;
Kategori

Ekonomi

( 40498 )

Bursa CPO dan Realitas Pasar

16 Oct 2023

Setelah tertunda-tunda, akhirnya bursa CPO diluncurkan 13 Oktober lalu dengan tujuan menjadikan Indonesia barometer harga CPO dunia, karena Indonesia produsen terbesar CPO, menyumbang 85 % produksi CPO dunia pada 2022. Selama ini Indonesia tergantung pada bursa Rotterdam dan Malaysia dalam penentuan harga sawit. Dengan adanya bursa CPO di dalam negeri, pembentukan harga CPO diharapkan lebih adil, transparan, akuntabel, dan real time (Kompas, 14/10). Persoalannya, bagaimana keinginan itu bisa diwujudkan jika hanya sebagian kecil, yakni 10 %, CPO yang diperdagangkan lewat bursa? Akibatnya, harga yang terjadi juga tidak mewakili kondisi riil pasar yang sebenarnya. Hal ini tampaknya juga disadari oleh otoritas bursa. Berkaca pada pengalaman bursa CPO Malaysia, perlu belasan tahun untuk menjadi seperti sekarang. Komitmen dan dukungan semua pihak penting di sini.

Bagaimana ”memaksa” pelaku industri sawit masuk bursa jadi salah satu tantangan, sebab, selain keikutsertaan di bursa bersifat sukarela, kalangan pengusaha umumnya sudah telanjur nyaman dengan pola business to business (B to B) secara langsung yang berlaku selama ini sehingga perlu insentif lebih untuk ”memaksa” mereka bertransaksi lewat bursa. Saat ini sudah ada 18 perusahaan yang bergabung di bursa CPO ini, terutama perusahaan yang selama ini sudah melantai di Bursa Efek Indonesia, tetapi tak ada jaminan mereka akan bertransaksi di bursa CPO. Selain terbiasa B to B, mereka umumnya terintegrasi secara vertikal dari hulu ke hilir sehingga produk akhir bukan lagi CPO, melainkan olahan. Yang pasti, kehadiran bursa ini harus bisa menjadi titik awal atau bagian penting dari pembenahan industri sawit nasional secara keseluruhan dan memberikan manfaat bagi semua pemangku kepentingan di dalamnya. Termasuk peningkatan kesejahteraan petaninya yang selama ini sering menjadi korban permainan harga karena posisi tawar yang rendah. (Yoga)

Hilirisasi Tenggelam di Komoditas Lobster

16 Oct 2023

Pemerintah bermaksud membuka kembali keran ekspor benih bening lobster untuk budidaya di luar negeri. Sekalipun akan dibarengi pengembangan budidaya lobster di dalam negeri, langkah itu dianggap bakal memukul budidaya lobster di Tanah Air. Manfaat terbesar justru diperoleh usaha budidaya lobster di luar negeri. Draf Rancangan Permen Kelautan dan Perikanan tentang Penangkapan, Pembudidayaan, dan Pengelolaan Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp), dan Rajungan (Portunus spp) kini memasuki tahapan konsultasi publik. Revisi aturan itu membuka kembali keran ekspor benih bening lobster lewat skema kerja sama investasi setelah ekspor benih lobster dilarang. Aturan buka-tutup ekspor benih bening lobster telah beberapa kali dilakukan. Kompas mencatat, pemerintah pernah menutup keran ekspor benih bening lobster pada 2015-2019, lalu membukanya lagi pada 2020.

Pada 2021, ekspor benih bening lobster ditutup lagi. Tahun ini, izin ekspor berpeluang dibuka lagi. Padahal, lobster merupakan satu dari lima komoditas unggulan perikanan budidaya yang diusung pemerintah dalam program kerja berbasis ekonomi biru. Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim mengemukakan, pemerintah sebaiknya menahan diri untuk tidak tergoda ekspor benih bening lobster yang dibungkus narasi investasi asing untuk budidaya lobster di dalam negeri. Pemerintah perlu fokus pada pengkajian stok benih bening lobster dan bekerja sama dengan para pembudidaya lokal di setiap provinsi untuk usaha pembibitan dan pembesaran lobster. ”Manfaat ekonomi dan lingkungan dari budidaya lobster di dalam negeri jauh lebih bisa dirasakan oleh pembudidaya ketimbang benih bening lobster diangkut ke Singapura, Vietnam, dan China,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, akhir pekan lalu. (Yoga)

Revolusi Digital Usaha Kecil Pemuas Lidah

16 Oct 2023

Usaha kuliner Moqafe menjadi bukti kesuksesan digitalisasi melampaui masa-masa sulit saat pandemi Covid-19. Berdiri sejak 1 Maret 2020 di sekitar daerah perkantoran di bilangan Gelora, Tanah Abang, Jakpus, usaha kecil itu bertahan karena memanfaatkan beberapa aplikasi penjualan dan pengantaran makanan secara daring. Pemilik usaha, Willy Ramadhan (28), bernostalgia. Ia sempat kalut karena kasus Covid-19 pertama yang menakutkan masyarakat muncul pada hari pertamanya membuka kedai berukuran 2 x 7 meter. Tempat yang awalnya berkonsep kafe itu menjajakan pempek dengan aneka camilan dan minuman artisan. Usaha luar jaringan itu dibuka setelah Willy terjun di usaha produksi pempek yang dipasarkan di platform e-dagang sejak 2015. Pembatasan kegiatan social sempat membuat penjualan sepi karena sebagian besar pekerja tidak pergi ke kantor dan Moqafe tidak bisa melayani makan di tempat. Namun, Willy kembali menyesuaikan diri dengan digitalisasi dan menggunakan beberapa aplikasi online delivery.

”Akhirnya, ada penjualan dan pada Oktober 2020 melonjak karena ditopang online,” ucapnya kepada Kompas, Kamis (5/10). Adaptasi saat itu membantu pengenalan usaha dan penjualan produknya hingga ke luar kotamadya. Omzet pada 2020 menyentuh Rp 1,8 juta sehari. Sekitar 80 % omzet ditopang penjualan daring dan sisanya dari luar jaringan. Setelah pandemi berakhir, omzet yang rata-rata Rp 1 juta per hari berbalik didominasi penjualan di tempat. Perluas pengenalan Willy tetap memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas pengenalan Moqafe. Ia juga memanfaatkan pembayaran nontunai yang semakin populer. Upaya ini tidak lepas dari kendala terbatasnya dana pemasaran. Penghasilan selama ini, termasuk bantuan kredit usaha rakyat (KUR) perbankan yang ia dapat sejak 2020, masih digunakan untuk modal usaha. Ia menghindari tren kenaikan biaya layanan dan algoritma pemasaran penyedia aplikasi online delivery yang kurang menguntungkan dengan menggunakan aplikasi bisnis lainnya. Aplikasi baru itu membantunya menyebarkan promosi produk ke pelanggan secara personal. (Yoga)

Puluhan Triliun Rupiah di Balik Pernak-pernik Gim

16 Oct 2023

Theo Christiawan (25), karyawan swasta, masih ingat betul saat pertama mengunduh gim Mobile Legends di gawainya lima tahun silam. Bermula dari mengikuti tren yang menjamur di kalangan tongkrongan sebayanya, perlahan Theo mulai akrab dan kerap menghabiskan waktunya mencari hiburan melalui bermain gim. Dalam beberapa kesempatan, ia rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah demi mendapatkan kostum karakter (skin) edisi khusus ataupun pernak-pernik yang dijual oleh pengembang gim tersebut, Shanghai Moonton Technology Co Ltd, perusahaan asal China. ”Setiap kali ada event penjualan skin unlimited (terbatas), biasanya butuh uang sampai Rp 3 juta. Selain itu, rata-rata sebulan bisa keluar Rp 1,2 juta. Kalau ditotal, selama ini sudah habis lebih dari Rp 20 jutalah,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (11/10).

Mutiara Ayu (26), karyawati swasta, rela mengeluarkan uang separuh penghasilannya demi gim berbasis gawai itu. ”Awalnya cuma keluar uang Rp 150.000-Rp 200.000, tetapi lama-lama tidak terasa sebulan habis Rp 1,1 juta. Rasanya jadi bangga gitu karena enggak semua orang punya. Bahkan, selama sebulan itu rela nahan jajan dan beli makan yang murah biar bisa top up gim,” tuturnya. Dilansir dari data Statista.com, total pendapatan di pasar mobile game atau gim yang dimainkan dari gawai di Indonesia diproyeksikan mencapai 0,71 miliar USD atau Rp 11,15 triliun pada 2023. Jumlah ini diperkirakan terus tumbuh rata-rata 6,4 % per tahun hingga mencapai 0,91 miliar USD atau Rp 14,29 triliun pada 2027.

Tren ini linier dengan jumlah pengguna mobile game yang juga diproyeksikan meningkat hingga 76,9 juta orang pada 2027. Saat ini, sebagian besar pemain mobile game didominasi penduduk berusia 25-34 tahun. Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2023/2024 oleh Kemenparekraf menyebutkan, Indonesia menjadi pangsa pasar mobile game terbesar ketiga di dunia berdasarkan unduhan aplikasi Google Play. Pengeluaran para pemain mobile game di Indonesia yang dilihat dari in-app purchase (IAP) diperkirakan mencapai 0,37 miliar USD atau Rp 5,6 triliun pada 2023. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda berpendapat, besarnya potensi tersebut perlu dioptimalkan oleh pengembang gim (game developer) lokal mengingat para pemain gim memiliki loyalitas yang besar sehingga dapat memberikan dampak ekonomi. (Yoga)

BUMN Buka Depo Peti Kemas di Bitung

16 Oct 2023

Peluang bisnis dari rencana pembukaan rute pelayaran langsung (direct call) kapal kargo antara Sulawesi Utara dan Shanghai, China, disambut perusahaan pelat merah. Salah satu anak perusahaan PT Pelayaran Nasional Indonesia menyewa lahan PT Industri Kapal Indonesia di Bitung, Sulawesi Utara, untuk penumpukan peti kemas. Melalui siaran pers, Minggu (15/10/2023), Direktur Utama PT Pelni Logistics Edward Tobing mengatakan, pengadaan depo tersebut didedikasikan untuk muatan tol laut. (Yoga)

Petani Lembata Tinggalkan Budidaya Sorgum

16 Oct 2023

Petani di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, meninggalkan budidaya sorgum karena kesulitan mesin perontok. Harga sorgum pun hanya Rp 7.000 per kg. Mereka berencana akan beralih menanam jagung. Ketua Ikatan Petani Sorgum Lembata Petrus Daton, Jumat (13/10/2023), mengatakan, petani membutuhkan sembilan mesin perontok sesuai dengan jumlah kecamatan, dimana nantinya mesin itu akan dipergunakan  oleh para petani secara bergilir. (Yoga)

Berebut Pasar Warisan Rp 60 T

16 Oct 2023
JAKARTA,ID-TikTok Shop resmi ditutup pemerintah dan meninggalkan warisan berupa pasar yang sangat besar, sekitar Rp 60 triliun dalam setahun, berdasarkan perhitungan gross merchandise value (GMV) dari CLSA. Sebanyak lima pemain e-commerce utama, yakni Shopee, Bukalapak, dan Blibli diprediksi bersaing keras untuk merebut kue itu, seperti menggelontorkan lebih banyak subsidi atau mengembangkan kemampuan agar bisa berhubungan kuat dengan para pelanggan, seperti layaknya TikTok Shop. Sejalan dengan itu, GMV tiga emiten e-commerce yang tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEI) diprediksi membaik kuartal IV-2023. Mereka adalah PT Goto Gojek Tokopedia (GOTO), pemilik Tokopedia, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), dan PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) alias Blibli. Hal ini diharapkan menjadi katalis penguatan harga saham tiga emiten tersebut, seiring maraknya sentimen negatif, terutama dari penetrasi TikTok Shop sebelum ditutup pemerintah. (Yetede)

Perbankan Kantongi Laba Bersih Rp 141,11 T

16 Oct 2023
JAKARTA,ID-Memasuki paruh kedua tahun ini,  perbankan nasional berhasil mengantongi laba bersih senilai Rp 141,11 triliun per Juli 2023. Pencapaian tersebut tumbuh 20,42% dibandingkan periode Juli 2022 yang sebesar Rp 117,18 triliun. Meski masih tumbuh dua digit, laba bersih perbankan mencatatkan peningkatan yang mulai landai. Adapun, pada akhir Desember 2022 laba bersih melesat 43,94% secara year on year (yoy) menjadi Rp201,82 triliun. Kemudian, pada Maret 2023 laba bersih tumbuh 33,68% (yoy) menjadi Rp 60,65 triliun. Pada Mei 2023, pertumbuhan laba bersih kembali melandai sebesar 24,08% (yoy). Di akhir Juni 2023, laba tumbuh  23,42% (yoy) menjadi Rp 119,97 triliun, dan kembali melandai pada Juli dengan pertumbuhan 20,42% (yoy). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae sebelumnya menjelaskan, net interest  margin (NIM) per Juli 2023 tercatat 4,84% meningkat dari akhir Desember  2022 sebesar 4,71%. (Yetede)

IMF Gagal Sepakati Peningkatan Pendanaan

16 Oct 2023
JAKARTA,ID-Negara-negara Dana Moneter Internasional (IMF) pada Sabtu (14/10/2023) gagal menyepakati  rencana yang didukung Amerika Serikat (AS) unutk meningkatkan pendanaan IMF, tanpa memberikan porsi lebih banyak kepada  China dan negara pasar berkembang besar lainnya. Namun, IMF menjanjikan adanya penambahan berarti dalam sumber-sumber pinjaman untuk akhir tahun. Pada penutupan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Maroko, Afrika Utara, ketua komite pengarah IMF menyerukan kontribusi kuota baru agar dapat mempertahankan sumber daya IMF saat ini.  Mengingat berakhirnya masa berlaku  perjanjian pinjaman bilateral senilai US$ 185 miliar. Sebagai informasi, kouta yang dikontribusikan negara-negara anggota secara proposional sesuai dengan kepemilikan saham masing-masing, yakni mencakup sekitar 40% dari sekitar US$ 1 triliun dana pinjaman IMF. (Yetede)

Global Bergejolak, Fondasi Ekonomi Diperkuat

16 Oct 2023
JAKARTA,ID-Peningkatan  tensi geopolitik dalam beberapa waktu terakhir akan menimbulkan situasi ketidakpastian dan mempengaruhi proyeksi  ekonomi kedepan. Berkaitan itu, pemerintah fokus memperbaiki dan memperkuat fondasi  ekonomi dengan melakukan kebijakan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah keseimbangan eksternal Indonesia. Perekonomian global saat ini masih dihadapkan pada ketidakpastian yang tinggi. Dan World Economic Outlook terkini pada Oktober 2023 memperkirakan perekonomian global akan tumbuh sebesar 3,0% secara year on year (yoy) 2023 dan 2,9% (yoy) pada 2024. Kondisi global masih diliputi ketidakpastian, di mana tantangan ekonomi global belum  juga mereda meskipun pandemi telah berakhir namun pertumbuhan ekonomi yang berjalan lambat  dan tidak merata diberbagai negara. (Yetede)