Pisang, Tradisi dan Harapan Baru Sulsel
Sepanjang perjalanan di Kabupaten Gowa, Sulsel, sejauh mata memandang, tanaman pisang mudah ditemui di halaman rumah warga atau di kebun-kebun mereka. ”Saya sudah puluhan tahun menanam pisang. Menanamnya mudah, ongkos pemeliharaan minim, tapi hasilnya lumayan. Dari daun, buah, hingga jantung pisang, semua bisa dijual,” kata Daeng Tuppu (63), petani pisang di Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Kamis (12/10). Ia memiliki ratusan pohon pisang di kebunnya. Sembari menunggu pisang berbuah, Daeng Tuppu mengambil daun yang sudah bisa dijual. Tiga kali sebulan, pembeli daun pisang datang ke kebunnya. Selembar daun pisang dihargai Rp 2.500. Dia hanya mengizinkan paling banyak dua lembar daun per pohon. Dari menjual daun saja, sedikitnya dia mendapatkan Rp 1,5 juta per bulan. Tak terpikir dalam benak petani pisang di Gowa bahwa pisang bisa diekspor. ”Kalau ada hasilnya dijual ke pasar atau kadang diambil pedagang. Daunnya juga menghasilkan. Padahal biasanya hanya dibiarkan begitu saja,” ujar Narang (54), petani di Kecamatan Parangloe.
Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin menjadikan budidaya pisang sebagai salah satu fokus programnya. Budidaya pisang dilihat menjadi solusi atas persoalan tengkes, kemiskinan, hingga pengangguran di Sulsel. ”Ini sudah diawali penanaman bibit pisang Cavendish di Kecamatan Mare, Kabupaten Bone. Selanjutnya ke kabupaten lain. Kita berharap akan tumbuh hingga ke pasar ekspor,” kata Bahtiar, Senin (9/10), yang menganggarkan Rp 1 triliun untuk budidaya pisang. Ia menargetkan penanaman 1 miliar pohon secara bertahap di lahan seluas 500.000 hektar. Menurut Bahtiar, di tengah tanaman pangan utama, yakni padi dan jagung yang tak menunjukkan peningkatan signifikan, pisang bisa menjadi alternatif pendapatan baru, terlebih lagi, pisang adalah bagian dari tradisi dan budaya yang tak terpisahkan dari orang Sulsel. Banyak sekali makanan khas Sulsel yang berbahan dasar pisang, seperti Barongko, roko-roko uti, es pisang ijo, es pallubutung, sanggara blanda, dan pisang epe. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023