia mengumumkan akan melarang semua impor makanan laut
asal Jepang, Senin (16/10) terkait pelepasan air yang terkontaminasi radioaktif
dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima. Kebijakan ini mengikuti langkah
China yang telah melarang seluruh impor makanan laut asal Jepang pada akhir
Agustus 2023. Lembaga regulator produk pertanian Rusia, Rosselkhoznadzor,
mengatakan, langkah yang diterapkan pada Senin ini merupakan tindakan pencegahan.
Pelarangan tetap berlaku hingga tersedia informasi bahwa keamanan produk-produk
makanan laut makanan laut Jepang terkonfirmasi aman.
Menurut Rosselkhoznadzor, selama Januari-September, Rusia
mengimpor 118 metrik ton ikan dan makanan laut dari Jepang. Sebagian besar ikan
dan makanan laut Rusia juga ditangkap di perairan wilayah timur jauh yang
relatif dekat dengan Jepang. Pada akhir Agustus lalu, pihak China menyebut
pelepasan air olahan limbah radioaktif Fukushima sebagai tindakan egois dan
tidak bertanggung jawab. Jepang memulai tahap pelepasan pertama air
terkontaminasi Fukushima pada 24 Agustus 2023. Mereka mengklaim tindakan itu
aman karena air limbah terlebih dulu diolah sebelum dilepaskan ke Samudra
Pasifik. Tahapan kedua mereka mulai pada 5 Oktober 2023. Pelepasan limbah ini
juga dianggap aman oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). (Yoga)
Stok Beras Tertekan Produksi dan Restriksi
Stok beras Indonesia pada tahun ini tertekan penurunan
produksi dan restriksi ekspor beras dari negara lain. Produksi beras nasional diperkirakan
turun 650.000 ton dan impor sedikit terhambat meskipun ada pengalihan negara
asal impor beras. Berdasarkan hasil survei kerangka sampel area, BPS memperkirakan
produksi beras nasional pada 2023 sebanyak 30,9 juta ton. Jumlah itu turun
sebanyak 650.000 ton atau 2,05 % dibandingkan dengan produksi beras tahun lalu
yang mencapai 31,54 juta ton. Penurunan produksi beras terbesar terjadi di
Sulsel, Jabar, dan Jateng. Secara tahunan, produksi beras di Sulsel turun
239.332 ton atau 7,78 %, Jabar 195.605 ton (3,58 %), dan Jateng 169.448 ton
(3,15 %). ”Produksi beras turun lantaran luas panen padi berkurang akibat
kekeringan panjang yang disebabkan El Nino,” kata Plt Kepala BPS Amalia
Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di
Jakarta, Senin (16/10).
Kondisi itu juga akan membuat defisit neraca produksi dan konsumsi
beras pada Juli 2023 berpotensi makin melebar sampai akhir tahun ini. Per Juli
2023, Indonesia mengalami defisit beras 70.000 ton. Pada Desember 2023, defisit
beras itu berpotensi melebar menjadi 1,45 juta ton. Namun, neraca beras
nasional sepanjang tahun ini diperkirakan masih surplus 280.000 ton, lebih
rendah dibandingkan dengan surplus tahun lalu sebesar 1,3 juta ton. Untuk menambah
cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog, pemerintah telah
mengalokasikan kuota impor beras sebanyak 2,3 juta ton tahun ini. Dari jumlah
itu, BPS menyebutkan, realisasi impor beras pada Januari-September 2023 telah
mencapai 1,786 juta ton, senilai 980 juta USD. Menurut Amalia, restriksi ekspor
beras yang dilakukan sejumlah negara juga berpengaruh terhadap impor beras yang
dilakukan Indonesia. Ada tiga negara yang menerapkan pembatasan ekspor beras,
yakni India (20 Juli 2022-31 Desember 2023), Bangladesh (29 Juni 2022-31
Desember 2023), dan Rusia (30 Juni 2022-31 Desember 2023). (Yoga)
Kolaborasi Maritim RI-Belanda Berlanjut
Indonesia-Belanda berupaya memperkuat kerja sama maritim pada tiga sektor prioritas, yakni pengembangan pelabuhan berkelanjutan, energi terbarukan, dan edukasi maritim. Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi dalam keterangan pers Bilateral Maritime Forum (BMF) ke-5 Indonesia-Belanda, Senin (16/10/2023), mengemukakan, kemitraan diharapkan menghadirkan peluang investasi yang bermanfaat bagi kedua negara. (Yoga)
Utang Luar Negeri Perlu Kewaspadaan
Utang luar negeri Indonesia pada akhir Agustus 2023 menurun
0,8 % secara tahunan menjadi 395,1 miliar USD. Utang tersebut dinilai tetap sehat
dilihat dari posisi jangka waktu utang yang mayoritas berjangka panjang dan
rasio utang dengan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah ambang batas. Namun,
pengelolaan utang perlu kewaspadaan terhadap pelemahan nilai tukar rupiah dan
suku bunga The Fed. Berdasarkan data BI, utang luar negeri (ULN) Indonesia
hingga akhir Agustus 2023 tersebut terdiri atas utang pemerintah dan bank
sentral (utang publik) sebesar 200,8 miliar USD atau 50,82 % dari total ULN.
Selebihnya berasal dari utang swasta sebesar 194,3 miliar USD atau 49,28 % dari
total ULN. Secara keseluruhan, posisi ULN Indonesia didominasi oleh ULN jangka
panjang dengan porsi 87,4 % dari total ULN.
Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, dalam
keterangan resminya, Senin (16/10) menjelaskan, ULN pemerintah pada Agustus 2023
tumbuh melambat 3,6 %. Posisi ULN pemerintah tersebut turun dari 193,2 miliar USD
pada Juli 2023 menjadi 191,6 miliar USD pada Agustus 2023. ”Perkembangan ULN
tersebut utamanya dipengaruhi oleh perpindahan penempatan dana investor nonresident
(asing) dalam pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestic seiring dengan
volatilitas di pasar keuangan global yang tinggi,” ujarnya. Direktur Eksekutif
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad berpendapat,
pemerintah tetap perlu mewaspadai adanya potensi risiko dari ULN tersebut.
Risiko tersebut meliputi pelemahan nilai tukar rupiah dan kebijakan suku bunga
tinggi untuk waktu yang lama (higher for longer) oleh The Fed, bank sentral AS.
(Yoga)
BUMN Berambisi Jadi Pemain Pusat Data di Asia Tenggara
Indonesia melalui PT Telkom Data Ekosistem berambisi menjadi
pemain utama penyedia pusat data di Asia Tenggara pada 2030. Pertumbuhan
ekonomi digital dalam negeri yang dibarengi permintaan yang tinggi dinilai
menjadi modal utama untuk mengembangkan pasar itu. ”Kami dari BUMN akan
mendorong penuh dari regulasi yang mendukung supaya kita menjadi salah satu pemain
global, terutama di ASEAN dalam bidang data center,” ujar Wakil Menteri BUMN,
Rosan Perkasa Roeslani di kantor Hyperscale Data Center (HDC),Cikarang, Jabar,
Senin (16/10).
PT Telkom Data Ekosistem, akan berkompetisi dengan pihak
swasta ataupun asing. Namun, anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
itu terbuka untuk bekerja sama guna menarik klien-klien asing. Pertumbuhan
ekonomi digital Indonesia menambah optimisme pemerintah untuk mendorong
pengembangan pusat data. Perekonomian digital di Tanah Air diproyeksikan tumbuh
delapan kali lipat, dari Rp 632 triliun pada 2020 menjadi Rp 4.531 triliun pada
2030. Kenaikan itu linier dengan kontribusinya terhadap PDB, dari 4 % menjadi
18 %. (Yoga)
Jangan Asal Cepat di ”Sekuel” Kereta Cepat
Mulai Rabu (18/10) pekan ini, masyarakat sudah bisa menaiki Whoosh,
kereta cepat Jakarta-Bandung, dengan membayar tiket promo seharga Rp 300.000
untuk semua rute. Tak berlama-lama, Pemerintah RI bersiap memperpanjang rute
Whoosh hingga Surabaya melalui jalur selatan Jawa. Kerja sama dengan China melalui
Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI) pun kembali dilirik.
Bertepatan pula, pekan ini sedang diadakan KTT BRI (BRI Summit) di Beijing,
China. Presiden Jokowi dijadwalkan menghadiri KTT BRI dan menegosiasikan kelanjutan
kerja sama pembangunan kereta cepat antara kedua negara. Menurut rencana, Indonesia
akan melobi Pemerintah China agar bersedia memperbaiki struktur kerja sama
serta memberikan bunga pinjaman yang lebih terjangkau untuk menggarap proyek sekuel
Whoosh itu.
Direktur Institute of International Affairs Renmin University
of China Wang Yiwei, yang bertindak sebagai anggota panel penasihat bagi Kementerian
Luar Negeri China, menilai, Indonesia perlu bertahap melakukan rencana pengembangan
kereta cepat Whoosh. ”Dua hari lagi (Rabu) akan ada penjualan tiket perdana untuk
Whoosh. Mari kita lihat dulu seperti apa itu berjalan. Pelajaran penting yang
kami dapat dari pengalaman mereformasi dan membuka diri ke dunia adalah
reformasi itu harus dilakukan bertahap,” katanya dalam jumpa pers Public Diplomacy
Advisory Panel of Foreign Affairs of China di Jakarta, Senin (16/10). Menurut
dia, Pemerintah China akan terlebih dahulu mengevaluasi berjalannya kereta
cepat Jakarta-Bandung selama satu tahun ke depan sebelum membahas potensi
melanjutkan proyek baru. (Yoga)
Batam Kian Diminati Industri Tenaga Surya
Perusahaan industri hilir tenaga surya asal AS, Atelier Solar, membangun pabrik di Kawasan Industri Wiraraja, Kota Batam, Kepulauan Riau. Kehadiran perusahaan itu menambah daftar panjang industri hilir tenaga surya yang berinvestasi di Batam setelah pemerintah berencana mengekspor listrik energi bersih ke Singapura. Presdir Kawasan Industri Wiraraja Akhmad Ma’ruf, Senin (16/10) mengatakan, Atelier Solar merupakan perusahaan pembuat panel surya dan baterai. Pada tahap pertama, perusahaan itu bakal mengucurkan investasi Rp 1 triliun untuk membangun pabrik seluas 2 hektar di Kawasan Industri Wiraraja.
”Tahap awal, Atelier baru akan memproduksi panel surya dan butuh lebih kurang 525 pekerja. Produk yang dihasilkan akan diekspor ke AS,” kata Ma’ruf yang juga menjabat Ketua Kadin Kepri. Selain Atelier, ada enam perusahaan industri hilir tenaga surya lain yang berinvestasi di Kawasan Industri Wiraraja, yaitu PT Jaya Electrical Energy, PT Marubeni Global Indonesia, PT Wiraraja Yunan International, PT Apolo Solar Indonesia, PT Alpha Solar, dan PT Tynergi Technology Indonesia. Menurut Ma’ruf, banyak perusahaan energi baru terbarukan asal AS, China, Jepang, dan Singapura yang berminat membangun pabrik di Batam. Hal ini karena lokasi Batam yang strategis di jalur pelayaran internasional. Selain itu, sebagai kawasan perdagangan bebas (free trade zone/FTZ), Batam juga menawarkan insentif fiskal kepada para investor. (Yoga)
Ekspor Benih Lobster demi Pembudidaya
Arik Hari Wibowo, Fungsional Utama Analis Aquakultur Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Cirebon, Jawa Barat, Senin (16/10/2023), mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan merancang regulasi untuk membuka lagi ekspor benih bening lobster. Dimana kebijakan itu dilakukan demi mengembangkan lobster dalam negeri dan memacu masyarakat untuk membudidayakannya. (Yoga)
Kalsel Panen Raya di Tengah Ancaman El Nino
Sejumlah daerah di Kalsel masih bisa melakukan panen raya
padi di tengah ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino. Bahkan, hasil panen
padi tahun ini diakui petani lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya. Pemda optimistis
produksi padi tahun ini akan meningkat hingga mencapai 1 juta ton. Untuk
kesekian kalinya di musim kemarau tahun ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Kalsel melaksanakan panen raya padi. Kali ini, panen raya dilaksanakan di
hamparan sawah milik petani di Desa Penggalaman, Kecamatan Martapura Barat,
Kabupaten Banjar, Senin (16/10). Bahrun (58), petani di Desa Penggalaman,
mengatakan, hasil panen padi tahun ini lebih bagus daripada hasil panen padi
tahun sebelumnya meski kemarau tahun ini lebih ekstrem. Faktor yang paling
menentukan adalah varietas padi yang ditanam.
”Sebelumnya, kami selalu menanam padi lokal. Tetapi, mulai
tahun ini kami menanam padi unggul. Kami dianjurkan untuk mengganti varietas setelah
dua tahun terakhir gagal panen akibat serangan tungro,” ujar petani dari
Kelompok Tani Karya Bersama itu di sela-sela acara syukuran panen raya padi di
Penggalaman. Bahrun mengungkapkan, tahun ini ia mendapat gabah sebanyak 600
kaleng dari sawah garapannya seluas 1 hektar (ha). Biasanya dari lahan 1 ha, dia
hanya mendapat padi sekitar 200 kaleng. Satu kaleng memuat sekitar 20 liter gabah.
”Kemarau sejauh ini tidak jadi persoalan di daerah kami karena irigasinya
bagus. Kami tetap bisa menggarap lahan karena air masih tersedia dan cukup
untuk mengairi sawah,” katanya. (Yoga)
Cuaca Panas Memicu Penurunan Produktivitas
Dampak meningkatnya suhu yang masih berlangsung hingga saat
ini tak hanya memicu penurunan tingkat produktivitas pekerja di luar ruangan.
Cuaca panas juga menurunkan produktivitas para karyawan yang bekerja di dalam
kantor dengan penyejuk ruangan. Meski bekerja di dalam ruangan dengan penyejuk
ruangan (AC), Raya Maulazahra (28), karyawan swasta di Jakpus, masih sering merasa
gerah dan mudah lelah saat bekerja. Dampak cuaca panas ini membuatnya kurang
bersemangat. Bahkan, pernah ia tidak mampu mengerjakan laporan tepat waktu sehingga
mendapat teguran dari atasan. ”Mata saya terasa panas dan mudah lelah, tetapi
harus menghadap komputer sepanjang waktu,” ujar Raya yang kerja di bagian
digital marketing, Senin (16/10). ”Bahkan, saya pernah tidak bisa tidur hingga
pagi hari karena gerah. Itu membuat saya mudah mengantuk saat bekerja, terlebih
saat jam siang. Hal itu mengganggu kinerja saya,” katanya.
Karyawan swasta di Jakarta Barat, Aisy Safiyah (25), juga kurang
fokus dalam bekerja akhir-akhir ini. Selain mudah lelah, ia juga gampang haus. Bekerja di dalam ruangan tak lantas membuat
Aisy terbebas dari panasnya cuaca di luar. Saat jam makan siang, ia terkadang
keluar membeli makan. Peralihan suhu dari ruangan ber-AC ke luar ruangan yang
panas membuat kulit Aisy menjadi lebih kering. Untuk meminimalkan tingkat
penurunan produktivitas karyawan, pihak kantornya menyiapkan sejumlah vitamin dan
selalu memastikan ketersediaan air putih. Para atasan juga rutin bertanya
kondisi kesehatan karyawan untuk mengetahui apakah mereka dalam keadaan fit
atau tidak. Hasil riset dari Universitas Exeter, Inggris, yang dipublikasikan
dalam jurnal Environmental and Resource Economics pada 30 Agustus 2023 menunjukkan,
meski kondisi suhu di dalam pabrik terkendali dengan adanya penyejuk ruangan,
produktivitas pekerja di dalamnya turun 0,83 % setiap peningkatan 1 derajat
celsius di luar ruangan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









